Pairing : femYugixYamixSeto eventual femYugixYami, SetoxfemJou

Warning : Berantakan, aneh, ntar Jou-nya OOC, kebanyakan masa lalunya.

A/N : Hahahahaha..XDDD.. Jou akan mendapat peran OOC. Dia bakal jadi musuh bagi Yugi. Yaah walaupun gak terlalu parah seeh.. Yugi, Malik, Ryou, dan Jou adalah wanita! Kalian dengaaaarrrr? WANITAAAA! W-A-N-I-T-A!

Jou : wut? Gue jadi cewek? Trus gue O..OOC? Gue? Sama Yugi? No! Yugi temen baeekkkuuuu selalu dan selamanya! Dasar kau author jahat! Mau memisahkanku dari Yugi. Mana gue musti…

Author : nnn…rrrhh..aww.. ..brrr..ccchhttt…

Jou : ngambil si Jamur dari Yugi lagi. Trus ada adegan soknya lagi. Bukan gue banget!

Author : Yaaa~h ketahuan deh. Dasar Jou bego!

DUUAAAKK

Jou : Adaaaawww

Author : Kenapa lu bongkar sih! Lu dari dulu emang kagak ada pinter-pinternye! Dan disaat seperti ini…*ngambil mikrofon* KAAAIIIBBBBAAAAAA! ANJINGMUUUUUUU…

Jou : KAAABBBUUURRRRRRRRR!

Author : Maaf, para reader. Maaf, sekali lagi maafkan saya.. *muka sok polos* Baiklah, selamat membaca.. JOOUU tungguuuu! Tulangmu ketinggalan anjiiiinngg! Heeeeyyyy!

-Chapter 1 : Mutou Yugi-

"A..aku ak..an mat..i.. Ya..Yami, aku..telah..menda..patkan segala yang ku..ingin..kan..Aku.. mencin..taimu"

XXX

Flashback

Yugi POV

"Pagi yang membosankan"

Aku kembali melangkahkan kedua kakiku untuk berangkat kuliah. Semua nampak sama saja dan tidak ada yang berubah. Setiap hari aku hanya melakukan hal yang sama berulang kali. Tidur, makan, belajar, sekolah, mandi, tidur lagi, makan lagi, belajar lagi, pr lagi, tugas numpuk, bla bla bla.. benar-benar membosankan Aku tinggal sendirian di sebuah rumah yang lumayan bagus dan masih layak dipakai. Rumah itu adalah rumah pemberian orang tuaku saat aku berulang tahun yang ke 18 baru-baru ini. Orang tuaku bekerja di luar negeri dan mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka tidak punya waktu liburan untuk menjengukku. Kerja? Aku tidak kakekku, aku harus belajar, fokus, fokus, fokus! Soal uang, dia akan mengirimiku uang tiap bulan.

Aku Mutou Yugi. Seorang mahasiswi yang bersekolah di universitas Domino. Aku hanya orang yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang menarik dariku. Aku lebih suka bersembunyi atau menyendiri dari banyaknya orang yang lebih suka berkumpul bersama teman-temannya. Aku tak punya banyak teman. Satu-satunya temanku yang paling baik dan paling setia, juga perhatian padaku hanyalah Ryou. Ryou Bakura. Dia juga sama denganku. Pemalu, penakut, kami sama-sama anti dengan orang banyak.

Aku sebenarnya tidak begitu betah berada di sekolah ini. Setiap hari, aku diejek, dijahili, diapa-apain sama teman-teman yang lainnya. Hanya Ryou yang mengerti keadaanku, juga mau menjadi teman baikku. Aku sering diejek karena tubuhku memang tidak tinggi. Ya.. aku memang tidak ingin terlahir dengan tubuh seperti ini. Namun, aku masih bersyukur karena aku masih diberikan seorang sahabat yang setia padaku, Ryou dan juga seorang kekasih yang baik.

Ya.. kekasih..
Aku punya seorang kekasih. Namanya Kaiba Seto. Dia punya wajah yang tampan, namun ia terlihat seperti orang sombong. Padahal sebenarnya dia itu baik. Dia seorang CEO di Kaiba Corporation. Aku sudah cukup lama menjadi kekasihnya. Entah apa yang membuat kami saling jatuh cinta dulu, aku tak ingat. Aku sekarang fokus ke pelajaran yang semakin sulit ini.

Akhirnya, tiba juga aku di halaman kampusku. Benar-benar melelahkan. Setiap hari berjalan kaki. Aku tidak iri dengan teman-teman lain yang sudah biasa naik mobil mewah ke sekolah karena aku memang sudah di ajari sedari kecil tentang sikap yang baik dan tidak menjadi orang yang suka mengiri.

Seperti biasanya, mobil-mobil selalu penuh di tempat parkiran. Aku jadi kesulitan untuk berjalan karena harus melewati sela-sela mobil.

Aku kini sudah tiba di depan gerbang dan..

Wuussshhh

"ng? apa itu tadi? Rasanya ada sesuatu yang mengikutiku. Mungkin perasaanku saja"

Aku kembali berjalan kedalam kelas dan mulai mengambil buku juga kameraku. Kamera? Ya. Aku ingin sekali menjadi wartawan saat lulus nanti. Jadi, aku mulai mengasah kemampuanku di lingkunagan sekolahku. Yaah, walau hasilnya tak sebagus Malik.

Malik.

Ia adalah seorang pemotret yang sangat handal pada tahun 1959. Seorang mahasiswi yang juga bersekolah disini. Kisah-kisah kehebatannya telah ditulis dan dibukukan. Setelah kubaca-baca, ternyata aku sangat tertarik dengan kehidupannya dan aku mulai mengikuti jejaknya. Aku memasuki universitas Domino dimana ia pernah menempatinya dulu. Lalu aku juga ingin menjadi pemotret yang handal seperti dirinya. Namun, sayang sekali. Keberuntungan tak memihak padanya. Ia telah meninggal dalam usia muda dengan alasan yang tidak jelas. Sampai sekarang pun tak ada yang mengetahui penyebab kematiannya.

Normal POV

"Waktunya mengambil gambar sekolah untuk minggu ini"

Yugi berjalan mengitari kelasnya.

"Ah! Itu Seto. Sebaiknya kuminta saja fotonya" ia pun mulai berlari mendapati kekasihnya yang berdiri di depan pintu.

"Katakan cheese!"

CKLEK *maaf, saya tidak tahu bunyi kamera m(_ _)m*

"Sekali lagi.."

CKLEK

"Hee?" Yugi melihat hasil gambarnya.

"Lho? Inikan.."

"Kenapa? Kau keberatan?"

"Jou?"

"Jou, kenapa kau ada disini?"

"Aduuuh.. Seto sayang… aku ini hanya ingin berada disisimu.." ia memeluk lengan Seto dengan erat.

"Err.. maaf, Jou. Aku sudah punya kekasih. Sebaiknya kau pergi" Seto melepas Jou.

"Huuuhh.. Ya sudah. Aku pergi saja!"

"Weew.. itu tadi sangat…"

"Sangat apa, Yugi?"

"ng.."

"Kau tidak ingat yang pernah kukatakan padamu?"

"Kau bilang, kau hanya milikku dan aku hanya milikmu, tidak ada yang lain. Iya, aku mengingatnya. Terima kasih" senyum mulai mengembang dibibir mungil Yugi. Ia mulai mengusir fikiran buruknya tentang Jou dan Seto.

"Boleh kuambil gambarmu sekali lagi?"

"Apapun untukmu, Yugi"

CKLEK

Wuuussshhhh

"Hah?! A..apa itu? Seto, apa kau melihatnya?"

"Aku tidak melihat apapun. Sudahlah, sebaiknya kau kembali ke kelasmu" Seto mulai menjauh dari Yugi.

Ya. Akhir-akhir ini sikap Seto pada Yugi mulai berubah. Seto yang dulunya penyayang, yang dulunya romantis, yang dulunya hangat.. entah kenapa semua itu terlihat sirna di mata Yugi. Ia tahu sekali Seto tak seperti itu. Dulu, Seto sangat menyayanginya, mengajaknya jalan-jalan atau atau mengunjungi rumahnya untuk makan malam.. Sekarang, apa? Seto seperti orang lain saja dimatanya. Sekarang, ia tak dapat melihat senyum tulus dari Kaiba Seto yang dulu. Ia tak dapat lagi meihat tatapan dan aura Seto yang hangat seperti dulu. Sikapnya sekaran sangat dingin. Ia sering menjauh dari Yugi. Ia juga sudah jarang membantu Yugi saat dalam kesulitan, dimana Yugi sedang butuh Seto saat itu. Yang ia lihat saat ini adalah topeng yang selalu Seto kenakan diwajahnya. Tatapannya, kata-katanya, senyumnya, semua itu palsu. Yugi merasa sangat kesepian dikampusnya itu. Air mata mulai mengancam keluar. Ia mulai mencengkram kameranya.

"Sudahlah. Lagipula masih ada Ryou disisiku" buru-buru ia hapus air mata yang telah terkumpul di pelupuk matanya.

"Sebaiknya aku mengambil gambar dikelas lain. Mungkin ada karya-karya keluaran terbaru di kelas bercerita"

Dengan langkah yang sedikit cepat, Yugi mulai berjalan menuju kelas bercerita.

"Waah.. kebetulan tak ada orang disini. Sebaiknya aku cepat mengambil gambar sebelum aku diusir"

Saat memasuki ruangan itu, tiba-tiba saja pintu tertutup dengan sendirinya dan membuat Yugi tersentak kaget. Ruangan itu tiba-tiba gelap tanpa pencahayaan sedikitpun (ini kelas yang terdapat di bagian tengah-tengah kelas lain*maksudnya ada kelas dalam kelas* dan tak terkena sinar matahari, hanya menggunakan lampu)

"Aggh! Ti..Tidak ada cahaya?! Untunglah kameraku ini punya cahaya. Baiklah. Tidak masalah. Aku harus cepat"

CKLEK CKLEK

"Yugi, tolong aku"

TBC

Author : Aiissshh.. kenapa jadinya gaje gini ya? Kata-katanya aneh, berantakan banget. Maafkan saya, minna-san..*langsung kabur*

Jou : Author, hei author..

Author : Hnn..

Jou : Authoooor!*teriak ditelinga author*

Author : UUUAAAAPPPPPHHHHAAAA!? Lu kagak liat apa? Ntu tugas gue bertumpuk-tumpuk dimeja! Belum sempat gue kerjain gara-gara fic ini. Lu emang mau apa? Manggil-manggil gue gitu puppy?

Jou : Uggghh! Aku bukan anjing! Aku kesini cuma ingin bilang, sebaiknya kau tukar peranku dengan Ryou. Akukan teman dekatnya Yugi! Aku tidak mau jadi orang aneh seperti ini! Kenapa pula aku harus memeluk tangan si jamur keparat itu?! Ihh.. ogah! Mending lu cepetan tukerin peran gue sama Ryou

Author : *senyum polos* hmhmhm…^-^ Gak bisa Jou. Soalnya fic ini emang gue sengaja pasangin Yugi dan Ryou sebagai sehabat sejati.

Jou : Lho? Kok gitu?

Author : Ya..karena gitu..hehehe..Gue maunya Ryou!Ryou!Ryou! Gue suka Ryou! AAAGGHHH RYOUUU!*lari meluk Ryou*

Bakura : He,he,he,he,he! Lepasin tangan loe dari dia! Jangan berani-berani megang Ryou! Dia Cuma punya gue!*dorong author sampe sempoyongan*

Author : Kura-chan jahaaatt! Huwaaaaaaa~ Dasar kau Kura-kura peliiiitttt!

Seto : Adduuuuhh.. Cepetlah author. Aku capek duduk disini. Bokong gue udah sakit banget nih, udah ambeien duluan!

All : Lho? Seto?

Author : Daritadi elo ada disini?

Seto : Ya iyalah dodol! Daritadi gue duduk disini cume buat nungguin anjing gue!

Author : Hoe? Nyehehehe..^_^' maaf,ya Seto. Baiklah minna-san, aku dan seluruh YGO chara ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mau membaca fic saya yang aneh dan berantakan gini. Semoga fic ini tidak terlalu mengecewakan para reader sekalian..

Yugi : *tiba-tiba nongol bawa mikrofon* Halo, minna-san. Saya Mutou Yugi ingin memberitahu kalian tentang sebuah…

Author : Yugi, mending loe ambilin gue air minum. Gue haus nih. Cepet sana. Ntar gue aja yang lanjutin!

Yugi : *pergi dengan lesunya

Author : ehm,ehem.. Baiklah,saya ulangi perkataan dari Yugi. Saya akan memberi kalian semua sebuah bocoran, yaitu…

Yugi-Ryou : Yami bakalan keluaaaarrrr!

Yami : *nongol kayak jin*huh? Napa kalian manggil gua?

Author : Yami! Ini belum saatnya, belum saatnya! Sana, kembali lihat scriptmu..

Yami : Ohh..*ngilang lagi kayak jin*

Author : Okeh, minna-san… Sampai jumpa di chapter depan.. Ja ne~