Tap! Tap! Tap!

Hinata berlari sekencang-kencangnya, sungguh sial hari ini, di sekolah sudah disiksa oleh kakak kelas dan sekarang lebih tepatnya pulang sekolah, dia dikejar preman.

"hari ini sungguh melelahkan!" ujar Hinata pelan sambil bertumpu pada lututnya, dia sedang bersembunyi di balik gang, merasa aman, dia kembali berlari menuju rumahnya.


DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO

STORY BY : UZUMAKI UCHA D'SAPPHIRE

TITLE :

GUARDIAN MAN

WARNING :

TYPO BERSERAKAN (sebentar, saya sapu dulu), OOC, maaf jika ada kesamaan ide.

Dan warning-warning lainnya.


Summary :

Hinata Hyuuga, gadis berumur 17 tahun anak dari Hyuuga Hiashi pemilik Hyuuga Tecnologion, harus selalu menghadapi masalah sampai suatu hari dia menemukan pemuda yang memakai kalung aneh di kapsul besar yang berada di ruang kerja bawah tanah milik ayahnya dulu.


Chapter 1 : Pertemuan

Hinata sampai di depan gerbang Mansionnya.

"Permisi Paman Kotetsu, ini Hinata!" ucap Hinata lewat interkom di gerbangnya .

"Nona Hinata! Kenapa anda bisa pulang tanpa naik jemputan!" panik Kotetsu di sebrang Interkom.
"Sudahlah Paman Kotetsu, ceritanya panjang. Cepat buka gerbangnya!"
"baik Nona!"

Gebang mansion Hyuuga sudah terbuka, Hinata segera masuk lalu berlari
'Ternyata jarak gerbang sampai pintu utama, jauh juga ya!' batin Hinata

Akhnya Hinata sampai di depan gerbangnya yang ternyata sudah ditunggu oleh Izumo si pintu mansion utama.

"Nona Hina-!" perkataan Izumo disela Hinata

"Sudahlah paman, Nanti Hinata akan menceritakannya. Sekarang Hina mau kedalam!"

"Maafkan saya Nona!" balas Izumo sambil menunduk.

"Tidak apa-apa kok, cepat hubungi Iruka, suruh dia pulang, mungkin dia capek menungguku di sekolah!" suruh Hinata
"baik Nona!"


Bruk!
Bunyi saat Hinata menjatuhkan dirinya di atas kasur tanpa mengganti bajunya dulu, tubuhnya sangat capek saat ini, karena berlari dari sekolahnya hingga dirumah tapi beruntung jarak antara sekolah dan rumahnya tidak jauh. Salahkan preman yang mencegat Hinata tadi sebelum Iruka sampai menjemputnya di sekolah, dan hari ini dia boleh bersyukur karena bisa lepas dari preman itu.

Hinata beranjak bangun.

"Mungkin dengan mandi bisa menyegarkan tubuhku!" Dengan cepat Hinata melepas pakaiannya lalu memakai handuk lalu pergi mandi.


Blubub!

Blubub!

"Ahh, ada apa tuan memanggil ku!" ucap Anko kepada Tsunade, kepala pelayan di Hyuuga Mansion.

"Sepertinya 'mereka' sudah saatnya keluar!" balas Tsunade sambil melihat layar computer didepannya, Anko mendekati kepala pelayannya tersebut.

"Impian Tuan Hiashi akhirnya akan terwujud! Tak Heran Tuan memberikan amanat ke anda untuk mengurus ini saat dia ke keluar Negri"

Agak jauh, di depan monitor terdapat ruangan berkaca. Didalamnya terdapat 3 Kapsul yang didalamnya ada manusia, perlahan ke 3 manusia itu membuka matanya memperlihatkan 2 mata onyx dan satu mata sapphire.


Perlahan pintu kamar mandi terbuka, asap hangat keluar dari kamar tersebut, lalu terlihat Hinata keluar dari kamar mandi tersebut.

"Enaknya, ternyata benar kalau mandi itu dapat menjernihkan pikiran ya!" gumam Hinata smabil berjalan di ruang ganti.

Sampai di ruang ganti, Hinata Nampak bingung dengan baju.

"Pakai yang mana ya?" sambil memilah-milah, akhirnya keputusan Hinata jatuh pada dress selutut sederhana berwarna ungu lembut. Segera dia memakai dressnya.

Selesai memakai baju, Hinata menyisir rambutnya lalu menyemprotkan parfum di tubuhnya. Selesai itu Hinata turun untuk makan.


Di ruang makan, sudah ada Kurenai, pelayan bagian dapur. Hinata tersenyum lalu menyapa Kurenai.

"Bibi Kurenai!"

Kurena menoleh di sumber suara.

"Nona Hinata! Tumben sekali anda telat untuk makan, ada masalah?"

"Tidak Bi, Hanya ada keperluan!" balas Hinata lalu duduk di kursi makan

Kurenai hanya menatap nonanya itu.

"Jangan berbohong Nona! Mata Nona terlihat sekali jika berbohong!" balas Kurenai, Pelayan bagian dapur ini selalu saja mengerti masalah Hinata. Dia sudah seperti ibu kandung Hinata.

Hinata menyerah, akhirnya dia membuka perbincangan, lebih tepatnya curhat (?)

"tadi sepulang sekolah sebelum Iruka sampai menjemputku, ada preman yang menggangguku. Aku sungguh kesal, untungnya aku berhasil kabur. Aku berlari dari sekolah hingga di rumah. Huhhh! Sangat melelahkan!" Curhat Hinata, Kurenai terlihat menyiapkan makanan di meja makan. Lalu HInata menggambil Nasi.

"Oh, begitu! Mangkanya tadi Kotetsu sangat histeris saat mendengar suara nona di Interkom. Jadi karena dikejar Preman ya!" ucap Kurenai sambil tertawa pelan. Mendengar kikikan Kurena, Hinata mengkerucutkan bibirnya, setengah kesal setengah malu.

"Sudahlah bi, Hina mau makan!. Kali ini makanannya apa?" Tanya Hinata mengalihkan topik pembicaraan

"Nona Hina lihat sendiri saja, oh ya bibi sampai lupa, Bibi harus Membeli bahan makanan sekarang.!"

"memangnya bahan makanannya sudah habis Bi?" Tanya HInata sambil memasukkan sesendok makanan di mulutnya

"Iya! Maaf ya Nona tidak bisa menemani Nona makan!" balas Kurtenai

Setelah menelan makanannya, Hinata menjawab

"Tak apa-apa Bi, mungkin setelah makan Hinata mau jalan-jalan sebentar mengelilingi rumah!"

"baiklah kalau itu yang Nona inginkan, Bibi pergi dulu!"

Setelah Kurenai Pergi, Hinata mulai acara makan nya.


15 menit lebih, Hinata baru saja menyelesaikan makannya. Segera dia menuju westafel dapur dan mencuci piring tersebut meski terkadang Kurenai melarangnya untuk mencuci piringnya jika sesudah makan mengingat Hinata adalah anak tuan rumah disini.

Setelah menaruh piring ditempatnya semula, seperti rencana sebelumnya, HInata akan berkeliling di area mansionnya yang sangat luas ini. Hinata Nampak berfikir akan kemana ekspedisinya tentang mansion Hyuuga kali ini.

"umm? Dimana ya?"

Tiba-tiba terlintas ide, andai kepala Hinata ada bohlam lampu, pasti bohlam tersebut akan menyala.

"ke ruang bawah tanah saja, Ayah selalu melarangku untuk masuk kesana, karena ayah sekarang keluar negri ini kesempatanku untuk kesana" segera dia berjalan menuju tujuannya.


Tap!

Tap!

Tap!

Hinata berjalan menuju ruang bawah tanah tempat ayahnya bekerja.

Sampai di depan pintu, tangan Hinata perlahan memutar kenop pintu. Bunyi Cklek pelan terdengar dan terbukalah pintu tersebut. Terlihat anak tangga yang menuju ke bawah, Hinata mulai ekspedisinya.

Sampai di dasar anak tangga, Hinata agak bingung.

"Ternyata ruangan ini tak gelap!" sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah. Hinata menemukan sebuah pintu lagi. Penasaran, dia perlahan mendekati pintu tersebut dan membukannya.

Hinata kaget dan kagum, karena tempat ini penuh dengan alat-alat dan obat-obatan. Dia memutar kepalanya ke kiri dan menemukan banyak computer, dia mendekati computer tersebut.

"Komputer apa ini?" Tanya Hinata pada diri sendiri, dia membaca tulisan di layar computer tersebut. "Complete?" Hinata menatap ke depan dan melihat 3 kapsul raksasa menyala, Hinata mendekati kaca yang sebagai pembatas tersebut.

Samar-samar Hinata melihat siluet manusia di dalamnya lalu siluet tersebut menampakkan matanya.

"Ha!" Hinata kaget sambil menutum matanya seraya perlahan mundur.

Tit! Tit! Tit!

Komputer di depan Hinata berkedip, Hinata perlahan-lahan mendekati computer tersebut. Didalamnya terdapat tulisan.

Chat

Guardian Man 1

Status = Active

"hay!"

Hinata kaget sekali

"Gu-guardian Man?" gumam HInata

Sekali lagi monitor itu berkedip

Chat

Guardian Man 1

Status = Active

"Hey, kau tak membalas sapaanku!"

Mata HInata kedip-kedip, perlahan dia membalas tulisan tersebut di kotak balas.

Chat

Server

"a-ahh, i-iya, hay juga!"

Hinata meng'klik kotak balas. Komputer tersebut berkedip lagi.

Chat

Guardian Man 1

Status = Active

"Aku tak pernah melihatmu sebelumnya, siapa kamu?"

Chat

Server

"i-itu, Namaku Hinata, Hyuuga Hinata!"

Chat

Guardian Man 1

Status = Active

"Wahh, Nona Hinata ya!. Hehe salam kenal."

Hinata menyunggingkan senyum.

Chat

Server

"iya, salam kenal juga!"

Chat

Guardian Man 1

Status = Active

"oh ya! Bisakah Nona membuka kapsul ini, Karena kami sudah siap untuk keluar dari kapsul ini!"

Hinata ragu, dia disuruh membuka kapsul tempat mahluk aneh itu ditempatkan. Jantung Hinata berdegup kencang.

"Buka! Tidak!... Buka! Tidak!?" Pikiran Hinata beradu.

Akhirnya HInata memutuskan untuk membuka kapsul tersebut. Lalu dia membalas Chat tersebut.

Chat

Server

"umm? Itu, caranya gimana? Aku tak bias membuka kapsulnya?"

Chat

Guardian Man 1

Status = Active

"Nona tau tulisan 'Complete' kan? Klik tulisan tersebut, nanti keluar dua kotak pilihan yang bertuliskan 'Open' dan 'No', klik 'Open' untuk membukannya, lalu ada tulisan lagi, klik 'Open Capsule Guardian Man 1'. Nona mengerti?"

Hinata menganguk, tanpa membalas chat tadi dia langsung melakukan instruksi dari seseorang yang diketahui bernama Guardian Man 1 tersebut.

Please Wait…

Opening Capsule Guardian Man 1

COMPLETE

Lalu capsul dari balik ruang kaca di depan Hinata perlahan membuka, Asap muncul sehingga Hinata tak bisa melihat siapa sebenarnya yang ada di dalam kapsul tersebut. Kabut perlahan menghilang menampakkan sesosok pemuda berambut Pirang Jabrik tanpa pakaian atas dan hanya memakai celana panjang.

Hinata seketika terpana setelah melihat mata orang yang misterius tersebut.

Pemuda tersebut melihat Hinata dari balik kaca dan melambaikan tanggannya, Hinata kaget lalu dengan gugup membalas lambaian tangan tersebut.

Pemuda Jabrik dengan 3 goresan di masing-masing pipinya tersebut menuju pintu keluar ruang kaca tersebut. Setelah keluar dia menghampiri Hinata.

"hay Nona Hinata!" sapa pemuda tersebut. Pipi Hinata memanas mendengar sapaan pemuda tersebut

"h-hay!"

Pemuda tersebut menepuk kedua tangannya.

"Wahh, aku sampai lupa," Ucapnya sambil mendekati komputer server lalu melakukan hal yang sama seperti Hinata tadi, yaitu membuka kapsul yang tersisa.

2 Kapsul dari 3 kapsul tadi perlahan terbuka, asap mengepul, tak lama muncul 2 orang, satu pemuda berambut Hitam dengan gaya yang err—menyerupai pantat ayam, dan memiliki mata Onyx, pemuda yang satunya bermata sama dengan pemuda yang berambut pantat ayam, rambutnya berwarna Hitam klimis.

Pemuda pirang Jabrik tersenyum. Tangannya melambai-lambai menyuruh 2 pemuda tadi untuk mendekat. 2 pemuda yang disuruh mulai keluar dari ruang kaca dan menghampiri Pemuda Jabrik.

"hey kawan, ini Nona Hinata!" ucap Pemuda Jabrik.

"Ohh!" balas Pemuda pantat ayam

"Salam kenal Nona!" balas pemuda yang berambut klimis dengan senyum yang terlihat sangat palsu.

"hay!" balas Hinata, dia sudah bingung harus mengucapkan kata-kata.

"maaf Nona, kami belum memperkenalkan diri kami. Oke! Kita mulai. Ehem. Perkenalkan Kami adalah Guardian Man, Kami adalah Bodyguard Nona Hinata Hyuuga yang diproram khusus oleh Tuan Hiashi Hyuuga. Aku Guardian man pertama, namaku Namikaze Naruto."

"Aku Guardian Man kedua, Uchiha Sasuke!" sambung pemuda pantat ayam yang ternyata bernama Sasuke tersebut.

"Namaku Sai, aku Guardian Man ketiga!" Kini pemuda Klimis yang berbicara yang ternyata bernama Sai tersebut.

Reaksi Hinata?

Tentu saja sangat KAGET…

TO BE CONTINUED –


Haloooo... Ucha come back, ehe ehe ehe(diguyur air)

.,Ucha bawa Fic baru, maaf ya untuk fic yang lama ucha tida bisa publish dikarenakaan otak Ucha tidak mendapat kiriman ide dari server (ceile).

ada yang berminat Review silahkan, jangan sungkan-sungkan, tapi Ucha tidak bisa memberi cemilan (ha?), Saran? Flame? oh ya, klo Flame, jangan ngeflame Karacter dalam storinya, apalagi ini menyangkut Hinata-chan, jadi...( eh! eh! malah ngancem!). Walau sebenarnya Ucha juga sering kesal klo Hinata dipasangkan kecuali sama Naruto, atau Sasuke kecuali sama Sakura atau yang lain-lain.

baik-dattebayo. Sekian Curhatan Lokal dari Ucha, semoga Fic ini dapat menghibur para READERS

Gomenasai, Arigatou, Jaa~ (=^_^=)/