DISCLAMER :

MASASHI KISHIMOTO

WARNING :

ALLWAYS TYPO (Sebentar saya usahakan untuk mengusir para typo), GAJE (Gak jelas), OOC, DAN TLL (teman-teman lainnya)

Present :

A DROP OF BLOOD FOR LOVE

DON'T LIKE DON'T READ

CHAPTER : V


SEBELUMNYA DI

A DROP OF BLOOD OF LOVE

"aku ingin Hinata menemaniku di acara pesta dansa itu untuk menjalankan rencanaku!" sambung Naruto

"Setuju!" balas Sasuke tiba-tiba muncul "dan Sakura akan bersamaku, lalu Ino dengan bodyguard mu itu!"

"namanya Sai!" sambung Naruto sambil menatap Sasuke "Baiklah! Ini mulai menarik, aku sungguh tak sabar dengan Nanti malam….." Naruto menggantungkan kalimatnya lalu mendekat ke muka Hinata hingga berjarak sekitar 5 cm "…iya kan Hinata-hime" tatap Naruto tepat di mata amethyst Hinata dengan mata merah darahnya.


"Kenapa..?" Hinata berucap pelan saat Naruto mengarahkan mukannya tepat sekitar 5 cm didepannya "Kenapa Naruto-kun melakukan semua ini?"

Naruto memandangnya sesaat lalu menjauhkannya wajahnnya.

"kau ingin mengetahuinya?" Tanya Naruto, Hinata hanya menganguk pelan. Sakura dan Ino hanya diam.

"Teman-teman bisa tinggalkan aku dan Hinata sendiri!" pinta Naruto sambil menaruh tangannya di saku lalu berjalan menjauh "Ikuti aku HInata!"

Hinata memandang sesaat punggung Naruto lalu mengikutinya.


LANTAI ATAS HOTEL

Naruto berhenti di pinggiran pagar. Dia mengeluarkan tangannya yang berada di saku dan bersandar di pagar besi tersebut.

Naruto berbaik menghadap Hinata yang sedari tadi menunduk.

"Hinata!"

Hinata perlahan menegakkan kepalanya

"Iya Naruto-kun!" balas Hinata takut.

"kau tetap ingin tahu alasanku pergi ke Kirigakure?"

Hinata hanya menganguk, Takut.

"Rileks saja, aku tidak akan mencekikmu seperti dulu!" sambung Naruto "mendekatlah!"

Perlahan Hinata mendekati Naruto. Melihat sikapHinata yang takut, Naruto jadi bingung sendiri.

"Ayolah Hinata! Apa wajahku terlihat seperti pembunuh?" rengek Naruto "Tatap wajahku!"

"I-Iya!"

Perlahan Hinata menatap wajah Naruto, wajahnya kian memanas.. Blush!

"Eh? Hinata ada apa? Kenapa wajahmu memerah?" Tanya Naruto polos sepolos-polosnya.

"Ti-tidak!. Umm.. itu! Bolehkah aku pergi sekarang?" pinta HInata, Raut wajah Naruto berubah tajam. Perlahan wajah Naruto mendekat ke wajah HInata, lebih dekat dan lebih dekat (ceilee!).

"Na-Na…!" ucap Hinata terbata.

"Kau? Jangan Harap bias kabur setelah Misiku selesai. Baiklah, sampai ketemu nanti malam, di pesta dansa 'dia'." Balas Naruto kemudian meninggalkan sendiri Hinata di Lantai atas Hotel.


Hinata kembali ke kamarnya, tapi sungguh tidak beruntungnya dia setelah bersama Naruto tadi karena Sakura dan Ino memberikan pertanyaan beruntun-seberuntunya seperti pesawat jet yang melesat (Maaf readers! Author lagi ada perbaikan otaknya).

"Hinata-chan apakah Naruto-dobe menyakitimu?" Tanya Sakura. Belum Hinata menjawab sudah ada pertanyaan lagi dari Ino.

"Apakah Naruto membuatmu menangis lagi?"

"Hinata-chan apakah….."

"Hinata-chan…."

Hinata mulai jengah dengan keadaannya, dia perteriak pelan.

"Stop Sakura-chan, Ino-chan. Naruto-kun tidak menyakitiku dan membuatku menangis atau sebagainnya, dia hanya memberitahuku untuk tidak lupa menemaninya di pesta dansa. Itu saja!"

Sakura dan Ino hanya swetdrop melihatnya, tumben Hinata bias tegas?

"Syukurlah kalau begitu!" balas Sakura yang hanya ditanggapi oleh Hinata dengan tersenyum.

Tiba-tiba Ino berteriak, sepertinya dia dapat ide.

"Aha! Hinata-chan bagaimana kalau sekarang kita pergi mencarikanmu gaun yang bagus untuk pesta nanti?"

"Wahh, tumben otakmu lancer Pig." Sahut Sakura senang "Iya HInata-chan, sekalian aku juga akan mencari gaun"

"Baiklah!" Balas Hinata


Dikamar Naruto menginap, dia sedang berdiskusi dengan Sai.

"Aku akan menjadi peserta pesta dansa bersama Hinata-chan, mungkin Teme dan Sakura-chan juga ikut, jadi kamu tidak usah ikut menjadi peserta, undangan milikmu biar menjadi milik Teme. Kamu menyusuplah dan pasangkan bom-bom di tempat yang sudah kita rencanakan sebelumnya, paham!" Jelas Naruto sambil menunjukkan jarinya.

"Aku paham, oh ya lalu dengan si gadis itu?" Tanya Sai

"Gadis yang mana?"

"Ituloh yang bersama Hinata dan Sakura!" Ucap Sai dengan sedikit penekanan, tumben ini orang!

"Ohhh, Ino-chan! Kau…?" tatapan Naruto menyipit "…suka dengan dia ya?"

Bingo!

Sekarang muka Sai sedikit memerah, hohoho kena kau Sai.

"Sepertinya iya, aku memang suka" balas Sai malu-malu dengan senyum palsunya.

"Kalau begitu sekarang ajak dia makan saja, biar nanti malam dia tidak kesepian, kita kan sedang tugas!" kata Naruto yang membuat Sai semakin malu-malu palsu (apaan tuh?)

"Ide Tuan naruto bagus juga!" balas Sai

"Jangan panggil aku Tuan, terlalu aneh mendengarnya!" Jawab Naruto sambil menutup telingannya

"Halah Tuan tak usah malu, pasti Tuan Naruto juga senang karena bersama Nona Hinata, iya kan?" pertanyaan Sai sukses membuat Naruto mendidih.

"SAAAIIIIIIII!" Naruto berteriak untuk menutupi rasa malunya.


Sekarang para gadis, Sakura, Hinata, dan Ino sedang di toko baju. Kita lihat yuk apa yang mereka lakukan?

"Bagaimana kalau kamu pakai ini Hinata-chan?" Tanya Sakura sambil menunjukkan dress.

"Mungkin bisa aku pikirkan!" jawab Hinata

"Hinata-chan, ini cobalah!" sekarang Ino yang menyodorkan dress, sungguh sial Harimu Hinata. (Hinata :sudahlah Cha! Demi teman. Ucha : *angguk2 kepala)

"Iya Ino-chan, baiklah aku coba dulu dress yang kalian pilih." Hinata beranjak pergi ke ruang ganti. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.

"hey Hinata!"

Deg! Suara itu! Hinata mengenalnya! Hinata membalikkan pandangannya.

"Naruto-kun?"

Kini Naruto berdiri dengan Sai dan Sasuke di sampingnya.

"hai Nona-nona, " sapa Naruto sambil nyengir, Sakura dan Ino hanya diam melihatnya. Sasuke tetap dengan tampang coolnya meski dalam hati dia tertawa dan Sai, jangan bilang apapun tentang dia.

"Ohya, Sai cepat ajak kencan gebetanmu itu!" suruh Naruto

"Okelah Tuan!" jawab Sai

"Jangan panggil aku tuan" sewot Naruto

Sai mulai mendekati Ino, Ino gelagapan, bingung!

"Maaf Nona, maukah anda pergi ke restoran bersama saya sekarang!" ajak Sai dengan senyuman andalannya. Ino? Langsung dia bilang…

"AKUUU MAUU!"

Sakura yang berada di sampingnya menutup telinga.

Naruto menggelengkan kepala

Sasuke seperti terlihat menahan sesuatu (ucha : maaf Sasuke, kau menahan apa ya, Sasuke : aku sedang menahan tawa, jaga imej)

Setelah Sai pergi dengan Ino memakai mobil milik Naruto, Naruto berbisik ke Sasuke yang hanya dibalas 'hn' an milik Sasuke.

Naruto tersenyum, lalu dia mendekati Hinata yang dari tadi hanya diam.

Naruto tersenyum.

"Hai Hinata, sedang pilih gaun ya?" Tanya Naruto yang malah membikin muka Hinata sempurna sewarna buah apel yang sedang matang (eciyeee!)

"I-iya Naruto-kun" balas Hinata gugup, Naruto duduk di kursi terdekat.

"Oke aku tunggu! Cepat ganti" ucap Naruto sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Hinata menganguk.


Beberapa menit kemudian, HInata keluar dengan Gaun berwarna Biru lembut.

Naruto memandang sebentar dengan gaya berfikirnya, tangannya bertumpu pada dagu dan sikunya di lutut, dan pandangan matanya menatap intens Hinata.

Naruto menggeleng.

"Warnanya aku tak suka! Cepat coba yang lain!" suruhnya

"Baik!"

Hinata kembali ke ruang ganti.

Beberapa menit kemudian, Hinata keluar lagi dengan gaun berwarna Putih.

Sejenak mata Naruto terbelalak menatap Hinata sambil menggumamkan kata 'cantik' tapi Naruto menggeleng lagi.

"Tidak Hinata, kau terlihat terlalu seperti putri di cerita dongeng. Terlalu berlebihan, aku tak suka. Kembali lagi!" suruh Naruto untuk kembali.

"baik"

Agak lama Naruto menunggu, akhirnya Hinata keluar dengan baju berwarna merah. Sekarang muka Naruto blushing, langsung saja Naruto memutar kursinya kebelakang dan terkikik. 'ya ampuuunnn! Manisnya, khu khu menggoda'

Naruto lalu kembali memutar kursinya menatap Hinata dengan tampang tenangnya lagi.

"Hinata-chan, kau mencoba menggodaku dengan memakai gaun itu ya?" Tanya Naruto

"benarkah?" Tanya Hinata balik dengan tampang polos "baiklah aku coba yang lain lagi!"

Hinata kembali keruang ganti, setelah Hinata masuk keruang ganti, Naruto langsung berteriak.

"Teme! Kau punya tisu, sepertinya aku mimisan!"


Akhirnya, setelah sekian lama mengkomentari gaun yang dipakai Hinata. Naruto mengangukkan kepalanya kepada gaun berwarna lavender.

Sakura hanya tersenyum sambil menatap Sasuke,

"Cantik ya Hinata itu?" Tanya Sakura

"menurutmu?" bals Sasuke menggoda(?)

"Sasuke-kun, jangan kau tiru kata-kata si Dobe!" balas Sakura

"maaf"

Naruto beranjak berdiri dari duduknya,

"Oke kita kembali ke Hotel!" ajaknya

"Hey Dobe, bisakah kita pergi untuk makan dahulu, kau tak kasihan dengan Hinata yang terus-terusan kembali keruang ganti hanya untuk menuruti permintaanmu itu!" Ucap Sasuke yang panjang.

Naruto menatap Sasuke sangar,

"tumben ucappanmu panjang"

"jangan pikirkan!" ancam Sasuke, Naruto mendengus

"Oke! Oke! Kita ke restoran, setuju!"

Akhirnya mereka menuju ke restoran dengan menaiki mobil milik Sasuke.

-TO BE CONTINUED-