Disclaimer; Yu Gi Oh! Adalah milik Kazuki Takahasi

No Pairing. Only about friendship. Cerita ini terjadi setelah upacara yang mengirim Atem ke alam bazrah di lakukan, tapi di cerita ini, Atem bukan kembali ke alam bazrah melainkan mendapat tubuh sendiri. Saya menggunakan sediki OC untuk mendukung cerita, maaf kalau tidak berkenan. ada juga beberapa character dari Yugioh GX. Tapi karena tokoh utama di sini adalah Yugi, saya tidak menjadikan ini crossover. Oh ya satu lagi, kelupaan, saat pharaoh kembali kea lam bazrah, Millenium item lenyap, tapi di sini hal itu tidak terjadi~ Maaf kalau boring ^^;

Schism

Chapter III. Gone without realize

Yami P.O.V

Belakangan ini, aku merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupku. Tentu saja, kehidupanku menyenangkan. Tiap hari Anzu mengajakku berkeliling kota sepulang sekolah, dan Jounouchi dengan semangat terus belajar dariku dan mengajakku berduel. Aku juga senang melihat Honda sekarang bersama-sama orang yang dari dulu ia sukai

Tapi dalam lingkaran ini, sesuatu menghilang. Aibou. Ia tidak lagi terlihat bermain bersama kami. Terakhir aku melihatnya adalah saat ia mengajak Jounouchi berduel, tapi Jounouchi sedang menyusun deck bersamaku. Aku diam saja karena kami memang sedang menyusun deck untuk turnamen berikutnya, sepertinya Aibou belum mendengar tentang turnamen mendatang, kabar itu memang baru terdengar beberapa hari belakangan ini.

Beberapa hari ini aku juga sibuk memikirkan tugas sekolah dan mengajari Jounouchi yang terus-terusan minta saran agar decknya menjadi kuat, ia tidak pernah puas. Karena itulah, belakangan ini aku pulang malam. Aku jarang berpapasan dengan Aibou. Ia sering berangkat pagi-pagi sekali ke sekolah. Tapi hari ini terasa lain. Aku sama sekali tidak melihat dirinya bahkan sampai aku pulang ke rumah, padahal hari ini aku pulang cukup cepat. Mungkin ia sedang pergi hang out bersama temannya? Tapi bukankah teman dekat Aibou adalah Jounouchi, Anzu, dan Honda? Aku melihat mereka bertiga tanpa aibou. Mungkin aibou punya teman baru? Tapi siapa?

Aku menunggunya di ruang makan karena memang sudah lama kami tidak berinteraksi. Tapi semakin malam, ia tidak muncul juga. Jii-chan juga tidak berkata apa-apa selama kami makan malam, dan aku berasumsi mungkin ia menginap di tempat lain. Aku pun mengucapkan selamat tidur dan menuju kamarku yang berada tepat di sebelah kamar Aibou. Tapi berapa lama pun aku berbaring, aku tidak bisa terlelap. Ada sesuatu dalam diriku menghilang, pecah, terputus, ntahlah aku tidak bisa mendeskripsikannya.

Sampai pagi, aku hanya bisa tertidur selama beberapa menit. Sesuatu benar-benar salah. Aku memang merasakan sesuatu tidak benar belakangan ini, tapi kemarin aku merasa sesuatu benar-benar hilang.

Aku turun ke bawah untuk sarapan setelah membereskan kamarku dan mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Aku masih belum merasakan kehadiran Aibou. Aku menuju dapur dan duduk di meja makan sambil menyaksikan Jii-chan yang sedang menyeduhkan sebuah kopi.

"Jii-chan, Yugi ke mana?" tanyaku, tapi sepertinya Jii-chan tidak mendengar, dan berbicara hal lain.

"Yami, untuk sementara aku akan pergi ke Amerika untuk bertemu teman lamaku di sana, sekalian mencari stock baru untuk toko kita. Aku akan pergi siang ini, dan aku sudah meninggalkan uang untuk biaya sehari-hari di lemari, kau bisa mengambilnya jika perlu. Kau tidak keberatan'kan?" tanyanya sambil menyuguhkan segelas kopi dan sepotong roti di hadapanku.

"tidak masalah, Jii-chan. Berapa lama kau akan pergi?"

"sekitar satu minggu atau mungkin lebih. Sementara kita tutup saja Game Shop sampai aku kembali." Katanya sambil tersenyum, lalu mulai menyesap kopi panas miliknya.

"Jii-chan, Yu-" belum sempat aku bertanya, tiba-tiba Jii-chan berbicara.

"sudah hampir waktunya masuk, Yami. Kalau kau tidak berangkat, kau akan telat." Katanya. Aku hanya menghela nafas. Ada hal yang aneh di sini. Apa ini hanya perasaanku saja atau Jii-chan memang mengalihkan pembicaraan setiap aku mulai bertanya tentang Aibou. Tapi tanpa mempertanyakannya, aku pergi ke sekolah sambil mengucapkan, "aku pergi" pada Jii-chan. Bagaimanapun, Aibou pasti pulang hari ini dan aku bisa bertemu dengannya.

.

Hari sudah 3 hari berlalu semenjak Jii-chan berangkat ke Amerika. Dan Dugaanku salah, aku belum satu kalipun melihat Aibou pulang, atau bahkan ketika aku pergi berkeliling kota bersama Anzu dan Jounichi. Ia bahkan tidak masuk sekolah. Aku mulai bertanya-tanya. Bahkan saat aku menanyakan hal ini pada Anzu, ia berkata ia juga tidak pernah melihat batang hidung Aibou semenjak ia menolak untuk pergi bermain bersamanya. Ia merasa bersalah dan berbalik bertanya padaku apa dia terlalu kasar dan bahwa ia sangat menyesal karena berbicara tanpa berfikir. Aku tidak bisa berkata apa-apa di sana. Kemudian aku bertanya pada Jounouchi, ia juga tidak melihat Aibou semenjak terakhir kali Aibou mengajaknya ke Amusement park dan sebagai orang yang easy going, Jounouchi berkata mungkin ia pergi keluar kota, tapi aku meragukan hal itu, Aibou tidak berkata apa-apa padaku. Bukan berarti selama ini kami tidak bicara, tapi kurasa, selama bulan terakhir, pembicaraan kami hanyalah pembicaraan yang tergolong sangat singkat. Terakhir aku bertanya pada Honda, ia bahkan tidak tahu sejak kapan Aibou menghilang.

Apa yang terjadi Aibou? Kenapa sekarang aku tidak bisa menemukanmu di manapun? Bahkan aku merasa mind-link kita sudah terputus seluruhnya. Aku tidak bisa bertanya pada Jii-chan karena Jii-chan sudah pergi ke Amerika, padahal mungkin Jii-chan tau ke mana Aibou pergi. Meski Jii-chan tidak berkata apapun dan tidak menunjukkan kecemasan dengan tidak pulangnya Aibou malam itu, tapi saat Jii-chan pergi, aku melihat sekilas sorot kesedihan dan kesepian di matanya. Aku semakin tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Aku harap, aibou secepatnya menampakkan diri.

.

Sekarang sudah satu minggu Aibou menghilang. Jii-chan tidak akan pulang cepat, ia sudah mengirimiku surat dari Amerika yang mengabarkan bahwa ia mendapat ajakan untuk pergi melakukan penggalian ke Mesir. Aku semakin tidak punya petunjuk dan merasa putus asa. Tidak mungkin Aibou di culik, karena tidak ada tanda-tanda penculikan dan aku tidak mau memikirkan bahwa ia mendapat kecelakaan karena tidak ada berita tentang itu belakangan ini.

Jounouchi, Anzu, Honda, dan Serenity sering mampir untuk melihat keadaan dan memastikan apakan Aibou sudah kembali atau belum. Semakin hari wajah mereka semakin sendu. Sesuatu mengatakan bahwa mereka menyalahkan diri dengan hilangnya Aibou, yang aku tidak mengerti kenapa. Lalu kami memutuskan untuk mencari petunjuk di sekitar rumah, mungkin ada petunjuk tentang menghilangnya Aibou.

Kami langsung menuju kamarnya. Dan saat aku melihat ke atas meja belajarnya, di sana tergeletak Deck dan Duel-disk milik Aibou. Aku merasa heran karena biasanya aibou selalu membawanya. Lalu mataku tertuju pada sebuah kotak emas yang berukiran sebuah mata, yang menunjukkan bahwa itu dulunya adalah tempat kepingan Puzzle dari Millenium Puzzle yang belum tersusun. Sesuatu dalam hatiku mengatakan bahwa itu bukanlah sebuah kotak kosong, dan aku mulai mengambilnya perlahan serta membuka kotak tersebut. Hatiku mencelus sesaat setelah melihat isinya.

Kepingan-kepingan Puzzle yang telah Aibou susun selama delapan tahun, yang kemudian ia susun lagi saat Ayah Otogi menghancurkannya demi bertemu denganku di tengah bara api. Kenapa sekarang Puzzle yang utuh itu kembali menjadi kepingan-kepingan yang sama sekali tidak terhubung antara satu keping dengan kepingannya yang lain? Apa Aibou yang melakukan hal ini? Kenapa? Lalu tiba-tiba suara Honda menyadarkanku dari pikiranku yang sudah hanyut itu.

"Lihat, sebuah kertas." Katanya sambil menunjuk kertas di pinggir meja.

"Ya, Honda, Lucu sekali. Tentu saja itu kertas! Kita mencari Yugi buka Kertas!" omel Jounouchi.

"Aku tahu itu, bodoh! Maksudku! Mungkin itu petunjuk! Masa di kamar serapi ini, ada satu kertas yang tergeletak di situ tanpa sebab!?" balas Honda kesal. Mengetahui bahwa tidak seorangpun dari mereka akan cepat bergerak untuk memastikan kertas tersebut, tanpa bicara, Anzu mengangkatnya dan mulai membacakan isinya.

"Untuk diriku yang satu lagi dan teman-temanku,

Jika kalian sudah membaca ini, berarti aku tidak kembali dan tidak akan pernah kembali.

Terima kasih, waktu yang kita habiskan bersama sangatlah menyenangkan, aku akan menjadikan kenangan itu sebagai harta karun. Namun selayaknya harta karun, aku akan menguburnya dalam lubuk hatiku yang paling dalam, sehingga harta tersebut tidak akan terbuka dan tidak akan ditemukan.

Kenangan yang kita lalui sangat indah, dan terlalu indah sehingga dapat menghancurkan hatiku hanya dengan sebuah kesendirian dan perasaan sepi.

Sebuah persahabatan yang tidak goyah memang akan sirna beriringan dengan berjalannya waktu.

Seseorang akan digantikan dengan orang lain, selayaknya hukum rimba.

Aku bisa terima itu, dan maafkan aku jika aku selama ini memang bukan teman terbaik untuk kalian, yang hanya dapat memberikan masalah buat kalian.

Aku harap kalian merasa lega dan bahagia dengan perginya diriku. Aku akan melupakan kalian dan kuharap kalian akan melakukan hal yang sama.

Aku janji tidak akan muncul lagi di hadapan kalian. Dan karena itu, selamat tinggal.

Maafkan aku dan terima kasih atas harta karun yang telah kalian berikan.

Mutou Yugi."

Sesaat setelah membaca hal itu, Anzu mulai meneteskan air mata.

"Apa yang kupikirkan sampai aku melukai hati Yugi? Dia teman yang tulus dan hanya ingin bersama-sama kita? Dan yang kulakukan adalah menjauh dan berkata hal yang menyakiti hatinya dengan begitu mudahnya setelah dulu aku banyak bicara mengenai persahabatan yang kuat." Anzu mulai menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan terduduk. Shizuka hanya bisa menepuk pundak Anzu sementara Honda dan Jounouchi hanya bisa menundukkan kepalanya. Sedangkan aku? Aku hanya bisa terperangah melihat situasi di depan mataku, dan untuk pertama kalinya aku menyadari.

Kamilah yang pertama kali menghilang dari kehidupan Aibou tanpa memedulikan perasaannya. Saat link kami terputus, aku tidak menyadarinya karena aku dikelilingi semua yang kuanggap berharga. Yang ia anggap berharga. Tanpa memikirkan perasaannya, aku hidup dengan mengambil semua miliknya. Tanpa di sadari kami telah melenyapkan cahaya dan kepercayaan dalam diri hikariku yang dulunya menghangatkan kami semua. Tidak heran, sekarang kami merasa angin dingin menerpa hidup kami.

Sekarang keheningan melanda kami, yang ada hanyalah suara isakan pelan dari Anzu, dan kami duduk melingkar di kamar Aibou.

"Aku…..Aku akan menemukan Yugi dan minta maaf!" Kata Jounouchi. Honda mengangguk setuju

"Tapi bagaimana?" sambung Shizuka.

"Ya, Jii-chan mungkin tau sesuatu, tidak mungkin Aibou meninggalkan Jii-chan tanpa sepatah katapun. Tapi Jii-chan sedang pergi ke penggalian." Jawabku.

"apa kita masih pantas? Bahkan hanya untuk hadir lagi di hidup Yugi?" kata Anzu pelan, semua terdiam karena itu. Hal itu memang benar, kami telah menyakiti hatinya, dan mungkin dirinya sudah hancur jauh dari yang kami bayangkan.

"Aku memang tidak pantas untuk jadi temannya lagi, tapi aku ingin sekali minta maaf." Kata Honda.

Mungkin akan memakan waktu, tapi kami sepakat, sambil menunggu kembalinya Jii-chan ke sini, kami akan mencari tau segala kemungkinan di mana Aibou berada. Dan kami sepakat akan mencarinya saat liburan yang sebentar lagi tiba ini. Setelah itu, semua kembali ke rumah masing-masing untuk menenangkan diri. Aku tau semua merasa kehilangan Aibou meski semua itu sudah terlambat. Tapi akupun bertekad, bahwa aku akan menemukan diriku yang satu lagi. Karena ada dialah aku bisa ada di sini sekarang.

.

.

.

Maafkan saya ^^; saya memang ga pandai merangkai kata-kata, jadinya surat Yugi terkesan gimanaaaaaaa gitu. Para characternya ga lebay kan? Tapi semoga kalian suka sama ceritanya. Please review : ) meski hanya satu review, itu sangat berharga bagi saya.

Review replier:

To Gia-XY:

Makasih lagi untuk reviewnya. Haha, sebenernya Atem ga jahat, Cuma ga sadar. Yah mungkin bisa d bilang jahat juga. Semuanya juga menyesal kok sebenernya. Tapi udah telat nyesalnya…. ga semua d kota baru itu dari GX hehehe, mungkin akan nambah sedikit OC. (sebenarnya saya ga gitu suka memasukan OC dalam fanfict, tapi kebutuhan cerita). Smoga chapter ini memuaskan ^^

To the reader who didn't review (kalau ada):

Makasih udah mau mampir-mampir baca ^^ saya berharap review kalau berkenan