"Yang ini bagaimana?" Sakura memamerkan sebuah t-shirt lengan panjang berwarna coklat.

"Kayaknya enggak, deh Sak." Itachi menggelengkan kepala.

"Hmm, gitu ya? Oke." Sakura mengembalikan baju tersebut ke tempatnya semula. Lalu ia kembali mencari pakaian lainnya.

"Ah! Kalau yang ini?" Sakura kembali memamerkan kaus lengan tiga perempat berwarna oranye ke emasan.

"Err–, warnanya gak ada yang lain?" Itachi memasang wajah sedikit illfeel melihat warna baju yang di tawarkan Sakura. Sakura mendesah kecil dan mengembalikan baju tersebut ke tempat semula dan kembali memilah baju lain yang cocok.

"Hmm. Gimana kalau yang ini? Bagus nih." Kembali Sakura memamerkan kemeja lengan panjang bermotif kotak-kotak hitam dan abu-abu.

"Bagus sih. Emm–, tapi kayaknya kekecilan buat gue deh, Sak." Itachi hanya memasang wajah 'yah-sayangnya kekecilan-padahal-bagus'.

"Argh! Susah banget sih ketemu yang cocok." Sakura mengerang frustasi. Sudah hampir setengah jam ia berada di butik langganan Itachi dan Sasuke untuk mencari pakaian yang cocok untuk Itachi kenakan saat gokon nanti.

Itachi yang melihatnya jadi gak tega juga. Akhirnya ia ikut bantu mencari juga. Jangan tanyakan kemana si Sasuke. Dia sekarang lagi duduk santai sambil memainkan smartphonenya di ruang tunggu butik yang mereka datangi.

Akhirnya mata Itachi tertumbuk pada satu titik. Diujung toko, ia melihat sebuah kemeja hitam bercorak abu-abu tua. Ia langsung menyambar kemeja itu dan langsung menunjukkan ke Sakura, untuk meminta pendapatnya.

"Eh, Sak. Gimana kalo yang ini?" Itachi langsung menunjukkan kemeja itu tepat di depan wajah Sakura.

"Hm?" sebentar Sakura berfikir dan menyocoki dengan Itachi dan akhirnya memutuskan, "Yosh! Perfect!"

Naruto © Masashi Kishimoto

Itachi Version : Ini cerita gue, mana cerita lo ? © Kumada Chiyu

Warning! : typo(s), OOC, AU, Randomly POV (Sometimes Itachi's Pov, sometimes Normal's Pov) bahasa non-baku (sedikit kasar), no massacre Uchiha's Clan, a little bit of humor, slight SasuSaku romance, Uchiha Family.

Don't like? Don't read, of course! Be smart guys!

Enjoy!

.

.

.

"Baju sudah, celana sudah, sepatu sudah, lalu apa lagi ya yang belum dibeli?" Sakura mengoceh di perjalan pulang setelah berbelanja keperluan Itachi untuk acara gokon nanti. Ia sekarang sedang berjalan menuju parkiran basement, dimana mobil sang sulung Uchiha terparkir.

"Emang dari tadi belum selesai?" Sasuke nanya.

"Emm, gak tau deh Sasuke-kun. Menurut aku sih udah, tapi gak tau deh menurut Itachi-nii." Sakura hanya melirik kearah Itachi yang berada disamping kirinya. Itachi akhirnya sadar dengan lirikan Sakura dan menoleh kearah Sasuke dan Sakura.

"He? Kalian nanya gue ya?" Itachi nanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Enggak, nanya sama tembok." Sasuke berkata datar sambil fokus matanya tetap kearah depan.

"Ih, muka lo dong? Kan sama kayak tembok. Flaaaaaattttttt~." Itachi ngebales sindiran Sasuke.

Sasuke menggeram kecil, menahan kesal. Namun, masih dia tahan, karena disampingnya masih ada Sakura. Sasuke gak mau kalau dia sampai bertengkar dengan Itachi nanti Sakura bakalan marah dan ngambek lagi ke dia. Oh no, mamen.

"Whatever lah!" akhirnya Sasuke ngalah dari Itachi untuk hari ini. Hanya demi seorang Haruno Sakura.

"Tumben nih, gak bales? Biasanya balesan omongan lu tajem banget, setajam silet. Haha." Itachi tertawa.

Sakura yang diapit oleh duo Uchiha itu hanya tersenyum geli melihat tingkah laku kakak beradik yang menurutnya unik itu.

"Ck! Uruse!" Sasuke lalu memalingkan mukanya kearah lain.

.

.

.

"Gimana? Udah siap berangkat?" Sakura nanya ke Sasuke yang baru aja turun dari kamarnya yang ada dilantai dua. Sasuke sedang berada di anak tangga terakhir.

Sekarang tiba waktunya Itachi untuk gokon. Sakura sudah datang sepuluh menit yang lalu dan menunggu diruang tamu. Sasuke dan Sakura, yang bertugas untuk mengawasi jalannya acara, juga sudah ikut bersiap-siap pergi.

Sasuke memakai kaus putih polos dibalut kemeja dark gray yang tidak dikancing. Celana jeans warna hitam dan ada sebuah rantai di kantung celana kanan atas yang tersambung dengan dompetnya yang ada dikantung belakang. Dan juga sneakers warna abu-abu menutupi sepasang kakinya. Di pergelangan tangan kirinya terpasang sebuah jam tangan Rolex berwarna hitam yang membuat penampilannya semakin keren.

Sakura juga tak kalah modis dibanding kekasihnya itu. Ia memakai dress selutut berwarna soft green yang bagian bawah dadanya agak mengerut dengan list pita tali berwarna gold. Lalu dibalut dengan bolero setengah tubuh berwarna hijau tosca. Dan sebuah wedges berhak rendah berwarna apricot membalut telapak kakinya yang mulus. Rambutnya sengaja ia buat sedikit curly untuk bagian bawahnya. Dan karena ia berambut pendek, rambutnya hanya diberi jepitan disamping kanan untuk mempermanis tampilan rambutnya.

Sasuke yang ditanya tiba-tiba langsung menoleh ke sumber suara. Dan terlihatlah seorang gadis cantik sedang berdiri diruang tamu kediaman Uchiha.

Sasuke sempat terpana melihat penampilan kekasihnya saat itu. Lalu maju melangkah menghampiri sang kekasih hati. Dan tepat berada selangkah didepan gadisnya, Sasuke berhenti. Dan masih menatap takjub, ia bergumam, "Sakura, kamu sangat cantik."

Sakura yang mendengar perkataan Sasuke sukses membuat dirinya blushing, merasa tersanjung karena pujian Sasuke. Ia hanya menundukkan wajahnya yang memerah. Tak sanggup menatap balik wajah sang kekasih, Sasuke. Tak sanggup karena malu, katanya.

"Go-gombal banget sih." Sakura memalingkan wajah kearah kiri.

"Siapa yang gombal? Aku serius tau. Kamu cantik, aku makin cinta." Sasuke tersenyum lembut kearah Sakura. Sakura yang ditatap begitu hanya diam. Tapi akhirnya sedikit-sedikit ia mendongak dan membalas tatapan Sasuke.

"Ih, kamu bisa aja. Kamu juga keren kok, Sasuke-kun." Sakura mencicit kecil membalas pujian dari sang kekasih terhadap dirinya. Wajahnya sudah memerah menjalar hingga kekuping.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum tipis. Lalu ia mulai menyeringai kecil. Sepertinya ingin menggoda gadisnya itu.

"Hoo. Aku juga ganteng gak?" Sasuke mengangkat dagu Sakura untuk lebih jelas manatap dirinya.

Sakura hanya merona malu. Lalu ia dengan segera mencubit pelan perut kekasihnya itu. "Sudah ah, jangan menggodaku!"

"Siapa yang ngegodain kamu, sayang? Aku kan cuma nanya." Sasuke menampilkan seringai mautnya dia.

"Ih, moduuusss." Sakura memeletkan lidahnya, bermaksud mengejek Sasuke. Sasuke hanya terkekeh geli melihat sikap kekasih satunya itu.

"Sudahan ah, ngejahilin aku nya. Terus, Itachi-nii mana nih?" Sakura menengok kearah tangga.

"Hn, masih siap-siap kayaknya." Sasuke menjawab. Sakura hanya membulatkan bibirnya membentuk huruf 'o' kecil.

Tak lama Itachi turun dari kamarnya dan menuruni anak tangga hingga yang terakhir.

"Hey Sak, Sas, sorry ya lama." Itachi melambaikan tangannya kearah Sasuke dan Sakura. Ia sedikit merapihkan lipatan kemeja di lengannya.

Sakura terpana. Matanya berbinar menatap Itachi.

"Sugooooiiiiii! Gak nyangka Itachi-nii bisa tampil keren juga." Sakura semakin berbinar melihat Itachi yang makin mendekat kearahnya dan Sasuke.

"Hoho, gue gitu loh. Gue kan emang ganteng bin keren dari lahir kali Sak. Baru sadar ya?" Itachi narsis.

"Cih! Masih kerenan juga gue kali Chi. Ya kan, Sakura?" Sasuke langsung menoleh kearah Sakura, meminta pendapat. Itachi juga ikutan melihat kearah Sakura.

Sakura yang ditatap oleh duo Uchiha hanya bingung harus menanggapi apa. Ia hanya tertawa kikuk.

"Eh-ehe-ehehe. Kalian berdua sama-sama keren kok! Keren banget malah."

"Tuh, Sasu-chan. Gue gak kalah keren sama lo tau, hoho." Itachi tertawa meremehkan. Sasuke yang melihatnya hanya menggeram kecil.

"Cih, terserah lo." Sasuke membuang wajahnya kearah samping, enggan melihat kelakuan kakaknya yang seolah-olah sudah memenangkan sesuatu.

"Sudah sudah, gini aja pake ribut. Saa, ikou! Udah hampir waktunya gokon dimulai. Gak asik kalo di acara gokon pake telat segala." Sakura langsung menarik kedua tangan kakak-beradik Uchiha itu menuju pintu depan rumah Uchiha.

"Ha'i, ha'i."

"Hn."

.

.

.

"Tempatnya yang mana sih? Temen kamu juga, mana Sakura?" Sasuke yang sedang menyetir mobil terlihat sudah mulai bosan. Sedari tadi, ia hanya memutar-mutar jalan untuk menemukan tempat gokon diadakan.

"Umm, sedikit lagi kok, Sasuke-kun. Tinggal satu belokan lagi, sampai." Sakura memberi arahan kepada Sasuke yang duduk disampingnya, lebih tepatnya di kursi pengemudi.

"Hn." Sasuke hanya menggumam untuk merespon Sakura.

"Sakura." Tiba-tiba Itachi memanggil nama Sakura.

Refleks Sakura menengokkan wajahnya kearah belakang, tempat duduk Itachi di jok belakang mobil. "Hm? Kenapa?"

"Sak, kok gue agak gugup ya?" Itachi hanya diam duduk di jok belakang sambil memutar-mutar ponselnya.

Sakura tersenyum maklum. Mungkin ini pengalaman pertama Itachi untuk ikut acara seperti ini. Namanya juga anak jenius dan kaya, pasti untuk hal-hal remeh kayak gini gak akan pernah dilakukan.

"Tenang aja Itachi-nii. Santai aja. Relaks." Sakura menenangkan sambil tersenyum lebar. Itachi ngangguk, setuju.

"Iya, gue harus relaks. Huufff, haaahh. Relaks Chi. Relaks~" Itachi mulai mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, untuk mengurangi rasa gugupnya dia.

"Gak usah gugup, Nii-san. Aku yakin, pasti Itachi-nii akan mendapatkan pasangan kok, kan nii-san keren banget penampilannya malam ini. Pasti gak ada perempuan yang sanggup nolak pesona nii-san, hehe." Sakura terkekeh melihat Itachi yang sedikit salah tingkah mendengar pujian tak langsung darinya.

"Hn, kecuali kamu Sakura. Kamu cukup terpesona sama aku aja. Gak ke lelaki yang lain." Sasuke berkata sambil fokus pandangannya tetap kearah depan. Namun sebelah tangannya ia gunakan untuk menggenggam sebelah tangan Sakura.

"Tentu aja dong, Sasuke-kun. Kamu juga harus gitu ya. Awas aja kalo kamu selingkuh!" Sakura lalu sedikit beranjak kesamping mendekatkan dirinya dengan Sasuke yang sedang mengemudi. Lalu ia mencium pipi Sasuke sekilas. Sasuke hanya tersenyum lembut mendapat ciuman tiba-tiba dari Sakura.

"Gak akan, sayang." Sasuke sedikit mengelus pucuk kepala Sakura. Sakura tertawa kecil.

"Hiks, hiks. Kenapa cuma gue doang sih, yang jomblo sendirian disini? Kenapaaaa?!" tiba-tiba Itachi teriak frustasi melihat adegan opera sabun didepan matanya sendiri.

Lalu ia menunjuk kearah Sasuke dan Sakura yang ada di bangku depan. "Argh! Lo berdua! Udah gue bilangin jangan pamer kemesraan didepan gue! Plis, ngertiin gue!"

"Eh, iya gue lupa. Ada jomblo ngenes di sini." Sasuke menoleh sebentar kearah Itachi dan menyeringai. Akhirnya ia bisa membalaskan dendamnya tadi saat diruang tamu rumahnya ke Itachi.

"KAMPRET LO SAAAASSSSS!" Itachi teriak murka.

"Hn, mampus lo."

"Haahhh, emang dasar tom and jerry. Gak bisa kalo gak pake berantem." Sakura bergumam kecil. Sakura akhirnya hanya menghela nafas lelah melihat kelakuan pacar dan kakak pacarnya yang gak bisa sehari aja gak berantem. Akhirnya ia memalingkan wajahnya kearah jendela mobil.

'Mendingan ngeliatin jalanan aja deh.' Batin Sakura malas.

.

.

.

"Nanti kalo udah nyampe disana, gue harus ketemu siapa dulu nih? Pasti kan gue harus konfirmasi kehadiran gue yang notabene orang asing yang tiba-tiba minta diajak gokon." Itachi nanya.

"Oh! Nanti nii-san cari aja cewek yang namanya Karin. Dia rambutnya merah dan pakai kacamata." Sakura menjelaskan.

"Oh, oke!" Itachi mengangguk.

"Nah, udah siap kan? Nanti pas keluar mobil, usahain yang cool ya. Biar cewek-cewek pada terpesona sama nii-san, oke?" Sakura mewanti-wanti saat mobil yang mereka naiki sudah terparkir tak jauh dari tempat gokon diadakan.

"Iya, Sak. Lo gak akan kecewa. Gue jamin." Itachi mengacungkan jempolnya. "Liat aja, nanti gue bakal ngegaet cewek cakep disana."

"SIP! Harus PD!" Sakura memberi dukungan.

"Yaudah lah, sana lo buruan. Ntar telat, image lo jadi cowok, bisa jelek." Sasuke menatap malas kearah Itachi dan Sakura. 'lebay banget sih, mereka.'

"Hoo. Okay. Gue cabut dulu ya. Doain gue, oke? Jaa." Itachi melambaikan tangan sebelum akhirnya membuka pintu mobil dan keluar dengan gaya stay cool nya.

"Hn."

"Semangaaatt!"

Blam.

.

.

Itachi's Pov.

Njir, gue deg-degan abis. Ini kali pertama gue ikutan acara kayak gini. Maklum ya, sebelumnya sih menurut gue acara kayak gini sumpah gak penting banget. Cuma buang-buang waktu.

Tapi entah kenapa, sekarang gue malah ikutan nih acara. Mana pake gugup segala lagi. Ck. Gue harus stay cool, nyantai aja. Gak usah panik. Gue kan udah keren gini, gue yakin nanti pasti banyak yang deketin gue.

Setelah gue keluar dari mobil, gue ngeliat ada segerombolan anak muda didepan tempat ketemuan gokon. Gue langsung melangkah kesana dengan mantap.

Tapi kok, kayaknya ada yang aneh gitu ya? Keliatan dari jauh kok, dandanan dan pakaian yang mereka kenakan agak-agak berbau aneh dan ehem, alay. Hmm, feeling gue agak gak enak. Tapi gue hiraukan aja. Dan akhirnya, gak lama gue sampai dikerumunan itu.

Pas gue sampe sana, reaksi gue pertama kali, yaitu langsung nutup hidung gue. Sumpah, asli BAU BANGET! Bukan bau yang gimana-gimana, tapi bau macam-macam minyak wangi yang wanginya bener-bener menyengat! Segala macem bau membaur dan menyatu sehingga menimbulkan reaksi kimia yang kayaknya bisa bikin indra penciuman gue mati rasa dan meleleh saat itu juga.

Gue diem. Hening. Sehening-heningnya mengheningkan cipta. Gue menelan ludah gue, yang baru kali ini gue rasain kayak berasa lagi nelen biji nangka!

Glek.

Gue perhatikan mereka dari dekat, ya karena gue sekarang udah tepat berada didepan gerombolan itu. Mata gue beneran gak kedip, men! Anjir, gue cengo abis!

Ehm! Yah, kesan pertama yang gue dapet adalah, NJIR! CEWEKNYA MUKANYA KAYAK ABIS DITABOKIN SATPOL PP! Dan kesan kedua yang gue dapet, KAMPRET! KENAPA COWOKNYA PADA ALAY BANGET! PAKE CELANA YANG NGETAT ABIS SAMPE BIKIN SESAK GITU. SHIT!

Kayaknya gue salah alamat deh. Kayaknya mata gue burem. Kayaknya ada kesalahan teknis disini. Kayaknya, kayaknya, dan kayaknya yang lainnya yang bernilai negatif bener-bener mendukung situasi sakarang!

Intinya, KAMPRET BANGET! GUE KETIPU IKUTAN GOKON ANAK ALAY! ASDFGHJKL:"?! #$#

Kesimpulannya dari situasi yang gue hadapi sekarang cuma satu. Gue. Harus. Kabur. Secepatnya. Sekarang. Juga.

Tapi kampretnya, kaki gue tiba-tiba kaku. Gara-gara didepan gue sekarang lagi berdiri seorang cewek berambut merah dan memakai kacamata.

Jangan lo bilang kalo gue gak bisa gerak gara-gara gue terpesona sama cewek didepan gue. SALAH WOY! SALAH!

Yang bener itu, gue kaku gara-gara penampilan nih cewek didepan gue sumpah bikin gue pengen pipis dicelana!

Apaan tuh! Rambut merahnya yang panjang sengaja di keriting mengembang, jadi bikin rambutnya bervolume gitu. Tapi yang keliatan dimata gue malah, tuh rambutnya mirip setan-setan a la negeri Indonesia yang suka nemplok di pohon.

Juga, dandanan nya yang sumpah, menor abis! Dia mau gokon, apa ngelenong? Tebel banget, men, make-up nya! Dih, masih cakepan juga pembantu gue yang umurnya 50 tahunan yang gak pake make-up. Cih!

Jangan lupa tuh, bulu mata anti badai tsunami tornado Hainan dan lain sebagainya dah. Buset! Tuh mata dipakein bulu mata apa ditanemin rumput? Ckck.

Belom lagi, dia pake behel men! O My Gosh! Bahelnya gak nahan banget, warna merah! Berasa bekas cabe lagi nyelip di giginya semua tuh. Ckck.

Kami-sama, bawa aku pergi jauh dari tempat laknat ini sekarang juga. Please.

Kaki gue yang udah gak bisa digerakin, pake gemeteran pula lagi! Shit banget. Gue itu cowok. Gue gak boleh cemen kayak gini. Apa kata buyut gue nanti?

"Elo Itachi ya?" tiba-tiba dia nanya ke gue. Gue refleks langsung stay cool lagi. Berusaha ngilangin kepanikan dan ketakutan gue. Jaim dikit lah. Ya walau jaimnya didepan cewek yang sedikit nyentrik.

"Hn. Kok lo tau nama gue? Temennya Sakura ya?"

"Iya, gue Karin. Salam kenal." Dia mengacungkan tangannya untuk berjabat tangan sama gue. Sedikit ikhlas gak ikhlas gue akhirnya salaman juga sama dia.

"Hn, Itachi." Gue ngangguk kecil. Buru-buru gue lepas salaman gue sama tangannya dia dan langsung gue kebelakangin tangan gue dibalik badan. Itu juga gue meperin tangan gue ke celana gue bagian belakang.

"Yaudah, yuk kita mulai acara gokonnya didalem." Karin narik tangan gue. Agak risih sebenernya gue. Males aja gue baru ketemu udah megang-megang gue.

"Sebentar, gue mau kesana dulu. Ada sms nih." Langsung gue tarik tangan gue yang dipegang sama dia dan langsung berjalan agak sedikit menjauh dari Karin.

Gue langsung ngeluarin ponsel gue, dan mencari kontak yang harus segera gue hubungi sekarang. Saat ini juga. Situasi urgent nih!

Pip.

"Halo, Sakura?"

"Iya. Kenapa Itachi-nii?"

"Kalian sekarang lagi ada dimana?"

"Hm? Aku sama Sasuke-kun lagi di café, gak jauh dari tempat gokon nii-san kok. Nani?"

"Mending lo berdua cepetan ke tempat gue sekarang."

"Emang kenapa nii-san? Ada apa?"

"Urgent nih. Gue tunggu didepan tempat gokon. Sekarang."

"Loh, nii-san gak kedalem? Gak ikutan gokonnya?"

"Sampai kapanpun gue gak akan kedalem Sak, dan ikutan acara alay itu!"

"Loh, kenapa?"

"Please, gue mau pulang. Sekarang. Mending lo sama Sasuke sekarang ketempat gue. Gue bingung ngadepin temen lo yang namanya Karin itu!"

"Emang ada apa sih?"

"Udah buruan kesini sekarang. Cepetan!"

"I-iya, sekarang aku sama Sasuke-kun kesitu."

"Hn."

Pip.

Huft. Sedikit bisa bernafas lega. Sekarang gue tinggal nungguin Sasuke sama Sakura nyamperin gue. Sedikit gue nengok kebelakang ke tempat tadi gue ninggalin cewek yang namanya Karin itu. Berharap dia udah menghilang dari muka bumi ini.

Tapi sialnya, dia masih ada! DIA MASIH ADA! Kayaknya nungguin gue.

Shit, gue gak mau kesana. Gue gak mau ikutan acara kayak gitu lagi. Gue gak mau ikutan acara yang gak jelas bibit, bebet dan bobotnya mulai sekarang.

Gue kira temen nya Sakura bakalan cantik-cantik. Mengingat dia sendiri lumayan ehemcantikehem, ya gue yakin pasti pergaulannya juga dengan mahasiswi yang normal dalam hal penampilan. Makanya gue setuju dan percaya aja sewaktu Sakura ngusulin gue buat ikutan gokon.

Tapi ternyata, kenyataan tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan. Ini sih, udah lebih dari meleset jauh dari perkiraan gue. Entah, ini beneran absurd bagi gue.

Nanti pas pulang, gue mau menasihati Sakura, bagaimana cara memilih dan bergaul yang benar dan juga baik. Gue gak mau, adik ipar gue bakalan terjerumus kelembah nista untuk kedepannya. Kalau sampe Sakura terpengaruh, kasian Sasuke. Ntar punya pacar alay, dia ikutan alay juga. Mempermalukan nama Uchiha tau!

Gue masih ketar-ketir, berlagak seperti sedang menelepon seseorang. Ponsel gue, gue tempelin di telinga gue. Abisnya, pas gue nengok kebelakang, tuh cewek masih ada dan ngeliatin gue terus! Takutnya dia curiga lagi, kalo gue lagi bohong dan berniat untuk kabur. Ya emang itu tujuan gue sebenernya sekarang.

Juga, si Sakura sama Sasuke lama banget sih kesini! Perasaan tadi dia bilang lagi di café yang gak jauh-jauh banget deh. Kampret! Jangan-jangan mereka lagi kencan berduaan sambil mesra-mesraan lagi. Gak tau apa, kakak tersayang mereka yang ganteng ini lagi berada di situasi gawat darurat! Huh!

"Itachi, masih lama?" sayup-sayup gue denger teriakan tuh cewek nanyain gue. Njir, gue mau pulang sekarang juga! Sasuke, Sakura, buruan tolongin gue sekaraaaang!

"Itachi-nii!" suara perempuan yang sedang teriak memanggil nama gue. Gue harap itu semoga aja Sakura. Gue celingukan nyari arah sumber suara itu. Ah! Ketemu! Dan ternyata itu beneran Sakura. Kami-sama, arigatou. Aku tertolong.

Gue melambaikan tangan gue cepet-cepet, maksudnya biar Sasuke sama Sakura cepetan nyamperin gue. Kalo perlu, lari juga gapapa lah.

"Ada apa? Kok nii-san diluar sih? Gak ke dalem?" Sakura nanya gue sambil mengatur nafasnya yang sedikit memburu.

"Lo tuh emang pengganggu banget ya, Chi!" Sasuke ngehardik gue.

Kampret nih Sasuke, gue juga orangnya pengertian kali. Gue tau lo sama Sakura lagi ngedate, dan juga males banget gue pake ikut campur gangguin lo berdua. Udahlah, mendingan abaikan aja bocah satu itu. Huh!

"Kalian lama banget sih! Keselamatan gue tuh lagi terancam, tau gak!" gue marah-marah tapi dengan volume suara yang bisa dibilang kecil banget! Kalo sampe kedengeran sama tuh cewek dibelakang gue, bisa gawat urusannya.

"Terancam gimana? Emang ada apaan? Kasih tau dong." Sakura yang orangnya gampang panik mulai terlihat tidak sabaran mengetahui situasi.

"Sak, sumpah ya. Untung lo calon adik ipar gue, kalo enggak gue sekep di kandang monyet lo sekarang juga!"

"Loh, kok jadi aku sih yang disalahin? Emang aku salah apa, sampai diancem begitu segala." Mulai deh dia raut mukanya jadi sedih.

"Tuh liat temen lo. Asli, penampilannya enggak banget. Dan asal lo tau juga Sak, hampir semua peserta gokon ini tuh, penampilannya gak ada yang normal! Lo mau gue berubah jadi anak alay gitu? Gak, makasih. Gue mau pulang." Gue menahan kesal. Masih untung gue gak meledak didepan Sakura.

Walaupun gue itu pribadi yang ramah, baik, rajin, sopan, dan juga ganteng, tapi kalo gue udah gak suka sama sesuatu atau merasa diri gue berada di situasi yang merugikan gue, gue bakal marah. Marah banget!

Dan karena gue gak mau image gue didepan lo semua, para penggemar gue sekalian, jadi jelek, gue masih bisa tahan amarah gue yang udah maksimal sampe keubun-ubun ini. Juga, kasian gue sama Sakura. Dia kan cewek, pacar adek gue juga lagi. Hah, yang sabar aja gue mah.

"Oke, oke kita pulang. Dan tadi, temen aku? Karin maksudnya? Dia sekarang dimana?" dia nanya ke gue. Langsung gue tunjuk tuh cewek yang lagi berdiri gak jauh dibelakang gue sambil liat-liat jam tangannya terus. Mungkin kelamaan nungguin gue. Bodo amatlah.

Sakura langsung nyamperin temennya itu. Dan gue sempet liat dia melotot gitu pas ngeliat penampilan temannya. Baru sadar kalo temennya itu alay? Ck.

"Chi. Jangan marah ke Sakura. Dia gak salah apa-apa." Sasuke bicara ke gue.

Gue lirik Sasuke yang ada didepan sebelah kiri gue. Dan tampangnya agak gak suka gitu ngeliat gue nahan kesel ke ceweknya. Bodo amat deh. Yang ngerasain sengsara kan gue, bukan dia. Dia mah enak-enakan ngedate sama Sakura. Cih!

"Hn." Gue cuma menggumam gak jelas nanggepin omongannya dia.

Terus gue liat Sakura langsung berbicara, entah ngomong apaan, ke temennya itu. Gak lama temennya langsung masuk kedalam tempat gokon sambil menghentak-hentakkan kakinya. Kayaknya dia kesel. Gak tau deh, dia kesel kenapa. Gue gak perduli, yang penting sekarang gue harus selamatkan diri gue dulu. Sakura langsung balik ke tempat gue sama Sasuke.

"Uhm, maaf ya Itachi-nii. Aku gak nyangka kalo jadi begini kejadiannya. Maaf banget. Temen aku biasanya juga gak kayak gitu kok dandannya. Gak tau kenapa dia jadi over gitu. Tapi sebenernya baik kok." Sakura bungkuk-bungkuk minta maaf didepan gue.

Aduh, gue juga jadi gak enak nih sama Sakura. Disatu sisi, dia gak salah karena dia juga gak tau kalo kejadiannya bakal jadi kayak gini. Tapi disatu sisi, dia yang membuat situasi ini terjadi. Intinya dia itu dalang dibalik ini semua. Coba dia gak pake usul ikutan gokon segala, gue masih bisa hidup selamat.

Tapi kayaknya, kalo diurut kejadiannya sampe awal, kayaknya ini salah gue deh. Gue yang depresi diumur yang udah gak lagi remaja, tapi gue masih jomblo. Dan akhirnya gue meminta bantuan ke kedua manusia didepan gue ini.

Jadi intinya, ini semua gara-gara ulah gue sendiri gitu? Salah gue gitu? Karma gitu? Gara-gara gue ngancem si adik kampret gue itu dulu gitu? ARGH! Sial!

Hmm, apa emang udah nasib gue kali ya, jomblo? Tapi ah, kayaknya agak gak normal aja. Gue yang gantengnya bisa bikin pingsan diliat ini, masa sampai sekarang masih jomblo sih? Yah walau gue sih, jomblo nya jomblo elite. Sorry-sorry aja ya.

Yaudahlah, dari pada masalahnya makin panjang dan ribet, mending gue selesein. Males mikirinnya.

"Iya Sak, gak aoa-apa. Bukan salah lo juga kok. Ya mungkin emang takdirnya udah begini kali."

"Aduh, aku beneran minta maaf nii-san. Gak maksud jelek kok. Beneran." Dia masih bungkuk-bungkuk minta maaf ke gue.

Sasuke langsung megangin bahunya Sakura supaya berhenti bungkuk minta maaf.

"Udah Sayang, bukan salah kamu kok. Udah, berhenti bungkuk-bungkuk gitu. Kamu gak salah." Sasuke mencoba menghibur Sakura.

"Ta-tapi Sasuke-kun, ini semua ide aku. Aku yang ngusulin ini semua. Jadi ini semua salah aku." Sakura masih mencoba membungkuk minta maaf ke gue.

"Iya Sak, lo gak salah kok. Udahlah, gak usah dibesar-besarin masalahnya. Mending kita cabut pulang. Dari pada di sini gak jelas, oke?" gue mencoba menghibur dan mengalihkan perhatian si Sakura. Kasian juga gue lama-lama ngeliatnya yang udah kayak mau nangis gitu gara-gara gak dibeliin balon.

"Ta-tapi, Itachi-nii…" Sakura masih mencoba menyangkal.

"Sayang, udah dong. Itachi juga gak masalah kok. Udah yuk, mending kita pergi dari sini, gak enak lama-lama disini. Berdiri pula. Capek kan? Lupain kejadian hari ini." Sasuke mengelus-elus punggung Sakura lembut.

Akhirnya Sakura nangis juga dipelukan Sasuke. Gue cuma bisa senyum. Gue juga nepuk-nepuk kepalanya Sakura pelan.

"Itachi-niiArigatou, ne." Sakura berterima kasih ke gue. Mukanya yang lagi menatap gue sambil nangis sesengukan itu, keliatan lucu dan absurd abis. Gue jadi pengen ngakak, tapi gak enak.

"Ha'I, ha'i. Yaudah, yuk pulang." Gue cuma bisa nyengir dan mengangguk kecil membalas ucapan terima kasih Sakura tadi.

"Hmm." Sakura mengangguk.

Akhirnya gue, Sasuke dan Sakura balik menuju mobil. Dan akhirnya kita pulang. Sebelumnya, Sasuke nganterin Sakura dulu pulang, abis itu baru gue sama Sasuke balik kerumah. Akhirmya gue bisa mengakhiri hari ini yang sukses bikin hidup gue sempet kacau tadi. Dan sekarang waktunya beristirahat.

.

.

.

Tbc.

A/N : Errr, aneh gak sih untuk chapter ini? Kalau menurut aku pribadi sih, iya. Kayaknya kesan humornya bener-bener menghilang di chapter ini. Atau karena sense humor ku yang sudah habis? T.T

Maaf ya kalau chapter ini kurang memuaskan dan mengecewakan. Aku bener-bener mintaaaaa maaf! Hontouni gomennasaaaiiiii .

Chapter ini adalah puncak konflik dari fanfict ini. Dan itu akhirnya fanfict ini mendekati ending :D Yatta! Ku akui chapter depan itu adalah chapter terakhir! Semoga aku masih punya kekuatan untuk melanjutkannyaaaa TT_TT. Dan semoga para readers masih mau menanti fanfict abal ku ini huhuhu.

Untuk kali ini, aku gak mau ngoceh apapun atau beralasan apapun lagi yang membuat aku meng-update fic ini begitu lama. Pasti kalian udah bosan, dan berpikir Lagu Lama! Oke, abaikan. Hehe.

Dan, aku akan balas semua review kalian ya. Tapi gak akan panjang dan memakan tempat. Tapi, kalau gak mau baca, di skip aja hehe.

Ricchi : Makasih reviewnya :D iya, di fic ini ada perkembangan hubungan SasuSaku loh :)

reader : iya, memang sedikit terinspirasi dari situ ^^ makasih udah suka, hehe.

Sa-chan Rivaille : aduh, aku belum kepikiran buat versi papi dan mami Uchiha, hehe. Tapi nanti kalo ad aide mungkin akan kubuat? Tapi gak janji ah xD

Kaho : haha makasih nih reviewnya :D

mako-chan : what? Kakek? Masa papi Fugaku dipanggil kakek? Punya cucu aja belum, hihi.

UchiNami Selvie : haha mereka memang keluarga nista nan lebay xD

sonedinda : haha tapi nista-an si Itachi disbanding Sasuke loh.

Uchiha sasu Ella : aku juga gak tau siapa yang salah -,- emang Mami Mikoto alay sih, hihi.

Aysa Haruna : emm, enggak juga sih kalo aku takut fic ini gak laku. Kutaruh ada chara SasuSaku karena mereka memang terlibat di fic ini, hehe.

Seijuurou Eisha : sip, makasih. Nih udah lanjut :D mereka memang keluarga nista. Keturunan sih -_-

Light Strife Namikaze : kalo ada ide mungkin nanti akan ku buat, tapi gak janji xD iya aku juga ngerasa gitu kok, sepertinya sense humorku sudah menghilang. Hiks T.T

Faracchi Neko Darkblue : hehe, yang penting udah review :D iya, ini lanjut kok.

Fany-san : Sasuke mah emang rajanya gaul, hihi. Iya, maaf ya kalau jadi kurang suka. Aku memang terinspirasi dari situ. Hehe.

Nakamura Mayuki : aduh, aku dipanggil teteh? Baru pertama kali loh, hihi. Haha mereka memang keturunan alay dan nista. (dikubur hidup-hidup). Ahaha kita Savers ya :D wah, versi naruhina? Aku belum ada feel sama pair mereka. Mungkin nunggu hidayah dulu yah pasti nanti kubikinin :D

Hikari Ciel : haha aku juga sebenernya ngetik sambil ketawa sendiri loh, hihi.

Lhylia Kiryu : Wah, kebetulan si Itachi memang lagi menunggu jodohnya tuh. Udah sikat aja langsung kalo mau mah, haha.

Uchiha Shesura-chan : mereka memang alay semua. Jadi, maklumi saja, heheh. Wah, kamu beruntung bisa melihat pertengkaran duo Uchiha secara live (?) haha. Tapi jangan ditiru ya xD kamu berminat jadi jodohnya itachi? Haha om botak? Ada-ada aja -_-

Anonym : hehe makasih sudah ketawa loh :D

8998fabz-uzuhina : yah, aku juga pengennya gitu. Tapi ini udah mau tamat T.T huhu.

blue sapphire : hehe, shodaime dan nidaime nya gak disebut sekalian? :D

sonedinda2 : hehe makasih pujiannya :D beneran fic yang ditunggu nih? Gomen ya update nya lelet -_-

Lvoe SJ to EFL : haha, kamu jualan gak? Nanti pasti dibeli langsung sama Itachi. Hehe gak apa-apa, makasih ya sudah review :D

Fivani-chan : tapi sayangnya Itachi bukannya bantuin, palingan dia ngakak ketawa guling-guling ngeliat Sasuke galau :D

Guest : ahaha, artinya mereka sukses membuat kamu ketawa yah :D

Uchiha Sakura : yawloh, kasian abang Itachi dikatain keriput kayak kakek-kakek jomblo pula -_- tapi emang bener sih xD ahaha.

aichan : kayaknya Itachi juga mau tuh sama kamu, cieeeee :3 mereka susah dibilangin, gak bakal bisa akur (?) haha.

naruishikawa : hehe, makasih. Sedikit terinspirasi oleh dia sih hehe.

show fuma : yawloh, itu saran yang sangat sesat -_- haha

eileithyiakudo : haha ayo buruan daftar, banyak yang ngantri sama Itachi soalnya :D

.7739814 : sip, ini udah lanjut :D

Yuuki Chen : sip sip, ini udah lanjut loh :D

Naminasai : wah hati-hati entar perutnya sakit dikocok-kocok :p haha

Guest : ada dong, kan Itachinya malah tokoh utama :D

Akira seikawa : iya, di lompat kelas gitu. Jadinya udah kuliah deh.

Akhirnya selesai. Fyuh! Maaf kalau kebanyakan ._.

Terima kasih atas segala perhatian para readers selama fic ini ada. Aku sangat berterima kasih loh :D tanpa kalian, mungkin aku akan jadi author -_- hehe.

Mind to review again? ^^

Sign,

Kumada Chiyu.