Ini bener bener pendek sih T_T tapi tbc kok,oh iya ini yaoi jadi kalo gak suka jangan dibaca'^'

Seseorang mengetuk pintu apartemenku pada jam 2 setengah sadar aku berjalan ke arah pintu.

"baekkie"suara berat itu terdengar sangat kelelahan diiringi oleh deru nafasnya sendiri,sepertinya dia habis belum sadar sepenuhnya,aku tatap sosok bersuara berat itu dari atas hingga bawah.

Tiba-tiba saja orang ini memelukku dan mengatakan sesuatu,entahlah aku tidak mengerti apa yang ia dia menghembuskan nafas tepat didepan hidungku."bau ini...Chanyeol!Sejak kapan kamu mulai minum minum sudah tahu aku mebencinya!" aku sudah benar benar kunci pintu apartemenku dan membiarkan sosok bersuara berat dan berbau alkohol itu duduk disofaku."K-kau kenapa lagi pikir kau sudah berubah.K-kenapa?"aku bertanya walau aku tahu Chanyeol tidak akan menjawabnya."aku membutuhkanmu baekkie."dia memelukku biarkan dia memelukku,dan entahlah rasanya aku ingin menutup mataku.

Tunggu ini sudah aku tertidur?whoa Chanyeol masih coba untuk melepaskan pelukkannya tapi apadaya itu terlalu kencang."uhh"Chanyeol membuka sedikit matanya."Chanyeol?lepaskan aku." cepat Chanyeol melepaskan pelukkannya." aku disini?apa kau menyeretku? sekali."Chanyeol memegangi kepalanya."enak yang tibatiba datang sakit bukan?sudahlah berhenti mabukmabukan itu tidak baik."aku memijat pelan menatapku lalu terdiam sebentar "tidak ada yang peduli."ujarnya pelan."Apa maksudmu?aku kau ada masalah lagi?ceritakanlah."aku menatapku bingung jika harus memberi tahuku masalahnya atau tidak."hhh"akhirnya dia menghela nafas."kau ,ayah ibuku sudah tidak ada bukan?lalu kakakku...menyusul tidak tahu apa yang harus aku lalukan." Chanyeol menatapku,matanya terlihat lelah."k-kakakmu?"aku menutup mataku,mencoba memahami perasaan Chanyeol saat ini lalu aku langsung memeluknya."B-baekkie?"kagetnya." mengerti kau orang yang kuat, tahu kau bisa."ucapku mengangguk lalu melepaskan pelukanku,"aku tidak bisa melalui semua ini tanpamu baekkie."dia mencubit hidungku."n-ne?"kurasakan mukaku tidak tidak aku tidak boleh terlihat seperti tomat didepan Chanyeol,aku menatap kelantai."hei hei."Chanyeol mengangkat kepalaku dengan cara menarik daguku,wajah kita saling berhadapan aku bisa merasakan hangatnya nafas chanyeol."saranghae."kurasakan sesuatu menempel dibibirku,aku berdegup kencang melepaskan ciumannya."ah-eh.M-mianhae."dia mencoba berdiri namun aku menahannya."tidak saranghae."aku memeluknya.

Kita terdiam beberapa menit diposisi yang sama hingga Chanyeol bertanya "bagaimana dengan keluargamu baekkie?mereka pasti ingin kau menjadi normal...tidak berpacaran dengan seorang nam-"aku menciumnya." .aku mengerti."ujarnya setelah aku melepaskan ciumanku.

Tiba tiba saja Chanyeol bukan hanya memelukku dia juga menciumi leherku." tidak."aku menggeliat akibat rasa geli yang membuat ku merinding dan mendorongnya."ayolah usah 're official."chanyeol tersenyum, merasa ragu namun Chanyeol telah mengangkatku ala bridal style."ya!park chanyeol!turunkan aku!"aku memukul tangannya."kau yakin?aku yakin kau akan meminta lebih setelah masuk ke kamarku lalu menguncinya.

Lalu terdengar erangan-erangan aneh…kalian tahu apa yang mereka lalukan? O_O