THE DADDY

.

.

.

CAST :
PARK JUNGSOO

LEE DONGHAE

AND

OTHER CAST

.

.

.

Semua tokoh milik kepunyaan diri mereka masing-masing

Saya cuman minjem doang

Tapi ini cerita punya saya hasil dari pikiran yang seberapa ini..

.

.

.

Saya balik lagi dengan cerita yang gak kalah menariknya *emg ada yang menarik.

No bash !

Jangan baca kalau gak suka
Walau ceritanya jelek minta sarannya ya reader tapi yang membangun

.

Mungkin cerita pasaran dan banyak typo(s) yang berseliweran hahah

.

.

And happy reading ^^

..

.

.

.

Sepasang kaki mungil melangkah mengikuti arah kaki nya yang sangat ringan. Tanpa beban yang dia rasakan. Kaki kaki itu berjalan menyesuaikan bobot tubuhnya, sehingga dia agak sedikit sulit berjalan. Tertatih itulah yang bocah itu rasakan.

Berjalan menyusul seseorang yang kini tengah berada didepannya. Tapi orang yang diikuti tersebut tak tahu menahu bahwa dia sedang diikuti. Hingga sampai.

"DADDY!", teriak sang bocah saat orang yang diikutinya berhenti berjalan.

"DADDY", teriak nya lagi karena orang tersebut tak menyahutinya.

Bocah yang memanggil pun menjadi kesal karena ternyata orang yang dipanggilnya dengan 'Daddy' tak mendengarnya. Ckck. Dia pun berlari dengan kaki mungil nya menyusul sang 'Daddy'nya.

Greepp

Orang yang yang dipeluk pun kaget dengan apa yang dilakukan si bocah kecil itu. kenapa tidak kakinya dipeluk erat oleh bocah yang tidak tahu siapa itu. ckck merepotkan saja batin orang tersebut.

"apa yang kau lakukan bocah?", ujar orang tersebut sambil berusaha melepaskan pelukan tangan sang bocah kecil tersebut.

"Daddy", panggil bocah tersebut melihat dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"MWO?", teriak orang tersebut.

"huweee!", tangis bocah kecil itu pecah saat mendengar teriakan orang tersebut.

"lepas ! lepas!", orang tersebut berontak dari pelukan bocah kecil tersebut.

.

.

.

"lepas ! lepas !", teriak seorang namja.

"YA! Bangun bodoh! Leeteuk-ah palliwa!", teriak namja cantik –Heechul- pada sang dongsaeng nya –Leeteuk-.

Namun Leeteuk objek yang dibangunkan tetap pada pendiriannya yaitu tidur sambil berteriak itu. Heechul yang sudah sangat kesal dengan tingkah laku dongsaeng yang tak kunjung bangun memikirkan sebuah cara.

Byur~

"huuwaa! Pergi!", teriak Leeteuk yang sudah hampir sadar.

Plak~

Loading please~

"YA! Hyung mau membuatku bodoh eoh?", kesal Leeteuk yang sudah sadar dari mimpinya.

"huweee hiks hiks lapal hiks", tangis sesosok bocah dalam gendongan Jaejoong.

"Chulie hyung, sepertinya Hae lapar eoh?", adu Jaejoong pada sang hyung.

Leeteuk yang sepertinya sudah sadar dari alamnya, mengenal jelas suara tangisan bocah tersebut. Seketika saat Leeteuk memandang lekat-lekat bocah tersebut dan pikiran nya jatuh pada.

"MWO?", teriak Leeteuk.

"huweee hiks hiks"

"YA! Ada apa bodoh!", kesal Heechul yang melihat bocah-Donghae- menangis lebih keras.

" . apa yang dia lakukan?", tunjuk Leeteuk pada Donghae.

"apa yang kau bicarakan? Kau yang membawanya dan dia ini anakmu", ujar Jaejoong sambil tetap mendiamkan Donghae kecil.

"MWO?"

PLAK~

Teriakan Leeteuk tersebut dihadiahi sebuah elusan sayang oleh Heechul yang sangat kesal dengan teriakan dongsaeng. Yang malah membuat tangisan Donghae makin kencang.

.

.

.

"aku tak mengenalnya hyung?", jawab Leeteuk untuk yang kesekian kalinya pagi ini. Kesal? Tentu saja! Hei, bagaimana tidak saat pagi-pagi waktumu diganggu oleh tangisan dan pertanyaan yang sangat menyebalkan.

"mungkin dia penipu kecil. Bisa saja kan?", tuduh Leeteuk pada Donghae yang tengah asik makan disuapi oleh Jaejoong.

"bodoh. Kau lihat sendiri, dia hanya anak berumur 3 tahun", kesal Heechul pada Leeteuk yang berfikiran sempit.

"akui saja Teuki, kalau Donghae ini anakmu. Setelah dilihat-lihat kalian mirip kok", ucap Jaejoong masih asik dengan Donghae.

'kau tak membantu Joongie hyung' batin Leeteuk kesal.

"dengan siapa kau lakukan? kau mempermalukan keluarga besar kita", geram Heechul.

"aku tak pernah berbuat seperti itu sampai dia lahir hyung", kekeh Leeteuk yang mulai kesal. Bagaimana tidak? Hyungnya itu tak percaya dengan setiap omongan yang keluar dari mulutnya tersebut.

"hei, bisa saja kan. Bukankah kau yang selalu pulang tiap larut pagi. Pasti kau berbuat sesuatu kan", ucap Jaejoong.

"dan bukankah mantanmu juga banyak. Pasti kau pernah melakukan nya pada mereka kan", ucap Heechul menambahkan perkataan Jaejoong.

"aiiissh bocah! Mengaku saja kalau kau penipu", Leeteuk yang sudah kesal menghampiri Donghae yang sudah selesai dari acara makannya.

Lalu Donghae? Dengan matanya yang polos itu dia melihat Leeteuk yang tengah ada dihadapannya. Matanya pun berbinar melihat sosok Leeteuk.

"Daddy", panggil Donghae sambil merentangkan tangannya pada Leeteuk.

"aku bisa gila!", kesal Leeteuk dan meninggalkan Donghae yang masih merentangkan tangannya dengan mata berkaca-kaca.

"huweee hiks hiks hiks daddy", tangis Donghae pecah mendapat perlakuan seperti itu dari Daddynya.

.

.

.

"bagaimana ini? Kenapa ini semua terjadi? Pasti ada yang ingin menjebakku", ucap Leeteuk yang sedari tadi tengah mundar mandir dikamarnya.

Leeteuk merasa itu adalah suatu kesialan yang menimpanya. Bagaimana tidak? Bukankah itu hanya mimpinya saja? Namun apa yang terjadi? Saat dia bangun dari tidurnya, ternyata anak itu masih memanggilnya dengan sebutan 'Daddy'.

Oh Tuhan! Berikan hambamu ini kekuatan.

"ini tidak bisa dibiarkan", gumam Leeteuk.

Masih dengan memikirkan bagaimana bocah kecil tersebut bisa ada dan mengaku-ngaku anaknya. Hei, dia tahu. Walaupun Leeteuk bisa dikatakan 'brengsek', tapi dia tak pernah menghamili seseorang.

Apalagi sampai tumbuh menjadi bocah berumur 3 tahun. seharusnya, ibunya datang padanya kalau ingin meminta tanggungjawab. Anni! Ini bukan salahnya. Bisa jadi ini hanya jebakkan.

Jebakkan dari orang yang memang tidak suka dengan Leeteuk. Hei, dia itu mempesona dan banyak yang mengejarnya. Bisa saja ada yang iri dengan itu semua, dan menjadikan Leeteuk sebagai orang yang tidak bertanggung jawab.

"yang jelas aku harus membuat bocah itu bicara siapa orang tuanya", ucap Leeteuk setelah lama berfikir.

"aarrrgghh aku bisa gila!", teriak Leeteuk frustasi.

.

.

.

"nah, Hae disini dulu nde? Hyung akan membuat makanan", ujar Jaejoong dan meninggalkan Donghae yang tengah asyik dengan mainan barunya.

Diteengah asyiknya Donghae memainkan mainanannya, seorang yang tidak suka dengan hadirnya dia mendekati Donghae. Siapa lagi kalau bukan Leeteuk.

"Hei bocah! Mengaku saja kalau kau itu penipu kecil", bisik Leeteuk pada Donghae. Hanya bisikan lah yang dilakukan Leeteuk kalau tidak mau mendapat teriakan dari kedua hyung gilanya itu.

Donghae yang tidak mengerti apa yang tengah dikatakan Leeteuk hanya bisa memandang Daddy nya dengan mata polosnya.

"daddy", panggil Donghae antusias.

"aish aku bukan Daddy mu. Arra!", tekan Leeteuk pada Donghae.

"Daddy?", panggil Donghae lagi namun sekarang mulai mendekat kearah Leeteuk.

"YA! Apa yang ingin kau lakukan", Leeteukpun memundurkan badanya karena dia tahu bahwa Donghae mau mendekat.

"Daddy, endong", pinta Donghae sambil mengulurkan tangannya.

Leeteuk yang memang sudah sangat kesal dengan Donghae yang tidak mau mengaku. Membiarkan saja, Donghae yang terus meminta untuk digendong.

Beberapa menit setelah Leeteuk tak merespon apa yang Donghae lakukan. Sang bocah nyatanya sudah mulai menyerah. Karena Donghae sudah diam dan menundukkan wajahnya.

"hiks hiks Daddy malah dengan Hae hiks hiks", tangis Donghae pecah keseluruh penjuru rumah. Dan mendatangkan singa yang sedang bersantai-santai aka Heechul.

"YA PABBO!", teriak Heechul pada Leeteuk.

"huweee hiks hiks", tangis Donghae semakin pecah.

"ssssttt uljima ne Hae. Ya Chulie hyung jangan berteriak kau menakutinya", ujar Jaejoong yang masih sibuk mendiamkan Donghae.

"kau lihat itu hyung", tunjuk Leeteuk ke Heechul. Dan Heechul yang geram ingin sekali menendang adiknya keluar rumah namun masih diurungkannya. Karena bagaimana pun juga sifat kejinya masih mencintai dongsaeng-dongsaengnya.

"Joongie, berikan babby Hae pada namja pabbo itu", Heechul menyuruh Jaejoong untuk memberikan Donghae pada Leeteuk. Dan Jaejoong yang sangat patuh pada Heechul memberikan Donghae pada Leeteuk.

Ya walaupun, Jaejoong melihat tatapan yang sangat memelas minta dikasihani. Namun demi Heechul yang sebentar lagi bertransformasi menjadi singa betina, Jaejoong memberikan Donghae pada Leeteuk.

"urus anakmu pabbo", suruh Heechul dan beranjak pergi dengan mengajak Jaejoong.

"ya apa-apaan mereka? Kenapa anak ini ditinggal.", gerutu Leeteuk.

"aish sebenarnya siapa kau itu?", tunjuk Leeteuk tepat dikening Donghae.

"hahhaha", tawa Donghae pecah seketika saat Leeteuk menyentuh keningnya.

Dan Leeteuk yang melihat itupun mulai menatap Donghae yang tertawa dan tanpa disadarinya juga sudut bibirnya tertarik walau hanya sedikit. Tersentuh eoh?

.

.

.

Sesosok namja yang tengah tidak dalam keadaan baik karena terlihat jelas dari wajahnya yang sedang ditekuk. Tengah menggandeng seorang bocah berumur 3 tahun. Ya, siapa lagi kalau bukan Leeteuk dan sibocah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Donghae.

Dongkol? Tentu saja. Bagaimana tidak. Ditengah libur santai nya dihari minggu, Leeteuk disuruh membeli peralatan untuk sang bocah yang sedari tadi menggenggam tangannya tersebut itu.

Itu atas usul sang cinderella yang berkuasa. Sebenarnya Leeteuk ingin meminta bantuan pada sang hyung tersayang nya, Jaejoong. Namun apa bisa dikata, kalau sang cinderella itu telah bertindak. Tak ada yang bisa mencegahnya.

Dan disinilah Leeteuk. Ditengah-tengah tempat perbelanjaan yang isinya semua peralataan balita.

Dia enggan untuk datang ketempat seperti ini, jelas saja dan lihat saja. Bagaimana para yeoja-yeoja diluar tempat itu melihatnya dengan tatapan yang kau sendiri mungkin tahu. Apalagi pegawai disini langsung menunjukkan jelas ketertarikannya pada Leeteuk.

Dan gara-gara bocah kecil ini, apa kata mereka tentang dia yang tengah membawa anak. Oh tidak! Ini sungguh buruk pikir Leeteuk.

"kyaaa dia sangat lucu", ujar salah satu pegawai yang mendekati mereka-Leeteuk dan Donghae.

'ternyata memang ketampananku sudah terbukti' batin Leeteuk senang.

Namun setelah menarsiskan diri, Leeteuk dibuat tercenung oleh semua itu. Lihat buktinya saja, ternyata bukan dia yang menjadi perhatian semua orang melainkan bocah berumur 3 tahun itu.

Lihat saja sekarang ini, Donghae tengah menatap semua yang ada disitu dengan mata berbinarnya. Mengembungkan pipinya seolah tengah melakukan aegyo. ini benar-benar gila pikir Leeteuk.

"aku mau ! aku mau !", semua yang disana saling berebut untuk menggendong Donghae. Dan Leeteuk juga melihat Donghae yang sangat menikmati itu semua.

"tsk dasar bocah itu! lihat tampangnya yang seperti itu", gerutu Leeteuk yang melihat semua kejadian itu.

Setelah menunggu berlama-lama ditempat yang sangat panas menurut Leeteuk sendiri tentunya. Akhirnya mereka dapat pergi juga dari tempat tersebut.

Tanpa tangan kosong, Leeteuk membawa semua barang-barang yang dibutuhkan sang bocah. Dan beruntungnya dia karena yeoja-yeoja yang menjadi fans mendadak Donghae membelikkan semua ini.

"ah, bisa diandalkan juga bocah ini. aku tidak perlu mengeluarkan banyak uang", gumam Leeteuk yang melihat Donghae tengah terlelap dikereta dorong barunya. Tentu saja hadiah dai para penggemar barunya.

"kajja kita pulang. Nanti pasti hyungdeul mencarimu", ujar Leeteuk dan mendorong kereta bayi tersebut.

.

.

.

"YA! Dasar kau itu dari mana saja? Kau ingin membuatnya kelelahan eoh", marah Heechul pada sang dongsaeng.

"Daddy?", panggil Donghae dengan suara parau khas bocah bangun tidur.

"kau membangunkan nya hyung", kesal Leeteuk pada Heechul.

Heechul dan Jaejoong yang melihat itu menjadi sangat terharu. Lihat saja sekarang ini Leeteuk tengah membuat Donghae agar bisa tidur kembali. Bukankah itu suatu kemajuan eoh?

"ah jaga dia Joongie hyung. Aku mau mandi sebentar", ucap Leeteuk setelah membuat Donghae tertidur kembali.

"kurasa dia mulai menerima uri Donghae", ujar Jaejoong sambil membawa Donghae kekamar yang lebih layak.

"syukurlah kalau begitu", ucap Heechul mengikuti Jaejoong.

.

.

.

"Hae sedang main apa eoh?", tanya Jaejoong yang melihat Donghae tengah bermain dengan mainannya.

"ini baguc hyung, cupelmen dan balbie", jawab Donghae dengan polos nya. Hanya tawa renyah yang bisa Jaejoong berikan untuk Donghae.

Pasalnya, Jaejoong jadi teringat dengan Leeteuk saat kecil. Dimana Leeteuk menangis meminta mainan Superman dan Barbie secara bersamaan.

'mereka sungguh mirip' batin Jaejoong senang.

"hyung, belmain dengan Hae ne?", pinta Donghae dengan tampang imut nya.

"euumm baiklah. Jja kita main! Hae ingin main apa?", tanya Jaejoong pada Donghae.

"hyung yang jadi balbie, Hae cupelmen nya", Donghae pun memberikan boneka Barbie tersebut pada Jaejoong dan dengan senang hati juga Jaejoong menerimanya.

Dan diwaktu sore hari itu pun dijadikan waktu bermain Donghae. Walau hanya dengan Jaejoong tapi bisa membuat keadaan menjadi sangat hangat.

Dan masih berharap agar Leeteuk mau menerima Donghae kelak. Semoga saja!

.

.

.

"dimana Joongie hyung. Chulie hyung?", tanya Leeteuk pada Heechul yang tengah menyiapkan makanan.

"dia sedang memandikan Donghae", jawab Heechul tanpa memandang Leeteuk, pasalny dia tengah merapihkan makanannya.

"oh begitu", ucap Leeteuk santai.

"YA! Dasar pabbo. Seharusnya kau yang memandikannya. Kau kan Daddy nya!", kesal Heechul untuk yang kesekian kalinya.

"sudah berapa kali ku bilang hyung, dia bukan anakku", sangkal Leeteuk.

"lantas kenapa dia terus memanggilmu Daddy eoh?", tanya Heechul.

"mana kutahu? Bisa saja dia seorang penipu kecil", jawab Leetuk.

"Pabbo! Dia hanya bocah kecil kau tahu", geram Heechul memukul Leeteuk.

"Ya hyung, kau membuatku bodoh nanti. Dan satu lagi kau bakal keriput jika marah-marah terus kau tahu itu", ucap Leeteuk santai tanpa memperhatikan Heechul yang sudah ingin bertrfansformasi menjadi iblis.

"Daddy!", teriak Donghae girang saat melihat Leeteuk.

"tsk bocah ini selalu menggangguku", gumam Leeteuk.

"ini kau suapi Donghae. Kau kan Daddynya", ucap Jaejoong dan memberikan Donghae pada Leeteuk.

"Joongie hyung apa-apaan ini. akuu tak mau", Leeteuk pun menaruh Donghae dikursi kosong didekat Jaejoong. Dan melenggang pergi begitu saja.

"aiiisssh dasar anak itu. Masih saja sama. kukira dia tadi sudah berubah.", ujar Heechul yang lelah dengan sikap sang dongsaeng.

"sabar Chulie hyung, mungkin Teuki belum terbiasa", ujar Jaejoong menenangkan.

Dan merekapun makan bertiga tanpa adanya Leeteuk. Ya walaupun hanya 2 orang dewasa dan 1 orang bocah kecil, namun kehangatan dan canda tawa itu selalu ada. Ya, berkat siapa lagi kalau bukan Donghae kecil mereka.

.

.

.

End ?

Apa

Tebeceh?

Tergantung reader dan REVIEW yang masuk ya ;)

And then

Big ThanKYU