5862-senbonzakura: Halooo~! Saya kembali lagiii~!

Ayano: Lo kemane aja thor? Gue kira lu lupa ama ni fanfiction...

5862-senbonzakura: Lupa? Ya nggak lah! Aku cuma lagi ngumpulin ide aja kok...

Ayano: Ngumpulin ide bapakmu! Orang tiap hari kamu maen game online mulu!

5862-senbonzakura: Hiiii! Maafkan saya!

Ayano: Iye iye.. Lanjut gih!

5862-senbonzakura: Osu!

Special thanks to: Alliccya Zoldyck, Hikary Cresenti Ravenia, Winter Aoi Sakura, Renata Kurosaki, dan shinigamisipit yang sudah nge-favorite atau meng-follow cerita ini. Terima kasih juga kepada para readers yang sudah meng-review fanfic ini. *bows*

Disclaimer: Bleach cuma punya Tite Kubo dan Satu Atap cuma punya Azisa Noor author cuma minjem chara ama bikin plot fanfic ini doang.

WARNING: Typo, gaje, abal, ancur, humor garing, OOC, apa lagi ya? Pokoknya gitu deh!


Bandung yang Keren

Chapter 6: Perpisahan dan espada terbuang

By 5862-senbonzakura


Pagi yang cerah di kota Bandung. Sang mentari memunculkan kepalanya dari ufuk timur. Burung-burung bertengger di pohon dan mulai berkicau dengan indahnya, memenuhi suasana asri di pagi hari. Ayam jago Pak Bambang (Pak Bambang siapa?) berkokok dan membangunkan seluruh makhluk yang ada di daerah itu, termasuk penghuni kos-kosan unik dan shinigami kita yang tercinta.

"Ngg.." gumam Hitsugaya dan berusaha membuka kelopak matanya yang terasa berat. Setelah terbangun sepenuhnya, ia beranjak dari tempat tidurnya.

'Hari ini waktunya aku kembali ke Seiretei ya?' batin Hitsugaya selagi ia berjalan menuju dapur.

"Selamat pagi…" sapa Hitsugaya. Terlihat Adit sedang asik membaca buku dan Aria sedang membaca koran.

"Pagi Hitsugaya…" balas Aria dan Adit berbarengan. Beberapa saat kemudian, datang Maya dan Putri yang masih berantakan.

"Pagi…" sapa mereka berdua kepada orang-orang yang berada di dapur.

"Pagi Putri, Maya juga…" balas Aria dan tersenyum kepada kedua gadis tersebut. Kemudian Maya melirik kepada Hitsugaya yang sedang meneguk segelas air.

"Hari ini elo balik ya?" tanya Maya. Hitsugaya mengangguk dan meletakkan gelasnya di atas meja.

"Yah, jadi sepi dong…" ucap Putri dengan sedih.

"Hitsugaya hari ini balik ke Jepang?" tanya Rangga yang nongol kayak setan. (eh? Bukannya dia emang setan yak?)

"HUAAA MAMAAA!" teriak Putri kaget begitu mendengar suara Rangga dan langsung memeluk Maya yang berada di sebelahnya.

"Put, sesaaak… lepasiin…." Ucap Maya yang tengah menderita karena pelukan Putri. Putri pun melepaskan pelukannya.

"Gue gak balik ke Jepang, gue balik ke Seiretei…" ucap Hitsugaya.

"Seiretei? Emang ada ya negara namanya Seiretei?" tanya Rangga dan Putri dengan tablo.

"Bukan, Seiretei itu bukan negara! Seiretei itu… emm, mungkin bisa diartikan sebagai alam baka…" jelas Hitsugaya. Rangga dan Putri hanya ber 'ooh' ria.

"O iya ya! Aku lupa kalau Hitsugaya itu bukan manusia…" ucap Maya.

"Mbak Aria, hari ini kita sarapan apa?" tanya Putri yang kelihatannya sudah kelaparan berat.

"Makan mulu kerjaanmu!" ledek Rangga. Putri yang mendengarnya langsung menguber-uber Rangga.

"Kalian sadar gak sih, kalian kayak gitu keliatan kayak orang pacaran tau!" ucap Erik dengan tenangnya, alhasil, Putri dan Rangga langsung berhenti dan wajah mereka menjadi merah.

"Siapa juga yang mau pacaran ama ini bocah hah?" tanya Rangga yang masih blushing.

"Ngapain juga aku pacaran ama setan kek gini? Mendingan aku pacaran ama Pak Bambang aja deh.." ucap Putri dengan asal.

"Beneran ya Put? Ntar aku panggilin loh orangnya…" hoda Maya dan berjalan menuju pintu. Putri langsung menarik kaki Maya dan memohon ampun.

"Eh, gimana kalau hari ini kita sarapan di tempat nasi goreng kakek? Hitung-hitung sekalian untuk perpisahan Hitsugaya…" usul Aria kepada seluruh penghuni kos.

"Mauuuu!" Maya melompat dengan girang dan memeluk Aria.

"Udah lama nih gak makan nasi goreng kakek… daku kangen…" ucap Putri dengan dreamy face.

"Nasi goreng kakek?" tanya Hitsugaya dan menaikkan salah satu alisnya.

"Iya, nasi goreng kakek itu enak lo! Dijamin ketagihan deh!" ucap Rangga dan mengacungkan jempolnya.

"Bener tuh! Aku aja waktu pertama kali nyoba langsung ketagihan…" ucap Putri dan nyengir ala kuda.

"Ya udah, kalian siap-siap gih! Liat tuh, muka kalian masih kayak habis ditabrak truk tronton!" canda Aria. para penghuni kos pun segera bersiap dan mengantri untuk mandi.


Sekip yeeeey~


"Udah siap semuanya?" tanya Aria. para penghuni kos (kecuali Hitsugaya) mengangguk dengan semangat 45.

"Ayo kita pergi!" sorak Putri dengan senang. Mereka pun berjalan kearah nasi goreng kakek.

"Pagi kek!" sapa Aria kepada sang kakek pemilik stand nasi goreng tersebut. Kakek itu menoleh dan tersenyum hangat.

"Pagi nak Aria… Dah lama kamu gak kesini! Gimana kabarmu?" tanya si kakek dengan ramahnya.

"Baik kek… kita kesini sekalian buat perpisahan temen kita…" ucap Aria. si kakek mengangguk.

"Ooh… kalau begitu spesial buat Aria, kakek kasih diskon! Hohohoho~" ucap si kakek dengan gajenya. Aria hanya tertawa pelan dan duduk bersama dengan sisa penghuni kos.

"Ayo, kalian mau pesen apa?" tanya Aria.

"Aku mau nasi goreng seafood yang sedeng sama es lemon tea!" ucap Maya dengan gembira.

"Aku sama kayak Maya!" ucap Putri.

"Gue nasi goreng komplit yang sedeng sama teh tawar anget…" ucap Adit tanpa melepaskan pandangannya kepada buku yang sedang ia baca.

"Gue nasi goreng biasa aja dah, yang pedes ama es teh manis…" ucap Rangga.

"Gue sama kayak Rangga deh…" ucap Erik.

"Hitsugaya mau apa?" tanya Aria kepada sang shinigami berambut putih.

"Nasi goreng ayam yang sedeng ama teh manis hangat aja deh…" ucap Hitsugaya setelah melihat daftar menu. Kemudia Aria memanggil mas-mas pelayan yang tengah nganggur. Ketika mas-mas pelayan itu menghampiri meja yang diduduki oleh penghuni kos, Hitsugaya dan mas-mas tersebut kaget dan membelalakkan mata mereka.

"KA- KAU!" ucap mereka berdua dengan serempak. Hitsugaya meraih zanpakutonya dan mas-mas pelayan itu langsung berada di posisi siaga.

"Espada, Luppi Antenor!" ucap Hitsugaya dengan geram dan menggenggam zanpakutonya.

"Shinigami, Hitsugaya Toshiro!" ucap mas-mas pelayan yang ternyata adalah salah satu espadanya Aizen.

"Apa yang kau lakukan disini, espada?" tanya Hitsugaya dengan dingin. Para penghuni kos yang kebingungan hanya menonton aksi sang shinigami dan espada dari bawah meja. (takut kena serang euy)

"Bukan urusanmu, cebol!" ledek Luppi yang ternyata membuat Hitsugaya semakin marah. Hitsugaya mengacungkan zanpakutonya ke leher sang espada.

"Beritahu atau kusembelih kau…" ucap Hitsugaya dengan dingin. Para penghuni kos langsung ketakutan, bahkan Rangga sepertinya sudah kebelet kencing tuh…

"Baiklah…" ucap Luppi dengan pasrah, "Aku… Aku dibuang ama Aizen-sama!" ucap Luppi dengan gaya yang betul-betul OOC, "Gara-gara si Grimmjow itu dah disembuhin ama si manusia bernama Inoue Orihime itu, Aizen-sama membuangku! Lihat, Aizen-sama bahkan menyegel seluruh kekuatanku dan membuang zanpakutoku! Huweeeee! Aizen-sama jahaaat! Ijen kejaaaam!" rengek Luppi dengan sangat-sangat OOC. Para penghuni kos dan Hitsugaya yang menurukan zanpakutonya ber-sweat drop ria.

"Lalu… kenapa kau bisa nyasar kesini?" tanya Hitsugaya yang masih sweat drop.

"Yaa… soalnya pas Aizen-sama ngebuang gue, ngebuangnya disini…" ucap Luppi dengan kesal, "Sekarang gue harus ngerasain rasanya jadi manusia! Kebetulan banget, waktu gue lagi madesu di pinggir jalan gue ketemu ama kakek yang baik hati ini, lalu kakek ini ngasih gue sepiring nasi goreng. Nasi gorengnya enak men! Sebagai balasan terima kasih, gue kerja disini buat ngebantuin si kakek…" jelas Luppi.

"Elo yakin, elo gak bakal bikin rusuh disini?" tanya Hitsugaya untuk meyankinkan.

"Yakin lah! Ngapain gue bikin rusuh disini? Mendingan bantuin kakek melayani pelanggan! Bener gak?" tanya Luppi kepada para penghuni kos yang masih ngumpet dibawah meja. Para penghuni kos ya, Cuma ngangguk-ngangguk kayak hiasan mobil.

"Baiklah, gue gak bakal ngebunuh elo… nampaknya lo juga udah demen tinggal disini…" ucap Hitsugaya dan menyarungkan zanpakutonya.

"Iya dong! Mulai sekarang gue pengikut setianya kakek! Muhahahahahahaha!" Luppi tertawa dan merangkul si kakek. Si kakek juga ikutan ketawa.

"Nah, itu baru yang namanya anak berbakti!" ucap si kakek dengan bangga.

"Iya dong! Berbakti kepada kakek kan pahalanya besar!" ucap Luppi dengan gajenya. Hitsugaya dan para penghuni kos hanya sweat drop melihat kelakuan si kakek nasi goreng dan Luppi. Setelah itu mereka melahap nasi goreng mereka dengan tenang.


Sekip egen...


"Hitsugaya, jangan lupain gue yaaa!" ucap Putri dan melambaikan tangannya kepada shinigami mungil kita yang tercinta. (Hitsu: GUE GAK MUNGIL!)

"Kalau dateng ke Bandung, jangan lupa berkunjung yaaa!" ucap Maya. Kemudian sekaimon muncul dibelakang Hitsugaya.

"Aku pergi dulu… Terima kasih sudah membantuku selama misiku di Bandung ini…" ucap Hitsugaya dan membungkukkan badannya dengan hormat. Ketika Hitsugaya melangkahkan kakinya menuju senkaimon, Aria menghentikannya.

"Ada apa, Aria-san?" tanya Hitsugaya dengan penasaran. Kemudian Aria menyodorkan Hitsugaya sebuah tupperware berisi penyeum dan sebungkus besar nasi goreng.

"Apa ini?" tanya Hitsugaya dan melihat kearah tupperware dan bungkusan tersebut.

"Yang di tupperware itu isinya penyeum, makanan khas Bandung, kalau bungkusan itu isinya nasi goreng kakek yang tadi… makan bareng temenmu ya!" ucap Aria. hitsugaya mengucapkan terima kasih dan masuk kedalam senkaimon.

"Daaah Hitsugaya!" seluruh penghuni kos melambaikan tangan mereka dan senkaimon pun tertutup dan menghilang.


The End


OMAKE!


"Taichooou~! Selamat datang kembaliiii~!" ucap Matsumoto dengan gembira dan memeluk kaptennya dengan pelukan mautnya.

"Se- sesaaak Matsumoto!" ucap Hitsugaya terbata-bata akibat pelukan Matsumoto.

"Ups! Maaf!" Matsumoto melepaskan pelukannya dan melihat penasaran kepada tupperware dan bungkusan yang dibawa Hitsugaya, "taichou, apa itu?"

"Oh, ini…" Hitsugaya mengangkat bungkusan yang ada di tangannya, "Ini penyeum ama nasi goreng yang dikasih ama tuan rumah tempatku menginap…" jelas Hitsugaya.

"Penyeum? Apa itu?" tanya Matsumoto.

"Mana aku tau!" ucap Hitsugaya dan meletakkan barang bawaannya.

"Kalau begitu… AYO KITA PESTA SAKE DENGAN 'PENYEUM' INI!" ucap Matsumoto dengan gembira dan melesat dari bangunan divisi 10 itu.

"Tunggu dulu! MATSUMOTO!" teriak Hitsugaya. Dengan begini, Seiretei diramaikan kembali oleh teriakan taichou kesayangan kita.


END


5862-senbonzakura: Haa... akhirnya selesai juga nih fanfic

Ayano: Elo orangnya molor mulu sih, jadinya lelet!

5862-senbonzakura: APAAN SIH? BERISIK!

Ayano: Elo tuh, berisik!

5862-senbonzakura: Huh! Buat readers yang udah lama nunggu update fanfic ini, saya mohon maaf! Saya mohon maaf atas keteledoran saya! Sekali lagi saya mohon maaf! *bows*

Ayano: Tapi terima kasih sudah mau membaca fic ini!

5862-senbonzakura: Terima kasih banyak!

author + Ayano: Ja nee! Arigatou sudah meu membaca fanfic ini!