IT'S TRUE LOVE

CAST :

KIM JAEJOONG

JUNG YUNHO

AND

OTHER CAST

=====0000=====

Saya dateng lagi dengan chap baru yang mungkin nambah aneh aja.

Maaf ne udah update lama, bagi para reader *emang ada yang baca*..

And so, maaf kalau masih ada typo(s) yang bertebaran dimana-mana, itu adalah kesalahan yang tak bisa dihindari hahaha.

Happy Reading ^^

=====0000=====

" , Jaejoong ssi tak ada dikamarnya", panik salah satu perawat yang menghampiri Yunho ketika dia datang.

"MWO? Bagaimana bisa?", ujar Yunho tak kalah panik. Pikiran-pikiran buruk menghantuinya saat ini. Bagaimana bila terjadi sesuatu pada Jaejoong diluar sana nanti.

"kami lupa mengunci ruang rawatnya ", jawab perawat tersebut.

"cari Jaejoong sampai ketemu. Palliwa !", perintah Yunho pada perawat tersebut. Inilah salah satu yang ditakuti Yunho selama ini akan terjadi. Apabila Jaejoong berniat ingin kabur dari rumah sakit jiwa ini. Bagaimana nanti ada orang yang ingin berbuat jahat padanya lagi. Pasti Jaejoong ketakutan diluar sana bukan.

"Boo, eodiseo?", gumam Yunho bergegas untuk mencari Jaejoong. Dia harus segera mencari Jaejoong, Yunho tidak mau terjadi sesuatu terhadap Jaejoong diluar sana.

"waeyo Yun?", suara Junsu menghentikkan langkah Yunho untuk mencari Jaejoong.

"Joongie menghilang, Su", jawab Yunho masih dengan nada yang sangat panik.

"bagaimana bisa?", tanya Junsu yang menjadi khawatir juga.

"ruang rawatnya lupa dikunci kembali", jawab Yunho yang lalu berlari kearah tempat parkir mobilnya. Junsu yang niatnya untuk menjenguk Jaejoongpun mengikuti Yunho untuk mencari Jaejoong. Mereka berdua mulai memasuki mobil masing-masing untuk mencari Jaejoong. Bukankah akan lebih mudah jika mencarinya berpencar eoh?

=====0000=====

Bagaimana ini? Kenapa kau bisa kabur hyung. Bagaimana bila terjadi sesuatu yang buruk lagi padamu hyung. Aku takut terjadi yang tidak-tidak. Itu semakin membuatku merasa bersalah hyung.

Tak tahu kah kau hyung kalau setiap malam aku selalu dirundung rasa bersalah. Dalam mimpiku selalu mendengar suara kesakitanmu hyung. Maaf kan aku hyung, aku sungguh menyesal tak menolongmu saat itu.

Rasa egoisku untuk mendapatkan Yunho yang membuatku tidak bisa menolongmu Joongie hyung. Aku tisak menyangka kalau itu bisa membuatmu menjadi seperti sekarang ini. Apakah ini juga kesalahanku? Apakah aku juga menjadi penyebab kau seperti ini? Berarti aku sama saja bukan dengan appa Jung kalau begitu.

"hyung eodiseo?", gumamku sambil melihat-lihat sekitar, bila saja ada Joongie hyung dijalan yang kulalui ini.

Perasaan khawatir bercampur bersalahpun mulai menggerogoti ku lagi. Kejadian beberapa tahun silam yang selalu menghantuiku. Kejadian yang selalu ingin bisa aku lupakan tapi aku tak pernah mampu melupakannya.

Flashback~

"LEPASKAN AKU BRENGSEK", teriak suara yang kudengar dari gang yang gelap itu. akupun mencoba mencari apa yang tengah terjadi dan betapa terkejutnya aku saat melihat apa yang tengah terjadi. Joongie hyung yang hendak diperkosa oleh namja-namja tersebut. Aku harus menolong Joongie hyung dan mengatakan pada Yunho apa yang tengah terjadi padanya.

'untuk apa menolongnya? Bukankah ini kesempatanmu untuk mendapatkan Yunho. Biarkan dia disana dan nanti Yunho merasa jijik dengannya dan kau bisa mendapatkan Yunho', suara seseorang yang kudengar. Aku bimbang sekarang, apa aku harus menolong Joongie hyung atau membiarkannya saja dan aku bisa mendapatkan Yunho. Bukankah selama ini aku ingin bersama dengan Yunho. Ya, inilah waktunya aku untuk bisa memiliki Yunho.

"TOLONG.. TOLONG AKU SU", teriakan Joongie hyung yang memandangku dengan tatapan memohon. Tapi maafkan aku Joongie hyung, aku ingin sekai memiliki Yunho tanpa ada pengganggu sepertimu. Akupun melangkahkan kakiku menjauh dari tempat itu tanpa memperdulikan teriakan kesakitan dari bibir Joongie hyung.

=====0000=====

Bagaimana caranya agar aku bisa pergi dari tempat ini. Aku tidak ingin disini ! mereka sengaja mengurungku disini agar aku tidak bisa kemana-mana dan mereka akan selalu menakutiku. Ya, aku harus pergi dari tempat yang tidak aku tahu ini tempat apa.

Suara-suara yang selalu kudengar saat malam hari disini membuatku takut. Takut apabila orang-orang itu akan menyakitiku lagi. Aku harus segera pergi darisini dan meminta pertolongan pada Yunnie. Pasti dia sangat khawatir padaku saat ini, pastinya dia sedang mencariku saat ini.

Suara derap langkah mendekat dan semakin mendekat. Orang-orang itu datang lagi aku harus pura-pura tidur agar mereka tak memberi obat yang bisa membuatku lemas lagi.

"kurasa dia sudah tidur", suara salah satu dari orang tersebut. Ya kalian harus mengira aku tidur agar aku bisa lari darisini. Kudengar suara mereka sudah tidak ada lagi, aku harus bisa pergi darisini secepatnya.

CEKLEK~

Ah pintu ini bisa dibuka dan aku bisa pergi dari tempat ini. Kulangkahkan kakiku untuk menjauh dari tempat ini sambil menengok kesekitar siapa tahu ada yang melihatku. Orang-orang itu tak boleh tahu kalau aku akan pergi darisini.

Akhirnya aku bisa pergi dari tempat itu. orang-orang itu pasti tidak akan bisa memaksaku lagi untuk meminum obat yang membuatku lemas lagi kan. Tapi dimana tempat ini, aku tidak tahu dimana ini. Kenapa mereka melihatku seperti itu? apa mereka salah satu orang-orang yang ada ditempat itu. Tidak, aku tidak boleh ada disini. Aku harus bisa pergi dari tempat ini.

=====0000=====

Sudah dua jam Yunho pergi mencari keberadaan Jaejoong. Tapi dia tidak bisa menemukan keberadaannya. Yunho juga sudah menelepon Junsu, tapi Junsupun belum bisa menemukan keberadaan Jaejoong.

Mata Yunho selalu mengawasi jalan yang dia lalui, siapa tahu salah satu orang-orang itu ada Jaejoong. Dia harus mencari dan menemukan Jaejoong sebelum gelap datang karena Jaejoong akan ketakutan bila ditempat gelap.

"dimana kau Boo?", gumam Yunho sambil melihat-lihat jalan yang dilaluinya. Mata musangnya selalu awas melihat orang-orang dijalan. Dia tidak peduli jika mobilnya jalan dengan sangat pelan dan bisa saja mengganggu pengendara yang lain. Tapi apa pedulinya? Pokoknya dia harus menemukan Joongienya. Apakah orang-orang itu akan membantunya? Yunho rasa tidak bukan.

Drrttt~~~

Suara getar telepon terdengar menandakan adanya panggilan masuk dari ponselnya. Dengan tanpa mengalihkan perhatiannya pada jalan Yunho menerima panggilan tersebut.

"yeoboseyo?", ucap Yunho setelah mengangkat teleponnya.

"..."

"ne Changmin-ah. Aku belum menemukannya. Bagaimana denganmu?", tanya Yunho pada Changmin yang ternyata sipenelepon tersebut.

"..."

"baiklah kalau begitu. Bantu aku mencarinya ne. Aku khawatir Joongie pasti ketakutan diluar sana", pinta Yunho pada Changmin.

"..."

"gomawo ne", ucap Yunho sebelum mengakhiri sambungan teleponnya. Yunho meminta bantuan pada orang-orang yang mengetahui keberadaan Jaejoong untuk mencarinya. Karena dia benar-benar takut bila terjadi sesuatu pada Jaejoong nantinya.

Yunho pun melanjutkan pencariannya melihat jalan-jalan yang dilalui banyak orang-orang tersebut.

=====0000=====

Ditengah keramaian dikota sepasang kaki kini tengah berjalan dengan resah karena ketakutan yang menderanya. Dia melihat orang-orang sekitarnya bagaikan melihat sesuatu yang sangat mengerikan. Begitulah pandangan seorang Kim Jaejoong pada orang-orang sekitarnya. Jaejoong takut dengan keadaan seramai ini.

Jaejoong berjalan dengan sangat lambat dan dia masih mengawasi jalan sekitar nya. Takut jikalau orang-orang itu akan menangkapnya lagi.

"Yunnie Yunnie", gumam Jaejoong selama dia berjalan. Tanpa dirasa Jaejoong telah berada ditaman.

Jaejoong melihat-lihat taman itu yang sekarang ini sedang ramai dikunjungi oleh anak-anak yang sedang bermain disitu. Mata Jaejoong mengawasi sekeliling taman itu takut jika ada yang akan berbuat jahat padanya.

"Yunnie.. Yunnie eodiya?", lirih Jaejoong yang hanya bisa didengarnya saja. Jaejoong terus menggumamkan nama Yunnienya. Dan tidak banyak juga yang melihat nya dengan pandangan heran.

Bagaimana orang-orang tak memandang heran pada Jaejoong saat ini. Jaejoong hanya mengenakan baju pasien tanpa alas kaki dan selalu memandang yang ada disitu dengan awas.

BUGH~

Sebuah bola tepat mengenai perut Jaejoong yang sontak membuatnya berhenti bergumam dan memandang sekitarnya lebih awas.

"ya noona ! berikan bolanya pada kami !", teriak salah satu anak. Jaejoong hanya bisa diam dan terus memandang bola yang ada didekat kakinya sekarang ini. Dia cukup takut untuk melihat kearah anak tadi.

"palliwa ! noona", teriak anak yang satunya lagi. Dan Jaejoong tetap diam. Semua mata yang ada disana kini tertuju padanya dan membuat Jaejoong menjadi takut sekarang ini.

Kilasan-kilasan mengerikan itu datang kembali saat semua orang yang disana melihatnya dengan pandangan heran.

"ya agasshi ! apa kau tak dengar anak-anak itu meminta bolanya HAH!", teriak seorang namja separuh baya sambil menghampiri Jaejoong.

Jaejoong yang ketakutan lantas hanya bisa berjongkok ditengah orang-orang yang sekarang ini tengah mengerumunginya.

"apa kau tuli eoh? Tak mendengar aku berbicara?", lanjut namja yang tadi.

"sepertinya orang ini gila, lihat saja penampilannya sekarang ini sangat kotor", ucap seorang yeoja yang ada disana.

"Yunnie Yunnie", gumam Jaejoong ketakutan. Jaejoong sangat takut dengan suara-suara yang disebabkan oleh orang-orang yang ada disana.

Tak henti-hentinya orang-orang yang ada disana mencaci Jaejoong. Sampai ada yang melemparkan pasir taman tersebut kearah nya.

Perlakuan orang-orang tersebut hanya bisa membuat Jaejoong semakin ketakutan. Dia menaikan lututnya sampai kedadanya sambil menutup telinganya. Takut dengan suara yang kini tengah didengarnya.

"apa yang kalian lakukan padanya?", tanya seorang namja pada semua orang yang disana.

"kenapa kalian seperti itu? kalian menakutinya", lanjut namja tadi.

"dia ini gila kau tahu", jawab namja yang pertama memarahi Jaejoong.

"lantas kalau dia gila kau berhak berbuat seperti ini padanya, HAH!", ujar namja tadi yang hampir emosi.

"pergi dan jauhi dia. Dasar kalian ini bukannya membantunya", namja tadi mengusir orang-orang yang menggerubungi Jaejoong tadi. Setelah rasanya orang tadi kemmbali ketempatnya semula namja tersebut menghampiri Jaejoong yang sepertinya sangat ketakutan.

"kau tidak...", belum sempat namja tadi mengucapkan kalimatnya, Jaejoong sudah berlari menjauh. Entah perasaan apa yang tengah dirasakannya, namja tersebutpun mengejar Jaejoong yang sudah berlari menjauhinya.

=====0000=====

"dimana kau Boo?", gumam Yunho. Dia berjalan disepanjang jalan yang mungkin akan dilewati Jaejoong tersebut.

Melihat kekiri kekanannya apabila yang dilalui nya tersebut adalah Jaejoong. Yunho pun menatap heran kerumunan orang yang ada di taman tersebut. Melihat namja tinggi yang tengah beradu argumen pada namja lainnya. Sampai semua orang yang ada disana tidak lagi berkumpul.

Sampai dia terkaget melihat Jaejoong yang berlari menjauh dari arah namja tersebut. Dan seketika itu pula namja tersebut mengejar Jaejoong. Tanpa banyak pikir lagi Yunho juga mengejar Jaejoong.

Yunho khawatir yang melihat raut wajah Jaejoong yang sang ketakutan itu dan mengejarnya.

Jaejoong yang merasa dirinya sedang dalam bahaya terus berlari menjauh dari orang-orang tersebut. Takut dan takut itulah yang sekarang dia rasakan. Lari dan lari adalah yang harus dia lakukan sekarang ini.

Langkah Jaejoong terhenti ketika dia salah dalam mengambil jalan dan membuatnya merasakan dalam bahaya sekarang ini.

"Boo", Jaejoong menoleh karena dia mendengar suara yang sangat familiar itu.

"Boo, ini Yunnie", ucap Yunho sambil mendekat kearah Jaejoong.

" ?", tanya Jaejoong ragu.

"ne Boo", Jaejoong terus memandangi wajah Yunho.

"Andwaeyo.. andwae", lirih Jaejoong. Dia memerosotkan badannya dan memeluk tubuhnya sendiri. Jaejoong seolah takut melihat Yunho yang sekarang ini berada dihadapannya.

Yunho yang melihat Jaejoong seperti merasakan hatinya bagai ditusuk tusuk jarum. Sakit, melihat orang yang kau cintai sangat ketakutan melihatmu. Apakah dia membencimu? Atau memang dia tak menginginkanmu lagi?

"Boo, kita pulang ne", Yunho semakin mendekat dan ingin meraih Jaejoong.

"je..bb..bal andwaeyo", gumam Jaejoong. Tubuhnya bergetar yang menandakan dia sangat ketakutan sekarang ini.

"Boo", Yunho mencoba kembali mendekat kearah Jaejoong.

"and.. wae hiks hiks", tangis Jaejoong pecah dan membuat Yunho mematung. Sebegitu takutkah kau padaku Boo? Pikir Yunho.

"Yun jebbal tolong aku Yun", gumam Jaejoong yang masih bisa didengar oleh Yunho.

"aku Yunnie mu, Boo", air mata yang sudah susah payah ditahannya pun mengalir melihat Jaejoong seperti itu.

Puk~

Yunho merasakan tepukan dipundaknya yang membuat dia menolehkan kearah orang yang menepuknya tersebut.

"jangan paksa dia tuan. Lihat kau membuatnya takut", ucap namja yang sedaritadi melihat adegan Yunho dan Jaejoong tersebut.

Namja tadipun mendekat kearah Jaejoong dan mebisikan kata-kata penenangnya. Jaejoongpun yang mendengar ada suara-suara itupun mulai berhenti bergumam tapi tubuhnya masih bergetar.

"gwenchana?", tanya namja tadi.

"..."

"Choi Siwon imnida", ucap namja tadi yang ternyata bernama Choi Siwon tersebut.

"..."

"kau tak mau memberi tahu namamu? Baiklah kalau begitu. Aku akan membantumu mencari Yunniemu", ujar Siwon dan mengarahkan pandangan nya kearah Yunho.

Jaejoong yang mendengar nama Yunnie nya disebut sontak melihat kearah Siwon. Dan itu semakin membuat hati Yunho menjadi sakit. Bagaimana tidak? Jaejoong lebih merespon namja yang mungkin tidak dikenalnya.

"Yunnie?", tanya Jaejoong penuh harap.

"ne Yunniemu",ucap Siwon meyakinkan.

"Yunnie? Yunnie?", tanya Jaejoong lagi.

"ne Yunnie mu", jawab Siwon lagi.

Siwonpun tersenyum melihat Jaejoong yang mulai meresponnya. Tak dipungkiripun Yunho sungguh senang karena Jaejoong sudah mau merespon seseorang. Ya, walaupun dia sedikit sakit ketika bukan dia yang membuat Jaejoong mau merespon.

"kkaja pergi bersama", ajak Siwon memberikan tangannya. Dan tanpa didugapun Jaejoong menerima uluran tangan Jaejoong tersebut.

Kejadian tersebutpun membuat Yunho merasakan hatinya begitu terpukul. Jaejoong yang selama ini takut melakukan kontak dengan perawat bahkan dirinya. Sekarang melakukan kontak dengan namja lain.

=====0000=====

Sebegitu tak berharganya kah aku dimatamu, Boo? Kenapa malah orang lain yang mampu membuatmu merespon semuanya. Bahkan kau mau menerima uluran tangannya. Sedangkan aku? aku hanya bisa menggenggammu saat kau tertidur.

Boo, sebegitu bencinya kah kau padaku sampai tak mau kusentuh bahkan untuk memegang tanganmu. Ketakutan disaat kau melihatku. Kau melupakanku Boo?

Anni.. anni , kalau Joongie melupakanku mana mungkin dia terus menggumamkan namaku. Dia hanya tak mengingat wajahku saja. Tapi dia masih mengingat namaku. Dia selalu menyebutnya.

Berarti Joongie selalu memikirkan ku. Dan sekarang ini yang kulakukan adalah membuat dia mengenalku.

Aku tersadar ketika, Joongie telah pergi bersama namja yang bernama Siwon tersebut. Walaupun aku tidak suka dengannya yang membuat Joongieku meresponnya tapi aku harus berterimah kasih padanya.

Kukejar dia yang sudah agak jauh dari tempatku berdiri sekarang. mengikuti mereka berjalan dari belakang. Karena aku takut, Joongieku akan ketakutan lagi.

"dimana mobilmu tuan?", tanya namja bernama Siwon tersebut.

"aku tak membawa mobil dan kukira kau itu Yunnie yang dicarinya kan? Jadi cepat dimana mobilmu?", tanyanya lagi. Mungkin dia juga sedikit kesal karena aku tak menjawabnya.

"ah ne? Kkajayo", ucapku padanya.

Dan kamipun menuju kearah mobilku untuk kembali kerumah sakit. Cukup jauh kami berjalan, menyusuri jalanan yang sudah sangat sepi ini. Bagaimana tidak sepi? Sekarang ini sudah malam walau aku tak tahu sudah jam berapa.

Ceklek~

Kubuka pintu belakang mobil dan menyuruh Joongie untuk masuk duluan. Dan dengan bantuan Siwon dia akhirnya mau masuk kedalam. Tanpa sadar kulihat kakinya yang lecet. Dan baru kusadari juga dia tak memakai sendalnya.

"Boo, kakimu", ucapku kahawatir dan akan melihat lukanya namun dia sudah menjauhiku, masuk lebih dalam kemobil.

"gwenchana, biar aku yang mengurusnya", ujar Siwon menenangkanku.

Dan tanpa menunggu lagi aku segera mengemudikan mobilku untuk secepatnya kerumah sakit. Mungkin pasangan Yoosu dan Changmin masiih khawatir dengan keberadaan Joongie. Tapi biar nanti saja kuhubungi mereka setelah aku sampai.

=====0000====

Mobil Yunhopun sudah sampai dirumah sakit. Karena mungkin kelelahan akibat berjalan jauh Jaejoong tertidur dengan nyenyaknya.

"kau tak salah tuan?", tanya Siwon pada Yunho.

"ne beginilah", jawab Yunho seadanya.

"jadi dia pasien disini?"

"ne, dia pasienku disini dan dia juga kekasihku", ujar Yunho.

"bisa tolong kau angkat dia Siwon-ssi. Aku takut membangunkannya dan jika aku yang menggendongnya dia akan ketakutan lagi", pinta Yunho.

"ne tuan"

"Jung Yunho. Panggil aku Yunho saja", potong Yunho.

"ne Yunho-ssi", tapi sebelum Siwon menggendongnya, Jaejoong sudah terlanjur bangun.

Jaejoong melihat sekitar, mencoba mencari tahu dimana keberadaannya sekarang ini. Dan betapa terkejutnya dia, seketika melihat apa yang ada dihadapannya.

"andwaeyo.. andwaeyo", ucapnya sambil menarik tangan Siwon tapi matanya tak pernah lepas dari apa yang dilihatnya.

"sssstt tenanglah", ucap Siwon.

"jebbal andwaeyo hiks hiks", Jaejoong kembali bergetar dan menangis tapi matanya masih tertuju pada apa yang dilihatnya.

"Yunho-ssi, kurasa Jaejoong-ssi tak mau kembali kesini lagi", ucap Siwon yang sadar dengan kekagetan Yunho.

Siwon berusaha untuk menenangkan Jaejoong yang sangat ketakutan sekarang ini. Mengusap punggung Jaejoong dan melihat apa yang sejak tadi dipandangi Jaejoong. Yang sontak membuatnya terkejut melihat bayangan hitam yang ada dibalik pohon tersebut.

"baiklah kalau begitu, kita pergi darisini", putus Yunho pasrah. Dan kembali berbalik membawa mobilnya yang menyisakan ketakutan didiri Jaejoong dan keterkejutan Siwon.

Setelah mobil tersebut pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Seseorang keluar dari balik pohon rumah sakit itu.

Dia melihat kepergian mobil Yunho dengan pandangan sulit diartikan dan tengah tersenyum sinis.

TEBECE...

Akhirnya selesai juga chap ini *elap keringet*

Maaf semakin gaje cerita ini

Dan makasih buat yang udah review kemaren, maaf gak bisa bales satu-satu..

Semoga masih ada yang mau review cerita ini *bow. Soalnya saya sedih chap kemaren makin sedikit yang review :'(

Berikan saya asupan *review* ne yang udah nyempetin baca, walaupun ceritanya gak bagus.

Akhir kata

Review lagi ne ~~~