Bulir hujan jatuh lembut di berandamu,

Menahanku untuk tak bergerak dari sisimu,

Hujan seharian membuatku menemanimu menikmati anmitsu,

Sambil menatap matahari yang bersembunyi seperti hobi Shikamaru.

Special for NARUSKU days event SUGAR-E 13 Reflection

DISCLAIMER: Masashi Kishimoto

Story: shinsprings

Pairing: NaruSaku

AU, Don't like Don't read

Rainy And You

Kala itu hujan menghiasi seluruh kota konoha. Tetesan air mengalir dengan deras menuju ketempat yang paling rendah.

Seorang anak laki-laki berambut pirang berlari-lari kecil berusaha melindungi sebagian kepalanya dengan kantung kecil yang ia bawa. Hari ini Naruto benar-benar sial, andai saja ia tak harus keluar rumah membeli semangkuk ramen untuk memuaskan perutnya itu sudah pasti ia tak akan basah-basah begini.

Ia terus berlari secepat dan sehati-hati mungkin untuk mencegah cipratan genangan air, saat langkahnya terhenti melihat sosok sahabat perempuan-nya sedang duduk di depan beranda rumahnya.

"Sakura-chan,"

Sakura menengok dan membuka-kan gerbang rumahnya untuk Naruto, "Naruto, Mengapa kau hujan-hujanan? Masuklah."

Naruto hanya tertawa pelan dan mulai memasuki gerbang rumah Sakura, ah untuk sekarang ia bisa lega karena tak harus pulang dengan hujan yang masih deras ini. Jika ia tak bertemu Sakura mungkin ia akan terus menerobos sampai pulang kerumah. Hei rumahnya cukup jauh loh!

"Keringkan rambutmu, Naruto." Sakura melemparkan handuk kecil dan mulai duduk kembali di beranda rumah.

Suasana mulai sunyi, hanya terdengar rintikan-rintikan air serta angin-angin yang membuat pohon-pohon berayun kesana-kemari.

"Hei Sakura-chan, terima kasih karena sudah membiarkan-ku berteduh sejenak."

Sakura tersenyum lalu membaringkan dirinya dengan tangan sebagai tumpuan, "tak masalah, lagian kau sendiri ngapain hujan-hujanan? Kayak anak kecil."

"Aku hanya mampir ke toko," Naruto ikut membaringkan dirinya disamping Sakura dan mulai menatap langit mendung. Kini mereka berdua sudah seperti Shikamaru saja yang kerjaannya hanya menatap langit.

Sakura memejamkan matanya, menikmati bau-bau tanah yang sudah tercampur dengan air hujan. Diam-diam ia tersenyum merasakan tenangnya jiwa saat menghirup aroma tersebut.

"Sakura-chan.."

"Ya?"

"Aku senang melihat kau,"

Sakura terdiam, otaknya masih terus mencerna kata-kata yang dikatakan Naruto. "Aku senang saat bersama-mu,"

Sakura makin terdiam, lambat laun ia tersenyum merasakan tangan rampingnya tergenggam oleh sebuah tangan besar yang kuat dan hangat.

"Jangan bodoh."

"Jika terus bersama-mu akan bodoh, maka aku akan suka menjadi bodoh." Sakura tersenyum semakin dalam hingga memperlihatkan semburat merah tipis di bagian pipinya.

Sekarang mungkin ia harus berterima kasih dengan hujan, karena hujan membuatnya terjebak di beranda rumahnya tanpa sengaja.
Haruskah ia meminta hujan terus menerus? Jika ia menjadi Tuhan mungkin hujan tidak akan berhenti selama-lama mungkin bila hasilnya ia akan terus tersenyum.

"Aku akan berharap hujan tidak akan berhenti, jika kau disini."

END

Author's note:

Maaf ini ngga jelas ficnya ya hahaha, SELAMAT HARI SUGAR-E UNTUK PECINTA NARUSAKU^^ semoga fic yang saya publish ini bisa menghibur kalian semua. Terima kasih minta reviewnya ya~