aku gak pinter bikin cerita, dan berhubung juga aku kurang suka sama yang bergenre fluff, jadi aku pengen coba bikin yang genre mistery (pasti gampang ketebak -,-)

tapi inikan baru chapter 1, jadi lebih banyak pemaparannya

semoga para readers suka ya haha

*note : jika readers menemukan cerita yang 100% mirip, jangan kaget ya, karena author memang post juga di blog author. eh tapi ini murni cerita buatan saya, kalau misalnya, jika banyak kesamaan dengan cerita-cerita yang pernah readers baca, mohon dimaafkan. :)

if you don't like, don't read and no bashing oke (y) ^^,

Title : mysteri shadow slayer (chapter 1)

Cast : Kyuhyun, Sungmin, Siwon (kyumin/ wonmin), and other member Super Junior

Rated : T

Genre : Angst, sad, mistery (?)

Warning : OOC, typo,amatir, gak dapet feel, cerita gak nyambung, dialog amuradul, banyak pemborosan kata, tidak sesuai EYD. dll

Author : Choi Leo Goo

Desclaimer: semua pemain disini hanya milik mereka sendiri dan orang tuanya. author hanya meminjam nama, namun kalian bisa bayangkan castnya orang yang memang bernama itu. :D

Summary : siapa pelakunya? _ itulah mengapa itu disebut misteri _ korbannya semakin bertambah _

bagaimana bisa orang itu melakukannya?_ dia mengerikan_. (oke! summary macam apa itu -,-)

.

.

.


Breaking News- pembunuhan kembali terjadi di daerah Incheon. Korban kali ini adalah direktur Kim yang merupakan direktur utama dari perusahaan terbesar di Korea Selatan. Diduga pelaku kasus pembunuhan kali ini serupa dengan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi sebelumnya di daerah Ilsan dan Seoul. Pihak kepolisian setempat masih dalam proses penyelidikan untuk mencari bukti-bukti sang pelaku. Saat ini jasad korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diotopsi.

"huh? Lagi-lagi pembunuhan... Korea semakin tidak aman saja." Umpat pria tampan sembari merebahkan dirinya disofa dan sesekali mengacak pelan rambutnya. Sebelum ia mengingat sesuatu...

"Aigoo! Hyung!"

Pria tampan itu terlonjak dan langsung berlari dengan sedikit tergesa-gesa menuju sebuah ruangan... ya! Sepertinya itu sebuah ruang tidur

Clekekk

Pintu itu sedikit berdecit, pria itu membukanya perlahan, sekedar memastikan bahwa sang empunya sudah menuju alam mimpi indahnya dan berharap instingnya kali ini tidak tepat.

Namun, Bingo! Instingnya tidak pernah salah, pria imut didalam sana belum terlelap. matanya menatap sayu layar televisi yang menayangkan berita naas itu. Tubuhnya bergetar, matanya yang indah mulai berbingkai air bening yang siap jatuh kapan saja kelopak indahnya tidak bisa menampung volume air itu.

"Hyung... Gwaenchana?" sang pria tampan menghampiri pria yang terdiam itu

"Hyung...?" kembali bersuara karena merasa diacuhkan oleh orang yang dituju.

"appa... eomma..." pria imut itu bergumam tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi. Perlahan bulir bening itu benar-benar jatuh dari sumbernya.

"Hyung... tenanglah" sang pria tampan memeluk erat tubuh yang kini sedang ketakutan itu, sesekali ia mengusap lembut surai hitam pria dipelukannnya.

"Siwon-ah ... aku takuut" katanya sembari terisak

"Hyung... tenanglah, aku disini. Ini sudah larut malam hyung, kenapa hyung belum tidur?" Siwon terus menenangkan hyungnya yang masih terisak

"tapi aku takut Siwonnie"

"aniyo hyung... kau tidak perlu takut, aku akan melindungimu... jadi sekarang, tidurlah, hyung pasti lelah"

"gomawo Siwonnie"


skip


"arrggh! Kenapa mimpi itu selalu hadir!"

Teriak namja itu sembari mengacak rambutnya frustasi. Memejamkan mataya sejenak lalu membukanya kembali

"Bocah itu... appa... kenapa kau lakukan semua itu? Dulu aku tidak mengerti apa-apa, tapi saat ini... aku mengerti maksudmu, itu bukan hanya sebuah lelucon atau pun game appa! Apa untuk appa perbuatan itu adalah sebuah permainan?"

Namja itu bermonolog ditengah riuhnya angin malam yang menerpa pepohonan.

"kumohon jangan lakukan lagi dan... sesali perbuatanmu, jangan membuat orang lain menderita dan terus bergelut dengan kesedihan..."


skip


"Bagaimana hasilnya?"

Tanya pria berbadan tegap, lengkap dengan seragam dan atributnya kepada salah seorang tangan kanannya.

"maaf pak, kami... kami tidak menemukan bukti apapun di tempat kejadian"

Mendengar hal itu sang kepala polisi menghela nafas sembari menyandarkan tubuhnya kekursi dibelakangnya. Ya! Dialah Kim Yong Woon, atau lebih sering dipanggil dengan nama Kangin. Akhir-akhir ini, dia masih terus bergelut dengan kasus pembunuhan yang terus saja terjadi di Korea Selatan. Semakin hari, kasus-kasus itu bukannya berkurang melainkan malah terus bertambah.

"baiklah, terimakasih atas laporannya Donghae-ah"

"mmm, saya permisi dulu pak"

"ne ne, ahh! Donghae-ah, bisakah kau panggilkan Leeteuk untuk keruanganku?"

Namja bernama Donghae itu menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan ruangan sang kepala.

Klekk

Pintu kembali terbuka dan menampakkan sosok namja berambut pirang dan berlesung pipi dibaliknya.

"ahh, kau sudah datang. Duduklah!"

Kangin mempersilahkan namja itu untuk duduk berhadapan dengannya.

"ada apa memanggilku Kangin-ah?"

"begini, soal kasus pembunuhan yang melanda korea akhir-akhir ini... aku ingin menanyakannya padamu"

Ya! Leeteuk adalah seorang detektif sekaligus anggota dari agen rahasia kepolisian. Dimana dalam aksinya, sebisa mungkin membuat orang tidak percaya kalau orang itu adalah seorang agen kepolisian, karena itulah disebut agen rahasia. Dimulai dengan tidak berpenampilan layaknya seorang anggota kepolisian maupun sikapnya ketika mencari bukti-bukti. Dia adalah lulusan terbaik dan bekerja khusus untuk menangani kasus-kasus yang sulit dipecahkan seperti ini.

"ahh, ya... apa yang ingin kau tanyakan?"

"bagaimana bisa orang itu melakukannya? Melakukan pembunuhan tanpa meninggalkan bukti sedikit pun, apalagi untuk kasus pembunuhan direktur Kim terjadi pada siang hari, dimana banyak pegawai yang bekerja diperusahaannya, itu benar-benar hal yang mustahil. Setidaknya dalam setiap kasus yang selalu kita tangani, ada sidik jari yang tertinggal, meskipun sulit untuk dibedakan. Apa mungkin korban melakukan bunuh diri?" tanya Kangin dengan serius

"setelah aku amati dari kondisi tubuh korban, dengan luka seperti itu, tidak mungkin korban melakukan bunuh diri. Lagipula untuk apa seorang direktur yang perusahaannya sedang naik daun melakukukan bunuh diri, itu alasan yang tidak masuk akal." Kali ini Leeteuk menanggapinya tidak kalah serius dari Kangin

"ya... kurasa kau benar... jadi apa motif si pelaku yang sebenarnya?"

"kurasa kasus kali ini cukup sulit ditangani. Pelaku benar-benar tidak meninggalkan bukti sedikit pun dari aksinya. Hingga saat ini aku masih menyelidikinya"

"begitu ya, apa akan ada korban lainnya?"

"mungkin saja, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Si pelaku tidak mungkin gegabah untuk melakukannya. Alasannya, karena saat ini pasti banyak polisi yang sedang berkeliaran, pelaku pasti menunggu situasi reda untuk bisa melanjutkan aksinya"


skip


"hyung... ayo kita sarapan" Siwon menghampiri Sungmin

Sama seperti biasanya, tatapan matanya kosong, entah menatap apa didepannya hingga enggan untuk sekedar melihat kepada orang yang memanggilnya tadi.

"ayo hyung... hyung harus makan, agar selau sehat"

'hyung... apalagi yang harus aku lakukan? Setiap hari kondisimu tidak ada perubahan. Kau sering melamun dan bahkan menangis, tidak mau makan dan menjauhkan diri dari lingkungan luar. Apa kejadian itu membuatmu benar-benar terpukul?' batin Siwon.

hey! Choi Siwon, bagaimana tidak anak itu mendapatkan trauma yang mendalam... kalau kau diposisinya, kurasa kau juga akan seperti itu.

"hyung! Kemarin aku melihat ada toko boneka baru di persimpangan jalan... aku ingin mengajakmu kesana. Ayolah hyuuung, ada banyak boneka bagus disana, nanti aku belikan boneka yang hyung mau. Bagaimana?" katanya dengan nada ceria seolah menyembunyikan rasa sedihnya.

Tidak ada jawaban dari namja yang dituju. Namja itu masih bergelut dengan fikirannya sendiri tanpa menghiraukan Siwon yang berusaha membujuknya.

'kau tau? Sudah berapa lama aku berada dalam kedaan seperti ini? Tinggal bersamanya yang sulit berinteraksi? Apa kau berfikir bila Sungmin hyung adalah orang yang dingin? Tidak! Itu sama sekali tidak benar, Sungmin hyung adalah orang yang hangat dan ceria, senyumnya tidak pernah lepas dari wajah imutnya. Tapi itu dulu... peristiwa itu telah merubah segalanya, aku kehilangan Sungmin hyung yang ceria. Sekarang... yang ada hanyalah Sungmin hyung yang dingin dan selalu bersedih'


skip


"Tuan muda, tuan Cho sudah menunggu didalam"

"baiklah, terima kasih"

"oh, Kyu. Masuklah!"

"ne appa"

"apa yang ingin kau tanyakan sehingga kau menemui appa kesini?"

"ehmm, begini appa,-"

"kalau kau mau berbicara soal kejadian itu... aku tidak akan mau menurutinya" belum sempat kyuhyun melanjutkan pembicaraannya, Tuan Cho sudah memotong pembicaraan Kyuhyun. Rupanya dia sudah tau maksud kedatangan Kyuhyun.

Bagaimana tidak? Hampir setiap Kyuhyun datang kekantornya hanya bermaksud untuk membicarakan hal tersebut.

"appa! Ayolah, kumohon..."

"Kyu! Bukankah sudah appa bilang, kalau itu yang kau inginkan, appa tidak akan mengabulkannya! Bisakah kau tidak meminta itu pada appa! Kalau kau ingin mobil baru atau kau ingin appa belikan rumah, appa akan kabulkan"

"appa! Jangan selalu mengaitkan harta kekayaan dengan pembicaraan kita! Aku tidak ingin semua itu! Yang aku ingin, appa mengakui segala perbuatan appa!"

"kalau tidak ada lagi hal yang mau kau bicarakan, lebih baik kau pulang saja. Tidak ada gunanya kau melakukan ini"

"appa!"

"appa sedang bekerja Kyu! Appa sedang sibuk! Jangan membuatku semakin marah!"

"aku tidak akan menyerah appa! Sampai kau mau mengakuinya!"

Tuan Cho hanya memandang punggung Kyuhyun yang keluar dari ruang kerjanya


skip


"Hyung, kau mau kan?" Siwon masih membujuk Sungmin untuk mau keluar untuk sekedar bermain. Peristiwa itu membuat Sungmin takut akan dunia luar, setidaknya kali ini Siwon ingin menunjukkan bahwa dunia luar tidak semenakutkan yang Sungmin bayangkan.

'Aigoo! Hyung... kau... kau tersenyum' batin Siwon, tanpa disadari dia ikut tersenyum seketika melihat kedua ujung bibir itu saling tertarik dan melukiskan seulas senyuman di wajah indah itu.

"hyung..."

Siwon berlutut dihadapan Sungmin yang sedari tadi terduduk menatap pemandangan dibalik jendela kamarnya. Senyumannya masih saja terukir diwajah tampan itu.

"hyung, kau...?"

"ne, aku mau Siwon-ah" Lagi, bibir itu tersenyum untuk kedua kalinya dihadapan Siwon yang terus memandangnya.

'kau tau? Betapa bahagia dan beruntungnya aku. Aku beruntung? Ya! Tentu saja! Aku bisa membuat senyumannya kembali dan Sungmin hyung mau berbicara padaku, Yaaa... meskipun tidak sesering dulu.'

"baiklah! Kita akan kesana besok, ne?"

Kali ini Sungmin hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju pada ide Siwon.

"Hyung, lebih baik sekarang kau istirahat, agar besok kau tidak kelelahan... ne? Karena besok kita akan bersenang-senang"

"ne"

Sungmin membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya yang nyaman.

"siwon-ah, kau mau kemana?"

Tanyanya ketika melihat Siwon hendak meninggalkan ruang tidur Sungmin.

"ohh, hyung... aku mau kekantor, hari ini aku harus bekerja. Hyung istirahatlah"

"ne, hati-hati Siwon-ah"

"ne"


skip


Sang mentari telah bergerak condong kearah barat, mengubah langit biru menjadi kekuningan berpadu dengan warna oranye dengan berbalut cahayanya. Burung-burung mengepakan sayapnya, melayang menuju sarang-sarang mereka.

Tap... tap... tap...

Seorang namja berhenti melangkahkan kakinya dihalaman belakang kantor kepolisian. Melirik, untuk memastikan keadaan disekitarnya.

"hmm... apa yang dia lakukan ya? Mencurigakan sekali" Eunhyuk yang tidak sengaja melihatnya dari kejauhan.

"apa yang dia bawa?" Eunhyuk terus memperhatikan orang itu.

Namja itu meletakan sebuah kotak berwarna coklat. Berhenti sejenak, melirikan sedikit ujung matanya. Sepertinya dia tau ada yang memperhatikan gerak geriknya tadi. Menarik sebelah ujung bibirnya.

"Eunhyuk-ah apa yang kau lakukan disitu?"

Pandangan Eunhyuk teralih kepada namja yang memanggilnya tadi.

"o.. oh, Donghae-ah. Aniyo. Aku hanya..." Eunhyuk menggantungkan kalimatnya, kembali melirik ketempat orang mencurigakan tadi.

'tidak ada! Kemana dia? Kapan dia pergi? Cepat sekali'

"ya! Eunhyuk-ah! Kau sedang mencari apa?" Donghae kesal karena Eunhyuk tidak juga melanjutkan kalimatnya dan malah bersikap seperti sedang mencari-cari sesuatu.

"ahh, a..ani. aku tidak mencari apapun, sepertinya aku salah lihat. Sudahlah Hae-ah, ayo kita masuk"

Eunhyuk mendorong Donghae perlahan untuk masuk kekantor. Sesekali ia melirik lagi kehalaman belakang. Sebelum mereka benar-benar memasuki kantor itu.

'ahh, mungkin itu hanya halusinasiku saja'


skip


"oh, Kyuhyun-ssi. Apa yang kau lakukan disini? Bertemu appamu?"

Siwon yang saat itu datang kekantor tuan Cho tidak sengaja berpapasan dengan Kyuhyun yang terlihat sedang terburu-buru. Dengan ekspressi yang... hmm, sepertinya dia sedang marah.

"oh tuan Siwon-ssi, senang bertemu dengan anda. Ne aku tadi bertemu appa. Apa yang tuan lakukan disini?" tanggap Kyuhyun dengan nada yang dingin. Kyuhyun bertanya hanya sedikit basa-basi mengetahui namja muda dihadapannya ini adalah direktur dari perusahaan Hyundai yang cukup berperan dalam kerjasama dengan perusahaan appanya.

"ahh, Kyuhyun-ssi. Tidak usah terlalu formal denganku. Panggil saja aku Siwon, tidak usah memakai embel-embel tuan, tidak pakai –ssi juga tidak apa-apa, atau... kau boleh memanggilki hyung. Aku lebih senang dipanggil seperti itu. Aku datang hanya untuk urusan bisnis. Kelihatannya kau sedang buru-buru?"

"ne, maaf aku masih ada urusan lain. Soal penggilan namamu tadi... aku akan fikirkan lagi. Anyeong"

Kyuhyun sedikit membungkuk pada Siwon dan langsung meninggaklan kantor appanya.


skip


"pak Kepala, kami menemukan sebuah kotak dihalaman belakang kantor"

Beberapa orang petugas kepolisian masuk keruangan Kangin dengan tergesa-gesa.

"kotak apa itu? Siapa yang mengirimnya?" tanya Kangin pada para petugas polisi itu.

"kami tidak mengetahuinya pak, tapi disini tertulis untuk pak Kepala"

"o..ohh, kotak itu!" Eunhyuk yang melihat kotak itu membulatkan matanya, ternyata yang dilihatnya tadi waktu itu nyata, bukan hanya halusinasinya saja.

Ya! Diruangan itu tidak hanya ada Kangin saja, Eunhyuk, Donghae dan Leeteuk juga sedang berada disana.

"waeyo? Kau mengetahui kotak ini Eunhyuk-ah?" tanya Donghae yang heran dengan reaksi Eunhyuk ketika melihat kotak itu.

"baiklah, kalian boleh bertugas kembali" perintah Kangin pada para petugas polisi tadi.

"baik pak!" jawab mereka yang langsung meninggalkan ruangan Kangin untuk kembali bertugas.

"Eunhyuk-ah, apa yang kau ketahui tentang kotak ini?" tanya Leeteuk penuh selidik.

"aku... saat itu aku melihat seseorang menaruhnya dihalaman belakang" jawabnya.

"coba ceritakan lebih banyak tentang orang itu"

"ya... orang itu memakai jaket hitam juga memakai topi, aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena poni rambutnya menutupi sebagian wajahnya, lagipula aku melihatnya dari jarak jauh. Saat aku menengok kembali, dia sudah tidak ada disana" jelas Eunhyuk.

"boleh kulihat kotaknya?" tanya Leeteuk pada Kangin.

"ne, silahkan"


skip


Bugh!

Kyuhyun memukul kemudi mobilnya, nafasnya memburu.

"appa! Aku akan membuat kau mengakuinya... aku tidak ingin appa terus seperti itu, aku menyayangi appa... maaf appa, tapi yang kau lakukan itu salah"

Kyuhyun menunduk, lelah sebenarnya hidup seperti ini. Hubungannya dengan appanya tidak seharmonis dulu. Hanya satu yang Kyuhyun inginkan dari sang appa, akui segalanya, akui perbuatannya.

"aku tidak akan menyerah appa. Maaf... tapi itu semua demi kebaikan appa juga"


skip


Leeteuk membuka isi kotak itu...

Leeteuk terlihat terkejut ketika melihat isinya, berkali-kali dia membolak-balik lembaran-lembaran kertas didalamnya.

"apa isinya hyung?" tanya Donghae pada Leeteuk.

"ini..." Leeteuk menggantungkan kalimatnya dan menoleh pada Kangin

"ada apa?" Kangin menghampiri Leeteuk lalu ikut memeriksa berkas-berkas itu.

"aigoo! i..ini..." reaksi Kangin tidak kalah kaget dari Leeteuk

"hyung! Apa isinya?! Kenapa kalian malah diam" umpat Donghae yang langsung mengambil juga berkas didalam kotak itu.

"MWO?! Ini kan, bukti-bukti penggelapan dana perusahaan oleh direktur Kim, jadi selama ini dia... menggelapkan dana perusahaan? Aku benar-benar tidak menyangka"

"ahh, Eunhyuk-ah, apa orang yang kau lihat itu memakai sarung tangan?" tanya Leeteuk

Eunhyuk terlihat mengingat-ingat orang misterius yang dilihatnya. Memicingkan ujung matanya dan mengetuk-ngetukkan jarinya didagu.

"aniya, kurasa dia tidak memakai sarung tangan. Aku tidak melihat ada sarung tangan disana"

"benarkah? Rupanya dia kurang cerdik, kalau begitu dengan mudah kita bisa menemukannya menggunakan bukti sidik jari yang ada dikotak ini" [Donghae]

"bagaimana Leeteuk-ah?" tanya Kangin

"entahlah, aku tidak tau alasannya. Tapi tidak ada salahnya kita coba memeriksa sidik jarinya. Mungkin itu akan mempermudah kita.

...

"Pak, ini laporan hasil pemeriksaannya" petugas polisi itu menyerahkan hasil pemeriksaannya pada Kangin.

"ne, terimakasih" Kangin menerima hasil itu.

"Leeteuk-ah, kau yang lebih tau tentang hal seperti ini. Lebih baik kau yang melihatnya duluan" Kangin memberikan amplop yang berisi data hasil pemeriksaan tad.

"ne" Leeteuk menerima amplop itu lalu membukanya.

Leeteuk diam sejenak

"o...orang ini...-"


To be continue...

end of chapter 1

nah, akhirnya chapter 1 selesai

gimana? gak seru ya? udah aku bilang aku gak pinter bikin cerita -,-

tapi jeongmal gomawo buat yang udah mau baca ╮(^▽^)╭