annyeonghaseyo Yeorobun... :D

chapter 8 is here! yey yey! \(^-^)/

Don't like don't read

NO BASHING!

.

.

Title : mysteri shadow slayer (chapter 8)

Cast : Kyuhyun, Sungmin, Siwon (kyumin/ wonmin), and other member Super Junior

Rated : T

Genre : Angst, sad, mistery (?)

Warning : OOC, typo(s), amatir, gak dapet feel, cerita gak nyambung, dialog amuradul, sakadaek, tidak sesuai EYD, banyak pemborosan kata, judul gak nyambung -_- dll

Preview chapter 7

...

"selamat siang, kami dari kantor kepolisian"

"ada urusan apa kepolisian menghubungi saya?"

"kami menemukan adanya tanda-tanda kecurangan yang anda lakukan dalam mengelola perusahaan anda"

"apa maksud anda? Saya benar-benar tidak mengerti"

"dua hari lagi akan diadakan pemeriksaan. Silahkan persiapkan diri anda. Terimakasih"

Sambungan telepon itu terputus. Menyisakan pria yang sedang dalam ketidakmengertiannya.

'drrtt... drttt...'

"apalagi ini? Setelah telepon bahkan melalui pesan juga?"

Mr. Cho mengambil handphone nya, lalu membuka sebuah pesan disana. Sebuah pesan yang membuatnya cukup terkejut.

From : 0213353XXX

Subject: kejutan

Kau suka dengan kejutanku?

Kuharap kau suka, itu akan membuatmu semakin terkenal.

Tentu kau pasti suka menjadi orang yang terkenal bukan? ;D

skip

Preview end

Chapter 8

Sungmin mulai berusaha untuk menjadi orang yang normal. Perlahan-lahan ia mulai sedikit mau mau mengobrol. Ya! Meskipun begitu Siwon sangat merasa senang. Dan hari ini ia akan menyiapkan hadiah yang spesial untuk hyungnya itu. Nanti malam adalah malam pergantian tahun. Dan itu bertepatan dengan hari ulang tahun Sungmin.

Pagi-pagi sekali, siwon sudah berangkat kekantor. Dan ia menyelesaikan pekerjaannya dengan cukup cepat untuk ukuran seorang direktur utama sepertinya. Sekitar pukul 11 dia membeli segala keperluan untuk kejutannya.

Pergi ketoko kue, untuk mengambil cake yang telah dipesan spesial olehnya dengan cream strawberry kesukaan hyungnya dan manisan buah cherry untuk toppingnya yang dirangkai sedemikian rupa hingga siapapun yang melihatnya akan tergoda untuk mencicipinya.

"apa hadiah yang harus kuberikan ya?" ucapnya.

Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Siwon memutuskan untuk berhenti disebuah mall.

Suara alunan musik terdengar merdu dipendengarannya. Sebuah musik klasik bernada ceria namun bertempo sedang itu mengiringi setiap langkah Siwon. Cukup menarik perhatiannya ketika melihat toko alat musik disana.

"pink!" serunya, ketika melihat sebuah gitar akustik bertengger disalah satu penyangga disana. Tidak dapat dipungkiri memang kalau Sungmin menyukai warna itu dan juga musik tentunya.

"Sudah lama sekali semenjak hyung tidak bernyanyi..."

Sekilas terbayang masa-masa ketika mereka masih kecil dan bernyanyi bersama.

"Selamat siang tuan. Anda tertarik dengan gitar ini?" tanya seorang pelayan toko disana, membuat Siwon terbuyar dari lamunannya.

"dari tadi tuan terus memperhatikan gitar ini" tambahnya.

"benarkah aku terus memperhatikan gitar ini?" tanya Siwon dalam hati tentunya.

"gitar ini memang terlihat berbeda, terutama terletak pada warnanya yang tidak seperti kebanyakan gitar lainnya"

"apakah jika aku memberikan ini, hyung bisa kembali ceria? Tak ada salahnya mencoba bukan?"

"baiklah, aku beli yang satu ini" putusnya.

Skip

"aaargh... membosankan sekali, apakah tidak ada hal yang lebih menarik selain semua tontonan ini. Semua gameku sudah kuselesaikan dan belum ada level yang lebih sulit dari itu." Cho Kyuhyun sedang bermalas-malasan diapartemennya.

Ini liburan akhir tahun, tidak ada jam kuliah. Biasanya setiap orang akan menghabiskan waktunya sembari bersenang-senang dengan keluarga dan sanak saudaranya untuk menikmati pesta pergantian tahun. Namun berbeda untuk kasus Kyuhyun, jangankan merayakan, berkumpul saja belum tentu. Yaaa, kau tentu tau kenapa.

"lebih baik aku jalan-jalan saja"

Kyuhyun segera mematikan tv nya dan mengenakan sweeter nya, ya! Tentu ini adalah musim dingin. Tak lupa untuk mengunci pintu apartemennya sebelum pergi.

Skip

Tok.. tok... tok

"silahkan masuk" ucap seorang pria paruh baya.

Tak lama kemudian, seseorang masuk dengan membawa berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh sang direktur.

"taruh saja dimeja"

"baik pak. Saya permisi"

"ne"

Meskipun ini akhir tahun, tapi perusahaan tetap tidak diliburkan, walaupun pegawainya tidak sebanyak biasanya. Mungkin salah satu alasannya dalah untuk mendapatkan tambahan gaji yang lebih tinggi karena masuk kerja dan lembur dihari libur dan tidak ada hal yang bisa dilakukan dirumah. Lebih baik memanfaatkan waktu bukan?

Pria paruh baya itu melirik jam tangan mewah yang bertengger dipergelangan tanggannya. Jarum pendeknya tengah menunjukkan angka 5, yang berarti hari sudah mulai sore.

'lebih baik disini dibanding pulang kerumah, toh sama saja. Malah mungkin akan semakin bosan jika diam dirumah. Kyuhyun saja belum tentu mau berkunjung untuk merayakan tahun baru bersama' begitulah kira-kira isi pikiran sang direktur.

Drrrt...drrt...

Sesuatu bergetar disaku celananya, lalu merogoh handphone nya ketika pada layarnya tertera '1 pesan diterima'.

"Siapa yang mengirim sms ini?"

Lagi-lagi tanpa nama pengirim dan hanya sebuah susunan nomor acak yang tertera disana.

From: 0215317811XXX

Subjek: tahun baru

"selamat tahun baru! Semoga tahun baru mu menyenangkan! ^_^

Tertawalah selagi kau bisa tertawa, semoga kau menikmati saat-saat kehancuranmuJ.

Tunggulah dikantormu itu, aku ingin memberikan hadiah tahun baru untukmu"

Skip

"ternyata jalan-jalan tidak terlalu buruk"

Pria berambut ikal kecoklatan itu melangkahkan kakinya menelusuri sebuah taman.

"lebih baik aku duduk disini saja."

Kyuhyun, nama pria itu duduk dibangku taman yang berhadapan langsung dengan sungai yang mengalir jernih. Ya, taman itu dilewati aliran sungai. Dari sana juga terlihat gedung Cho company yang menjulang tinggi, meskipun tidak seluruhnya terlihat karena jarak antara gedung dengan taman cukup jauh apabila ditempuh dengan jalan kaki.

Tanpa sengaja, orbs kelamnya melihat seseorang sekitar berjarak 2 kursi yang berjauhan.

"sepertinya aku pernah melihat orang itu..."

Kyuhyun memicingkan matanya. Jaraknya cukup jauh, ditambah dengan sinar lembayung kemerahan menyamarkan peglihatannya. Sekilas terlihat orang itu sedang memainkan handphonenya.

Kyuhyun kembali menatap aliran sungai sambil berpikir.

"apa aku harus mendekatinya ya?orang itu..."

(Kyuhyun mengalihkan pandangannya keorang tadi.)

" huh?Orang itu tidak ada disana! kemana perginya? Cepat sekali"

Kyuhyun mengedarkan pandangannya kesegala arah. Namun nihil, orang itu sudah tidak ada disana.

"sudahlah, lebih baik aku pulang saja"

...

Kyuhyun berjalan menuju apartemennya, tentunya harus berjalan ke jalan besar terlebih dahulu. Namun lagi-lagi dia melihat orang tadi di halte pemberhentian bus yang terletak tidak jauh dari sana.

"Hey! Tunggu!" akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menemui orang itu.

"sekarang, atau semuanya tidak akan terlihat jelas. Kesempatan tidak boleh disia-siakan bukan?" pikirnya.

"Oh tidak! Busnya sudah datang"

Kyuhyun berlari kearah halte, memang halte itu tidak terlalu jauh, tapi berhubung Kyu masih berada dikawasan taman ditambah ada anak-anak yang bermain disana cukup mempersulit dirinya berlari.

Pria itu masuk ke bus melalui pintu depan. Tapi bukan Kyuhyun namanya jika apa yang dia mau tidak terpenuhi. Bus itu masih disana, ternyata sang sopir berbaik hati untuk menunggu Kyuhyun. Ya, jiwa seorang sopir pasti selalu menginginkan penumpang bukan?

Setelah Kyuhyun naik, bus itu melaju. Kyuhyun tidak duduk melainkan memperhatikan setiap punumpang yang ada disana.

"tidak ada! Kenapa tidak ada?! Aku yakin tadi dia sudah naik. Kenapa dia seperti hantu? Datang dan menghilang dengan tiba-tiba!" (*kayaknya Kyu lupa, kan yang evil itu dia sendiri yak haha :D #abaikan)

...

Seseorang menatap kearah bus yang melaju itu..

"tidak akan semudah itu..." ucapnya sambil memamerkan smirknya.

Lalu menyetop taxi yang lewat, dan pergi meninggalkan tempat itu.

Flashback

Pria itu masuk kedalam bus. Dia menatap kearah jendela, melihat Kyuhyun yang berlari kearah bus yang ditumpanginya.

"rupanya dia mengikutiku..." ucapnya dalam hati.

Pria itu berjalan kearah deretan kursi belakang, tidak untuk duduk tetapi menunggu Kyuhyun untuk naik. Bukan karena dia orang baik, namun untuk menjalankan ide yang tiba-tiba terlintas diotaknya yang tidak biasa.

"bermain-main dengan bocah itu tidak terlalu buruk juga..."

Setelah memastikan Kyuhyun akan masuk lewat pintu depan dia berjalan keluar melalui pintu belakang. Tanpa ketahuan oleh Kyuhyun tentunya.

Hal simple yang tidak diketahui oleh si jenius.

Flashback end

Skip

Tidak ada malam pergantian tahun tanpa kembang api bukan? Ditambah hari itu tidak hanya malam yang akan menambah satu angka dibelakang sang tahun saja. Melainkan hari spesial untuk hyungnya. Tidak hanya menyiapkan kue dan hadiah untuk ulang tahun, Siwon juga membeli kembang api untuk merayakannya. Dimulai dari kembang api yang berbentuk pipa memanjang dan juga kembang api yang kecil dan bisa untuk dipegang karena terdapat pegangannya yang terbuat dari kawat, sehingga apinya tidak akan merambat sampai kesana.

"membeli kue, membeli kado, membeli kembang api. Aku akan pulang sekarang..."

Siwon melajukan mobilnya.

...

Setelah sampai Siwon memutuskan untuk menyimpan kue, kado, dan kembang apinya didalam mobil.

Sungmin, sedang duduk didepan televisi. Meskipun terlihat seperti sedang menonton, tetapi pandangan matanya tidak sepenuhnya mengarah kesana.

"aku pulang..."

Sungmin mengalihkan tatapannya lalu tersenyum samar. Siwon membalasnya, tentu dengan senyuman yang lebih lebar bahkan dimplenya terukir dengan indah dipipinya.

"Hyung..." menyadari ada sedikit hal yang tidak biasa dari Sungmin.

"ne?"

"pakaianmu? Kau dari mana hyung?"

Oke! Ini hal yang wajar Siwon tanyakan, berhubung Sungmin jarang keluar rumah dan tiba-tiba berpakaian dengan style yang berbeda. Terlihat lebih easy going dan santai, namun bukan pakaian yang cocok digunakan didalam rumah.

Sungmin menengok dan memperhatikan penampilannya. Sesaat dia terlihat bingung.

"tadi hyung jalan-jalan" putusnya. Padahal sebenarnya yang dia ingat hanya ketika dia berada didepan pagar rumah. 'melamun' hanya itu yang diyakininya.

Siwon semakin tersenyum mendengarnya.

"kenapa kau tersenyum seperti itu Wonnie?" Sungmin yang bingung atas respon Siwon bertanya.

"tidak apa-apa, hanya saja aku sedang senang hari ini" jawabnya masih dengan senyum yang melengkung indah dibibirnya. Setidaknya Sungmin tidak terus mengurung diri dikamarnya, itu sudah merupakan kebahagiaan tersendiri untuk Siwon.

"habisnya kau pulang lama sekali, hyung bosan dirumah" sedikit tidak yakin akan alasannya keluar rumah, namun tidak dapat dipungkiri kalau dia memang bosan berdiam diri dirumah ketika Siwon sedang bekerja.

"haha, maafkan aku hyung" Siwon duduk disamping Sungmin.

"Sudah lama kita tidak jalan-jalan bersama ya hyung. Rencananya aku ingin mengajak hyung keluar rumah malam ini."

"hmm? Kenapa harus malam-malam Siwon-ah? Ini kan masih musim dingin"

"ani, besok pagi aku harus bekerja... malam ini tidak akan terasa buruk hyung, aku akan mengajakmu bersenang-senang"

.

.

"Siwon-ah kenapa kau membawaku ketaman ini? Dan ah! Mengapa malam hari ini sangat ramai?" tanya Sungmin heran dengan keadaan disekelilingnya.

"kau akan tau nanti hyung, ayo kita kesana" Siwon menggandeng tangan Sungmin.

"Siwon-ah, bagaimana kalau kita duduk disana? disini terlalu berisik" Sungmin menunjuk kearah kursi dipinggir Sungai, meskipun disana ada orang lain namun tidak sebanyak dilapangan utama yang terletak ditengah taman itu. Disana kursinya terpisah, dan mereka mengambil kursi yang kosong.

"Hyung... tunggu sebentar ne? Aku meninggalkan sesuatu dimobil, aku akan segera kembali"

"ya... Si-Siwon-ah..." Sungmin hendak melakukan protes, namun Siwon segera berlalu dari sana dan menuju kemobilnya. Meninggalkannya sendirian menunggu disana, bibir pinknya mengerucut hingga mengukir ekspresi menggemaskan diwajahnya.

...

"aish! Kenapa Siwon lama sekali" gerutunya.

Namun ekspresinya segera berubah ketika iris kelamnnya kemudian menatap sebuah gedung besar yang berdiri megah ditengah gelapnya malam, hingga membuatnya menjadi objek yang paling bersinar. Terpampang dengan jelas "CHO COMPANY".

"kenapa kau tidak hancur saja!" semua ekspresi tadi tergantikan dengan tatapan dingin penuh kebencian.

"kau membunuh appaku! Kau membunuh eommaku! Kau menghancurkan kebahagiaanku! Kau menghancurkan hidupku! Kau menghancurkan segalanya!"

Tatapan itu masih setia menjadi pribadinya disana, tidak ada kesan manis sedikitpun.

"Sungmin si anak cengeng itu sudah mati, dan kau tertawa diatas penderitaannya selama ia hidup, kau yang membunuhnya! Jadi jangan salahkan aku kalau ia ingin merebut kembali kebahagiaannya"

.

.

"3 menit lagi sebelum satu angka berubah, lebih baik aku segera kesana" Siwon bergumam sambil melirik penunjuk waktu yang setia melingkar dipergelangannya.

Angka yang dimaksud Siwon bermakna banyak, satu angka berubah tentu itu berlaku untuk jam 11-12 pm. Tanggal 31-1. Tentu menambah 1 angka jga dibelakang sang tahun dan tidak lupa juga menambah 1 angka usia sang hyung.

Siwon mengunci mobilnya sebelum dia kembali ketempat Sungmin tadi. Terlihat cukup kesulitan dirinya membawa sebuah gitar, cake dan juga satu jinjingan belanjaan berisi kembang api.

.

.

Sepertinya Sungmin tidak menyadari kalau Siwon telah berada disana. Dari belakang, dia terlihat seperti sedang melamun sambil memandang sesuatu. Siwon menaruh jinjingannya didekat kursi, lalu menyalakan lilin-lilin kecil diatas cakenya.

DUAR! DUAR! (?)

Dalam sekejap keheningan berubah ramai. Berbagai macam bentuk sang bunga api terlukis indah diatas canvas berwarna hitam itu. Memandakan bahwa hari, tanggal, tahun semuanya telah berganti menjadi yang baru.

Sungmin melihatnya, itu indah. Dia tidak mengatakannya tapi dia merasakannya "indah sekali, aku jadi ingin membuat yang seperti itu, atau bahkan yang lebih terang dan indah dari itu..."

"Saengil chukkhae hamnida~~ Saengil chukkhae hamnida~~ saranghaneun Sungmin hyung... Saengil chukkhae hamnida~~"

Sungmin mengalihkan pandangannya ketika mendengar kalau ada orang lain selain dirinya disana. Dia melihat kesampingnya. Siwon tengah bernyanyi sambil memegang sebuah cake yang berhiaskan cahaya yang berasal dari lilin-lilin kecil yang menyala.

"Saengil chukkhae hyung~" ucapnya lagi.

Sungmin menatap bingung pada Siwon. Seakan mengerti arti pandangannya Siwon menjelaskan.

"Ini tanggal 1 Januari hyung, hari ulangtahunmu dan ini juga malam pergantian tahun, itu sebabnya malam ini ramai. Ini untukmu hyung, ayo membuat doa sebelum hyung meniup lilinnya"

Sejenak Sungmin memejamkan matanya dan berdoa "semoga Siwon selalu ada bersamaku, semoga dia selalu diberi kebahagiaan, semoga aku tidak membebaninya dan bisa ikut bahagia bersamanya. Dan juga...". Ada satu harapan terakhir yang diharapkannya jauh dari dalam hatinya sebelum kembali membuka matanya.

Wush!

Api-api diatas lilin itu padam begitu Sungmin meniupnya, lalu sungmin memotong kuenya untuk dinikmatinya berdua dengan Siwon. Sungguh itu hari yang indah untuknya.

"aku juga punya sesuatu untumu hyung.." Siwon mengambil sesuatu didekat kursi itu lalu menyerahkannya kepada Sungmin. Sebuah gitar akustik berwarna pink kesukaannya.

"i..itu untukku?"

"tentu saja ini untukmu, kau suka? Mau kunyanyikan sebuah lagu?"

Sungmin mengangguk lalu tersenyum, memandang Siwon yang bernyanyi sambil memainkan gitar dibawah terpaan cahaya kembang api yang entah mengapa membuat sosok Siwon semakin tampan dimatanya.

"Siwonnie gomawo" ucapnya disela-sela nyanyian Siwon.

.

.

.

"kau senang hyung?"

Sungmin mengangguk.

"kau suka aku mengajakmu kesini?"

Sungmin kembali mengangguk.

"aku senang hyung suka aku ajak kesini, teruslah tersenyum seperti itu hyung, aku akan bahagia kalau kau juga bahagia"

Sungmin terdiam mendengar apa yang Siwon tuturkan. Dia menundukkan kepalanya sesaat, dan kembali tersenyum saat memandang Siwon, mengukir senyumnya dihadapan seorang Siwon.

"Gomawo, jeongmal gomawo Wonnie. Aku menyayangimu" Sungmin memeluk Siwon dan Siwon membalasnya.

"ne! Aku juga menyayangimu hyung"

.

.

"ayo kita bersenang-senang malam ini, aku sudah membeli kembang api untuk merayakannya"

"jinja! Aish, kau selalu memberiku kejutan Wonnie"

Skip

"aarghh! Berisik sekali!" Kyuhyun menggerutu ketika mendapati dirinya tidak bisa tertidur karena mendengar suara yang sangat berisik. Hey Cho! Tentu banyak orang-orang disana yang tidak mau melewatkan malamnya untuk merayakan tahun baru.

"bagaimana bisa hanya aku sendiri disini tapi disini sangat berisik" katanya sambil merengut.

Ingin rasanya Kyuhyun menyita semua kembang api itu dan juga membagiakan obat tidur gratis pada orang-orang disana.

Kyuhyun meraih jaketnya lalu pergi keluar rumah. Percuma juga kalau dia disana tanpa bisa melakukan apa-apa.

.

.

"rupanya mereka ada ditaman itu, pantas saja sangat berisik!"

Hampir saja Kyuhyun benar-benar akan berteriak pada semua orang untuk berhenti menggangu tidurnya kalau saja dia tidak melihat dua orang yang dia kenal duduk disalah satu kursi disana. Ralat- sebenarnya hanya 1 orang yang dia kenal.

Kedua orang itu sedang memainkan kembang api bersama. Ya! Kedua orang itu adalah Sungmin dan Siwon. Sungmin memegang kembang api berbentuk pipa yang nantinya akan melesatkan kembang api keudara. Siwon juga memegang satu yang sama lalu menyalakan api ke kedua kembang api itu.

Kyuhyun berjalan perlahan kearah sana...

Mereka terlihat bahagia, apa mungkin prediksinya kalau namja itu adalah kekasih Siwon hyung benar? Pikirnya.

DUAR!

Namun tiba-tiba matanya membulat ketika sebuah ledakkan terjadi, menimbulkan kilauan cahaya berwarna oranye. Bukan dari kembang api yang indah dilangit. Namun ini lebih mengerikan.

Gedung Cho Company terbakar..."

To Be Continue.../END?


mind to R n R?

gomawo buat yang mau baca apalagi review... #peluk satu-satu :D

entah mengapa alurnya menjadi lambat seperti ini -_-

haha, mian aku orangnya moody, jadi kalo lagi gak mood untuk menulis ya gk akan nulis, yang ada malah bisa hancur berantakan semua kata-katanya. itu makanya saya suka lama kalo update ditambah tugas sekolah yang menumpuk juga sangat menghambat. maklum lah saya masih anak sekolah -_-