PROLOG?

"Lihat, Hae.. Hyung bawakan strawbery yang sangat banyak. Kau ingin?"

Donghae? Menggeleng pelan lantas mengatupkan kedua mulutnya rapat-rapat.

"Kau tak mau? Padahal, ini hasil panen kebun kita hari ini. Kau begitu semangat menanamnya bersama Kibum. Ataukah? Kau ingin memakannya bersama Kibum?"

"Shireo!"

Sejenak Leeteuk terdiam menanggapi penolakan adiknya. Ia menghela nafas lelah, sambil kembali mengingat apa yang sedang terjadi kini. Apa yang tengah terjadi pada adiknya tersebut.

.

"Ageusia?"

"Saraf pada pengecapnya terganggu. Ia tak dapat merasakan apapun pada semua makanan ataupun minuman yang masuk ke dalam mulutnya.."

"Apakah bisa disembuhkan?"

"Kita berusaha bersama.."

.

Leeteuk genggam tangan Donghae yang begitu kurus. Bocah itu? Tak ingin menyentuh makanan semenjak lidahnya tak dapat mengecap rasa. Makanan tanpa rasa? Itu sangatlah tak enak, hingga Donghae menolak semua makanan.

"Dengar, Hae. Kau akan sembuh. Mari, berjuang bersama," tutur Leeteuk, memandang Donghae dengan tatapan yang begitu sarat akan sebuah pengharapan, sedang Donghae? Hanya menggelengkan kepalanya lantas menangis di hadapan sang hyung.

"Kau bisa.."

Segini dulu?