" Betrayal "

-=Sherry Dark Jewel Present=-

Disclaimer: "Harry Potter" milik J.K Rowling. Dan Tom milik Yuki Gak bisa diganggu gugat..#dihajar rame-rame

Author : Yuki

Rate : T+ (hahaha.. masih lum M ya Minna..)

Pairing : TMR/HJP

Genre : Adventure/Romance (sebenarnya Yuki juga.. ni cerita sebenarnya genrenya apa..heheheā€¦#innocent#)

Warning : OOC, AU, OC, MaleXMale, Slash, Dumbledore Bashing.

Summary : Saat hati telah terjatuh ke dalam kegelapan. Dalam dan semakin dalam hati itu terjatuh. Cahaya tak pernah lagi baik untuknya. Iapun pergi menuju keyamanan di dalam Gelap.

"Bicara"

'berpikir'

.:: Parseltongue ::.

.

Don't Like? Don't Read

.

Chapter 2

.

Privat Drive No 4.

Para anggota orde mulai bermunculan di depan rumah keluarga Dusley. Mereka adalah Remus, Moody, Tonks, Kingsley beserta Auror bawahan Kingsley. Saat semua melihat tanda kegelapan diatas rumah Dusley Remus segera berlari menerobos para pintu rumah keluarga Dusley. Dan berlari menuju kamar Harry. "HARRY..." semua juga mengikuti Remus masuk kedalam kamar.

Alangkah terkejutnya mereka saat melihat lautan darah yang mereka yakini milik keluarga Dusley. "Harry..HARRY..." Remus berteriak parau. Semuanya binggung. Harry Potter tak ada. Di mana dia?. 'Harry maafkan aku. Aku tak bisa menolongmu' Air mata Remus mengalir deras. Ia merasa gagal, sangat gagal. Ia tak bisa menolong Sirius, dan sekarang Harry pun tertangkap. Remus menghapus air matanya kasar. Ia lalu berbalik keluar dari kamar itu.

"Remus..kau akan kemana?" tanya Tonks. Tonks yang sudah lama menyimpan perasaannya mengikuti Remus.

"Markas" jawab Remus singkat.

"aku ikut.." Tonks mengikuti Remus keluar setelah berpamitan pada Kingsley. Tonks berlari menuruni tangga menyusul Remus yang suda ada di bawah. "Remus tunggu"

Setelah menyusul dan keluar dari rumah itu. Mereka pun ber Disapparation kembali ke markas Orde.

.

-=Yuki Jeje=-

.

Markas Orde.

Remus membanting pintu Grimmauld place no 12. Dengan diikuti Tonks ia merjalan menuju ruang makan tempat Dumbledore berada.

"Remus.. Bagaimana?" tanya Dumbledore saat Remus sudah memasuki ruang makan. Disana juga aja keluarga Weasley-minus Charlie dan Percy-dan juga Grenger.

"DUMBLEDORE.. SUDAH KUKATAKAN. SEHARUSNYA HARRY KITA BAWA KEMARI.. LIHAT SEKARANG HARRY TELAH TERTANGKAP OLEH DARK SIDE" teriak Remus murka.

"Apa..?" para Weasley mulai panik sekarang.

"Remus.. apa benar..?" tanya Molly.

Remus tak menjawab ia masih menatap tajam Dumbledore yang menyerngitkan keningnya. "tenanglah Remus."

"BAGAIMANA AKU BISA TENANG. HARRY TERTANGKAP. DAN KAU BILANG TENANG?" teriak Remus kembali.

Severus pun masuk dengan tergesah-gesah ke dalam ruang makan. "Profesor Dumbledore.."

"Severus.." Remus dan lainnya memandang Severus yang baru datang ke markas. "Apa kau tau kalau siapa yang membocorkan alamat tempat tinggal Harry pada Dark Side."

"Maaf aku tak tau akan ada penyerangan ke rumah kerabat Potter. Dan aku bersumpah bukan aku yang menbeberkan alamat Rumah Dusley." Aku Severus.

Remus mendekati Severus, dan menarik keranya. "Apa kau jujur? Kau tak tau apa-apa?" ucap Remus Dingin. Severus hanya diam.

"Sudah Remus.. tenanglah. Kita pikirkan apa yang akan kita lakukan selanjutnya." Lerai Dumblerdore. Ia tak ingin mereka berpecah belah seperti ini.

"Seharusnya kita menyerang merkas mereka sekarang dan mengambil Harry kembali" ucap Remus.

"Tapi itu berbahaya Remus. Kita sama saja masuk kandang buaya." Kata Molly raut wajahnya masih tersirat kehawatieran. Sedangkan anak-anaknya hanya diam mendengarkan saja. Dan mungkin sesekali mengutuk para Dark Side.

" itu benar Remus. Kita tak boleh gegabah sekarang." Ucap Dumbledore.

"Lalu apa yang kita lakukan sekarang? Aku tak ingin sesuatu terjadi pada Harry.."

Sebenarnya Dumbledore pun bingung dari mana mereka mengetahui alamat Dusley. Dan bisa masuk kedalam penghalang yang ia buat di sana? "biarkan Severus menyelidiki dulu kemarkas Dark Side. Setelah itu kita susun rencana"

"Tapi-"

"Tidak ada tapi-tapian Remus. Dan Severus carilah informasi tentang Harry. Sekarang"

"Maaf Profesor. Markas Dark Side sedang tak dapat dikunjungi sekarang. Aku sudah mencobanya dari tadi. Baru bisa dikunjungi tiga hari lagi, karena ada pertemuan saat itu." Jelas Severus.

"Apa..Bagaimana?" Remus tak terima dengan jawaban Severus. "Katakan padaku Severus dimana markas Voldemort aku akan mencari Harry sendiri" paksa Severus.

"Tidak Remus kau tetap disini. Jangan gegabah ke sana." Larang Dumbledore.

"Tidak.. katakan Severus.. dimana? DIMANA MARKAS MEREKA" teriak Remus. Kedua ytangannya meremas bahu Severus kuat. Membuat Severus sedikit meringis. Tapi Severus hanya diam. "DIMANA SEVERUS..Di-mana..Di-mana" Remus terduduk airmatanya mengalir kembali. "katakan Severus aku ingin menolong tak ingin kehilangan dia lagi" ucapnya ditengah isakkan.

"Maaf Remus. Aku tak bisa" sesal Severus. Air mata Remus makin deras. Tanpa menghapus air matanya ia bangkit lalu pergi menuju kamarnya.

'bagaimana bisa rencanaku bmelenceng jauh dari seharusnya' Dumbledore geram. 'dan siapa yang membocorkan rahasia pada Dark Side?' pikir Dumbledore.

.

-=Yuki Jeje=-

.

Tiga hari setelah hilangnya Harry.

Markas Orde

"Bagaimana Severus? Apa ada berita tentang Harry?" tanya Dumbledore. Saat ini semua anggota Orde menghadiri rapat. Menunggu keputusan selanjutnya.

"Profesor. Harry masih hidup hingga saat ini. Tapi Dark Lord tak memberitahukan dimana Harry Disekap. Saya akan berusaha mencari dimana tempat Harry disekap" lapor Severus. Anggota Orde lainnya mulai resah. Masih belum ada petunjuk dimana Harry sekarang, tapi saat tau Harry masih hidup. Mereka sedikit lega.

"Lalu siapa yang membeberkan alamat Dusley? Severus?" tanya Dumbledore.

"Sepertinya Dark Lord sendiri yang mengetahui tempat itu profesor. Dark Lord menyadari koneksi mereka berdua profesor" jelas Severus. Semuanya tercengang. Dan tak dapat berkata apa-apa.

'apa Tom tau jika Harry dalah Horcruxnya. Shit.. ini melenceng jauh dari rencana semula. Mungkin itu yang membuat Harry tak dibunuh. Aku harus mendapatkan Harry kembali. Harus' batin Dumbledore.

'jika seperti ini, aku tak bisa menyelamatkan Harry. Dumbledore terlalu santai dengan masalah ini. Sebenarnya dia perduli atau tidak dengan Harry. Jika memang harus, aku akan mencari Harry sendiri. Walau nanti akhirnya aku akan tewas. Asal Harry selamat aku tak perduli' batin Remus, ia bertekat akan mencari sendiri Harry. Entah apa yang akan ia rencanakan.

.

-=Yuki Jeje=-

.

Sehari setelah pertemuan Orde. Remus mengemasi barang-barangnya kedalam koper, lalu mengecilkan kopernya dan mengantonginya. Ia akan pergi sekarang ia sudah memikirkan ini sedak semalam. Ada tempat yang pasti bisa membantunya. Terpaksa ia harus kesana, ke tempat yang tak pernah ia ingin datangi. Ia akan pergi diam-diam. Dan tak ada yang mengetahui kemana ia pergi.

Ia menghirup nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Menutup mata sejenak, lalu melangkah keluar kamarnya. Ia harap tak bertemu siapapun di bawah. Itu akan lebih mudah.

Tapi harapannya sirna ia bertemu Tonks di depan pintu. "Remus..kau mau kemana?"

Remus mengeratkan gengaman tangannya. "Aku sedang pusing. Aku ingin mencari udara segar" bohong Remus.

"Mau kutemani?"

'Oh..Shit..' Remus tersenyum kecil. "Tak perlu. Aku baik-baik saja. Kau masih ada janji dengan Moody sebentar lagi kan?" tolah Remus halus.

Tonks menepuk jidatnya. "Ah.. kau benar Remus. Hampir aku lupa. Terima kasih ya.. dan hati-hati" Tonks pun pergi kedalam berniat menemui Moody.

Remus menghelang nafas, untung dia tau jika Tonks dan moody ada janji sekarang. Ia pun kembali berjalan keluar. Lalu berapparition entah kemana, hanya Remus yang tau.

.

-=Yuki Jeje=-

.

Pertengahan Bulan Juli. Sudah seminggu lebih Harry berada di Manor Voldemort. Di sini ia banya berlatih dan belajar. Dari sejarah, ramuan, mantra, rune, bahkan Sihir parsel. Hahhh... ia benar-banar menjadi murit Voldemort, tak ada hari tanpa belajar. Sungguh melelahkan, tapi ia hanrus menuruti tuannya bukan. Meski kadang kala dia sedikit bercanda dan Voldemort sering mengodanya. Tapi janji tetap janji, apa yang Voldemort perintahkan selama ia disini Harry harus melakukannya.

Dan yang paling menyenangkan saat ia disini adalah saat beberapa hari yang lalu, ia disuruh menyiksa tahanan Voldemort untuk bahan latihanya. Ah.. sepertinya Harry benar-benar sudah kecanduan menyiksa orang. Ia sangat menikmati saat melemparkan kutukan Cruciatus pada tahanan-tahanan itu. Tapi ia berharap ia tak akan menjadi seperti Bellatrix. Jangan sampai.

Saat ini sama ia duduk di sofa hitam yang ada di perpustakaan. Dengan buku dipangkuannya, Harry serius mempelajari apa yang di ajarkan oleh tuannya. Sepertinya ia akan mengikuti Granger menjadi maniak buku.

"Harry.." panggil suara dari arah pintu perpustakaan. Disana Voldemort sudah berdiri gagah memanadang Harry. Dengan jubah Abu-abu ia mulai melangkahkan kakinya mendekati Harry.

"My Lord.." Harry bangkit dari duduknya meletakkan buku di meja kecil yang ada disebelah kiri sofa lalu membungkuk pada Voldemort. Setelah itu kembali berdiri memandang tuannya

"Sudah kukatakan tak perlu terlalu formal saat kita hanya berdua" Voldemort mendekati Harry lalu duduk di samping Harry tadi duduk. "Duduklah Harry" Harry menurut, ia duduk kembali.

"Ya..Ya.. tadi itu hanya syarat saja" ucap Harry. "Bukankah menyenangkan meluhat mantan musuhmu menganguk patuh padamu My Lord?" Sindir Harry.

"Ya sangat menyenangkan" ucap Voldemor sambil menyerigai. Lalu keduanya tertawa.

Ya beberapa hari ini mereka mulai dekat. Tapi juga tak terlalu dekat. Hanya sebatas guru dan murid. Suatu waktu Voldemort akan serius, saat mereka berlatih tau membicarakan rencana-rencana. Tapi diluar itu mereka pun bercanda, meski Harry perna terkena Crucio Voldemort kaarna tak sengaja menyinggungnya. Ya seperti itulah.

"Lalu bagai mana Harry apa ada lagi yang kau tanyakan, kau sudah mempelajari buku yang ku berikan bukan?" Harry mengangguk.

"Tidak ada.. aku sudah mengerti apa yang ada di buku ini" ucapnya mennunjukkan buku transfigurasi yang tebalnya sepuluh senti. Entah dari mana Voldemort mendapatkan buku itu. Tapi harus Harry akui, buku ini sungguh mengagumkan. Penjelasan yang ada dibuku ini sangat mendetail dan mudah dipahami.

"Hm.." Voldemort mengangukkan kepala mengerti. "sepertinya aku tak perlu melatihmu, kan kau sudah mengerti semuanya" ucap Voldemort dengan seringan mengejek.

"Memang sejauh ini, kau tak mengajariku apa-apa. Cuma menyuruhku membaca saja My Lord. Latihan juga aku lakukan sendiri. Apa yang namanya guru dan murid" sindir Harry.

"Tapi kan kau sudah mengerti bukan. Jadi mengapa aku harus repot-repot mengajarkan sesuatu yang kau sudah mengerti? Buang-buang waktu saja" kata Voldemort sedikit terkikik geli. Kadang Harry bertanya pada dirinya sendiri, apa benar ini adalah penyihir paling di takuti di dunia sihir inggris? Tapi saat melihat tawa dan mengenal Voldemort lebih jauh ia meyimpulkan tenyata Voldemort juga manusia. Dan entah kenapa Harry nyaman saat bersama Voldemort.

"Harry.. mengapa kau memandangiku? Ah.. kau mulai meyukaiku hemm? Tau kau memang sudah menyukaiku?" goda Voldemort.

Harry merona dan mengalihkan wajahnya. "Tentu saja tidak. Siapa juga yang menyukai pria sadis sepertimu."

"Kau.."

Harry semakin merona. "Aku tidak.."

"hahaha... oke-oke.. aku hanya bercanda" Voldemort tertawa renyah, terhibur dengan tingkah laku Harry yang menurutnya lucu sekali. Lalu Voldemort mulai menhentikan tawanya, dan memandang Harry. "Baiklah Harry"

Harry yang dipandang tajam oleh Voldemort hanya menelan ludah dan sedikit menjauhkan dirinya dari Voldemort. "A-apa?"

"Besok adalah pertemuan dan akan ada orang baru yang ditandai"

"Lalu.."

"Dan orang itu adalah Lupin"

.

.

TBC

Yuhuuuu... adakah yang merindukan Yuki yang imuettt ini... #jeduakkkk

Ah.. maafkan Yuki.. yang baru ngelanjutin fic ini.

Maklum Yuki habis kena musibah T.T

CPU komputernya meledak... hahaha.. jadinya baru bisa buat sekarang. Pumpung lagi nganggur. Maklum tahun baru gitu. Hahaha...

Emang dari dulu Yuki tiap malem tahun baru mah gak bakal kemana-mana. Diruma aja kumpul-kumpul ma keluarga. Hahaha...

Oke-oke.. sekian curcolnya...

Jadi? Gimana chapter 2 ni?

Jelek ya?

Maaf ya kalau ada typo maklum yuki gak bisa ngeditnya.. waktu terbatas coy... hahaha...

Tapi yuki makasih ya buat yang sudah review, fav, foll and baca Fic yuki ini. Makasih banyak.

Maaf gak bisa bales reviewnya..

Thanks to :

skygirl25

Akane Fukuyama

Kang Hyun Yoo

Oncean FOX

Yuki Amano

tom

aristy

Celestial Requiem

zey-yenns28

hatahehanahungry

Queenymalf

axa alisson ganger

euishifujoshi

sung rae in

AR Keynes

yamada ayumu

Rennada Youichi

Samira vangola

Arifuluka

Oke Happy New Year Minna...

Harapan Yuki buat tahun depan. Semoga yuki bisa menjadi lebih baik lagi dari yuki yang tahun lalu..^^

Bye...

And Review Please...