IT'S TRUE LOVE

CAST :

KIM JAEJOONG

JUNG YUNHO

AND

OTHER CAST

=====0000=====

Kata orang 'Cinta' itu adalah sebuah pengorbanan. Berkorban untuk orang yang dicintai adalah salah satu cara bahwa kita sangat mencintainya.

Kara orang 'Cinta' itu tak harus memiliki. Tapi buat apa mencintai seseorang tapi kita tak bisa memiliki orang yang sangat kita cintai itu.

Kata orang 'Cinta' itu tulus. Tapi kenapa ada yang memaksa untuk mencintai sesuatu yang tidak dicintai.

Begitu lah deskripsi Cinta yang banyak kudengar dari banyak orang. Dan aku tak tahu apa arti kata 'Cinta' untukku sendiri. Bukan karena aku tak pernah mencintai seseorang melainkan aku tak pernah menyadari rasa cintaku terlalu besar untuknya. Tapi aku tak pernah berkorban untuk orang yang aku cintai tersebut. Dan itu dulu sebelum semua berubah seperti sekarang.

Dan inilah kisah seorang Jung Yunho yang akan mempertahankan cintanya. Cinta dari seorang Kim Jaejoong yang akan selalu bersama untuk selamanya.

Kumulai cerita ini...

=====0000=====

Disebuah lorong rumah sakit ini kita banyak menjumpai orang-orang yang tengah memperhatikan kita. Banyak diantara mereka melihat dengan tatapan bahagia, sedih dan bahkan ada juga yang marah. Karena disini adalah rumah sakit khusus untuk orang-orang yang terganggu jiwanya.

Sepasang kaki berjalan dengan gagahnya menunjukkan wibawanya dan diselingi dengan senyum yang memukau. Mata musangnya melihat semua pasien yang ada disana untuk memastikan perkembangannya. Ya karena namja tersebut adalah dokter khusus rumah sakit ini, yaitu Jung Yunho.

Menjadi dokter adalah impian terbesarnya untuk menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Sebenarnya Yunho adalah dokter spesialis jantung yang sangat terkenal. Tapi semua itu berubah sekitar setahun yang lalu, ketika dia menginjakkan kakinya dirumah sakit jiwa ini.

"AAAHHH ! PERGI! PERGI!", teriak seorang pasien salah satu kamar dan sontak membuat Yunho berlari menuju suara tersebut. Karena dia sangat mengenal suara siapa itu, suara pasiennya. Suara seseorang yang mampu membuat Jung Yunho mengubah hidupnya menjadi dokter dirumah sakit jiwa itu. pasien yang tak lain dan tak bukan adalah cintanya yaitu Kim Jaejoong.

"PERGI ! PERGI ! BRENGSEK", teriak Jaejoong lagi.

"yaampun Jae. Tenang kan dirimu Jae", Yunho memeluk tubuh Jaejoong dengan sangat erat.

"PERGI !", Jaejoong terus meronta dalam rengkuhan Yunho yang menenangkannya. Banyak perawat yang sudah memasuki ruangan Jaejoong dan membawa obat penenang seperti biasanya. Ya biasa, karena memang setiap paginya Jaejoong akan histeris dengan sendirinya tanpa tahu penyebab pastinya.

"kau harus tenang Jae", suara Yunho menenangkan Jaejoong yang terus meronta untuk dilepaskan.

"PERGI!", Jaejoong memukul Yunho untuk melepaskannya lagi tapi semakin keras Jaejoong meronta semakin erat pula Yunho memeluknya.

Dan tanpa sepengetahuan Jaejoong seorang perawat mendekat dan menyuntikkan obat penenang. Seketika itupun Jaejoong berhenti meronta dan mulai memejamkan matanya.

"Mianhae", satu kata itulah yang mengiringi Jaejoong kealam bawah sadarnya.

=====0000=====

Kenapa bisa seperti ini, disaat aku ingin menebus kesalahanku membuka lembaran yang baru dengannya. Tapi saat aku bertemu dengannya, dia menjadi seperti ini.

"apa ini karenaku Jae?", kuusap lembut helaian rambutnya memberikan ketenangan pada dirinya.

"mianhae Jae", air mata yang kutahan jatuh begitu saja. Seakan begitu besarnya rasa bersalahku selama ini.

Mungkin semua ini karma yang harus kutanggung karena sudah pernah meninggalkannya. Meninggalkan namja yang pernah sangat mencintaiku dan kucintai. Saat itu aku berharap untuk Jaejoong mampu melupakkan ku, melupakan semua tentang kami. Tapi bukan seperti ini, bukan cara dia memandangku dengan tatapan kosongnya. Tatapan takutnya, seakan-akan aku adalah orang yang benar-benar jahat padanya.

"sebenarnya apa yang terjadi Jae?", ucapku yang terakhir kali untuk melanjutkan pekerjaan ku sebagai dokter disini.

=====0000=====

Ddrrtt~~

Suara hanphone Yunho bergetar menandakan bahwa dia harus kembali bertugas. Mengurusi pasien yang ada di rumah sakit ini. Sebenarnya Yunho ingin lebih lama menjaga Jaejoong tapi tugasnya mengharuskannya untuk bergegas kembali.

"sampai jumpa lagi Jae", ucap Yunho sambil mengecup sayang kening Jaejoong. Dan Yunho berlalu dari ruangan Jaejoong untuk mengurusi pasiennya yang lain.

"bagaimana keadaan Joongie, hyung?", ucap seseorang namja ketika melihat Yunho memasuki ruangannya.

"seperti biasa Chun", jawab Yunho dengan lemas kepada namja tersebut, Park Yoochun.

"berdoa saja semoga Jae Hyung kembali seperti dulu", ujar Yoochun. Hanya itu yang bisa Yoochun berikan, kata-kata penyemangat agar Yunho selalu kuat. Yoochun mengetahui apa yang terjadi antara keduanya hingga bisa seperti ini. Tapi dia juga tidak pernah mengetahui kenapa Jaejoong bisa terganggu jiwanya. Pastinya hal yang sangat mengerikan karena bisa membuatnya menjadi gila.

"kuharap seperti itu juga", ucap Yunho setelah lama terdiam.

"kau sudah mendapatkan informasi kenapa Joongie seperti ini?", lanjut Yunho lagi. Dia terus mencari tahu penyebab mengapa Jaejoong bisa seperti ini. Dia yakin masalalu nya lah yang membuat Jaejoong seperti ini, tapi tidak tahu apa penyebab yang sebenarnya.

"belum hyung. Tidak banyak yang mengenal Joongie hyung disini", kata Yoochun menyesal.

"baiklah. Kuharap kau tetap membantuku", ujar Yunho sambil menepuk pundak Yoochun

"ne hyung. Pasti.", jawab Yoochun mantap. Ucapan terakhir tadipun menandakan usainya pembicaraan Yunho dan Yoochun.

=====0000=====

Setelah menjenguk Jaejoong yang masih tertidur, Yoochun pergi untuk memberi tahukan keadaan Jaejoong pada sang namjachingu, Kim Junsu.

Ddrrrttt~~~

Suara dering telepon menyadarkan Yoochun, dan melihat sang namjachingu lah yang meneleponnya.

"yeoboseyo"

"..."

"ne. Masih sama,belum ada perkembangan lagi"

"..."

"baiklah aku akan menjemputmu"

"..."

"ne saranghae"

KLIK~. Yoochun menutup sambungan teleponnya dan bergegas untuk menjemput sang namjachingu.

=====0000=====

Disebuah rumah yang sangat mewah terdapat keluarga yang tengah makan malam dengan sangat hikmat. Mereka makan dengan sangat tenang, hanya ada suara sendok dan garpu yang bergesekkan dengan piring. Sangking hikmatnya mereka tak menyadari kalau ada sesosok orang yang telah memasuki rumah tersebut.

"Yun, kau tidak makan?", ucap yeoja paruh baya yang melihat Yunho berjalan menuju kamarnya. Dan semua mata sekarang memandang sosok objek tersebut.

"anni eomma, Yunho sudah makan diluar", jawab Yunho dan kembali meneruskan langkahnya.

Ya sekarang kita tahu rumah siapa itu. rumah dari keluarga yang sangat terpandang yaitu keluarga Jung.

TREK~

"eomma aku sudah kenyang", Changmin segera menyusul kekamar Yunho saat setelah menghabiskan makannya yang tidak bisa dibilang sedikit itu. hanya anggukkan yang diberikan oleh Tn dan Ny Jung karena mereka masih menyantap makanan mereka.

CEKLEK`~

"Hyung. Otte?", tanya Changmin pada Yunho.

"masih sama minnie-ya", jawab Yunho tanpa melihat kearah Changmin. Dan Changminpun tak mempermasalahkannya, karena diapun tahu kalau hyungnya itu masih tengah lelah.

"jangan sampai appa tahu nde", lanjut Yunho yang sekarang melihat kearah Changmin.

"ne hyung. Aku akan pastikan itu", jawab Changmin sambil berjalan mendekat kearah Yunho dan duduk disamping Yunho.

"gomawo minnie. Aku takut kalau appa tahu dan semakin membuat Joongie tertekan", Yunho memandangi langit-langit kamarnya.

Bukan menjadi rahasia lagi kalau atau appa Yunho tidak menyukai Jaejoong bahkan appanya mempunya andil yang sangat besar atas perpisahan mereka dulu. Appa Jung mengira Jaejoong hanyalah seonggok sampah yang hanya akan memanfaatkan Yunho untuk kepentingannya sendiri.

Menurut Tn. Jung, Jaejoong hanyalah seorang yatim yang sengaja menjerat Yunho agar mau menikahinya. Makanya dia tak ingin anaknya terjerat oleh tipu muslihat Jaejoong dan Tn. Jung itu menjunjung tinggi derajat martabat keluarganya.

"hyung waeyo?", suara Changmin sontak membuat Yunho kembali kealam sadarnya.

"gwenchana", ucap Yunho yang lalu memejamkan matanya begitu saja. Changmin yang melihat hyung nya menutup mata seolah tahu kalau hyungnya itu memang tidak ingin diganggu lagi. Changmin pun lantas pergi meninggalkan Yunho yang mulai kembali berpikir tentang Jaejoong.

=====0000=====

Kenapa semua seperti ini? Kenapa mereka seperti ingin melukaiku. Tatapan mata mereka seolah ingin memakanku. Aku takut kondisi seperti ini, tapi aku juga tidak tahu bagaimana bisa pergi darisini. Mereka seolah tak pernah membiarkanku untuk pergi darisini, padahal aku sudah memberontak.

Ya aku tahu, mereka semua ingin berbuat jahat padaku. Sebenarnya apa salahku sampai mereka seperti itu padaku. Aku tak mengenal mereka satupun tetapi kenapa mereka terus menahanku disini. Saat aku memberontak mereka selalu memberikanku penenang yang membuatku tidak bisa berontak lagi. Apa yang mereka berikan kepadaku sebenarnya?

Dan siapa pria itu, dia selalu memelukku. Padahal aku sudah mencoba untuk berontak tapi dia malah mempererat pelukannya. Apa dia salah satu orang yang akan melukaiku. Makanya dia tak membiarkan ku pergi darisini. Tatapan matanya seolah mengurungku untuk tetap bersamanya.

Aku takut berada ditempat asing ini. Tolong, tolong siapapun tolong aku. aku takut berada ditempat ini. Mereka selalu memberikanku obat yang tak tahu apa itu dan selalu membuatku merasa lebih ketakutan. Siapapun itu selamatkan aku dari tempat ini, aku butuh bantuan. Aku takut ketika banyak orang yang selalu terbayang dalam benakku.

Pasti mereka semua salah satu orangnya, aku yakin itu. jadi siapapun selamatkan aku, aku ingin pergi dari tempat ini.

Oh tidak mereka datang lagi, mereka datang lagi aku harus berlari darisini. Tapi kenapa mereka semakin banyak dan semakin banyak membuatku takut. Dan dan mereka mencoba ingin menyentuhku, tolong siapapun tolong aku.

Aku takut sungguh, tolong aku. Hei kenapa kalian diam saja, padahal kalian lihat jelas mereka ingin menjahatiku.

Biarkan aku pergi, tapi kenapa mereka semakin mendekat dan dan mereka mulai menyentuh ku. Siapapun tolong tolong aku. Yunnie Yunn tolong aku, kenapa kau pergi yuuuunnn.

=====0000=====

"AAAAAHHHH PERGI! PERGI !", teriak Jaejoong histeris. Dan seolah tahu apa yang terjadi Yunho dengan sigap datang untuk menenangkan Jaejoong lagi.

"Joongie tenang ne", ucapnya menenangkan Jaejoong.

Tapi bukannnya tenang Jaejoong kembali memberontak, menatap tajam Yunho. Seakan-akan Yunho adalah orang yang harus dijauhi. Pandangan mata Jaejoong seolah mengintimidasi dan sarat akan ketakutan. Yunho yang melihat tatapan mata Jaejoongpun hanya bisa pasrah dengan keadaan. Jaejoong tak mengingatnya bahkan untuk sekedar tatapan lembut.

"PERGI !", teriak Jaejoong lagi karena Yunho tak juga melepaskan pelukannya. Jaejoong takut sekarang, tatapan matanya tajam kearah Yunho. Takut bahwa Yunho adalah salah satu orang yang akan mencelakainnya.

"tenang Jae. Aku akan selalu melindungimu", ucap Yunho.

"tolong.. tolong.. tolong.. bawa aku pergi darisini. Aku takut !", ujar Jaejoong sambil memperhatikan sekitarnya, seolah dia takut akan ada yang membawanya.

"ne aku akan membawamu", ucap Yunho lagi. Yunho mengusap punggung Jaejoong untuk memberikan kekuatan dan kehangatan yang dibutuhkan namja cantik tersebut.

"Mianhae saya terlambat Dok", ujar perawat yang siap dengan suntikannya.

"jangan. Biarkan seperti ini saja", Yunho menghalangi perawat yang akan memberikan obat penenang pada Jaejoong.

"tapp.."

"biarkan seperti ini !", teriak Yunho dan membuat perawat tersebut terdiam takut lalu pergi dari ruang rawat Jaejoong.

"lihat mereka tak memberikannya kan. Kau tetap bisa membuka matamu", Yunho kembali menenangkan Jaejoong.

"aku takut. Aku takut. Mereka mengejarku", ucap Jaejoong waswas. Jaejoong masih memperhatikan sekelilingnya dengan pandangan takutnya,

"sssttt tak ada yang mengejar Joongie. Yunnie akan melindungi Joongie ne", ucap Yunho sambil memberikan ketenangan pada Jaejoong karena tubuhnya masih bergetar hebat.

"aku takut. Aku takut. Aku takut", gumam Jaejoong.

Akhirnya setelah sejam lamanya menenangkan Jaejoong yang sangat ketakutan, akhirnya Jaejoongpun tertidur dipelukan Yunho. Sikap Jaejoong yang sekarang membuat Yunho senang karena akhirnya Jaejoong mau meresponnya. Walaupun hanya 'aku taku' yang diucapkan Jaejoong tapi itu adalah tanda bahwa dia mulai merespon sekitarnya.

"Saranghae Boo", bisik Yunho sambil mengecup sayang kening Jaejoong. Dan tanpa sepenglihatan Yunho bibir Jaejoong membentuk senyuman dalam tidurnya.

=====0000=====

Disebuah rumah sakit besar di Seoul terlihat namja paruh baya yang berjalan memasukinya. Dia disambut bak raja yang tengah berkunjung. Dan ya siapa lagi kalau bukan Tn. Jung, appa dari Yunho dan juga pemilik rumah sakit tersebut. Tn. Jung berjalan dengan wibawanya yang tinggi kearah sebuah ruangan. Dan semua yang ada disana hanya menatapnya dengan waswas. Pasalnya sudah lama sekali Tn. Jung tak pernah datang kerumah sakit semenjak sang putra bekerja disini. Tapi yang mereka tahu bahwa sudah setahun terakhir ini Yunho sudah tak bekerja lagi disini.

"selamat siang Tn. Jung", sapa seorang dokter yang ada disana.

"ne Dr. Park. Aku mau menemui Yunho", jawab Tn. Jung langsung.

"tapi Tn. Jung, Dokter Jung sudah lama tidak menjadi dokter disini lagi", ucap .

"mwo? Apa maksudmu?", tanya Tn. Jung heran.

"ne Tn. Jung. Dr. Jung sudah tak menjadi dokter disini lagi. Kudengar dia telah mengabdikan dirinya menjadi salah satu rumah sakit jiwa.

Mendengar perkataan Dr. Park, pun sontak kaget karena Yunho tak pernah memberitahunya sama sekali.

"baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu ", Tn. Jung pun berlalu meninggalkan ruangan Yunho karena tidak menemukan Yunho disana.

"caritahu kenapa Yunho memilih menjadi dokter dirumah sakit jiwa tersebut", perintah kepada sekertaris Kim.

"ne sajangnim", ucap Sekretaris Kim patuh.

"aku mau kabarnya sudah ada nanti malam".

"ne sajangnin. Akan saya kerjakan", pun memasuki mobil dan melaju ke Jung Corp bersama sekretaris Kim.

=====0000=====

"bagaimana hyung? Kudengar Joongie hyung tak perlu obat penenang tadi", tanya sesosok namja imut, yaitu Kim Junsu.

"ne begitulah. Aku bisa menenangkannya", jawab Yunho yang masih mengecek daftar pasiennya.

"berarti Joongie hyung sudah mau meresponmu hyung", ucap Junsu sambil melihat apa yang sedang dikerjakan Yunho.

"tapi Joongie selalu bilang kalau dia takut Su. Tapi aku tak tahu dia kenapa?", Yunho menerawang saat dirinya menenangkan Jaejoong tadi pagi. Mendengar ucapan Jaejoong membuat Yunho merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Jaejoong seperti janjinya pada orang tua Jaejoong.

"sudahlah hyung. Mungkin belum saatnya untuk kita tahu apa yang sudah terjadi pada Joongie hyung", ucap Junsu menenangkan. Sebenarnya Junsu juga ingin tahu apa yang menyebabkan sahabat yang sudah dianggap sebagai hyungnya itu bisa seperti itu. Tapi Junsu juga tidak mau memaksa Jaejoong karena dia tahu pasti kejadian yang sangat menyeramkan yang menimpa Jaejoong. Kenapa tidak? Jaejoong menjadi seperti orang yang tak mengenal siapapun dan merasa ketakutan setiap saat.

Junsu pun berpikir ini pasti ada hubungan nya dengan orang tua Yunho karena menolak keras Jaejoong yang menjadi tambatan hati Yunho. Tapi Junsu tak mau menuduh cukup ini menjadi bahan pikirannya saja.

"ne kau benar Su. Kuharap Joongie bisa kembali seperti dulu lagi", jawab Yunho setelah lama terdiam.

"ne hyung aku juga berharap seperti itu", ucap Junsu. Dan Junsu pun keluar menuju ruangan Jaejoong karena memang tujuan awalnya ingin bertemu dengan hyungnya tersebut.

DDRRTT~~

Telepon Yunho bergetar menandakan ada yang meneleponnya dan terlihat kalau Yoochun yang menghubunginya.

"..."

"ne Chun"

"..."

"mwo? Tapi aku juga tak bisa menutupi nya terus. Cepat atau lambat appaku akan tahu kalau aku menjadi dokter disini", jawab Yunho.

"..."

"ne tak apa. Mungkin appa sedang menyelidikiku".

"..."

"aku takkan membiarkan appa tahu kalau disini ada Jaejoong"

"..."

"ne baiklah". Yunhopun menutup teleponnya dan kembali mengerjakan tugasnya yang terbengkalai.

=====0000=====

"jadi dia menjadi dokter pribadi namja sialan itu", marah sambil membuang kertas yang sudah dia baca.

"ne sajangnim. memang menjadi dokter disana karena pasien yang bernama Jaejoong tersebut. Tidak ada yang tahu pastinya kenapa Jaejoong bisa menjadi seperti itu", jelas sekretaris Kim.

"berita bagus. Jangan sampai ada yang tahu kenapa namja sialan itu bisa seperti itu", tegas .

"ne sajangnim".

"ternyata namja sialan itu masih hidup. Dan kembali ingin merebut Yunho lagi", gumam Tn. Jung pelan karena hanya dia yang bisa mendengar suaranya tersebut.

"jangan sampai Yunho tahu, kalau aku sudah tahu keberadaan namja sialan itu", perintah pada sekretaris Kim. Setelah mendengar perintah dari tuannya tersebut sekretaris Kim bergegas keluar melanjutkan pekerjaannya kembali.

"takkan kubiarkan kau hidup dengan tenang Kim. Hahahahah", tawa keras Tn. Jung menggema didalam ruangannya. Menyusun rencana untuk melenyapkan seseorang yang harus memang lenyap daridulu.

Dan tanpa sadari ada sesosok yeoja paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalan . Yang tengah mendengar pembicaraan tersebut dari awal. Dia hanya bisa terdiam terpaku mendengar apa yang tengah suaminya katakan.

End

Or

Te be ce

.

.

Iyaaah elap keringet XD

Bagaimana? Bagaimana ceritanya?

Pada suka? Pada suka? Pada suka?

Kalau banyak yang suka bakal dilanjutin tapi kalau egak ya abis disini aja..

Jadi review yang banyak yah biar tahu pada suka apa egknya..

And then thank you *bow