Tertunduk pelan, helai sakura luruh berguguran.

Terpejam ringan, kuncup kembang bersemu kemerahan.

Terulur tangan, angin diam menunggu sambutan.

Tiada keraguan, wewangian melayang terbujuk ajakan.


Your Sweet Embrassed

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Story: shinsprings

AU, FLUFF, VERY SHORT, DON'T LIKE DON'T READ.

NarutoxSakura

Special for SUGAR-E 2013


Happy reading^^

.

.

.

"Menyebalkan sekali!"

Terik matahari semakin memanas. Cahaya-nya semakin menyilaukan keadaan sekitarnya. Sakura berkali-kali melipat lengan bajunya untuk melihat kearah jam berwarna biru yang bertengger manis di tangan untuk melihat sejenak sudah berapa lama ia menunggu disini.

Sakura mengusap pelan dahinya yang berkeringat, hari ini sudah masuk musim panas dan kekasihnya, Naruto tiba-tiba saja mengajaknya bertemu di taman kota di hari yang panas ini. Ia menggurutu sambil menendang-nendang kecil batu yang berada di dekat kakinya, sungguh Naruto memang menyebalkan! Sudah hampir satu jam lima belas menit ia menunggu disini, tetapi orang yang ditunggu tidak kunjung datang.

Ia kembali melirik jam-nya kembali, "baka, jika ia sudah datang nanti akan ku pukul dia,"

Jenuh? Sangat mungkin bias terjadi jika harus menunggu selama itu, Sakura memutuskan untuk jalan-jalan sejenak dan duduk di bawah pohon yang lumayan rindang.

Ia menyenderkan kepalanya dan menatap matahari yang sangat terik di siang bolong ini. Mata hijaunya mulai tertutup karena kelelahan sebelum akhirnya sebuah hembusan angin pelan menerpa wajahnya. Sakura kaget dan mulai membuka kembali matanya.

"Sakura-chan…"

Cengiran khasnya membuat Sakura mulai merasa badmood. Hei bias-bisanya orang ini berdiri di depan dirinya dengan cengiran tanpa dosa!

"maafkan aku ya, ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan." Naruto menarik pelan lengan Sakura, membantunya berdiri dari tempat singgahannya tadi.

Sakura terdiam, ia bingung ingin apa sekarang. Ia ingin marah tetapi dibalik wajah polos Naruto itu yang tidak bisa membuatnya marah begitu saja.

"Kumohon,"

Sakura meleleh, pada awalya memang ia sama sekali tak bisa memarahi kekasihnya ini. "Jangan pernah kau ulangi lagi perbuatan konyolmu itu, menggelikan tau." Sakura berjalan pelan menjauhi Naruto yang masih terdiam di tempatnya.

"Oh iya, ngomong-ngomong ngapain manggil kesini? Ada urusan apa?"

Naruto terdiam, memikiran sesuatu yang ingin katakan. Ia-pun mengeluarkan sesuatu dibalik saku jaket-nya.

"Sakura, aku dan kamu sudah tidak seperti anak kecil lagi sekarang.."

Sakura terdiam menunggu Naruto meneruskan kata-katanya.

"Kita sudah mulai beranjak dewasa, aku ingin kau tau bahwa umur-ku maksudnya kita sudah pas untuk melakukan hal ini"

"…"

"Menikah-lah denganku." Naruto menggenggam tangan Sakura hangat dengan tangan yang lainnya memegang sebuah kotak kecil berwarna merah.

Sakura membatu, pipi-nya bersemu merah padam membuat kesan indah ditambah dengan sinar matahari yang menerangi sebagian wajah Sakura. Ia menunduk membuat helai-an rambut pink-nya berjatuhan dari pundaknya.

"Jadilah mendamping hidupku, nona Sakura." Naruto menunduk membuka kotak merah yang berisi cincin berlian itu dan menyelipkan di jari manis Sakura.

Sakura terharu, ia menangis bahagia dan mengangguk senang. "Aku bersedia, bodoh." Ia memeluk erat kekasihnya.

Rasa degupan jantung yang dirasakan Naruto seketika hilang saat Sakura memeluknya sekarang. Ia lega karena akhirnya berhasil menjadikan Sakura menjadi miliknya seutuhnya.

"Aku akan menjaga keluarga kita kelak nanti, terima kasih. Sakura-chan."

END

Author's note:

Ini fic kedua terinspirasi dari puisi ke-5 semoga kalian menikmati ya^^. Review apa-pun sangat diterima disini.