DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO

STORY BY : UzuHyuuga Ucha D'SappLaven

TITLE :

GUARDIAN MAN

WARNING :

TYPO BERSERAKAN (sebentar, saya sapu dulu), OOC, maaf jika ada kesamaan ide.

Dan warning-warning lainnya.

Cerita sebelumnya

"Sai, dia mirip Naruto!" Sai hanya menatap Hinata sambil mengangukkan kepala.

"Ada apa tuan peniru?" kini Naruto bertanya ke pemuda berambut hitam didepannya.

"kau tak sopan Namikaze, seharusnya kau menanyakan namaku terlebih dahulu. Okelah-okelah sepertinya namaku tak penting ya. Perkenalkan namaku Uzumaki Menma!" smabil berjabat tangan.

Sasuke dan Sai membelalakkan matanya, Hinata Nampak bingung dengan keadaan ini. Naruto lalu tersenyum dan membalas jabat tangan Menma.

"salam kenal juga Uzumaki, aku Namikaze Naruto"

Chapter 6 : Mysterius Uzumaki Menma

Naruto dan Menma hanya menatap satu sama lain setelah memperkenalkan diri masing-masing.

'Kenapa ada marga Uzumaki di namanya? Bukannya marga itu langka dan yang kutau hanya ibu yang memilikinya dan aku anak satu-satunya' batin Naruto berkecamuk lalu dia menatap Sai dan Sasuke yang berada dibelakangnya. Sai dan Sasuke menganguk

Naruto kembali menatap Menma.

"Menma, lebih baik kita kembali sekarang, bel akan segera berbunyi. Kita lanjutkan nanti"

"Aku juga sangat berharap dapat berbincang denganmu Namikaze" Menma mulai mendekati Naruto dan membisikkan sesuatu "Mellihat seseorang yang memiliki wajah hampir mirip denganku itu membuatku muak" sambil menepuk bahu Naruto dan tersenyum sinis

"Yeah! Aku juga berharap" balas Naruto sambil melirik tajam Menma dari balik kacamatanya.

"Oke-oke, aku permisi terlebih dahulu" Menma mulai berjalan melewati mereka "kuharap kau benar-benar melindungi apa yang harus kau lindungi Namikaze" setelah itu Menma pergi.

Sasuke kini berbicara

"Naruto, sepertinya kita harus lebih waspada lagi" Sai menimpali ucapan Sasuke

"Aku setuju, Firasatku mengatakan ada hal yang buruk"

Naruto kini menatap Hinata yang dari tadi melamun.

"Nona! Ada apa? Kenapa melamun?"

Hinata tersentak dengan ucapan Naruto, dia membalas dengan cepat

"Bu-bukan apa-apa kok!" Naruto hanya tersenyum menanggapi ucapan Hinata

"Dengarkan aku Nona Hinata!" Hinata mulai menatap Naruto "Tolong jangan dekat-dekat dengan Uzumaki Menma"

Sekarang waktunya jam istirahat di Sekolah. Naruto, Sasuke dan Sai berkumpul di atap sekolah untuk membahas pertemuan singkatnya tadi dengan Uzumaki Menma. Mereka terlihat duduk di lantai sambil menyandarkan punggungnya pada tembok

"Menma sangat mirip denganmu, apa kau punya saudara kembar Dobe?" Sasuke mulai bertanya

"Tidak, tidak ada anak lain selain aku di keluargaku Teme." Naruto menggeleng ringan

"Atau mungkin dia anak dari anggoa lain dari keluarga Uzumaki?" Sai kini mengucapkan pertanyaannya, Naruto menggeleng lagi

"Tidak ada, Ibuku adalah satu-satunya dari Keluarga Uzumaki yang terakhir" Muka Naruto mulai gusar dia menyanggah mukannya dengan tangan

"Lebih baik kita tanyakan kepada Tuan Hiashi nanti Naruto, mungkin beliau memiliki info lebih lanjut" Sai menyarankan, Sasuke setuju dengan saran Sai

"Aku setuju dengan saran Sai, lagipula, ada satu pertanyaan yang terus menyangkut di pikiranku dari tadi"

"Apa itu?"

"Penyebab kenapa ibumu adalah anggota terakhir dari Keluarga Uzumaki. Bukankah sebelum tinggal di panti asuhan kau tinggal dengan Ayahmu yang memang sudah bercerai dengan Ibumu."

"Memang orang tuaku sudah bercerai, tapi ibuku tidak menikah lagi Teme" sanggah Naruto lagi membuat Sasuke menghela nafas ringan.

"susah juga"

Tanpa disadari oleh mereka, Hinata datang dengan membawa 2 buah wadah keranjang makanan. Dia melihat Naruto dan yang lain duduk diam.

"Naruto!" Hinata menepuk pundak Naruto yang sedang melamun, hal itu membuat Naruto kaget

"Huaa! Ah! Nona Hinata! Anda mengagetkanku" Teriak Naruto kaget, hampir saja dia berfikir akan melompat juga dari duduknya juga.

"Sudah kubilang jangan memanggilku Nona, Naruto!. Nih aku membawakan sesuatu untuk kalian" Ucap Hinata sambil membuka tutup wadah yang dibawanya tadi, ternyata Makanan. "Aku sangat kebingungan karena tidak melihat kalian saat istirahat, ternyata Kiba melihat kalian berjalan menuju ke atap sekolah, jadi aku menyusul kalian. Kalian lapar kan?"

Naruto , Sasuke dan Sai hanya kedip-kedip tidak jelas, Hinata terlihat sangat aneh bagi mereka.

"kenapa kalian menatap menatapku seperti itu?"

"tidak ada kok Nona, hanya saja anda terlihat berbeda" Sai berucap pertama kali

"biasanya kan Nona akan malu-malu begitu jika mengobrol dengan kami" Sasuke menyahut.

"Itu karena kalian tidak makan"

Sing!

Hanya angin sepoi lewat dengan lebaynya...

Tunggu! Ada suara aneh terdengar…

Krauk! Nyam! Nyam! Krauk!

Dengan gerakan slow motion, Sasuke dan Sai menatap Naruto sedang memakan makanan yang dibawa Hinata dengan rakus.

"JANGAN KAU HABISKAN BAKA!"

DHUASSSS!

Akibat pukulan kolaborasi Sasuke dan Sai, Naruto sukses melesat dan menabrak ke tembok dengan roti masih menggantung dimulut.

"Setidaknya, biarkan aku menghabiskan rotiku Baka" Naruto berkata dengan tragis sambil melorot dari tembok dan terkapar dengan tak elit di lantai, kasihan dikau nak (Naruto : Urusai! –stanby dengan rasenggan).

"Jadi kalian membahas tentang murid baru itu ya?" tanya Hinata

"Betul Nona, kami sangat kaget karena ada nama keluarga Uzumaki di namanya"

"Memangnya kenapa?"

"nama Uzumaki adalah nama keluarga dari ibuku Nona" balas Naruto sambil mengusap kepalanya yang masih sakit "yang membuatku bingung tidak ada anggota keluarga lain selain ibuku di keluarga Uzumaki, tapi kenapa Menma memiliki nama itu"

"Uhhm?, sepertinya aku ingat sesuatu" Hinata berfikir

"Ingat apa?"

"Ayahku bernah bercerita jika dulu dia kenal dengan keluarga Uzumaki, tapi ada insiden besar-besaran hingga menewaskan hampir seluruh anggota dari keluarga itu"

"Insiden?" kaget Naruto

"Untuk lebih tepatnya aku tidak tau insiden apa yang terjadi" lanjut Hinata "Lebih baik kalian tanyakan kepada ayah saat pulang nanti. Lalu cepat habiskan makanan kalian, bel segera berbunyi lho"

"Baik Nona!" balas Mereka Kompak.

Di Kelas X B

Seseorang yang duduk di bangku paling belakang menyunggingkan senyum miserius setelah mengirim sebuah pesan singkat

"Jadi, aku harus mengancam Hiashi terlebih dahulu" gumamnya, tiba-tiba sebuah senyuman mengerikan muncul darinya. "Enak saja dia memerintahku" Kepala penuh surai hitam legamnya dia tundukkan "Meskipun dia telah menyelamatkanku, tapi tetap saja…" tangannya mulai mengepal dengan erat "… Dialah yang telah merenggut orang tuaku, Orochimaru sialan. Akan kubalas perbuatanmu dulu meski aku harus berpura-pura"

Lalu bel sekolah berbunyi bertanda pelajaran dimulai

Pembelajaran sudah berakhir beberapa menit, Hinata dan Naruto cs dalam perjalanan pulang dengan menaiki mobil milik keluarga Hinata.

"Nona, apakan nanti Tuan Hiashi sibuk?" tanya Naruto kepada Hinata yang duduk disampingnya

"Mungkin ayah nanti sibuk di laboratorium bersama Bibi Tsunade, kenapa?"

"Kami ada keperluan"

"Untuk menanyakan tentang Menma?"

"Iya!" jawab Naruto singkat lalu kembali melihat ke luar jendela mobil. Iruka yang mengemudikan mobil melihat muka suram dari kaca spion kemudi.

"hei Naruto, mukamu suram, ada masalah?" tanya Iruka

"Tidak paman, hanya ada beberapa pertanyaan ambigu yang menyangkut dikepalaku"

"Bukankah dari dulu kau memang tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan ya?" goda Iruka yang membuat Naruto protes langsung.

"Paman Iruka!"

"Iya Dobe, tumben kau memikirkan sebuah pertanyaan, biasanyakan yang kau pikirkan hanya makan!" Timpal Sasuke yang dari tadi diam di kursi paling belakan, Sai yang duduk di sampingnya hanya menunjukkan senyuman menawan yang sebenarnya mengejek Naruto

"Diam Teme! Bukannya kau juga bingung menjawab pertanyaan yang kupikirkan juga"

"Masalahnya pola pikir kita berbeda, jadi jangan protes!"

"Apa kau bilang?"

"Apa ha?"

"Dasar pantat ayam!"

"Dasar kucing hutan!"

"Dasar Ayam kampung(?) !"

"DOBE….!"

"TEME….!"

"SUDAH KALIAN BERDUA!" Kini Hinata yang melerai pertengkaran dua mahluk yang bagai Bensin dan Aftur itu (perumpamaan yang aneh Author?). Hinata berteriak menggelegar bak Ibu-ibu yang sedang memilih pakaian diskonan dipasar-pasar.

"a-ampun!" Ucap Naruto dan Sasuke takut-takut, sementara Sai masih menyunggingkan senyum yang di menawankan, kini dia mulai berbicara setelah mendapat pesan singkat dari Tsunade

'Kalian bertiga temui Tuan Hiashi di laboratorium nanti'

"Oi-oi Naruto, Sasuke, nanti kita disuruh ke laboratorium oleh Tuan Hiashi" Akhirnya mereka sampai di depan pintu gerbang Mansion Hyuuga, lalu mulai memasuki pekarangan Mansion.

"Kira-kira apa yang dibicarakan ya?" Naruto mengawang-awang tentang pertemuannya nanti di laboratorium sambil turun dari Mobil.

"Sudahlah Dobe"

"Kalian berdua, cepat sedikit" Suruh Sai yang sudah mendahului.

"Iya-iya, Ayo Nona Hinata!"

"iya, Naruto"

Di Laboratorium Hyuuga

"Kalian sudah bertemu dengan Menma?" kaget Hiashi

"Iya tuan, wajahnya mirip sekali denganku, lalu ada nama keluarga Uzumaki di namanya, sebenarnya siapa dia? Kata Nona Hinata anda tau sesuatu tentang latar belakang keluarga Uzumaki" Balas Naruto panjang.

"Tenangkan dirimu Naruto, Kita akan membicarakan ini di ruang santai tapi sekarang aku akan mengupdate senjata milik Sai. Tolong berikan kalungmu Sai!"

"Iya Tuan" balas Sai sambil memberikan kalungnya, Hiashi mulai menyambungkan kabel ke kalung Sai dan sekali klik di Komputer dan tunggu beberapa menit, senjata milik Sai sudah terupdate. Sambil memberikan kalung milik Sai, HIashi memberikan sebuah pistol.

"Inilah senjatamu Sai, Pistol hampa udara, pistol ini unlimited bullet, jadi kau tidak perlu mengisi ulang peluru. Aku menamakannya A019 Aero Gun"

"Terima kasih Tuan"

"Lalu Giliranmu Sasuke"

"Baik" Balas Sasuke sambil menyerahkan Kalungnya. Hashi lalu memberikan sebuah benda seperti tabung sebanyak 6 buah.

"Ini pedang cahaya, pedang ini sama tajamnya dengan Samurai, jadi jangan mengeluarkan senjata ini sembarangan jika tidak dalam kondisi yang sangat berbahaya, Senjata ini bisa menghantarkan listrik 200Volt setiap pedangnya, tapi listrik tersebut harus diisi ulang dengan menonaktifkan pedangnya selama 45 menit per pedang.

"Senjata yang indah " gumam Sasuke sambil melihat pedang yang mengeluarkan cahaya Hitam keungu-unguan di tangannya.

"Lalu kau Naruto, sebenarnya senjatamu hanya 2 buah Yoyo yang sangat berat itu, aku tau jika senjatanya tidak banyak membantu"

"Tidak juga Tuan, Yoyo nya sudah aku buat untuk menghajar geng yang menghadang ku dan Nona Hinata kemarin saat berbelanja" Jawab Naruto sambil nyengir

"Baguslah jika kau sudah bisa menggunakannya, berikan kalungmu! lalu ini" Ucap hiashi sambil memberikan 2 buah sarung tangan hitam "Ini bukan sarung tangan biasa, sarung tangan ini dapat menambah daya pukulmu bahkan bisa menambah daya lontar yoyomu menjadi 3 kali lipat bahkan 10 kali lipat"

"terima kasih Tuan"

"Iya, jadi semua sudah selesai?" tanya Hiashi

"Sudah tuan!" balas mereka kompak

"Kita bisa menuju ruang santai sekarang juga, Nanti malam kalian juga akan tidur di kapsul untuk memperkuat daya tahan tubuh"

"Baik!"

Di Dapur

Hinata dan Bibi Kurenai terlihat membuat minuman untuk Hiashi di ruang santai, Hinata menghela nafas berat.

"Anda kenapa Nona?" tanya Kurenai sambil meletakkan panci berisi makanan untuk makan siang

"Tidak ada kok Bi, hanya saja aku memikirkan Naruto"

"Naruto? Ada apa dengan mahluk duren jail itu Nona? Jangan-jangan anda suka dengan dia ya?" Goda Kurenai

"A-aaa itu,,, bukan-bukan, sebenarnya ini masalah keluarga Uzumaki"

"Keluarga Uzumaki?"

"Iya apakah bibi mengetahui sesuatu?"

"Tentu" Jawab Kurenai dengan mimik wajah terlihat sedih

"eh?"

"Karena aku dan Ibu Naruto dulu adalah sahabat baik"

"Sahabat baik?!" kaget Hinata "bisakan bibi bercerita sedikit?"

"tentu!"

Di ruang santai

"Keluarga Uzumaki adalah adalah salah satu dari 5 keluarga besar yang mengembangkan kekuatan kalung Necklace Change. 5 keluarga besar itu adalah Namikaze, Uzumaki, Hyuuga, Uchiha dan yang terakhir Senju. Kami dulu sangat akur dalam bekerjasama untuk membuat Necklance Change tetapi ada salah satu orang yang tidak setuju dengan kerjasama ini, yaitu Orochimaru. Dia adalah anak adopsi dari keluarga Uzumaki, dia sangat antusias dengan pengembangan kalung ini, tapi semenjak Minato dan Kushina menikah dia ingin menguasai pengembangan kalung itu sendiri, jadi dia membuat keluarga Namikaze dan Uzumaki terpecah belah dengan membuat fitnah. Minato difitnah telah membuat rahasia pengembangan sendiri dengan keluarga Hyuuga, saat kejadian itu Naruto dan Sasuke sama-sama berumur 3 tahun. Kepala keluarga dari Uzumaki naik pitam, dia mencaci maki keluarga Namikaze dan Hyuuga lalu menyuruh Kushina untuk menceraikan Minato. Kejadian itu tepat saat pertemuan keluarga Namikaze, Uzumaki dan Senju di kediaman Uzumaki" Hiashi bercerita sangat panjang. Kurenai dan HInata yang berada di dapur juga sedang bercerita bersamaan dengan Hiashi bercerita.

"Aku dan Kurenai teman baik, aq sebenarnya anak adopsi dari keluarga Senju yang dipimpin oleh ayah Nona Tsunade. Kurenai sangat mencintai Minato dari keluarga Namikaze, mereka akhirnya menikah dan mempunyai anak Naruto tapi semenjak kejadian fitnah di pertemuan besar itu…" –Kurenai-

"Diam-diam Orochimaru membawa bawahannya secara besar-besaran untuk mengepung pertemuan itu lalu dia membantai keluarga Uzumaki. Aku, Kau dan Ayah Tsunade berhasil lolos dari pembantaian itu, ayahmu memintaku untuk menjagamu Naruto, itu pesannya sebelum dia meninggal karena pendarahan hebat akibat tusukan tepat pada jantungnya…. Akan tetapi.."-Hiashi-

"… Kushina menghilang sejak pembantaian itu, aku tidak tau dia selamat atau tidak tapi mayatnya tidak ditemukan oleh siapapun saat polisi menyelidiki pembantaian itu, dan sebelumnya Kushina bercerita padaku… "-Kushina-

"… bahwa sebenarnya Kushina mengandung adikmu yang masih berumur 1 minggu" Hiashi dan Kurenai mengucapkannya secara bersama-sama.

Deg!

Naruto dan Hinata kaget secara bersamaan di tempat yang berbeda

"Aku sebenarnya mempunyai adik!" gumam Naruto

"Naruto memiliki adik?" kaget Hinata sambil menutup mulutnya "itu berarti Menma…"

"…Adikku…." Gumam Naruto

Tes! Naruto tiba-tiba mengeluarkan air mata

"Jadi Menma…"

"Iya Naruto, bisa saja Menma adalah adikmu, jika kau bisa membujuknya, kau mungkin juga bisa bertemu dengan Kushina, Minato pasti sangat bahagia di alam sana jika kau bisa bertemu ibumu, dia sangat mencintai Ibumu."

"Ibu…" Naruto menundukkan kepalanya.. Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara dari pintu utama.

"Itu tidak perlu Tuan Hiashi, karena Ibuku tidak akan bisa bertemu dengan kakakku!"

Semua kaget karena kemunculan Menma yang tiba-tiba..

"Kau ! Kenapa bisa menyusup dirumahku?" tanya Hiashi

"Menyusup dirumah megah tapi penjagaanya sedikit itu mudah Tuan Hiashi" Balas Menma sambil mengeluarkan senjata berupa cakar di kedua sarung tangan mesinnya, aliran listrik mengalir dari cakar tersebut "tugasku sekarang hanyalah untuk membunuh seseorang dirumah ini karena menyimpan sebuah data software yang dibutuhkan oleh Tuan Orochimaru, Kakek tua bangsat itu selalu menyuruhku, jika aku tidak menurutinya maka Ibuku akan dihajar habis-habisan dimataku, itu membuatku sakit"

Naruto hanya diam menanggapi perkataan Menma 'Ibu dihajar!'

"Dengar Kak Naruto, kau harus bisa mengalahkan Orochimaru bangsat itu, tapi jika kau menyerangnya kau juga harus berhadapan denganku saat itu juga, karena aku sekarang bagai robot yang bisa dikontrol dari jauh"

"Menma" gumam Naruto. Sasuke sudah siap dengan senjata mereka dan berusaha melindungi Hiashi sementara Sai berlari menuju dapur untuk mencari Hinata.

"Hahahaha" Menma tertawa frustasi "Sebenarnya aku sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan kakak kandungku tapi…" Menma mulai untuk menyerang "… jika tidak kulakukan maka Ibu akan celaka Kak, CELAKA!"

Whusss!

Trank!

.

.

.

TO BE CONTINUED

Maaf karena baru mempublish fic tidak jelasnya minta ampun ini... :3

Humm? karena udh lama tidak membuka akun, author jd lupa caranya mempublish fic #amnesiamendadak ,, jd sempat waktu mempublish fic jdnya kode" -_- ...

Okok langsung ke inti sajalah (trus td apa author?), mungkin ini fic bakal tidak cepat update karena author sekarang super amat sangat paling sibuuuk (tidak efektif, tak apalah)...

humhum,,, maaf saja bila ada salah kata di fanfic ini yang menyinggung para pemirsa #plak para readers maksud saya, semoga amal iba- (woi-woi mulai dah authornya) ... hzz :'

yosh, saya (panggil saja Ucha) mohon undur diri dulu

Gomenasai, Arigatou ... Jaa (^_^)/