MY STRONGER

.

.

.

CAST :

PARK JUNGSOO

LEE DONGHAE

AND

OTHER CAST

.

.

.

Semua tokoh milik kepunyaan diri mereka masing-masing

Saya cuman minjem doang

Tapi ini cerita punya saya hasil dari pikiran yang seberapa ini..

.

.

.

Saya balik lagi dengan cerita yang gak kalah menariknya *emg ada yang menarik.

No bash !

Jangan baca kalau gak suka
Walau ceritanya jelek minta sarannya ya reader tapi yang membangun

Ati-ati banyak typo(s) bertebaran

And then …

Happy Reading ^^

.

.

.

Sepasang kaki kecil berjalan melewati dinginnya pagi hari dimusim dingin ini. Tapi tak menyurutkan langkahnya untuk sejenak beristirahat. Mungkin bukan karena tak bisa tapi dia memang tidak harus menghentikkan langkahnya.

Berjalan sambil memikul beban yang ada dipundaknya membuat dia tetap bersemangat. Tubuh kurusnya tak pernah berhenti untuk bekerja meski letih yang dirasa.

Dia hanya seorang bocah laki-laki yang mengais uang bekerja menjadi pemanggul barang-barang dipasar. Walaupun seperti itu dia tidak pernah malu dengan teman-teman sebayanya. Ya, memang terkadang tak ada yang ingin berteman dengannya. Tapi toh, dia tak peduli, yang penting dia dan dongsaeng nya dapat makan pada hari itu.

Susah memang hidup yang dijalaninya, ditinggal sang ayah pergi dan setelah itu ibunya meninggal. Hanya berdua saja hidup dengan sang dongsaeng tak masalah baginya. Asal sang dongsaeng bahagia tentunya.

"Teuki, angkat yang itu saja. Yang ini terlalu berat", kata Song ahjummah. Bocah yang dipanggil Teuki –Leeteuk- tersebut mengangguk. Ditengah kesusahannya masih ada orang seperti Song ahjummah yang baik padanya.

Memberikan tempat yang layak untuk berteduh bagi dirinya dan sang dongsaeng membuat Leeteuk sangat berterimah kasih pada Song ahjummah.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan jam sembilan dan artinya dia harus segera pulang. Karena sang dongsaeng sudah menunggunya ditempat biasa. Dia hampiri dongsaengnya yang sedang duduk sambil memangku keranjang yang berisi kue beras.

Sedikit banyak yang terjual hari ini dan membuat mereka tersenyum senang tentunya karena bisa membeli makanan tanpa diberi oleh Song ahjummah.

"Hae, kkaja pulang", ajaknya pada bocah kecil yang dipanggil Hae –Donghae-. Dan dia, bocah kecil tersebut segera membawa keranjang kue beras tersebut.

"Teuki hyung, lihat. Kue belacnya hampil habic", cerita Donghae dengan senyum polosnya.

"wah, Hae pintar eoh", puji Leeteuk yang membuat Donghae menjadi malu.

"kkaja, hari sudah semakin siang", ajak Leeteuk untuk segera pulang kerumah mereka.

.

.

.

Berjalan dengan riang seolah tanpa beban yang mereka alami. Dengan senyum yang selalu terukir dibibir keduanya. Membuat siapa saja akan gemas tentunya.

Tapi tidak ! nyatanya mereka seolah diberi tatapan aneh oleh orang-orang sekitar sekolahan elit yang mereka lewati. Bagaimana tidak dengan pakaian dan jaket lusuh yang Leeteuk dan Donghae kenakan mereka melewati kawasan elit tersebut.

"YA! Kalian ingin mencuri disini eoh?", ucap salah satu yeoja paruh baya yang ada disitu. Karena melihat salah satu bocah kecil menatap intens kearah mereka.

"dasar kalian bocah miskin. Pergi darisini", ucap satu lagi orang yang ada disitu. Sontak membuat Leeteuk menarik Donghae untuk berjalan lebih cepat. Bukan karena Leeteuk tak ingin mendengar cemoohan dari orang-orang melainkan agar dia bisa bebas darisana. Pasalnya kalau dia dan sang dongsaeng tak menjauh, mereka akan dikira pencuri..

Sudah biasa perlakuan buruk yang diterima oleh keduanya. Bahkan sampai dilemparkan batu. Dan ketika itu tepat mengenai kepala Donghae membuat dia harus dibawa keklinik.

"kenapa meleka celalu cepelti itu? padahalkan Hae cuman lihat caja", tanya Donghae polos.

"sstt sudah lupakan. Jangan melihat kearah sana lagi kalau kita melewati tempat itu ne", ujar Leeteuk kepada sang dongsaeng dan dijawab anggukkan oleh Donghae. Mereka berdua pun kembali berjalan menuju rumah yang bisa dibilang jauh dijangkau oleh kaki kecil mereka.

"Hae lelah , hyung", pinta Donghae. Dan Leeteuk yang melihat Donghae seperti itu mencari tempat untuk mereka duduki.

"kita duduk disitu saja ne", tunjuk Leeteuk dibangku taman yang masih sepi. Leeteuk menggandeng tangan Donghae untuk mengikutinya. Dia melihat wajah Donghae yang sangat kelelahan dan mungkin juga lapar karena belum sarapan. Tapi seakan tahu kondisi mereka Donghae tak pernah mengeluh. 'mian ne Hae', batin Leeteuk sedih dan buru-buru memalingkan wajahnya agar Donghae tak melihatnya akan menangis.

.

.

.

"hyung, kkaja pulang. Dicini panac", ucap Donghae.

"sebentar Hae, hyung masih lelah", pinta Leeteuk pada Donghae. Dan melihat sang hyung sangat lelah mengurungkan Donghae untuk pulang dan kembali duduk.

"Bummie, kenapa kita kesini eoh?", ucap salah satu bocah yang mengenakan seragam SD pada temannya yang dipanggil Bummie –Kibum- itu.

"aku sedang ingin kabur Kyuhyun pabbo", kesal Kibum karena Kyuhyun sedari tadi berisik. Leeteuk dan Donghae pun memandang aneh pada Kibum dan Kyuhyun. Pasalnya, ini adalah taman yang tak terurus yang takkan didatangi oleh orang seperti Kibum maupun Kyuhyun.

Hei, bukannya pikiran Leeteuk aneh tapi lihat pakaian kedua bocah itu. seragam sekolah elit tadi yang mereka lewati. Baru melihat orang seperti Leeteuk dan Donghae saja sudah ketar ketir. Apalagi mendatangi taman hampir memasuki kawasan kumuh.

Kibum yang sejak tadi dipandangi seperti itu oleh Leeteuk dan Donghae menjadi risih. Namun dia tak berucap sama sekali terkesan dingin eoh? Bukan-bukan karena sikapnya melainkan dia tengah melihat Donghae yang sedang menatapnya lucu.

"kalian terpesona dengan ketampananku", narsis Kyuhyun dan membuat Leeteuk dan Donghae mengalihkan tatapan mereka.

"kkaja Hae kita pergi", ajak Leeteuk tanpa meminta persetujuan Donghae. Dan Donghae yang penurut mengikuti langkah sang hyung berjalan.

"ya ya kalian mau kemana?", cegat Kibum ketika Leeteuk dan Donghae akan pergi.

"hyung", takut Donghae. Karena pasalnya setiap anak-anak orang kaya akan berbuat seenaknya pada mereka.

"kenapa kau takut bocah", ujar Kyuhyun santai tak memikirkan kalau dia juga bocah, malah mulai ingin memegang lengan Donghae.

"apa yang kau lakukan?", ucap Leeteuk marah karena melihat Kyuhyun akan memegang Donghae. Dan perlakuan Kyuhyunpun membuat Donghae semakin bersembunyi dibalik tubuh Leeteuk.

"aku hanya ingin bermain dengannya yang lucu", jawab Kyuhyun masih santai.

"apa maksudmu dengan kata bermain eoh? Kau ingin menjahati kami", Leeteuk mulai marah sekarang karena mendengar kata bermain dari Kyuhyun. Soalnya memang Donghae selalu diajak bermain untuk dikerjai.

"Kyu, kau membuat anak itu takut", ucap Kibum yang sedari tadi diam melihat Donghae yang bersembunyi karena takut. Kyuhyun memberikan jitakan sayangnya pada Kibum karena secara tidak langsung mengatainya seram.

"aku ini orang baik-baik tahu, kenapa kalian takut padaku?", gerutu Kyuhyun kesal. Tak ada satu orangpun yang akan menolak jika diajak bermain oleh Kyuhyun. Tapi kenapa mereka tidak mau pikir Kyuhyun.

"ini untukmu", Kibum memberikan mainan yang ada ditangannya pada Donghae yang berada dibelakang Leeteuk. Sontak membuat Donghae mndongakan wajahnya dan melihat Kibum.

Kibum yang melihat kalau Donghae masih takut menatap nya dengan tatapan bersahabat. Dan Leeteukpun hanya diam saja karena mungkin dia tahu kedua orang ini memang baik.

"ambil Hae, dia memberikan untukmu", bujuk Leeteuk. Membuat Donghae ingin mengambil mainan yang ada ditangan Kibum. Dengan taku-takut dia akan mengambil mainan itu.

"YA! Apa yang kalian lakukan?", marah orang yang baru datang.

"kalian ingin mencuri mainan itu eoh", tunjuknya pada Donghae dan Leeteuk. Dengan marah orang itu mengambil mainan yang sudah berada ditangan Donghae dengan kasar dan mendorong nya hingga jatuh. Sontak membuat tangis Donghae pecah.

"huweee hiks hiks hyung hik hiks appo !", tangis Donghae kencang. Dan orang yang mendorongnya tersebut hanya menyeret kedua Kibum dan Kyuhyun menjauh sambil memarahi keduanya.

Leeteuk mencoba untuk menenangkan Donghae yang menangis semakin kencang. Dan meniup tangannya yang sudah lecet terkena gesekan pasir saat terjatuh tadi.

"ssssttt uljima ne", ucap Leeteuk menenangkan sambil mengusap air mata Donghae yang semakin deras.

Dan tidak jauh dari mereka sosok Kibum menatap sedih kearah Donghae yang terus menangis. Tanpa mendengarkan sang hyung –Heechul- yang sedang mengomel.

.

.

.

END / TBC ?

Hei hei hei.. akhirnya selesai juga nih FF *elap keringet*, gimana-gimana bagus kan ceritanya? Walaupun enggak bagus yasudah gak papah *ngumpet diketek bada*

Berikan saya aspresiasi dengan meREVIEW cerita nya ne, kalau banyak yang REVIE bakala dilanjutkan. Tapi kalau tidak cukup sampai disini *maksa gue*

And then gamsaHAE