Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Story by shirayuki-su

Rate M (maybe)

Warning : Au, OOC, tipo dll

"The Avatar"

Chapter 6

Duduk dengan santai, pria itu melihat tumpukan dokumen-dokumen informasi diatas meja nya dan mulai mendesah, melihat kearah belakang sebuah kaca besar yang menampilkan lingkungan academy. Bergerak dari kursinya mengadap langsung pada kaca tersebut direksinya menangkap seorang berambut kuning yang dapat dipastikan dia adalah uzumaki naruto, desahan lelah terdengar lagi dari pria tersebut, memijit pelipisnya dengan satu tangan dan menengadah keatas seolah-olah dengan cara itu rasa lelah nya dapat mengilang. Sebuah ketukan pintu mengakhiri kegiatan yang hampir rutin dilakukannya tersebut

Tok Tok Tok

"jiraya-sama, saya sudah datang bersama nya"

"bawa dia masuk kakashi" dengan balasan itu kakashi membuka pintu ruangan

Masuk keruangan itu kakashi bersama dua wanita yang baru datang keacademy ini, tsunade melihat teman seangkatan nya dulu dengan pandangan yang tidak bisa diartikan, ada rasa senang pada tsunade karna melihat sekarang jiraya yang dulu sering berbuat onar dan tingkat akut mesum yang tidak bisa dihilangkan bertransformasi menjadi kepala sekolah yang dihormati dan berwibawa walaupun dimata tsunade masih tetap mesum

"kau makin tua saja, jiraya" kata tsunade dengan santai nya, mendudukan diri pada sofa yang memang sudah disiapkan untuk tamu

"kau juga tidak berubah tsunade" jiraya mengalihkan pandangan kedalam ruangan dan mulai duduk ditempat semula

"jadi ada masalah apa kau memanggilku kemari"

"sifat tidak sabaranmu memang tidak berubah tsunade"

"aku tidak mau dikritik oleh mu, karna itu jangan bertele-tele dan katakan kenapa membawa ku kembali ke academy ini"

"tsunade aku tahu kau tidak suka kembali ke academy ini tapi itu juga tidak membuang sebuah fakta bahwa kau adalah lulusan dari sini" jiraya mengatup kan kedua tangan nya dan menatap tsunade dengan serius "hampir semua sifatmu tidak berubah, terutama sifat kasarmu itu"

"hmmm!"

Tsunade membalas dengan sebuah dengusan

"kalian bisa tinggalkan kami, ada yang harus kami bicarakan"

"baik, jiraya-sama" dengan itu kakashi dan tsuzune keluar dari ruangan,

Terjadi keheningan selama beberapa menit antara kedua nya, jiraya yang masih mengatupkan tangan, mata nya perlahan tertutup serasa berpikir. Tsunade hanya memasang wajah tidak tertarik dan hanya melihat ruangan yang menurut nya tidak ada perubahan saat terakhir kali kesini.

"jadi" tsunade mulai buka suara tidak tahan dengan keheningan yang tidak nyaman ini "apa yang ingin kau bicarakan jiraya"

"aku ingin kau mengantikan ku sebagai kepala sekolah diacademy ini" membuka mata jiraya berucap, tsunade yang mendengarnya tidak merasa terkejut sama sekali, karna dia tahu apa alasan dibalik ini

"apa sudah ada pergerakan atau tanda-tanda kemunculan nya"

"iya, tanda-tanda dia akan bangkit sudah sangat terlihat" jiraya mengambil jeda dan meletakan tangan nya dimeja "saat turnament yang diadakan setiap tahun, scale miliknya sudah mulai terbuka dan juga dia sudah dapat mengeluarkan avatar nya walaupun dengan kemampuan avatar yang belum sempurna"

"jadi menurutmu sang raja avatar sudah mengetahui kalau salah satu dari sembilan avatar yang bisa kukatakan sebagai legenda itu sudah bangkit, atau kau punya cukup bukti yang lain untuk semua ini"

"aku sudah mencari informasi ini dengan informan terpercaya ku, walaupun aku masih ragu tapi dapat disimpulkan bahwa raja avatar sudah mengetahui kebangkitan dari sembilan avatar tersebut, kau juga tahu kan bahwa salah satu dari mereka masih disegel dan belum bisa terlepas dari segel tersebut" menghela nafas jiraya mengambil kertas dokumen didepan nya "dan kalau asumsi ku benar maka sudah akan ada pertemuan dari kesembilan avatar tersebut"

"..." memejamkan mata nya tsunade tampak berpikir mengenai informasi baru ini

"bacalah ini dulu tsunade" memberikan sebuah kertas yang dibaca nya tadi pada tsunade, jiraya kembali mendesah dan melihat keluar kaca ruangan nya

"apa informasi ini benar jiraya" tsunade menkonfirmasi informasi yang baru dibaca nya, sedikit raut terkejut terlihat 'jika informasi ini benar maka beberapa tahun lagi akan terjadi sesuatu yang gawat, jika kita tidak bertindak dari sekarang'

"seperti yang aku katakan diawal aku juga masih ragu dengan informasi ini tapi yang membawa informasi ini adalah orang yang bisa kukatakan sangat bisa dipercaya"

"tapi jika informasi ini benar maka-" tsunade tidak melanjutkan kalimatnya melihat dalam-dalam informasi ditangan nya "jiraya siapa yang membawa informasi ini?"

"kau tahu yang membawa informasi ini adalah teman satu angkatan kita yang sering kau panggil dengan sebutan ular busuk itu" raut wajah tsunade sedikit mengeras mendengar nya "aku tahu dan paham kau sama sekali tidak menyukainya, tapi aku katakan dia orang yang bisa dipercaya walaupun sifat nya yang kau tahu sendiri kan maksudku"

"iya orochimaru" merebahkan punggungnya pada sofa dan mulai memutar informasi yang baru ini, 'orochimaru, ya' batin tsunade memejamkan mata nya sedikit lebih dalam, mengali ingatan-ingatan tentang masa lalu, dia memang tidak menyukai ular tersebut tapi jika bicara soal mencari informasi ular itu yang paling bisa diandalkan, informasi yang didapatkan juga selalu akurat

"jadi tsunade bagaimana menurutmu dengan semua ini" tsunade menegakkan tubuhnya dan menatap kearah kertas yang masih dipegannya

"dari informasi yang didapat ini, fakta yang bisa kita ambil adalah bahwa delapan dari sembilan avatar ini sudah bangkit dengan sempurna tinggal satu yang belum dan kalau asumsiku benar mereka sudah melakukan kontak dengan avatar lainnya"

"kau benar"

"jiraya apa kau mempunyai data siapa saja yang menjadi kontraktor dari avatar-avatar ini"

"aku belum mendapatkan semua" mengambil kertas dokumen lagi dan menyerahkan nya pada tsunade

"sabaku garra"

"benar, dia adalah kontraktor dari avatar bernama shukaku dengan kemampuan khusus yaitu pasir"

"bukan nya dia ini salah satu dari siswa mu jiraya"

"iya kau benar lagi, tapi dia sekarang dalam sebuah misi yang dia ambil beberapa minggu yang lalu"

Tsunade kembali merebahkan punggungnya pada sofa, dia sebenarnya tidak ingin ikut campur dengan masalah-masalah seperti ini tapi kalau masalah nya sudah seperti ini mau bagaimana lagi tsunade harus ambil bagian didalamnya, tidak mau ambil pusing dengan informasi ini tsunade hanya menutup mata nya dalam-dalam mencari ketenangan disana

"jadi jiraya kapan aku harus jadi kepala sekolah disini" masih dengan posisi nya tsunade berucap

"aku ingin nya hari ini tapi besok akan lebih baik dilakukan dengan persiapan tentunya"

"baiklah aku terima, tapi kau harus memenuhi satu syarat"

"kau memang tidak berubah, apa syarat nya"

"karna aku sedikit kesal kau melimpahkan tanggung jawab mengurus academy ini padaku, aku ingin menghajarmu" tsunade beranjak dari tempat, berjalan kearah pintu dan membuka nya "temui aku diarena"

"hei, tunggu tsun-" jiraya belum menyelesaikan kalimatnya pintu sudah tertutup, "hah, apa aku harus melakukannya" tanya nya entah pada siapa, jiraya bukan tidak sebanding dengan tsunade hanya saya dia tidak mau merasakan pukulan berkekuatan monster itu lagi pada tubuhnya, berdiri dari kursinya, menatap kearah langit dan mendesah mau tidak mau dai harus melakukan nya

"bagaimana tsunade-sama?" tanya tsuzune, melihat perempuan berambut pirang itu keluar dari ruangan dengan sedikit senyum terpatri

"kau tidak perlu tahu tsuzune" tsunade hanya berjalan melewati tsuzune, tsuzune yang melihat itu mengikuti tanpa mau bertanya lagi, tapi rasa ingin tahu nya memaksa nya untuk bertanya

"tsunade-sama kita akan kemana sekarang?"

"kita akan ke arena tsuzune" dengan senyum seringai tsunade menjawab, melihat senyum seperti itu tsuzune membungkam mulutnya sendiri dan memilih untuk mengikuti dari belakang

The avatar

Naruto berjalan santai dengan kedua tangan dibelakang kepala, walaupun terlihat begitu tapi dia masih berpikir tentang mencari informasi mengenai kyubi dan yang lain nya. Menghabiskan waktu diperpustakan'an lebih dari 2 jam yang hasil nya nihil, malah menghabiskan waktu disana mendengarkan celotehan dari sang tuan putri niatan awalnya mencari informasi pun tidak kesampaian, dalam hati naruto sedikit bersyukur sudah tidak ada masalah lagi denganya tapi yang tidak habis pikir naruto adalah kenapa tuan putri itu menanyakan apa saja mengenai dirinya, yah itu mungkin masalah perempuan pikir naruto.

Berniat menuju asrama untuk beristirahat, sebuah suara menghentikan nya

"woy, naruto"

Membalik kan badan naruto melihat kiba yang menggangkat satu tangan nya keatas, sedikit menaik kan alis melihat kiba tidak sendirian, melihat disamping kiba seorang laki-laki berambut hitam dengan model rambut seperti nanas, memasang tampang mengantuk dan menguap setiap saat, naruto berjalan mendekati kiba dan shikamaru

"ada apa?"

"bagaimana kalau kita ke kantin" kiba berkata dengan antusias

"aku ikut saja" shikamaru menjawab dengan malas, 'apa orang ini tidak ada tujuan hidup' batin naruto melihat tangapan yang diberikan

"aku juga ikut, aku juga sedikit lapar"

"bagus, ayo kita berangkat" seru kiba

Kantin

Naruto memilih tempat dipojok ruangan untuk menikmati makanan, memandangi suasana ramai kantin, kiba duduk disebelah nya dengan terus saja bercerita, entah apa naruto malas mendengarkan nya, melihat kepala nanas didepan nya yang makan dengan mata setengah terpejam membuatnya menaikkan alis, 'bagaimana bisa' batin naruto.

"shika, latih tanding mu tadi pagi kenapa sampai bisa kalah" memilih untuk bertanya pada teman nanas nya dari pada mendengar celotehan kiba yang menurut naruto tidak berguna

"oh iya bagaimana kau bisa kalah?" kata kiba merasa tertarik dengan ini

"perempuan merepotkan itu saja yang lebih hebat dari ku" masih dengan tampang malas nya menjawab pertanyaan naruto

"kau itu tidak terlalu pandai berbohong shika, tidak seperti orang disebelah ku ini" balas naruto sambil mengarahkan jari telunjuknya kesamping tepat dimana kiba berada

"hei apa maksudnya itu"

Mengabaikan protes kiba naruto hanya mengangkat bahu, memperhatikan teman didepan nya dari observasi dan pengalaman naruto tentang bagaimana shikamaru bertarung dapat menarik kesimpulan bahwa shikamaru memiliki kemampuan diatas rata-rata dengan kepandaian mengatur startegi dalam setiap pertandingan, hanya saja sifat malas dan suka tidur nya yang menjadi masalah, mengesampingkan itu dalam pandangan naruto avatar shikamaru adalah avatar yang unik menurut nya.

Avatar bernama kagemuni yang memiliki wujud sebuah bayangan hitam ini kemampuan unik, bayangan itu bisa mengikat pergerakan lawan jika terkena dari kemampuan itu saja sudah membuat naruto yakin bahwa avatar tersebut bisa dikategorikan avatar yang hebat, bayangkan disetiap pertandingan dengan hanya mengunakan kemampuan itu membuat pergerakan lawan terhenti tinggal melancarkan sebuah serangan yang membuat lawan kalah atau cedera pertandingan selesai, itu menggagumkan menurut naruto

Menguap panjang dan menatap teman berambut kuning nya dengan tatapan orang mengantuk, shikamaru memang tidak terlalu pandai dalam berbohong apalagi pada naruto, dia hanya malas menjelaskan apa yang terjadi 'merepotkan' batin shikamaru

"aku hanya malas untuk melakukan latih tanding" menguap perlahan shikamaru menaruh kepala nya dimeja "perempuan itu terlihat sangat ingin menang karna itu aku mengalah saja hitung-hitung berbuat baik"

"bilang saja kau tidak bisa memukul perempuan shika" kiba menyahut

"ya ya terserah kau saja, dan naruto bagaimana dengan masalah mu dengan si tuan putri itu, maaf saja waktu itu aku tidak melihat pertandingan nya" shikamaru mencoba mengalihkan pembicaraan malas kalau dipaksa terus untuk menjelaskan masalah pertandingan nya

"Oh.. masalah dengan nya suda-" belum selesai naruto menyelesaikan kalimat nya sebuah suara menginterupsi memanggil nama nya

"Naruto" suara feminim terdengar ditelinga naruto melihat kesegala arah, naruto menemukan shion berdiri membawa nampan berisi makanan tepat dibelakang nya, kiba yang mengerti situasi berdiri berpindah tempat disamping shikamaru, melihat itu naruto hanya memasang wajah bingung

"boleh aku duduk disini?" shion bertanya dengan nada datar

"silakan tuan putri" yang membalas adalah kiba dengan sebuah senyum, naruto yang melihat senyum seperti itu hanya bisa mendesah dalam hati 'hah, kambuh lagi kebiasaan mengoda perempuan nya'

Menaruh nampan diatas meja shion duduk dan memulai makan nya, merasakan sebuah keheningan shion menghentikan kegiatan nya melihat kedepan dua orang yang shion belum tahu namanya menatapnya dengan pandangan yang berbeda, yang satu menatapnya dengan senyum dan pandangan yang berbinar membuat shion tidak nyaman dan yang satu hanya menatapnya malas.

"kenapa menatapku seperti itu, kalian tidak lihat aku sedang makan" nada angkuh terdengar dari shion, memberikan tatapan tidak suka

"sudahlah shion, abaikan saja mereka" ujar naruto, mendengar itu shion memutar kepala nya melihat orang yang tadi bicara, mata shion sedikit melebar melihat sebuah senyum diwajah naruto yang ditujukan langsung pada nya, entah mengapa rasa nya wajah shion memanas buru-buru mengalihkan pandangan nya kebawah

"hmmm" hanya sebuah gumaman kecil yang didengar naruto, merasa suasana sudah menjadi lebih baik naruto yang sudah selesai makan mengambil buku kecil dalam saku nya dan mulai membaca, shion juga melanjutkan acara makan nya yang tertunda

"hei shika apa yang terjadi dengan kedua orang ini, kemarin-kemarin mereka terlihat seperti musuh tapi sekarang malah terlihat seperti sepasang kekasih" bisik kiba pada shikamaru, kiba masih memperhatikan dua orang berbeda gender didepan nya

"merepotkan, kau tanya saja pada naruto nanti aku mau tidur" dengan malas shikamaru menjawab, memposisikan kepala diatas meja shikamaru melakukan kegiatan yang sudah jadi rutinitas nya, tidur. Kiba yang melihat teman nanas nya sudah tidur hanya bisa mendesah, merasa tidak ada yang bisa dilakukan kiba memilih untuk diam memperhatikan sang tuan putri yang masih makan.

Selang beberapa menit dalam keheningan, "naruto" shion yang merasa kurang nyaman dengan keheningan ini memanggil laki-laki yang menjadi teman pertama nya itu

"apa?" naruto membalas dengan singkat tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku ditangan nya

"setelah ini kau akan kemana"

"karna kelas yang aku ambil hari ini sudah selesai, mungkin aku akan ke asrama untuk istirahat" shion mendengarnya kurang suka, pasal asrama academy memiliki peraturan tidak diperbolehkan nya siswa perempuan masuk ke asrama laki-laki

'huft, kalau diasrama aku tidak bisa bersama naruto, eh...! apa yang barusan aku pikirkan' tersadar dari pikiran nya wajah shion sedikit memerah.

PENGUMUMAN KEPADA SELURUH SISWA UNTUK BERKUMPUL DI ARENA

Terdengar suara pengumuman dari sebuah pengeras suara yang dipasang disudut atas kantin, beberapa siswa yang mendengarnya pengumuman tersebut mulai bergegas menuju arena

'kurasa aku harus menunda untuk istirahat diasrama' naruto menutup buku yang dibaca nya menatap dua sahabatnya dan seorang putri yang sekarang menjadi teman nya

"benar-benar merepotkan" gerutu shikamaru yang bangun dari tidurnya merasa terganggu dengan pengumuman tersebut

"karna seperti nya pengumuman ini penting, ayo kita ke sana" kiba mulai bangkit diikuti shikamaru,

Naruto juga mulai berdiri, berjalan mengikuti kedua sahabat nya itu. baru dua langkah naruto berbalik

"ayo shion, kita ke arena bersama" sebuah uluran tangan terarah pada gadis itu tak lupa sebuah senyum terukir diwajah naruto

Shion yang melihat senyuman naruto buru-buru menunduk nya wajah nya yang memerah, menyambut tangan didepan nya, berdiri dan mengekor dibelakang naruto dengan tangan yang masih berpegangan, mengacuhkan siswa-siswi yang melihat dengan ekspresi shock melihat mereka, naruto terus berjalan membuat wajah shion sangat memerah dan dengan hebat nya tidak disadari oleh naruto.

The avatar

Area sebesar lapangan dengan ukuran lebih dari lapangan sepak bola dengan bangku penonton yang mengelilingi nya, sebuah tempat yang diselengarakan sebuah turnament atau acara-acara penting lain nya, tempat dimana sudah terjadi ribuaan pertandingan avatar, area yang sudah ada sejak academy ini pertama kali dibuka tempat yang disebut arena ini dibagian penonton sudah diisi penuh dengan siswa-siswi dan guru yang mengajar diacademy ini. Meraka baru mendapatkan sebuah info yang mengemparkan yaitu kepala sekolah meraka akan melawan seseorang, bagi beberapa siswa yang mengetahui sedikit dari kemampuan kepala sekolah nya merasa ini adalah pertandingan yang tidak bisa dilewatkan, apa lagi mereka penasaran dengan siapa yang menjadi lawan dari kepala sekolah mereka.

Dalam arena sudah berdiri kepala sekolah konoha academy yang sekarang mengenakan semacam kimono dengan celana berwarna hijau tua dan sebuah jubah berwarna merah, dimata para siswa-siswi yang melihat nya berpikiran sama, sangat berbeda dari biasa nya karna yang biasa para siswa lihat yaitu setelan jas rapi warna hitam.

Berjalan perlahan kedalam arena seorang perempuan memakai kimono berwarna putih dan sebuah celana hitam yang ditutupi oleh haori berwarna hijau menampilkan aset miliknya yang besar, dengan rambut pirang yang diikat dua

"tsunade apa harus melakukan pertandingan ini" jiraya masih belum yakin dengan keinginan tsunade yang ingin bertarung dengan nya ini

"kau jangan menahan diri jiraya, karna aku tidak segan-segan untuk menyerangmu" deklarasi dari tsunade sudah menjawab pertanyaan jiraya, 'mau tidak mau akhirnya harus bertarung juga' pikir jiraya

"baiklah, saya akan menjadi wasit untuk pertandingan ini" kata kakashi, melihat kearah kedua petarung yang sudah siap kapan saja, " MULAI" terikan kakashi memulai pertanadingan, melompat mundur agar tidak menjadi penghalang bagi kedua petarung.

Pertandingian sudah dimulai tapi jiraya dan tsunade belum ada yang memulai serangan, mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu, tsunade berlari menerjang dengan tangan kosong, beberapa langkah sebelum mencapai target tsunade melompat dan menghantam kan pukulan nya kearah kepala jiraya. Tidak ingin hancur hanya dalam satu serangan, jiraya melompat kesamping menghindari pukulan berlapis sihir tsunade

BUMMM

Benturan antara kepalan tangan tsunade dengan tanah arena menciptakan kawah yang lumayan besar, yang melihat nya pasti akan ngeri dengan dampak yang dihasilkan, debu dari serangan masih menutupi dasar kawah, ditengah kawah buatan nya sendiri tsunade berdiri

"jiraya sudah aku katakan, kalau kau menahan diri kau pasti akan mati" dengan pernyataan itu tsunade meletakkan jari telunjuk dan tengah tepat didahi nya dan mulai mengumandangkan pemanggilan untuk avatar nya

Jiraya yang melihat itu melompat mundur mengambil jarak yang lumayan jauh 'ini akan sulit' batin nya, masih memperhatikan kegiatan yang dilakukan

"Engkau yang memberikan penyembuhan... penyembuhan antara mereka... dengan janji darah yang engkau berikan padaku... kupanggil engkau wahai sang penyembuh... datanglah katsuyu"

Sebuah lingkaran sihir besar tercipta setelah tsunade selesai melakukan pemanggilan, lingkaran sihir berwarna putih kebiruan dengan diameter lebih dari 10 meter menandakan avatar yang dipanggil adalah avatar tipe monster, tsunade yang menjadi titik tengah dari lingkaran sihir memejamkan mata nya, perlahan-lahan cahaya putih dengan perpaduan biru membumbung tinggi ke langit.

Para penonton menutup mata melihat intensitas cahaya yang melebihi penglihatan mereka, jiraya mengambil jarak mundur lagi, mulai mengantisipasi serangan yang akan datang.

Cahaya dari lingkaran itu mulai meredup, memperlihatkan sekarang seekor avatar berbentuk siput berwarna putih pada bagian bawah tubuhnya dan biru pada bagian atas, dipuncak kepala siput tersebut berdiri tsunade memandang lawan dibawahnya,

"Katsuyu" seolah mengerti apa yang diinginkan tsunade, avatar bernama katsuyu tersebut mengembungkan mulutnya, detik berikutnya sebuah zat asam terlontar menyerang jiraya

Dengan reflek yang sudah terasah, menghindari serangan zat asam tersebut, melompat kesamping, kebelakang dan kedepan, mulai mengambil jarak mendekat kearah tsunade, tsunade yang melihat pergerakan jiraya yang mendekat, tanpa sebuah perintah katsuyu intensitas zat asam yang dikeluarkan nya meningkat, memasksa jiraya untuk melompat mundur,

Mengambil jarak aman dari serangan katsuyu, 'kurasa, aku juga harus memanggil avatar' pikir jiraya, melompat kearah kiri menghindari serangan yang seperti hujan asam tersebut, memposisikan diri untuk melakukan pemanggilan, mennyatukan keduan tangan tepat didada nya dan mulai mengumandangkan pemanggilan.

"Penguasa dari tempat suci... gunung suci myoboku... dengan kekuasan yang engkau berikan padaku... kupanggil engkau dari tempat suci... datanglah gamabunta"

Lingkaran sihir kembali tercipta, dengan ukuran hamir sama dengan yang tadi, lingkaran sihir berwarna putih dengan beberapa bagian berwarna merah dan biru, jiraya yang menjadi pusat nya mulai menutup mata nya.

Cahaya yang sangat terang kembali keluar dari lingkaran sihir itu, membuat mata harus menyerah untuk melihat nya, tsunade yang berada diatas katsuyu menatap tajam kearah jiraya, seperti tidak terpengaruh dengan intensitas yang dihasilkan dari lingkaran sihir tersebut.

Perlahan cahaya dari lingkaran sihir itu meredup, memperlihatkan sekarang seekor avatar berbentuk katak yang berukuran sama dengan avatar tsunade, avatar berwarna dominan merah tersebut membawa sebuah pisau disamping tubuhnya, dan juga sebuah haori berwarna biru yang dikenakan.

Jiraya yang sekarang berada diatas kepala gamabunta, melihat tsunadde dengan pandangan serius dan tajam.

"Tsunade, aku akan serius mulai dari sini"

"Itu yang aku harapkan Jiraya"

TBC

REVIEW

Ada beberapa review yang saya akan bahas disini, salah satu nya mengenai pertanyaan kemana saya author? Saya sudah jelaskan dichapter sebelum nya kalau saya ada masalah yang memang agak berat, dan karna masalah password yang lupa, ada juga yang menyadari kalau saya salah tidak memberi tahu bagaimana mendapatkan password akun ini, hahaha sebenarya karna saya orang nya sering mencatat sesuatu yang penting kayak password e-mail, game, dll jadi nya saya tinggal lihat dibuku catatan. Dan ada review yang menyatakan kalau mirip dengan anime seikoki no dragonar, saya juga tidak tahu anime nya gimana, lihat review itu saya langsung tanya sama temen yang suka anime, walaupun Cuma dapat dengerin cerit saja nggak lihat langsung, tapi kayak nya mirip, tapi kata dia juga anime itu tergolong baru tahun ini, padahal aku publish fict ini udah setahun yang lalu. Ah terserah saja gimana menurut para reader, tapi kalau memang fict ini tidak diterima saya bisa saja menghapus fict ini. Jadi menurut reader gimana mau fict ini tetap berjalan atau saya hentikan? dan tolong beikan review kalian, karna review yang kalian berikan menjadi motivasi bahwa tukisan nya dihargai

.