THE ANOTHER BLACK

Disclaimer: I do not own Twilight, all belong to Stephenie Meyer...


Satu - Adik

.


.

Yang judulnya rutinitas memang tidak pernah berubah. Oleh karena itu namanya rutinitas, karena itu terjadi kemarin, hari ini, besok, lusa, dan hari-hari sesudahnya. Biasa, sama, dalam waktu yang sama, kegiatan yang sama, perasaan yang sama... Kalaupun ada yang berubah, kalaupun ada sedikit perbedaan, sesuatu yang lain dari biasanya, itu hanya akan menjadi kejutan kecil, ringan, dan segalanya akan kembali seperti semula. Normal.

Rasanya sudah tidak ada lagi yang bisa mengagetkan Jacob Black. Bangun siang, utak-atik mobil sedikit di bengkel untuk sedikit uang, tatah sedikit asesori untuk tambahan uang, masak sedikit untuk mengisi perut, begitu sore tiba lari sedikit di hutan, berubah jadi serigala, menyalak dan melolong sedikit jika tak sengaja berpapasan dengan vampir bodoh yang masuk perbatasan, pulang ketika hari hampir pagi, tidur hingga siang hari, bangun, makan, kerja, patroli, tidur, bangun... Rutin. Normal. Hal ini sudah ia kerjakan sejak usianya 16, sudah hampir tak ada unsur kejutan di dalamnya, sudah hampir seperti makan sereal setiap pagi. Sampai kadang ia bosan.

Semenjak Sam menikah dan punya anak, sang Alfa menanggalkan kemampuannya berubah wujud, mendadak berusaha menjadi suami dan ayah yang baik bagi keluarganya. Jared sebagai Beta kelompoknya tidak berniat memimpin, begitu juga Paul, terutama karena mereka berdua berniat segera mengikuti jejak Sam: menikah dan menjalani kehidupan normal, menjauh dari La Push. Tidak ada anggota-anggota muda lain dalam kawanan mereka yang cukup kompeten dengan posisi tersebut, tidak juga dari garis keluarga Black. Sedangkan dari kawanannya sendiri, Leah sudah menanggalkan kekuatannya secara permanen dan pergi ke California untuk menjadi seniman. Jadi di sanalah titik kesepakatan itu, yang dipaksakan oleh para Dewan Suku secara rasional tanpa peduli perasaannya: kedua kawanan bergabung, dan secara otomatis, karena tidak ada orang lain yang cukup kompeten, secara kekuatan, pengalaman, maupun garis keturunan, ia menjadi satu-satunya Alfa. Kepala Suku. Resmi. Tidak ada lagi perebutan dominasi antara kepala kedua kawanan. Hanya dia.

Dengan senang hati sesungguhnya ia akan rela melepas tidak hanya jabatan itu, tetapi juga kemampuannya berubah wujud. Lagipula ia sudah merasa cukup tua, setidaknya di kawanan. Ia merasa seperti Sam. Usianya 22 sekarang, dan ia harus membawahi anak-anak usia 17-19 tahun. Dengan salah satu sahabatnya, anggota senior kawanan terakhir sekaligus Gamma-nya, Embry, juga bersiap pergi, anggota tertua berikutnya tinggal Quil dan Seth. Quil jelas tidak bisa menandingi darah Seth, yang otomatis menjadi Beta sepeninggal Leah. Dan tentu saja, tidak peduli berapa usianya, walaupun sudah kepala dua sekalipun, walaupun kedudukan dan tanggung jawabnya tinggi sekalipun, Seth tetap Seth.

Ya, ia sudah rela hati meninggalkan kawanan, menanggalkan kemampuannya, melepaskan kewajibannya, menjalani hidup normal, menua... Tapi dunia tidak seindah itu. Imprintnya, yang berarti tidak hanya tunangan, tapi juga seluruh hidupnya, adalah makhluk imortal, hibrida perkawinan silang manusia-vampir yang tidak bisa mati. Hidup abadi, membeku pada usianya, setidaknya nanti begitu ia mencapai kedewasaan. Tapi itu tidak lama lagi. 2 tahun lagi, begitu kata semua orang dan mau tidak mau ia percaya. Menunggu. Dan gadis yang ditakdirkan menjadi pasangan jiwanya akan hidup selamanya. Tentu saja, tidak ada pilihan lain baginya selain mengikuti.

Berarti selamanya ia akan terjebak di sana: metamorfosis, Alfa, Kepala Suku... La Push. Semua kewajiban itu.

Semenjak kejadian lima tahun lalu, tidak ada vampir berani berkeliaran mendekati kawasan hutan di Semenanjung Olympic. Tidak ada yang cukup bodoh untuk itu, terlebih setelah pemimpin puncak mereka, bangsawan Volturi, mengumandangkan kesepakatan gencetan senjata dan pakta teritorial tidak hanya dengan keluaga Cullen, tetapi juga dengan para werewolfLa Push. Sekarang pun, setelah keluarga Cullen pergi tiga tahun lalu, tidak pernah ada ancaman berarti. Sejak keadaan aman tenteram, tidak ada anak muda lain yang menjadi korban legenda suku: berubah jadi monster yang terpaksa bertarung dengan sisi emosional mereka sendiri. Bukan berarti itu buruk.

Tentu saja, bukan berarti itu buruk. Itu baik, amat baik bahkan, hampir mendekati normal. Jika keadaan terus berjalan seperti ini, dalam waktu beberapa tahun, para remaja korban reaksi-gen-dalam-darah-akibat-ancaman-vampir-lima-tahun-lalu itu akan tumbuh dewasa, berhasil menguasai diri dan dapat melepaskan kekuatan metamorfosisnya. Itu yang selalu diharapkan semua orang. Semua orang dapat mengharapkan akhir yang bahagia itu. Semua. Kecuali dia.

Kepala suku abadi pertama dalam sejarah. Baiklah, urusan 'abadi' ini mungkin tergantung bagaimana ia mendefinisikan kata tersebut. Jika hanya menyangkut 'tidak menua dan hidup panjang', mungkin ia ada di nomor kesekian dalam daftar panjang kepala suku serigala mereka. Kepala suku yang hidup panjang terakhir yang ia tahu adalah Taha Aki, namun Taha Aki bisa melepaskan kekuatan serigala, menua, dan mati karena mencintai perempuan mortal. Sedangkan dia tidak. Belahan jiwanya abadi. Dan ia harus menjadi abadi untuk sang belahan jiwa. Maksudnya benar-benar 'abadi'.

Entah itu berkah atau kutukan.

Dengan situasi keamanan sekarang pun, rasanya tidak banyak yang bisa dilakukan. Terus terang, kawanan rasanya semakin lemah. Tidak ada musuh alami artinya tidak ada ketegangan, tidak ada kejutan. Tidak ada apapun. Kawanan rasanya ada lebih sebagai lembaga konseling atau gimnasium: tempat untuk menjaga kemudaan bagi anggota senior yang menunggu kedewasaan imprint-nya seperti dirinya dan Quil, atau tempat melatih diri mengatasi masalah emosi bagi para anggota yunior seperti Collin dan Brady. Membosankan.

Kadang ia berpikir, untuk apa dirinya ada? Renesmee menjadi imprint-nya? Semua takdir itu, putaran bumi dan waktu pada tempatnya? Jika ia menjadi satu-satunya kepala suku abadi pada masa aman? Apa gunanya?

Tentu saja masih jauh untuk bicara tentang keabadian, karena waktu baru berlalu lima tahun. Lima tahun dan ia sudah bosan setengah mati. Jadi bagaimana menghadapi keabadian itu jika lima tahun pun sudah tak tertahankan lagi?

Mungkin ia butuh kejutan, mungkin ia butuh tantangan. Entahlah. Sisi serigalanya berteriak. Sisi binatangnya memberontak. Ingin bertempur, ingin melakukan sesuatu yang produktif sesuai dengan tujuannya diciptakan. Tapi apa yang harus ia lakukan? Memburu vampir nomad di luar batas teritori? Melawan Volturi?

Bahkan ia, Jacob Black, Kepala Suku Quileute abadi yang baru lima tahun saja sudah bosan setengah mati, juga tidak akan sebodoh itu.

.


.

Suara gaduh di dapur membangunkannya. Sejenak ia melirik jam. 09.30. Belum sampai tiga jam ia tertidur. Waktu bangunnya masih sekitar dua jam lagi. Apa yang Billy lakukan di dapur sepagi ini?, pikirnya. Apapun itu, sebentar lagi juga berhenti. Ia tahu ayahnya, sarapan tidak akan jauh dari sereal atau roti panggang. Bukan sesuatu yang membutuhkan proses lama di dapur. Dengan malas ia berguling, menutupi kepalanya dengan selimut.

Brakkk! Praaanggg!suara nyaring di dapur mengagetkannya. Tidak ada suara kecil apapun yang luput dari pendengaran sensitifnya. Terlebih lagi suara yang memang bagi orang normal pun bisa memecahkan gendang telinga.

"Pak Tua! Ada apa?" teriaknya, dengan malas-malas mendatangi sumber suara. Billy di dapur, dengan ceria memutar roda kursinya ke belakang dan ke depan, berputar-putar di sekeliling dapur, membuat sandwich, menggoreng bacon, ham, dan sosis, menata buah-buahan, memanggang kalkun, pai, dan entah apa lagi.

"Wah, ada apa ini?" rasanya Jacob belum bangun dari tidurnya. Melihat ayahnya memasak seperti ini baru sekali seumur hidup baginya. Tentunya neraka sudah membeku.

Billy menggulirkan kursi rodanya ke meja di dekat anaknya berdiri, mengambil piring. Di dekatnya, tak lupa ia berputar dua kali.

"Bersinarlah, Anak Muda! Ini hari yang cerah, heh?" dan dengan itu tidak lupa ia menampar pantat Jacob.

Jacob mengaduh kesakitan, berpura-pura tersinggung. "Aku sudah 22, Pak Tua! Itu pelecehan seksual, apalagi kalau kaulakukan pada anakmu sendiri!"

"Jadi kenapa? Kau mau menangkapku? Tuduhan pelecehan? Ha! Bahkan Charlie pun tak akan bisa menyentuhku, apalagi anakku si Alfa tidak berguna?" dan ia tertawa-tawa, memasukkan seloyang kalkun ke oven.

"Ada apa memang?" tanya Jacob curiga, mengambil setangkup sandwich di meja dan menyodokkannya ke mulut bulat-bulat.

"Ada apa, apanya?"

"Hari ini."

"Tidak ada apa-apa. Benar-benar normal."

"Sungguh?" Jacob memicingkan mata curiga. "Tidak biasanya ayahku masak sebanyak ini. Bahkan aku pun tak bisa menghabiskan semua. Apa kau berniat mengadakan pesta pernikahan tanpa sepengetahuanku? Wanita mana memangnya yang mau jadi ibu tiriku?"

Billy menatap anaknya seakan anaknya itu makhluk paling aneh di seluruh dunia. Bagian 'aneh' itu tentu saja benar, tetapi masalah 'di seluruh dunia' itu jelas tidak, karena ia berbagi keanehan yang sama dengan limabelas pemuda dan satu pemudi lain di sukunya. Duabelas pemuda selain dirinya sekarang, paling tidak.

Tiba-tiba Billy menepuk anaknya keras-keras seraya tertawa lebar.

"Cerialah!" dendang Billy. "Ini hari yang besar!"

Jacob masih bingung. Ia berusaha memutar memori, mengingat-ngingat jika ada sesuatu yang terlupakan, ada yang luput dari perhatiannya. Apakah ini hari ulang tahunnya? Ulang tahun Billy? Ulang tahun mendiang ibunya? Ulang tahun pernikahahan orangtuanya? Ulang tahun Rachel dan Rebecca mungkin? Tidak, tidak satu pun. Ia tak pernah melupakan ulang tahun keluarganya, tidak pernah, bahkan walaupun si kembar jauh dari rumah. Tapi jika memang ini perayaan ulang tahun si kembar, atau mungkin suami atau anak mereka, pastinya mereka harus datang terlebih dahulu kan?

Oh, apa si kembar akan datang? Apa Billy pernah mengatakannya sebelumnya? Kenapa ia tidak ingat?

Seakan membaca kebingungan anaknya, Billy menggelindingkan kursi rodanya mendekat. Melintasi anaknya menuju kamar, ia menyempatkan diri berkata dengan wajah berbinar, "Adikmu akan datang!". Itu saja, dan ia pun berlalu. Gumaman lagu ceria terdengar dari kamar mandi Billy, ditimpa suara air yang mengalir. Meninggalkan Jacob dalam kondisi beku, ekspresinya sulit dibaca.

Adik...

Mungkin memang jika ada satu hal yang bisa mengagetkan werewolf, inilah dia.

.


.

catatan:

hi all...

chap pertama, dengan sedikit sekali editing...

hahaha...

R&R please...