Disclaimer : DURARARA! selalu punya Narita Ryohgo-san. SELALU punya dia, kalau punya saya bersiap-siaplah Shizu-chan dan Izaya kunikahkan! #dilempar sendal

Warning, warning! : sedikit bumbu OOC, alur engga jelas, supernatural content, humor fail?, the pairing is IzayaxFem!Shizuo(Sekarang Shizuo sudah menjadi perempuan *ditimpukreaders*).

Enjoy, Chapter IV : Kehidupan Baru Sang Bartender

.

.

.

Pagi-pagi sekali Shizuo sudah terbangun dan melihat kearah cermin. Sungguh-sial-demi-apa, dirinya berubah 180 derajat yang tubuhnya maskulin menjadi—yang Izaya akui—seksi dan berlekuk indah. Balutan kaos putih serta celana training biru tua masih melekat pada tubuhnya itu.

Shizuo hanya menggeram kesal, meremas rambut panjangnya frustasi.

"Kalau begini, bagaimana aku bekerja dengan Tom!? AAARRGHH! Ini semua gara-gara si flea sialan itu!" rutuk Shizuo yang masih parno dengan kejadian kemarin.

Bagian selangkangannya masih terasa sakit untuk digerakkan bebas. Seiring jenis kelaminnya berubah, tentu saja 'kepunyaan'nya juga berubah. Hei, author tidak perlu menyebutnya agar kalian paham betul, kan? Tentu juga author masih 'polos' untuk membayangkan bagaimana Shizuo berubah wujud.

Kini Shizuo kembali berdiri. Dia sudah menguji kemampuan abnormalnya mengangkat barang. Ternyata masih sama kuatnya meskipun dirinya belum terbiasa karena saat mengangkat barang tinggi-tinggi, bagian dadanya sudah terekspos duluan, jadi niatnya untuk menghajar Izaya diurungkan.

Ngomong-ngomong soal terekspos, Izaya sudah berjanji satu hal pada Shizuo.

.

.

.

"Oi, untuk apa sih aku harus memakai ini semua!?" tanya Shizuo yang kini memegang kantung plastik hasil belanjaan. Izaya memampangkan cengiran menyebalkan.

"Setidaknya aku masih peduli padamu yang tiap hari harus marah-marah karena bagian tubuhmu selalu terlihat olehku.. pakaian dalam itu harus kau pakai." ucap Izaya tanpa mengecilkan volume saat mengatakan 'pakaian dalam'.

Ingin sekali rasanya Shizuo melemparkan tubuh Izaya kelangit biru.

Well, tidak elit sekali saat Izaya harus menahan tawa melihat Shizuo membenarkan posisi kaitan pakaian dalamnya didepan umum. Tidak sadarkah Shizuo bahwa itu membuat orang lain malu? Terutama perempuan.

Ah, tapi memang baru kali ini Shizuo menjadi perempuan seutuhnya, jadi masih bisa dibilang Shizuo tidak bersalah. Mungkin itu yang ada didalam pikiran Shizuo saat ini.

"Flea, kenapa kau lakukan ini padaku?" tanya si pirang saat sedang berada dalam restoran Russian Sushi pada tepat pukul duabelas. Izaya melirik Shizuo tanpa berhenti mengunyah otoro -nya. Setelah makanan favorit Izaya melewati tenggorokannya, pemuda berjaket bulu itu segera menjawab.

"Heee~ kan sudah kubilang, aku tidak mungkin kalah darimu, Shizu-chan"

"Alasan apa itu?! Memangnya harus membuatku menjadi perempuan seperti ini?"

"Uuh, anggap saja ini menambah pengalamanmu~ dan mungkin, aku bisa dibuat jatuh cinta padamu?"

"Hah?"

Shizuo menatap kesal pemuda disampingnya. Apa-apaan dia?, batin Shizuo.

Merasa salah satu dari mereka mengeluarkan aura tidak enak, Simon memberikan satu piring lagi sushi dihadapan Izaya, "itu tidak baik, berantam.. jangan lagi" Simon angkat bicara, sehingga membuat mereka berdua melihat kearahnya. Entah karena logat Jepang Simon yang berantakan atau karena meminta Simon agar berhenti memberikan sushi terus menerus untuk yang kesebelas kalinya.

Izaya hanya tersenyum, "terimakasih Simon, kami sudah cukup kenyang. Yah, maaf saja karena membawa masalah sampai kesini. Shizu-chan berisik sekali hanya karena dia kuubah jadi perempuan."

Mendadak muncul segiempat siku-siku dipelipis Shizuo. "hanya karena, huh!?"

"Shizuo.. berhenti. Tidak apa menjadi perempuan, perkataan aku waktu itu 'coba dulu' masih ingat?"

Pemuda—perempuan bersurai kuning emas itu cuma bisa pasrah, Izaya hanya senyum menyebalkan dan memakan otoro lagi. Simon menatap Shizuo, meneliti apa yang dia bisa. "Shizuo, kamu perempuan jadi tidak angkat barang, tidak boleh." ujar Simon lagi.

"Tapi bagaimana dengan pekerjaanku? Kalau sudah begini, apa yang akan dikatakan Tom?" Shizuo berbicara dengan kasar, seperti waktu dirinya menjadi laki-laki yang dijuluki 'Orang Terkuat di Ikebukuro'.

Simon menghela nafas, "Berhentilah dan jadi ibu yang baik".

=x=x=x=x=x=x=x=

GREEKKK!

"Aah, sudahlah Shizu-chan.." Izaya memangku kepala dengan tangan dimeja kerjanya. Kedua iris ruby itu memandangi perempuan tepat tiga meter dihadapannya sambil mengangkat sebuah sofa hitam.

Shizuo berjalan mendekat dengan wajah kesal, tangannya segera diayunkan untuk melempar sofa yang diangkatnya. "Shizu-chan.."

Mata Izaya tampak sendu, suara Izaya memanggil dirinya tadi terlihat lesu. Mata coklat perempuan pirang itu hanya bisa meneliti kemudian mengurungkan niatnya, tangannya segera meletakkan kursi itu kembali ketempatnya semula.

"Kau.. uuh, aku tidak bisa mengerti kenapa!" Shizuo kesal sendiri kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa. "Kenapa kau harus mengubahku menjadi seperti ini, kenapa kau bersikap seperti ini.. tch"

Izaya berjalan mendekati Shizuo.

Lengan Shizuo yang diangkat untuk menutupi matanya membuat perempuan berambut pirang itu tidak menyadari Izaya akan menindih dirinya.

Kini, mata Shizuo terbelalak. "Hey, main yuk~?" Izaya kembali memaparkan seringaiannya.

"Engga mau! E-eh?" Gerakan Shizuo untuk menyingkirkan tubuh Izaya darinya terhenti. Dia baru sadar kalau tangannya sudah diikat. "K-kau.."

"Ayolah~ kau tidak mau mencoba bagaimana aku memimpin tubuhmu?"

.

.

.

To be Continued

. . .

A/N : *lihat tanggal update* oh ._. kalau sekali ini author lama update, staw-chan janji akan buat next chapternya lebih panjang :3

-Balasan Review, Arigatou atas semua reviewnya!-

to Misachin, pst.. jangan bilang Shinra mesum, nanti di hajar Celty :v maaf saya bolak-balikin itu memang niat saya, ohohoho *dilempar*

to RinRin NaRin desu, maaf saya belum bisa panjangin, anda mau lihat meja belajar saya :'3 *lihat buku bertebaran* saya ingin buat jebakan untuk para reader (sebar aib sendiri)

to pika-pika, sippu! Itu akan terungkap dibagian selanjutnya. Ada satu hint kok rating bisa berubah seketika (?)

to Sora asagi, aaah~ hontou ni gomen ne XD

to Usernamee-nee, well, ariatou ne user-san untuk review sebelumnya :3 saya akan cek untuk bagian typonya lagi~

to keburumager, *ikut nari (?)* nuh, itu rencana jahat saya :'3 tapi yang pasti shipnya sudah ketahuan kok, IzUo~ tapi saat Shizu-chan jadi cute dan tiba2 lihat Izaya, cutenya bakal hilang sekejap :v

to Magie, saya sudah buat Iza-kun jadi seme kok :v

to hatake momo-chan, kalau tugas engga ada dan imajinasi engga melayang naik balon udara, saya akan lanjut dengan rajin :3

.

.

.

Well minna, terima kasih banyak karena sudah baca chappie ke empat ini~ don't be a silent reader, ya :3

.

.

.

Next Chapter in Monster dan Kutu : VI. Kebenaran.

.