MY STRONGNEST

.

.

.

CAST :

PARK JUNGSOO

LEE DONGHAE

AND

OTHER CAST

.

.

.

Semua tokoh milik kepunyaan diri mereka masing-masing

Saya cuman minjem doang

Tapi ini cerita punya saya hasil dari pikiran yang seberapa ini..

.

.

.

Saya balik lagi dengan cerita yang gak kalah menariknya *emg ada yang menarik.

No bash !

Jangan baca kalau gak suka
Walau ceritanya jelek minta sarannya ya reader tapi yang membangun.

..

.

Disini anggep aja Leeteuk & Heechul seumuran

Kibum & Kyuhyun seumuran dibawah Leeteuk

Donghae yang paling muda

Ati-ati banyak typo(s) bertebaran

And then …

Happy Reading ^^

.

.

.

"Minnie hyung, jebbal !", ucap Donghae yang sudah sangat frustasi. Sudah sejak sejam lama nya setelah dia sadar dan mengetahui kalau ini bukan tempat Leeteuk. Donghae terus menggedor pintu kamar yang dia tidak tahu ini dimana. Yang jelas Donghae tahu kalau Sungmin lah yang membawanya.

Tok

Tok

Tok

Ketukan pintu itu semakin lama semakin lemah. Tapi tak ada niat sedikitpun untuk Sungmin membukakan pintu tersebut. Bukan Sungmin tak iba dengan Donghae yang berteriak dari sejam yang lalu. Tapi Sungmin benar-benar tak ingin Donghae pergi.

Sungmin melakukan ini agar dia selalu bersama Donghae. Egois memang ! tapi bukankah mereka sama saja. Saat setelah bertemu mereka ingin tinggal bersama dan meninggalkan Sungmin.

"Mian Hae", gumam Sungmin lirih yang mungkin hanya dia yang bisa mendengarnya.

Setengah jam setelah tak terdengar lagi ketukan dan teriakan Donghae. Yang berarti sudah satu setengah jam setelah Donghae bangun. Sungmin memutuskan untuk menemui Donghae. Dia berfikir bahwa dongsaeng nya itu sudah tenang karena tak bersuara.

Sambil membawa sarapan buat Donghae, Sungmin membuka kamar tersebut dan berjalan masuk. Dia melihat Donghae yang sedang duduk membelakanginya di sudut ranjang. Apakah Donghae nya marah?

"Hae", panggil Sungmin lalu mendekat kerarah nakas untuk menaruh makanan yang dia bawa.

Namun tak ada respon yang dari Donghae. Seakan Donghae enggan untuk melihatnya, ya walaupun kenyataannya memang Donghae tak bisa melihat.

"kau marah pada hyung ne?", tanya Sungmin kepada Dongahe yang tetap bungkam.

"mengertilah Hae", ujar Sungmin sambil memeluk tubuh Donghae.

Hiks hiks

Isakan keluar begitu saja dari bibir Donghae. Sebagai jawaban apa yang tengah Sungmin tanyakan.

"ssssttt uljima ne", Sungmin menenangkan Donghae yang semakin terisak dalam pelukannya. Dia tak ingin kalau sampai Donghaenya jadi seperti ini.

"wae hyung?", tanya Donghae masih disela isakannya.

"hyung hanya tak ingin jauh dari Hae. Hyung tak ingin Leeteuk mengambilmu dari ku", ucap Sungmin dan membuat Donghae kaget.

"bukankah hyung menyetujui kalau kita akan tinggal bersama dan Teuki hyungpun sudah menyetujuinya", jelas Donghae yang sudah sangat tenang.

"tapi dia akan merebut semua perhatianmu dan perlahan Hae akan meninggalkan Minnie hyung", ucap Sungmin datar.

Donghae pun sangat kaget dengan itu. pasalnya, Sungmin tak pernah bicara dengan nada seperti itu. Apakah ini semua salahnya? Egois kah Donghae yang ingin kedua hyungnya?

Donghae tak bisa memilih. Dia tak bisa memilih salah satu diantara keduanya. Dia hanya ingin kedua hyungnya. Hyung-hyungnya yang akan selalu menjaganya. Hyung yang selalu memberikan kasih sayang. Dan hyung yang akan selalu melindunginya dari apapun.

"nah, sekarang makan sarapan mu dulu nde?", ajak Sungmin dan menuntun Donghae untuk mendekati nakas.

Dengan telaten Sungmin menyuapi Donghae. Dan Sungmin pun sangat bersyukur bahwa Donghae tak menolak apapun yang dia lakukan. Dan sampai makanan yang dipiringnya habis pun Donghae tetap mau disuapi.

Tapi ada yang berbeda dari Donghae nya. Selama makan Donghae tak bersuara sedikitpun, beda dari biasanya.

"Hae, gwenchana?", tanya Sungmin.

"Hae lelah, Hyung", jawab Donghae yang mulai merebahkan badannya dan membelakangi Sungmin.

Sungmin yang melihat Donghae seperti itupun menjadi sangat sedih. Apa benar dia akan tahan jika Donghae akan bersikap seperti ini sampai nanti? Sungmin pun bergegas untuk keluar dan beristirahat. Karena dari semalem dia belum sama sekali tidur.

Donghae yang mendengar kalau Sungmin sudah keluar dari kamarnya, bangun dari tidurnya. Memandang sendu dengan tatapan kosongnya. Bagaimana dengan Teuki hyungnya disana? Bukankah Donghae tak tahu ini dimana?

"Teuki hyung, Mianhae", gumam Donghae.

"kenapa Minnie hyung seperti itu? Hae tidak akan lupa dengan Minnie hyung. Hae juga ingin selalu bersama dengan Minnie hyung" ucap Donghae entah sama siapa.

"Minnie hyung, jebbal. Jangan seperti ini. Hae ingin Minnie dan Teuki hyung menjadi hyungku. Hae tak bisa memilih antara kalian berdua", ucap Donghae.

Dan Donghae pun tak bisa membendung lagi air matanya. Mungkin kalau dia bisa melihat, pasti dia akan melihat matanya yang sangat bengkak.

"hiks hiks hyung hiks hiks", tangis Donghae memanggil nama hyungnya. Entah itu Leeteuk atau Sungmin yang saat ini Donghae tangisi? Ataukah malah kedua nya? Hanya Donghae yang tahu.

.

.

.

Hampa! Beginilah hidup Leeteuk sekarang. Sudah seminggu dia mencari dimana keberadaan Donghae yang dibawa kabur Sungmin. Dan seolah tau, Sungmin seolah menghilang. Dia tak lagi ada direstorannya dan bakan tak ada satupun karyawan yang tahu.

Sudah banyak cara dia lakukan untuk menemukan tempat dimana Sungmin bersembunyi. Namun semua itu nihil. Seolah Sungmin hilang ditelan bumi bersama dengan Donghaenya.

"Hae, dimana kau?", ucap Leeteuk sambil memandang wajah Donghae yang dia ambil saat berada menemui Donghae.

Lagi, Leeteuk lagi dan lagi selalu menghubungi nomor Donghae ataupun Sungmin namun nomor keduanya pun tak pernah aktif.

Frustasi kah Leeteuk?

Jelas saja! Saat dia berharap kalau dia akan bersama lagi dengan Donghae namun Donghae nya menghilang. Kalau saja, waktu itu dia langsung menyetujui bahwa malam itu Donghae pindah, pasti mereka tak akan terpisah lagi.

"aaarrrggghhh mati kau Lee Sungmin!", teriak Leeteuk frustasi.

Dia tak pedulikan lagi kalau anak buahnya akan mendengar dia berteriak. Toh, yang lebih penting bukan masalah harga dirinya namun yang dia pikirkan adalah Donghaenya.

.

.

.

"Bummie kenapa kita kesini lagi? Bukankah kita tahu kalau Lee Sungmin itu tak kesini?", tanya Kyuhyun yang bingun dengan tingkah Kibum.

"ssst sudahlah, jangan berisik. Pasti suatu saat Sungmin itu akan kesini", ucap Kibum dengan suara yang sangat pelan.

"terserah mu saja lah Kim", ujar Kyuhyun sudah lelah dan diapun menggeluarkan PSP nya untuk bermain sejenak.

Dan tanpa disangka mereka pun, ternyata Sungmin mendatangi restorannya. Senyum kemenangan tersungging saat melihat Sungmin yang memasuki restoran dengan sangat waspadah.

Sungmin juga memakai masker dan topi untuk menutupi wajahnya. Tapi sepintar apa Sungmin menyembunyikan itu, Kim Kibum akan selalu tahu.

"dapat kau Lee Sungmin", ucap Kibum dengan senyum mengejek nya yang diarahkan pada Sungmin.

"kau tepat Kim", ujar Kyuhyun yang menyeringai karena melihat tangkapannya sudah ada didepan mata.

"kajja, kita bergerak Kyu", ajak Kibum. Dan mereka pun meninggalkan restoran tersebut untuk melakukan rencana mereka.

Setelah menunggu sekian lamanya, akhirnya Sungmin yang mereka tunggu keluar juga. Sepertinya Sungmin sangat terburu-buru sampai dia tak lagi melihat sekitarnya. Sungmin pun tak menyadari kalau dia tengah diikuti oleh Kibum dan Sungmin.

"Gotcha!", ucap Kibum dan Kyuhyun bersamaan. Dan dengan diam-diam mereka mengikuti kemana arah Sungmin pergi.

"wah wah ternyata dia tinggal disini", ujar Kyuhyun yang sangat kagum. Kagum karena ternyata Sungmin membawa Donghae jauh dari kota.

"dia memang terlalu pintar", Kibum melihat-lihat rumah yang ditempati oleh Sungmin dan bisa jadi kalau Donghae juga ada didalamnya.

"Kyu, kau jaga sini nde. Aku akan mencari jalan masuk rumah itu", jelas Kibum dan mulai mendekati rumah Sungmin.

.

.

.

"Hae", panggil Sungmin yang melihat Donghae sedang duduk menatap kosong kedepan televisi. Namun Donghae sama sekali tak menghiraukan panggilan Sungmin tersebut. Sungmin yang tak direspon mulai mendekati Donghae.

Sudah seminggu, Donghae hanya melamun seperti sekarang ini. Sungmin sangat-sangat tahu apa yang sedang difikirkan Donghae. Namun, lagi-lagi Sungmin tak mau tahu apa yang sedang difikirkan Donghae.

"Hae", panggil Sungmin lagi dan Donghae pun sudah tersadar dari lamunannya.

"ah nde hyung", ucap Donghae yang sudah sepenuhnya sadar.

Sungmin pun mengusap lembut rambut Donghae. Seakan ingin memberitahu kalau dia benar-benar sangat menyayangi Donghae.

"Hae, sudah makan eoh? Apa Hae dari tadi hanya disini?", tanya Sungmin.

"ne hyung. Hae, tidak tahu dimana letak dapurnya. Disini terlalu asing", ucap Donghae.

Sungmin yang medengar itu menjadi sangat sedih dan sangat kecewa. Donghae mengatakan asing disini. Apakah dia juga asing dengan Sungmin? Apakah itu salah satu bentuk penolakkan?

"kajja, sekarang kita makan ne", ajak Sungmin pada Donghae dan mulai menuntun Donghae kearah meja makan

"hyung sebenarnya kita ada dimana?", tanya Donghae saat selesai menyantap makanannya.

"ini rumah kita, Hae", ucap Sungmin santai yang masih sibuk membereskan piring yang mereka pakai untuk makan.

"bolehkah kita kembali hyung", tanya Donghae ragu.

"Minnie hyung?", panggil Donghae karena Sungmin hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.

"nanti Hae", ucap Sungmin akhirnya.

"hyung", lirih Donghae kecewa. Kecewa dengan penolakkan yang diberikan oleh Sungmin. Bukankah selama ini Sungmin selalu mengistimewakan Donghae? Namun sekarang? Sungmin menolak itu semua.

Dan Sungmin yang melihat Donghae seperti itu hanya bisa menghela nafas nya. Lagi-lagi Donghae meminta untuk kembali. Tak cukupkah hanya disini saja? Berdua?

"kkaja. Kau harus tidur", ajak Sungmin pada Donghae. Dan tanpa menolak Donghae mengikuti.

.

.

.

"jadi maksudmu mereka ada disana?", tanya Leeteuk pada Kibum. Sesampainya dirumah Kibum segera memberi tahu Leeteuk tempat dimana Sungmin dan Donghae tinggal.

"lantas kenapa kau tak membawa pulang Kim?", tanya Heechul yang geram dengan Kibum. Kenapa tidak dia bawa Donghae pulang? Malah menunggu memberitahu mereka disini.

"ck kau bodoh apa bagaimana hyung? Disana ada Sungmin", uja Kyuhyun santai tanpa memperhatikan Heechul yang tengah kesal.

"sudahlah besok aku akan kesana menyusul Donghae", putus Leeteuk akhirnya.

"tapi Teuki kau tidak bisa sendiri", ucap Heechul pada Leeteuk.

"Teuki hyung benar. Kalau kita bersama malah Sungmin akan semakin curiga", ucap Kibum.

Dan mereka pun kembali kekamar masing-masing setelah menyetujui bahwa Leeteuk seorang diri yang akan pergi menjemput Donghae.

.

.

.

Setengah jam sudah Leeteuk mencoba untuk memejamkan matanya. Namun hasilnya selalu saja nihil. Dia tak bisa untuk terbang ke alam mimpi.

Perasaan yang entah seperti apa yang kini tengah Leeteuk rasakan. Membayangkan bahwa besok waktunya untuk dia menjemputr Donghae. Namun masih saja ada rasa takut. Bagaimana nanti kalau Sungmin mengetahui dan dia membawa Donghae lagi.

"kuatkan aku Tuhan", gumam Leeteuk sambil berdoa. Agar esok dia benar-benar bisa membawa Donghae nya pulang.

Leeteuk pandangi langit-langit kamanya. Membayangkan ekspresi Donghae saat bertemu kembali. Walaupun Leeteuk tahu Donghae tentu tidak bisa melihat.

Tapi satu yang selalu mengganjal Leeteuk. Apakah semua ini keinginan Donghae? Donghae yang ingin untuk bersama Sungmin.

"anni. Donghae tidak seperti itu", tolak Leeteuk. Karena dia tahu seperti apa Donghae. Walaupun mereka sudah lama tak bersama. Tapi melihat dari bagaimana sikap Donghae yang dia temui, Donghae masih seperti dongsaeng kecilnya.

"tunggu hyung ne Hae. Teuki hyung akan menjemputmu", gumam Leeteuk.

Dia memang yang harus merawat Donghae bukan? Dia hyungnya. Bukankah selama ini Sungmin yang telah merebut Donghae darinya. Lantas untuk sekarang ini, Donghae akan bersama dengannya.

Egoiskah Leeteuk? Mungkin semua ini karena Donghae. Karena dia tidak bisa bersama Donghae setelah sekian lama mencari.

Salahkan Sungmin yang terlalu egois untuk mendapatkan Donghae. Bukankah Leeteuk sudah berbaik hati untuk mengajak tinggal bersama? Lantas kenapa Sungmin hanya ingin memonopoli Donghae?

"tak kan ku maafkan kau Sungmin", gumam Leeteuk untuk terakhi kalinya sebelum dia menyusul kealam mimpinya. Berharap esok adalah hari yang benar-benar membuatnya bahagia.

.

.

.

Dilain tempat dan mungkin juga diwaktu yang hampir bersamaan. Namja yang diketahui bernama Lee Donghae menatap kosong kearah langit-langit atap kamarnya.

Susah sekali untuk memejamkan matanya barang sedikit pun. Entah apa yang akan terjadi? Tapi perasaan nya saat ini membuat dia bingung.

Entah apa perasaan apa itu? Sulit untuk Donghae mendiskripsikannya.

Donghae ingin sekali, disaat dia gundah seperti ingin melihat bintang yang bercahaya dilangit sana. Sama ketika dulu dia dan hyungnya melihat bintang dimalam hari. Walaupun dengan badan yang sangat lelah sang hyung tetap saja mau mengajaknya melihat bintang dimalam hari.

"hyung. Bogoshipeo", gumam Donghae.

Sekelabat bayangan dimasa lalu melintas saja begitu indahnya dalam pikiran Donghae.

"Teuki hyung lihat!", ucap Donghae antusias.

"ne, indah bukan? Disana ada appa dan eomma kita Hae", ujar Leeteuk yang terus memandangi Donghae.

"jinjja? Belalti eomma dan appa celalu melihat kita hyung?", tanya Donghae.

"ne"

Tanpa terasa air mata jatuh menuruni pipi tembam Donghae. Sedih dikala mengingat hal-hal seperti itu. Bagaimana senang nya dulu dia saat Leeteuk mengajak nya melihat bintang pada malam hari.

"Teuki hyung", isak Donghae lirih

.

.

.

"Teuki hyung". Donghae menangis lagi.

Dan itu pasti karena ulahnya. Sungmin yang sedari tadi memperhatikan Donghae sangat-sangat bersalah. Bagaimana dia bisa membuat Donghae selalu menangis? Bukankah dia telah berjanji untuk membuat Donghae tidak menangis lagi?

Dia melanggat janji itu hanya karena keegoisannya. Berdosakah Sungmin?

"mianhae Donghae-ya", gumam Sungmin meninggalkan pintu kamar Donghae dengan perasaan yang sangat bimbang.

.

.

.

Sesuai rencana yang telah disusun. Leeteuk dengan pasti menuju kearah tempat Sungmin membawa Donghae. Dia tahu kali ini sikapnya sangat-sangat egois. Tapi memang inilah dia jika menyangkut tentang Donghae nya.

Selama perjalanan Leeteuk terus memikirkan bagaimana caranya untuk memasuki rumah itu. bagaimana jikalau Sungmin berada dirumah. Akan sia-sia bukan?

Namun apapun resikonya, dia harus membawa kembali Donghae.

"Hae tunggu hyung ne", ucap Leeteuk yang memandangi poto Donghae.

Mobil Leetuk pun melaju kencang menuju tempat yang telah diberi tahu oleh Kibum sebelumnya.

.

.

.

"hyung ingin membeli sesuatu. Jadi Hae tunggu disini ne", ucap Sungmin berpamitan pada Donghae.

"ne hyung"

"Hae ingin es krim?", tanya Sungmin. Namun hanya gelengan yang menjadi jawaban dai Donghae sendiri.

"baiklah. Hyung pergi dulu ne", pamit Sungmin dan meninggalkan Donghae.

.

.

.

Ceklek~

Pintu rumah itu pun terbuka. Namun orang yang berada dirumah itu hanya diam saja. Jelas saja dia diam. Bukankah dia tahu siapa orang yangg datang.

Hyung nya. Sungmin.

"Hae", panggil suara itu.

Dan Donghae yang dipanggil membatu. Dia kenal suara itu. Suara yang selalu dia rindukan.

"Teuki hyung?", tanya Donghae.

"ne, ini Teuki hyung. Hyung kesini untuk menjemputmu", ucap Leeteuk dan dengan tanpa meminta persetujuan Donghae Leeteuk segera mebawa Donghae keluar.

Untuk apa meminta persetujuan Donghae, kalau nyatanya memang Donghae seharusnya bersamanya.

Dan lihat juga sekarang. Tak ada penolakkan bukan dari Donghae. Dan dengan cepat sebelum Sungmin ada Leeteuk segera membawa Donghae.

BUGH~

Namun belum sempat dia membuka mobilnya untuk Donghae. Leeteuk sudah jatuh tersungkur akibta pukulan yang diberikan oleh Sungmin.

"hyung!", panik Donghae mendengar suara debuman.

"brengsek kau Lee Sungmin", marah Leeteuk pada Sungmin.

Namun belum sempat juga Leeteuk bangun dari tempatnya. Sungmin sudah menarik Donghae memasuki mobilnya dan membawa Donghae bersamanya.

"Sial kau Lee Sungmin !", teriak Leetuk dan dengan cepat mengendarai mobilnya menyusul mobil Sungmin yang sudah membawa jauh Donghae.

.

.

.

Dua mobil itu saling kejar tak mau sedikitpun mengalah. Dengan kecepatan yang penuh mobil-mobil tersebut berjalan.

Mobil Sungmin melaju dengan sangat kencang. Yang ada dipikiran Sungmin hanyalah bagaimana caranya untuk supaya Leeteuk kehilangan jejak mereka.

Tanpa memperdulikan seseorang yang tengah sangat ketakutan. Donghae tentu saja.

Walaupun Donghae tak bisa melihat, Donghae masih bisa merasakan bahwa sekarang Sungmin dalam kondisi yang sangat buruk. Sampai-sampai membawa nya dengan mobil yang melaju dengan kencang.

"Minnie hyung", ucap Donghae.

Namun objek yang dipanggil tak menyahut sedikitpun. Karena masih sibuk bagaimana agar mobi yang berada dibelakang nya tertinggal jauh.

"hyung, jangan seperti ini", ucap Donghae lagi pada Sungmin.

Sungmin tahu dan sangat-sangat tahu kalau Donghae sekarang sangar takut. Terdengar jelas dari suara nya yang sangat gemetar itu. tapi bagaimana pun juga Sungmin tak mau itu terjadi.

"hyung kumohon", pinta Donghae lagi.

"apa yang harus kulakukan Donghae-ya!", teriak Sungmin pada Donghae. Dan tanpa melihat mobil yang sedang melaju juga didepannya.

Tiiiiinnnnn~

BRAK~

BRAK~

Mobil yang dikendarai Sungmin pun jatuh dengan sangat elitnya menuju jurang yang ada disampingnya.

.

.

.

"kajja kita pulang", ajak seseorang pada orang yang lainnya.

"sebentar lagi", kata orang tersebut.

"Hae ini sudah siang", bujuk orang tersebut.

"tapi Teuki hyung", tolak orang tersebut yang nyatanya adalah Donghae.

"ya sudah disini saja dengan hyung mu itu", ujar Leeteuk pura-pura kesal dan berlalu meninggalkan Donghae.

"Ya! Teuki hyung tunggu aku!", teriak Donghae sambil berlari mengejar sang hyung.

Keduanya pun meninggalkan seseorang disana. Seseorang yang sudah sangat tenang dialam yang berbeda yaitu, Lee Sungmin.

.

.

.

'Gomawo Minnie hyung. Telah memberikan kebahagian terhadapku. Apapun yang pernah terjadi aku sangat-sangat menyayangi mu. Jeongmal Saranghae nae hyungie~'

'gomawo Sungmin-ah! Telah meberikan Donghae sebuah cahaya lagi, agar Donghae bisa melihat bagaimana indah nya dunia lagi. Aku akan menjaga Donghae untukmu. Jadi jangan membawa nya lagi arraseo!'

Leeteuk dan Donghae pun meninggalkan pemakaman dengan perasaan yang sangat tenang. Karena nya, Lee Sungmin . Leeteuk dan Donghae dapat bersama kembali.

.

.

. end !

Wkwkwk gaje kah?

Haha ya begitulah saya ..

.

.

Tapi becanda ding !

.

.

.

Ckit~

Brakkkk~

"Donghae-ya !", teriak Leeteuk saat mobil tersebut jatuh ke jurang.

Mobil yang salah satunya terdapat Donghaenya. Panik? Tentu saja! Bukan hanya sekedar panik namun Leeteuk sangat-sangat takut.

Tanpa membuang waktu pun Leeteuk mencari jalan agar bisa menolong kedua orang tersebut yang salah satunya adalah Donghae nya.

Tak menunggu lamapun sebuah ambulans membawa korban untuk dilakukan pertolongan yang sangat serius.

.

.

.

"kumohon bertahanlah", ucap Leeteuk pada keduanya. Dia takut terjadi sesuatu pada Donghae. Namun dia juga takut terjadi apapun dengan Sungmin.

Leeteuk berharap keduanya dapat selamat.

Sudah berjam jam Leetuk menunggu duluar ruang operasi tempat Donghae maupun Sungmin didalam sana. Takut itulah perasaan yang dirasakan Leetuk saat ini.

Hanya berdoa lah yang Leeteuk lakukan untuk keselamatan keduanya. Dengan sangat tulus Leeteuk meminta pada tuhan untuk menyelamatkan nyawa orang terkasihnya.

Dan operasi yang memakan waktu lama pun akhirnya selesai juga. Membuat Leeteuk sangat-sangat lega walaupun masih ada terselip rasa takut juga.

Disinilah Leeteuk diruangan yang ditempati Sungmin. Bukan karena apapun. Namun terlihat jelas bahwa Sungminlah yang saat ini sangat parah.

"Leeteuk ssi. Maaf untuk semuanya ne", lirih Sungmin.

"kurasa aku takkan bertahan lama, jadi jaga Donghae ne", ucap Sungmin dengan suara yang sudah sangat lelah.

"anni, kita yang akan menjaga Donghae. Sungmin-ah", ucap Leeteuk yang menolak kata-kata Sungmin.

"kau lucu ne. bukankah aku sudah mengambil Donghae"

"jika aku pergi, ambillah mata ini untuk Donghae. Dongsaeng tersayangku", ucap Sungmin semakin lirih.

"ucapkan maafku juga ne untuknya. Aahh kurasa Wookie akan menjemputku".

"tidak Sungmin-ah, kau harus bertahan", ujar Leeteuk.

"annyeong", ucap Sungmin untuk terakhir kalinya. Karena kini Sungmin sudah pergi meninggalkan Donghae tanpa memberi tahu nya.

.

.

.

"gomawo, Hae. Gomawo Teuki. Maaf untuk jika aku memisahkan kalian terlalu lama. Lee Donghae jangan mnaja lagi ne pada Leeteuk. Awas saja kau.

Ingatlah aku selalu ne. karena akupun juga akan mengingat kalian. Dari sini! Dari tempat ku berada kini"

Dan bayangan Sungmin pun menghilang setelah melihat kepergian Leeteuk dan Donghae yang sangat bahagia.

.

.

.

End !

Wkwkwk ending nya anehka? Haha itulah yang ada diimajinasi saya. Gak bisa mikir lagi hehehe. Maafkan saya ne ~

Terima kasih untuk para reader yang sudah sempat membaca dari awal sampai akhir cerita ini. dan yang meREVIEW cerita ini dari awal sampai akhir.

thanKYU VERY MUCH buat kalian :

oelfha100194 | guest | masitaelf | xxx | wonhaesung love | arumfishy | | x | safa fishy | aniko0405 | nnaglow | kim haemi |

*kecupkaliansatusatu*

Okeh akhirnya, untuk terakhir kalinya boleh ya REVIEW nya *kedipkedipmata*

Bye bye semuanya !