Speed of Destiny: Rise Up

Naruto © Masahi Kishimoto

Genre: Friendshiep

Inspirasi jelas dari Initial D

Rated : T

Warning : OOC, Gak jelas, semua serba ngawur dan hanya fiktif dan tidak lupa Typo.

Chapter 2

Suasana gedung Auditorium Jurusan Kedokteran Universitas Kedokteran Sunagakure begitu riuh meski ada sang Ketua Hima (Himpunan Mahasiswa) yang sedang berpidato. Rata-rata mahasiswa baru ini menunjukkan wajah suntuk bila mereka tidak bicara satu sama lain. Mereka mungkin sudah jenuh mengikuti proses orientasi dari fakultas yang berlangsung selama lima hari berturut-turut. Sekarang mereka harus mengikuti orientasi dari jurusan yang akan diadakan selama tiga hari berturut-turut. Untungnya ini adalah hari terakhir artinya hanya akan ada sesi-sesi ringan sebagai penutupan.

Dari barisan paling belakang nomor dua rombel tiga ada seorang pemuda bersurai kuning dengan santainya tidur dalam posisi terduduk. Jumlah mahasiswa baru kedokteran Sunagakure ada 150 orang yang datang dari berbagai kalangan dan dibagi menjadi enam rombel (rombongan belajar) yang masing-masing terdiri dari 25 siswa.

"Sssst, woi bangun!" Bisik Hidate yang kebetulan satu rombel dengan Naruto. Pemuda berambut panjang itu kemudian menyenggol pinggang Naruto untuk membangunkan teman satu kontrakannya.

"Huaaaaah, ada apa? Apa sudah selesai?" Tanya Naruto dengan nada tanpa dosa, mata blue safire indahnya juga belum sepenuhnya terbuka.

"Selesai apanya! Dengerkan, sekarang ada sesi pengenalan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan ini kita dapat form yang harus diisi." Ujar Hidate sambil menyodorkan form yang harus diisi sesuai minat mahasiswa. Dia heran pada Naruto yang memiliki pembawaan tenang namun ternyata memiliki sifat malas.

"Pakai foto lagi? Foto ukuran 3x4 milikku sudah habis buat mengisi form terus." Keluh Naruto tidak nyambung. Dibandingkan bingung memilih UKM yang akan diikuti Naruto lebih bingung kehabisan foto untuk mengisi formulir.

"Tidak, form itu hanya untuk survei sementara. Kita harus memilih kira-kira berminat pada UKM apa. Untuk info lanjutannya akan disampaikan sebentar lagi, makanya kamu jangan tidur mulu." Kata Hidate sambil membaca pilihan-pilihan UKM yang tersedia sambil memandangi ketua Hima yang mulai menerangkan jenis-jenis UKM yang tersedia di tingkat Fakultas sampai Universitas. Anehnya jika yang dibahas topik ini para mahasiswa baru langsung diam dan mendengarkan layaknya mahasiswa teladan yang sangat menghormati orang berbicara.

Sesi ini berlangsung hampir satu jam penuh. Kini masing-masing mahasiswa telah menentukan pilihannya masing-masing tidak terkecuali Naruto yang sudah mencontreng Klub Memasak bahkan langsung mencatat CP Klub itu di handphonenya untuk bertanya lebih jauh.

"Yosh, kau ikut apa Naruto?"

Naruto nyengir pada Hidate sambil menunjukkan isi form miliknya menunjuk Klub Memasak yang ia contreng. Butuh waktu beberapa lama bagi mata Hidate untuk mencerna apa yang dicontreng oleh si pirang.

"Klub Memasak, kau serius?" Hidate tidak percaya minat pemuda dihadapannya ini adalah yang berhubungan masak-memasak.

Naruto garuk-garuk kepala melihat ekspresi terperangah Hidate. "Sebenarnya aku ingin ikut Klub Otomotif tapi pasti akan banyak menyita waktu, akan sulit membagi waktu untuk belajar. Kukira klub memasak sama mengasikannya dengan klub otomotif." Tutur Naruto yang justru semakin membuat tidak percaya Hidate.

Teman satu kontrakannya itu kini tersenyum getir pada Naruto.

"Oh jadi menurutmu begitu. Kalau aku jelas berminat pada klub otomotif syukur-syukur bisa bertemu dengan orang yang memiliki hobi sama. Kau tahu akhir-akhir ini aku sedang tergila-gila dengan yang namanya balap mobil." Kata Hidate berapi-api penuh dengan semangat jika membicarakan hobinya. Dunia balap malam yang menantang sangat keren apabila bisa dilakukan oleh seorang laki-laki.

"Wow hobi yang hebat dan menantang." Timpal Naruto yang berbalik mengatakan dengan nada getir tanpa semangat. Dia tidak mengira Hidate suka balapan mobil juga. Sekali lagi Naruto harus merutuki nasibnya memiliki teman yang hobi balapan mobil. Bukannya apa-apa tapi dia hanya takut terpengaruh sehingga mempengaruhi studynya. Naruto harus belajar mengendalikan diri lagi untuk tidak terjun di Sunagakure.

"Yeah memang keren, kau tahu ternyata Sora juga suka juga bahkan dia tahun kemarin sudah mencoba ikut kompetisi walaupun gagal ditahap awal." Dari Intonasi bicaranya Naruto jelas bisa menyimpulkan orang semacam Hidate sedang lagi on-firenya untuk melakukan balapan. Mereka selalu terlihat antusias jika yang dibahas seputar mobil.

"Wah hebat juga anak itu. Di Konoha beberapa tahun belakangan juga sedang demam balap mobil. Aku juga tahu beberapa klub elit disana tapi aku tidak ikut." Kata Naruto santai sambil membuka kotak snack yang sedari tadi belum disentuh.

"Tidak perlu kau beritahupun aku sudah tahu. Pembawaanmu itu sudah tertempel jelas di wajahmu." Ejek Hidate dengan nada meremehkan. Semakin banyak saja yang tertipu dengan sifat Naruto yang sekarang termasuk Hidate yang menarik kesimpulan Naruto adalah pemuda tenang dengan pembawaan ceria yang memiliki attitude cukup baik. Kadang bengal namun tidak urakan.

"Huh benarkah begitu?" Tanya Naruto tidak yakin.

Seringaian jahil dengan cepat terpampang dihadapan wajah Naruto yang datar di depan mata Hidate.

"Mudah saja! Mana mungkin manusia seperti dirimu mau bersentuhan dengan dunia balap. Wajah anak mami sepertimu tidak mungkin bertindak yang tidak-tidak. Baru sehari sampai di Suna kau sudah di telephone orang tuamu sebanyak lima kali. Setiap pagi dihubungi terus oleh orang tuamu, pola makanmu juga teratur, kamarmu selalu tertata rapi, kadang bicaramu itu terlalu sopan Naruto." Pemuda yang jadi objek pembicaraan Hidate merasa tidak percaya ternyata teman satu kontrakannya itu memperhatikan dirinya sedetail itu. Apakah benar dia sebaik itu? Tentu saja tidak bila mereka mengenal Naruto lebih dalam lagi.

"Yah orang tuaku memang protective mengingat aku anak tunggal." Jawab Naruto ala kadarnya tanpa menyangkal maupun meluruskan opini Hidate tentang dirinya. Putra Namikaze mengembangkan senyum miris jika memikirkan opini Hidate yang bisa saja mewakili opini publik tentang karakter dirinya. Aslinya dia tidak terima dicap anak mami tapi ya sudahlah apa mau dikata.

"Tidak apalah dicap anak mami atau apalah yang penting aku tidak terjun balapan disini. Cukup di konoha saja!" Batin Naruto bertekad untuk tidak bermain-main di Sunagakure. Fokusnya disini adalah untuk belajar itu saja.

.

.

.

Masa kuliah semester awal untuk Naruto berjalan cukup lancar terbukti UTS pertamanya hampir semua nilai di atas rata-rata. Para dosenpun mengakui Naruto adalah mahasiswa yang tekun, si putra Namikaze itu tidak segan untuk bertanya langsung bila tidak tahu. Semua catatan baik itu menempel lekat pada sosok mahasiswa satu ini. Sudah tampan, pintar, sopan, mudah bergaul, siapa yang tidak suka dengannya.

"Tenyata aku tidak bodoh-bodoh kalau mau belajar." Komentarnya sambil melihat nilai UTS salah satu mata kuliah yang mendapat Sembilan puluh lima. Tidak mau berlama-lama kertas itu kemudian dimasukannya dalam tas miliknya untuk dikemas.

Hari ini adalah hari jum'at dan hari ini waktunya untuk pulang sama seperti minggu-minggu yang lalu. Jika jalanan cukup lancar dia bisa mencapai Konoha dalam waktu tiga jam saja. Kini semua barang yang tidak terlalu banyak sudah siap untuk dibawa pulang.

"Hidate, Sora aku pulang sekarang." Kata Naruto pada keduanya yang tengah duduk di ruang tamu. Mereka tidak pulang ke rumah karena akan ada acara di Ground Suna entah urusan apa karena dia tidak begitu tahu.

"Hmm, yah hati-hati dijalan." Ujar Sora sekenanya sambil nonton tv.

"Jangan lupa oleh-olehnya." Celetuk Sora asal yang dibalas dengan juluran lidah dari si bocah pirang yang kemudian menutup pintu.

.

.

.

Sabtu malam, KDS 08.22 PM

Malam belum begitu larut saat detik-detik menegangkan menuju perhitungan mundur sebelum balapan. Semua mata menatap intens tiga mobil yang bersiap melakukan pertandingan. Sebuah Toyota Altis berwarna coklat caramel, mustang gt-500 berwarna perak-hitam, dan ford focus berwarna merah-orange mengkilap.

"Mereka menantang orang yang salah." Kata Sasuke pada Kakashi yang masih diam memasang wajah teramat serius membaca buku icha-icha paradise versi terbaru tanpa mempedulikan keadaan sekitar yang sedang panas.

Malam ini akan diadakan sebuah pertandingan yang sangat penting untuk menentukan nasib wilayah Sunagakure, Takigakure dan Kumogakure yang menjadi calon wilayah baru untuk kualifikasi. Jika selama ini kompetisi memakai tiga wilayah maka tahun ini akan menjadi empat wilayah. Hal ini bisa terjadi karena belakangan dunia balap malam semakin berkembang terbukti dengan munculnya klub-klub baru yang potensial.

"Maklum masih anak baru, masih ingin selalu jadi pusat perhatian. Mudah terpancing emosi pada masalah sepele, masih hobi menyelesaikan semua masalah dengan balapan." Ujar Kakashi tanpa mempedulikan suasana sekitar start yang dipenuhi anak buah dari klub yang berasal dari Takigakure dan Kumogakure.

"Klub-klub ini masih sangat hijau, baru dua bulan dibentuk sudah angkuh. Kali ini aku sangat berharap sepupu Naruto itu memberi pelajaran yang pantas untuk anak baru seperti mereka yang tidak tahu sopan santun." Ucap Sasuke antusias ketika membayangkan Menma akan memberi pelajaran pada kedua ketua klub yang secara bodohnya tidak tahu siapa yang diajak balapan.

Jujur dia kesal ketika mereka mengata-ngatai Naruto dan Menma seenaknya sendiri gara-gara salah parkir. Mereka masih saja mengumpat kasar padahal keduanya sudah minta maaf. Yang lebih menyakitkan lagi ketika orang Kumo itu berkata, "Kakashi-san apakah boleh saya mengajak mereka pemanasan sebagai pelampiasan rasa kesalku?" Sombong sekali mereka. Tidak perlu menunggu jawaban Kakashi tentu Menma langsung setuju.

"Yeah walaupun mereka beralibi untuk pemanasan tapi orang dari Kumogakure itu seolah ingin memberi sinyal bahwa orang Kumo tidak kalah dengan orang Konoha. Lucunya lagi ketua dari wilayah Takigakure ikut-ikutan. Ini hanya masalah salah parkir bagaimana nanti mereka menghadapi masalah lain." Kata Kakashi tanpa melepaskan pandangannya dari buku mesum yang ia baca. Baginya lebih nikmat membaca buku kecil itu dibandingkan mengurusi masalah panas-panasan antar klub toh sudah ada Sasori yang memback-up jalanannya pertandingan yang katanya 'pemanasan'. Hanya satu yang membuat Kakashi heran yaitu perwakilan Sunagakure yang belum juga datang.

"Oh ya dimana Gaara, jangan katakan itu anak tidur lagi. Apa belum ada konfirmasi dari perwakilan Suna?" Tanya Kakashi pada Sasuke yang sedang membuka handphone miliknya. Mungkin akan jadi banyak pertanyaan untuk Gaara dan Sasori yang berasal dari Sunagakure, tapi mengapa mereka tidak mengembangkan daerah mereka? Bukankah klub mereka masuk kategori klub elit. Jawabannya simpel mengikuti orang tua dan mereka sudah lama tinggal di Konoha.

"Anak itu tidak usah ditanya sedang lomba tidur dengan Shikamaru." Jawab Sasuke sekenanya.

.

.

"Awas saja jika mobil ibu kenapa-kenapa! Ada satu saja goresan lihat saja kuusir kau dari kamarku!" Ancam Naruto pada sepupunya yang seenaknya sendiri menyetujui tantangan orang Kumo.

"Iya adik kecil. Udah ceramahnya? Telingaku sudah. Sana segera minggir, balapannya akan dimulai." Timpal Menma asal, telinganya sudah bosan mendengar ocehan sang sepupu yang cerewetnya melebihi ibu-ibu. Takut Naruto mengomel lagi dia segera menutup kaca mobil.

"Arrrrghhhhh, kau makin menyebalkan saja!" Amuk Naruto tidak terima dengan perlakuan sepupunya untung saja ada Sai dan Itachi yang kemudian menahan tubuh si pemuda pirang agar tidak menggedor-gedor kaca mobil yang akan dikendarai Menma.

"Sudahlah Naruto jangan ribut lagi biarkan anak itu bermain-bermain sebentar." Ujar Itachi tanang untuk meredam amarah si pemuda pirang. Begitu tenang Naruto langsung membuang muka saat mobil ibunya sudah melesat saat start dimulai.

Dia kemudian memilih untuk duduk bersama Kakashi yang makintenang ketika membaca dalam hening. Tidak berapa lama kemudian datang mobil baru. Sebuah Nissan Skyline R33 GT-R berwarna putih berplat Sunagakure tanpa modif tambahan pada bodynya. Semua pusat perhatian tertuju pada pemilik mobil berplat Suna tidak terkecuali Naruto yang rasanya familiar dengan mobil dan plat nomor ini.

"Mamfus mobil ini milik dosenku!" Pekik Naruto shock ketika akhirnya dapat mengingat siapa pemiliknya. Wajahnya langsung pucat begitu wanita cantik yang parasnya bisa dikatakan di atas rata-rata muncul. Rambut dark blue panjang dengan dikuncir tinggi, walau hanya menggunakan baju bermodel balon berwarna putih dan celana jeans hitam tetap menunjukkan tubuhnya yang sexi bak model kelas wahid.

Mata Kakashi bahkan tidak berkedip melihat sosok bidadari ini. Sungguh keajaiban hingga Kakashi bisa melupakan bukunya sejenak. "Apa kau mengenalnya Naruto?"

"Hu'um. Dia dosenku tahu." Ujar Naruto gugup ketika dosennya itu mendekat. Sekarang hanya satu harapannya si Ibu dosen ini lupa akan wajahnya dan namanya. Bisa habis imagenya sebagai anak rajin dimata para dosen.

Kazahana Koyuki adalah dosen muda primadona di Fakultas Kesehatan Sunagakure karena parasnya yang cantik. Dia juga pembimbing klub otomotif yang diikuti oleh Sora dan Hidate. Naruto sungguh tidak menyangka ternyata dosennya ini yang akan maju, hebatnya dia datang sendirian .

Wanita itu mendekat pada Kakashi yang langsung berubah ke sikap wibawanya.

"Apa kau Hatake Kakashi?" Tanya wanita itu kemudian melirik Naruto yang ada di samping Kakashi bersama Sasuke yang tetap pasang wajah stoik. Naruto tersenyum kecil pada sang dosen untuk menyalaminya. Pastilah Koyuki sudah mengenalinya terbukti dengan dia kemudian menatap Naruto cukup lama seolah bertanya kenapa kau disini.

"Ya, pastilah wanita cantik dihadapanku ini adalah Kazahana Koyuki ketua klub Scorpio dari Suna. Kenapa anda datang sendiri?" Puji Kakashi untuk berbasa-basi tanpa mengurangi wibawanya sebagai ketua Night yang disegani.

Wanita ini menyunggingkan senyum memikatnya."Cukup aku saja, aku memang melarang mereka datang. Kulihat ada mahasiswa Favoriteku di sini, aku tidak menyangka seorang Namikaze Naruto ada di tempat ini." Tentu saja Koyuki hafal dengan Naruto karena jelas pemuda ini memiliki penampilan yang mudah dikenali siapapun. Rambut pirang berantakan agak panjang dengan mata blue safire yang memikat, terlebih lagi dia meraih nilai tertinggi dalam ulangan tengah semester dalam mata kuliah yang diampu Koyuki.

Sasuke reflek menyenggol Naruto yang tampak kikuk bertemu dosennya.

"He he he iya." Jawab Naruto sekenanya.

"Perwakilan dari Takigakure dan Kumogakure sedang melakukan pemanasan dengan melawan sepupu Naruto. Sebaiknya anda istirahat terlebih dahulu sebelum mencoba daerah ini." Ujar Kakashi dengan sopan pada Koyuki. Wanita ini mengangguk kemudian mengikuti arahan Kakashi didampingi Sasuke dan Naruto untuk menunjukkan tempat yang telah disiapkan.

.

.

.

Menma tertawa rendah saat mobil di depannya sedikit terpelanting dan kehilangan kendali saat mencoba melakukan Feint Drift yang memiliki tingkat kesulitan medium. Feint Drift akan menghasilkan efek pendulum, hal ini dilakukan dengan membawa mobil kearah berlawanan dari tikungan kemudian secara tiba-tiba balik ke arah tikungan. Jika sempurna dilakukan maka bagian belakang mobil akan mengeslide seperti terbuang dan menghasilkan efek pendulum.

"Sumpah ini lucu sekali, penyok tuh mobil menyerempet pembatas jalan." Menma tak kuasa menahan tawa saat para amatiran itu sok bergaya di depannya. Menma pikir seiring bertambahnya jumlah maka akan semakin banyak muncul saingan berat namun sejauh ini ia belum menemukan rival baru yang menarik, mungkin belum. Dimatanya mereka hanya amatiran yang hanya ingin ikut-ikutan.

Baginya balapan mobil bukan sekedar adu mengadu kecepatan di jalan. Harus ada sisi lain yang terselip yaitu drifting yang akan menambah warna tersendiri dalam balapan. Baginya balap malam yang menarik bila memiliki teknik sekelas rally dan tidak hanya sekedar memacu mobil.

Menma sedari tadi hanya mengekor di belakang keduanya yang asik salip menyalip sendiri tanpa mempedulikan dirinya. Hampir separuh pertandingan pemuda ini begitu menikmati aksi dua orang di depannya. Sesekali dia menyeringai kemudian tersenyum lalu tertawa tidak jelas seperti orang gila. Dia sangat santai menanggapi dua orang di depan.

Setelah dirasa cukup bermain-main kemudian dia mulai focus untuk menyalip keduanya. Dia hanya perlu menunggu disaat mereka kehilangan kecepatan. Senyumnya berkembang di saat melihat tikungan yang cukup lebar di depan. Menma segera menaikkan kecepatnnya kemudian menempel tepat dibelakang. Kali ini Menma tidak akan menyalip saat tikungan melainkan selepas tikungan.

Dari yang diamati saat melakukan hand brake selalu begitu drop kecepatannya turun. Disaat itulah dia akan menyalip langsung keduanya. Sensasi yang ditimbulkan begitu menyenangkan saat adrenalin terpacu oleh kecepatan. Dadanya seolah berdesir nyeri saat kecepatan itu datang naman anehnya sensasi inilah yang paling membuatnya senang dan ketagihan.

Dari arah samping Menma memanfaatkan kesalahan mereka yaitu di titik yang membuat mereka lambat. Tidak segan dia segera menaikkan gigi selepas tikungan kemudian menekan gas dalam-dalam lalu meluncur di samping mereka dengan menyisakkan jarak yang cukup lebar. Mudah bagi Menma yang sudah ahli untuk bisa mengalahkan mereka.

"Kyaaaaaaaaaaaa, berhasil." Teriak Menma ababil seperti tidak pernah menang saja. Sekali lagi tidak perlu mempertanyakan kewarasan pemuda satu ini karena dia kadang bisa jadi sosok idiot perusak suasana orang lain.

.

.

Sesuai dugaan mobil yang akan pertama datang adalah mobil yang dikendarai oleh Menma. Dengan wajah bangga dia turun dari mobil milik ibu Naruto yang mereka pinjam. Menma dan Naruto memang tidak memakai mobil masing-masing, mobil Naruto sedang di service dan mobil Menma memang sengaja ditinggal. Dia ada di Konoha dalam rangka menjadi perwakilan akatsuki sebagai saksi pertandingan tiga wilayah yang akan jadi calon wilayah baru. Kebetulan Konoha diberi kehormatan sebagai panitia untuk mengadakannya.

"Yo, menang lagi. Nih aku kembalikan kuncinya, tenang saja tanpa lecet sedikitpun alias utuh." Kata Menma begitu bertemu dengan sepupunya yang justru bersama dengan wanita cantik. Dengan sikap seenaknya dia kemudian duduk disamping Naruto yang sudah menatapnya kesal.

"Kenapa melotot begitu? Eh Kakak cantik itu siapa kenalin dong! Kau-kan sudah punya Hinata." Celetuk Menma sekenanya. Benar-benar kurang sopan sikap anak satu ini bila melepas predikatnya sebagai pemuda stoik wakil akatsuki.

Di sini pemuda pirang ini sudah mendidih dengan sikap urakan sepupunya.

"Dia Kazahana Koyuki wakil dari Sunagakure yang akan bertanding melawan orang-orang yang kau lawan tadi. Nona Koyuki perkenalkan pemuda idiot ini bernama Menma wakil Akatsuki." Sontak Menma menyipit tajam pada Sasuke yang baru saja berbicara. Sengatan listrik seolah sudah tercipta bila keduanya saling menatap tajam. Sudah bukan rahasia umum bila pertemanan Menma-Sasuke dan Gaara selalu ada sensitivitas tersendiri untuk masing-masing individu terutama soal bersilat lidah. Ck, dipastikan seru untuk didengar.

"Apa kau pantat ayam ikut-ikutan!" Bentak Menma tidak terima. Kalau sudah begini pasti akan ada perdebatan yang panjang.

Untung saja Kakashi segera datang untuk memberi informasi pada Koyuki mengenai pertandingan ini. Naruto mau tidak mau turut mengawal dosennya dalam perundingan sebelum pertandingan. Ada sedikit masalah, ketentuan kali ini boleh dinavigasi oleh partner mengingat ini adalah jalanan tidak familiar bagi mereka. Masalahnya perwakilan dari Suna hanya datang sendiri, tentu akan ada ketimpangan bila dilakukan pertandingan. Bila mengajak pihak luar maka akan jadi tidak adil karena melibatkan klub balap luar, situasi tidak menguntungkan bagi pihak Sunagakure.

"Maaf, bila boleh aku usul apa aku boleh menjadi navigator Koyuki-san untuk mengimbangi para wakil dari Kumogakure dan Takigakure yang berpatner. Kebetulan aku juga mahasiswa di Suna maka aku memenuhi syarat. Aku juga tidak terikat klub balap manapun." Usul Naruto untuk memberi jalan keluar. Dia tidak begitu saja lepas tangan, setelah berbincang-bincang cukup lama dia jadi tahu klub Scorpio masih sangatlah baru maka mereka belum begitu paham tentang seluk beluk klub balap.

"Ide bagus Naruto, tentu saja boleh karena otomatis kau berdomisili di Suna walau sementara. Koyuki-san bukan orang Suna tapi bisa mewakili dan artinya kau bisa. Apa kalian setuju?" Tanya Kakashi pada para perwakilan Kumogakure dan Takigakure.

"Baiklah kurasa tidak apa-apa. Aku setuju." Jawab Samui yang diikuti para anak buahnya.

"Aku juga setuju, tidak akan jadi masalah." Timpal Fu dari Takigakure.

Keresahan Koyuki untuk sesaat hilang namun kemudian muncul lagi saat memandang Naruto. Dia merasa ragu bila Naruto bisa membantu.

"Naruto apa kau yakin bisa?" Tanya wanita ini tidak yakin. Sudut bibir beberapa orang disana sontak bergetar menahan tawa ketika Naruto diremehkan.

Kakashi tersenyum simpul pada Koyuki. "Tenang saja, kau akan banyak dibantu olehnya."

Bersambung

Thank to

My, Nuruchan19, ujhethejamers, Miako-ichika, abi. putraramadhan, Uchiha ren, Hn, and96, , rifaiuzukaki1, Dettol Anti Septik, Akira no Rinnegan, roket. Majid, shirayuki-su, missingnin68, Guest, Uchiha ren, mitsuka sakurai, WaOnePWG, TheBrownEyes'129, Ken D Uzumaki, Naozumi-kun, , art69, Shizura-Chan, fazrulz21, Nagasaki, Guest, koga-san, Guest, elfarizy, Natsuyakiko32 ,CindyAra, Newbie Kepo, lavender bhity-chan, koyuki hime 900, hanazawa kay, Guest, uzu, Guest, dikdik717, Anto shinobimissningnin, GazzelE VR, Kyuubi TheDemonFox, Sai Akuto, , thias , huddexxx69, fajar jabrik, Naru sayang Kaa-san, Dee chan – tik dan yang sudah baca dll.

Seputar chapter 2

Akhir kata kurang lebihnya mohon maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan. Kritik dan saran sangat diharapkan.

Terimakasih

Berminat Riview?