Balasana review:

Manguni: masak kayak siti nurbaya, ceritanya lain kok

Reina minei: awalnya naruto hinata, sasuke sakura tapi kok berubah sendiri, aku gak tau

Yola-ShikaIno: nanti saya perbaiki, thanks sarannya

Akasuna Sakurai: chapter ini akan ada perbaiki, makasih sarannya

: liat aja kedepannya kan belum ketemu teman-temannya naru he...he...he...

Kamikaze: pasti nanti ada

Terima kasih saya ucapkan kepada yang telah mereview fanfic yang geje

Selamat membaca

Chapter sebelumnya:

Setelah sakura menceritakan perjodohan itu kepada ino,tetapi ino justru tertawa terbahak bahak sehingga membuat sakura jengkel.

"Jangan tertawa ino pig, seharusnya aku tidak menceritakannya padamu,"sakura merasa jengkel terhadap ino.

"tenanglah foreahed aku tau kok perasaanmu, tapi orang tuamu lucu juganya masak sih masih ada namanya acara perjodohan, emangnya ini zaman apa sih?"gurau ino sambil menahan tawa.

"itulah masalahnya ino pig, orang tuaku terlalu memaksakan kehendak, kalo tidak di turuti bisa-bisa aku gak dianggap anak deh, tahun kemarin aja uang jajanku di tahan gara-gara kejadian kita yang tidak pulang ke rumah selama dua hari, setelah itu aku di marahin panjang lebar sampai aku di hukum,padahal kan kita punya acara mendaki gunung yang diadakan anak-anak osis," curhat sakura panjang lebar.

"tenanglah sakura, aku tau kok perasaanmu," ujar ino menenangkan sakura.

"tenang-tenang bagaimana? Kau kan tau kalo aku menyukai sasuke, mana mungkin aku menikah dengan orang yang ku kenal, padahal kemarin sasuke ingin mengajak kencan, aku mulai yakin bahwa sasuke menyukai aku, tapi mendengarkan perkataan otou-san malah membuat diriku terpuruk, kau taukan ino, rasanya kayak apa?"

"sabar-nya sakura kami sama sedang menguji hubungan kalian sapa tau semua ini ada hikmanya," ino menenangkan perasaan sakura

"arigatou ino,kamu memang sahabatku yang paling baik,"

"itu sudah pasti, kitakan sahabat," ino tersenyum menatap mata sakura.

NARUTO FANFICTION

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO and MY STORY

WARNING : AU, ABAL, AMATEUR, TYPO(S), OOC, Etc

PAIRING: NARUHINA, SASUSAKU SLIGHT NARUSAKU, SASUHINA

PERJODOHAN YANG BERBAHAYA

Chapter lima:

Pada malam harinya di mansion uchiha, sesosok pria tampan berkulit putih, bermata onix, rambut model pantat ayam, yang tak lain adalah Uchiha Sasuke, sedang memandang langit yang di penuhi bintang-bintang yang bersinar terang.

Sasuke POV:

Ternyata memendam perasaan itu sangat menyakitkannya, rasanya seperti di iris pisau, apalagi kalau tau akan di jodohkan,dan ironisnya di jodohkan dengan orang yang sama sekali aku ketauhi, ironis memang, tapi mau apalagi,aku tidak bisa membantah perintah tou-san,kalo aku menolak perintah tou-san impianku menjadi dokter akan pupus, padahal menjadi dokter merupakan impianku sejak kecil, impianku memang ingin menjadi dokter semenjak Kaa-san menceritakan kalau dulunya beliau seorang perawat di salah satu rumah sakit di Suna.

FLASHBACK:

Di ruang keluarga terliha seorang pria dewasa sedang berbicara dengan pria remaja, yang tak lain percakapan ayah kepada putra bungsunya

"Sasuke jika kamu menolak perjodohan ini kamu tidak boleh menjadi dokter mengerti!"perintah Fugaku tegas.

"Menger ti Tou-san,aku akan menuruti perintahmu," ujar Sasuke terkesan cuek, padahal dalam hatinya sedang kesal.

"Sial-sial-sial kenapa Tou-san memaksa sih," ujar sasuke dalam hati berjalan menuju kamarnya.

END FLASHBACK

Semenjak itu Sasuke sering mengurung diri di kamarnya, keluar kamar hanya ketikaberangkat sekolah dan makan malam, Sasuke memang tipe yang tidak banyak bicara, dia terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri, ibu Sasuke Mikoto Uchiha khawatir dengan keadaan putra bungsuhnya, Mikoto pun ingin sekali bicara dengan Saasuke tapi respon Sasuke yang pura-pura mendengar sehingga membuat Mikoto geram.

"Sasuke,"bentak Mikoto.

"Hn"

"Ada apa denganmu nak, akhir-akhir ini kamu sering mengurung diri?" tanya Mikoto.

Sasuke ragu untuk menjawabnya tapi akhirnya Sasuke membuka mulutnya."Baiklah aku menyerah, sebenarnya aku gak mau di jodohkan,aku sudah punya gadis yang ku sukai,dia sangat cantik, baik dan pintar, apalagi cita-citanya dan cita-citaku sama yaitu menjadi dokter mungkin hanya dia saja yang membuatku jatuh cinta."

"Oh teryata itu masalahmu,tapi maaf Suke, Kaa-san tidak bisa membantumu, kau taukan sifat Tou-sanmu yang kaku, tapi memang sulit melupakan first love,aku dulu juga sepertimu, tapi bukan karena perjodohan,tapi karena dia mencintai orang lain, Kaa-san akhirnya memutuskan untuk melupakannya walaupun sangat sulit, tapi akhirnya aku bertemu Tou-sanmu yang kebetulan dia mencari perawat untuk merawat Tou-sannya yang akhirnya menjadi kakekmu, semenjak mengenal Tou-sanmu aku merasa jatuh cinta yang kedua kalinya,lalu aku mengutarakan isi hatiku kepadanya, dan Tou-sanmu itu ternyata juga mencintaiku, akhirnya aku menikah dengan Tou-sanmu sehingga mempunyai dua anak yang tampan," cerita Mikoto ceria

"Benarkah seperti itu?"tanya Sasuke yang ragu dengan cerita ibunya.

"Tentu saja itu benar Suke, ngapain juga Kaa-san berbohong,"jawab Mikoto senang.

"Siapa orang yang Kaa-san cintai?"tanya Sasuke penasaran.

"Oh dia itu teman kerja Kaa-san,dia sebagai dokter sedangkan aku sebagai asistennya,"jawab Mikoto

"Apakah hubungan kalian berakhir?"tanya Sasuke makin penasaran

"Oh tidak Suke,kami tetap berkomunikasi, kabarnya sekarang dia melanjutkan perusahan Tou-sannya dan kabarnya dia mempunyai anak laki-laki yang seumuran denganmu," jawab Mikoto

"Oh, jadi begitu toh,"mendengarkan jawaban Mikoto.

"Ayo cepat tidur sana, besokkan kamu sekolah, nanti kamu kesiangan,"perintah Mikoto

"Ha'i Kaa-san."

Keesokan harinya, Seperti biasa keluarga Uchiha sudah bersiap-siap untuk memulai aktivitas seperti biasanya, tidak ada yang berubah,semua sudah ada di meja makan untuk sarapan sebelum memulai aktivitas. Terlihat tiga pria tampan sudah selesai sarapannya. Mereka bertiga akan memulai urusannya masing-masing. Sang kepala keluarga yang siap-siap ke kantor, si sulung yang pergi kuliah dan si bungsu berangkat sekolah.

Sementara itu di kediamaan Namikaze:

Sosok pria pirang sedang tertidur pulas, seolah-olah tidak ada gangguan, tiba-tiba muncul wanita cantik berambut merah panjang masuk kedalam kamar si bocah pirang.

"Namikaze Naruto, sampai kapan kamu tidur,cepat bangun kalu tidak aku siram pakai air,"teriak wanita cantik berambut merah membangunkan anaknya, sehingga membuat anaknya terjatuh dari kasur karena kaget atas teriakan sang bunda, lalu si anak itu ketakutan melihat tampang horor sang bunda, akhirnya si anak itu langsung pergi ke kamar mandi lalu sang bunda mengeriai, "dasar anak nakal."

Naruto Pov:

Kurang dua hari lagi aku akan kencan dengan Hinata, aku merasa senang sekali,tapi aku merasa sedih karena bisa jadi lusa merupakan kencan yang terakhir,tapi aku akan berusaha membatalkan perjodohan bodoh, siapa sih yang mau di jodohkan, aku akan memohon ke tou-san untuk membatalkanya setelah itu aku ke rumah Hinata dan melamarnya, kalau gagal aku akan mengunakan rencana b, rencana membuat anak atau melakukan hubungan yang seharusnya tidak boleh di lakukan, apalagi kalo di lakukan anak sekolah he...he...he... tapi harus fokus dengan rencana awal, sebenarnya rencana b tidak akan aku lakukan sampai aku dan hinata menikah tapi kalo gagal maka mau gak mau aku harus merencanakan apalagi kalo aku dan Hinata satu band pasti bisa melakukannya.

"Sedang apa Naru-chan, melamun disini,kamu lagi ngomongi apaansih,"aku sadar bahwa ibuku sedang memperhatikan aku.

"enggak mikir apa-apa kok kaa-san,"ujarku.

"oh-nya Naru-chan, besok kaa-san dan tou-san akan pergi keluar kota selama seminggu, kamu jaga rumah nya."

Bertapa senangnya diriku mendengar kaa-san dan tou-san keluar kota, ini yang aku tunggu-tunggu, kalau tidak ada kaa-san dan tou-san maka rencana kencan dengan Hinata berjalan mulus tanpa ada yang menganggu, pokoknya aku senang sekali.

"tapi ingat kau tidak boleh nakalnya," ujar kaa-san, aku pun manguk-manguk saja "iya kaa-san."

Aku harus bersiap-siap ke sekolah, bisa telat ni, apalagi pelajaran pertama ada jam Ibiki sensei, salah satu pengajar yang terkenal menyeramkan, kalo bertemu dengan macam-macam dengan urusannya bisa panjang.

End Naruto Pov:

Normal Pov:

Skip time jam istirahat.

"Hinata,"panggil Naruto

"Ada apa Naruto-kun," menjawap panggilan Naruto

"Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan,"ujar Naruto

"Bicarakan saja, emang ada apa sih?" tanya Hinata penasaran

"Kebetulan hari ini Kaa-san dan Tou-san akan keluar kota selam seminggu, bisakah nanti sepulang sekolah ke rumahku buatkan aku makanan,"Naruto memohon Hinata.

"Kebetulan sekali tou-san sedang keluar kota selama dua minggu, jadi aku mau membuatkan masakan untukmu,"Hinata menerima permintaan Naruto.

"Baguslah kalo begitu,nanti pulang aku antar deh,"tawar Naruto

"Ha'i"

Hinata Pov:

Hari ini aku senang sekali, tou-san sedang keluar kota, itu artinya aku bisa kencan dengan Naruto-kun, walaupun hanya sehari doang tapi aku merasa senang, apalagi Naruto-kun memintaku untuk di buatkan makanan,mimpi apa ya aku semalam, terima kasih Tuhan yang telah mendengar doamu ini, semoga perjodohan ini bisa di batalkan juga lalu aku menikah dengan Naruto dan mempunyai anak yang lucu-lucu, aduh kok aku sudah menghayal memilik anak sih, sekolah belum lulus aja sudah mikir yang enggak-enggak.

End Hinata Pov:

Fufufu semakin menarik gak ceritanya, saya masih binggung mau nulis apalagi yang punya ide mohon dibantu, Insya Allah fic ini akan panjang konfliknya gak hanya naruhina sama sasusaku saja tapi juga pasangan-pasangan yang lain kan teman-teman naruto belum ketemu temannya sasuke dan sakura, terus di review ya

TBC