DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

and

MY STORY

WARNING : AU, ABAL, AMATEUR, TYPO(S), OOC,

PAIRING: NARUHINA ALWAYS (NARUTO & HINATA)

GENRE: Spiritual and Angst

Rate: T

Angel Love Story

Di Dedikasikan buat NaruHina Dark Day (NHDD) 2013 yang merupakan tahun ke tiga, semoga kalian menyukainya.

Summary: Naruto adalah malaikat maut, ketika dia sedang bertugas dia bertemu seorang wanita cantik dan baik, yang membuat Naruto jatuh cinta kepada wanita tersebut, sayangnya mereka hidup di dunia berbeda.

Chapter 1

~Awal Pertemuan~

Rumah Sakit Konoha.

"Tolong selamat nenek saya suster, hanya beliau satu-satunya keluarga yang saya miliki!" teriak wanita berambut pink yang merupakan kerabat korban, dia sangat khawatir melihat kondisi neneknya yang tiba-tiba saja pingsan, maklum sang nenek sering sakit-sakitan, mengingat usianya yang tak lagi muda.

"Sabar Sakura-chan, Nenekmu pasti tidak akan apa-apa, sekarangkan nenekmu sudah di tangani oleh ahlinya," ujar salah satu teman dari gadis berambut pink a.k.a Sakura.

"Hiks...hiks...hiks...Tapi Hinata-chan, aku khawatir kalau nenek akan pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya, karena hanya nenek kelurga yang kemiliki," ujar Sakura sambil menangis tersedu-sedu.

"Sabarlah Sakura-chan, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagimu, tenanglah Sakura-chan, kan masih ada aku, Ino-chan, Ten-ten-chan, dan Neji nii-san, mereka tidak akan pergi meninggalkanmu," nasehat teman Sakura yang tak lain merupakan a.k.a Hinata.

"Tapi."

"Tenanglah, Tuhan pasti akan memberikan terbaik untuk nenekmu," nasehat Hinata lagi.

"Arigatou, Hinata-chan,"

Di tempat berbeda.

"Ayo kita pergi nek, sudah waktunya anda untuk ke alam baka," ajak pemuda berambut pirang jabrik dan memiliki 3 kumis di pipi kanan dan kiri.

"Baiklah tuan malaikat, tak kusangka aku akan meninggalkan cucuku, semoga cucuku tidak apa-apa," ujar nenek yang berada di samping pemuda tersebut.

"Nenek!, kenapa kau pergi meninggal aku nek, padahal aku sudah janji untuk libur kerja ta-"

"Sudahlah Sakura-chan, nenekmu sudah pergi ke surga, nenekmu akan sedih jika kamu menangis terus, kita harus iklas melepaskan seseorang yang kita cintai, nenekmu pasti bahagia di sana," potong Hinata menasehati Sakura yang kehilangan neneknya.

"Tapi, aku kan tidak mau kehilangan nenekku, sekarang aku tidak punya siapa-siapa," elak Sakura yang masih menangis.

"Tenanglah Sakura-chan, aku tidak akan pergi meninggalkanmu, aku berjanji akan tinggal bersamamu, bagaimana Sakura-chan? Kau setujuh," tawar Hinata.

Lalu Sakura memeluk Hinata dan berujar "Baiklah kau boleh tinggal bersamaku, tapi janjinya kau tidak akan pergi meninggalkanku."

"Aku janji."

Dan hari itu Hinata akan tinggal bersama Sakura, yang merupakan sahabatnya, maklumlah Sakura tidak mempunyai siapa-siapa lagi, Sakura sejak kecil tidak mengetahui siapa orang tuanya, dia sendiri tinggal bersama nenek Chiyo yang telah merawat Sakura dari bayi sampai sekarang, nenek Chiyo merawat Sakura sama seperti cucunya sendiri, maklum cucunya yang bernama Sasori merantau ke luar desa, untuk bekerja di perusahaan boneka milik keluarga Sabaku. Sakura memang bukan cucu kandung nenek Chiyo pasalnya Sakura di temukan di depan rumah kosong samping rumah nenek Chiyo, istilah lainnya Sakura di buang sama orang tuanya sendiri, kejam memang, tapi itulah kehidupan yang sebenarnya, kadang baik, kadang buruk.

Di seuatu tempat para malaikat berkumpul.

"Ah melelahkan sekali, setiap hari harus bertugas mencabut nyawa seseorang," guman salah satu malaikat berambut kuning jabrik yang memiliki 3 kumis kucing di masing-masing pipinya yang tak lain adalah Naruto yang merupakan salah satu malaikat pencabut nyawa, kelihatannya tugasnya sangat kejam yaitu mencabut nyawa seseorang, tapi dia menikmati pekerjaannya walaupun harus mencabut nyawa seseorang.

"Ah, kau ini selalu mengeluh, apa kau mulai bosan dengan tugasmu," ujar salah satu malaikat berambut coklat jabrik memiliki goresan segitiga di pipinya dan memiliki taring seperti anjing.

"Kau enak Kiba, tugasmu hanya menjaga dog hell, yang notabene tugas yang sangat muda," sindir Naruto kepada teman malaikat-nya yang tak lain adalah Kiba yang merupakan malaikat penjaga dog hell, dog hell sendiri di gunakan untuk menyiksa manusia yang telah berbuat dosa atas kejahatan selama hidup di muka bumi.

"Apa katamu? Enak saja kau bilang pekerjaanku muda, gini-gini tugasku lebih sulit daripada dirimu, kau tak bisa membayangkannya jika kau menjadi aku, bisa-bisa kau muntah-muntah melihat usus, darah, tulang-tulang yang berceceran di mana-mana setelah di siksa oleh dog hell," bentak Kiba kesal yang telah meremehkan pekerjaannya sebagai penjaga anjing neraka, maklum Kiba selalu melihat manusia di siksa oleh anjing-anjing nereka tanpa ampun.

"Gomen...gomen...gomen, aku tau kok tugasmu lebih berat daripada tugasku, tapi aku bosan setiap hari harus melihat orang-orang menangis karena kepergian orang yang di cintainya, aku sebenarnya tidak tega melihat manusia-manusia itu menangis," ujar Naruto tertawa cekikian melihat raut wajah Kiba yang lagi cemberut setelah di kerjain Naruto, (emang dari dulu Naruto itu jail gak di mangan gak di fanfic selalu jail authornya juga heran).

"Kau itu tidak pernah berubah, selalu menjahili teman-teman sesama malaikat, aku laporkan ketua Kakashi tau rasa kau," kesal Kiba yang selalu menjadi korban kejahilan Naruto.

"Sudahlah Kiba jangan marah nanti kelihatan jelek loh dan nanti tidak ada wanita yang menyukaimu lo," ledek Naruto yang suka mengusili Kiba

"Baka,kau pikir kita ini manusia apa yang bisa jatuh? Ingat kita ini manusia mana mungkin bisa jatuh cinta, kau ini bodoh sekali," bentak Kiba yang kesal terhadapan kebodohan Naruto

"Dobe itu dari dulu memang bodoh," ujar salah satu malaikat berambut raven yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua.

"Apa maksudmu teme?" Naruto yang kesal karena telah di katakan dobe oleh si raven berambut mirip pantat ayam ini yang tak lain adalah Sasuke yang merupakan sahabat Naruto.

"Kau memang dobe, sudah aku hanya menyampaikan bahwa kau akan di panggil Ketua," ujar Sasuke datar tanpa memunculkan ekspresinya sedikitpun.

"Baiklah teme aku akan kesana," Naruto kesal dengan perkataan Sasuke yang selalu memanggilnya dobe.

Di Ruangan Ketua Malaikat.

"Ini jadwalmu besok, ingat lakukan sebaik-baiknya, jangan salah ambil, bisa repot kalau kau salah mengambil nyawa seseorang seperti waktu itu, dan ingat kau sudah tiga kali melakukan kesalahan!" perintah sang ketua berambut silver dengan satu mata yang di tutup dengan hitai sepert,i di canon tapi tidak ada lambang konoha hanya ada simbol sayap yang menunjukkan dia adalah malaikat tertingg di muka bumi, denga gelar Gabriel.

"Hai, saya mengerti ketua," lantas Naruto pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Ke Esokkan harinya.

'Hari ini aku akan bertugas, semoga lancar' doa Naruto dalam hati.

Lalu Naruto pergi dan menghilang maklum dia-kan malaikat, jadi bisa menghilang.

Di suatu tempat yang cerah tiba-tiba terjadi kecelakaan antara mobil dan truk, ini di sebabkan si sopir truk yang sedang mengantuk, maklum belum tidur semalam, karena banyak barang yang harus cepat-cepat di kirim, jadilah terjadilah kecelakaan, yang mengakibatkan 2 orang terluka para dan satu tewas di tempat, di tempat lain muncul sesosok manusia memakai jas hitam berambut jabrik bersama seorang pria muda memakai baju layaknya si sopir tersebut.

"Sudah saatnya anda pergi," ujar pria berambut kuning jabrik.

"Baiklah, tak kusangkah aku akan mati semuda ini, semoga istri dan anakku tidak menanggis," ujar pria tersebut lalu mereka berdua pergi.

Di Rumah Sakit Konoha

"Suster tolong selamatkan mereka berdua," wanita bersurai indigo berambut hitam kebiruan yang tak lain adalah Hinata Hyuuga, yang menolong korban kecelakaan pagi tadi.

FLASHBLACK

"Ada apa ini?" tanya wanita bersurai indigo a.k.a. Hinata.

"Maaf nona bisa minta tolong bawakan dua orang ini ke Rumah Sakit, mereka berdua mengalami kecelakaan," ujar salah satu pria yang datang mengangkat sesosok manusia yang terluka parah.

"Sebentar saya akan bukakan pintunya," Hinata membukakan pintunya, kebetulan mobil Hinata sangat besar sehingga kedua korban itu bisa di bawah secara bersama-sama.

Setelah itu Hinata pergi membawa kedua korban ke Rumah Sakit Konoha kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi kecelakaan.

END FLASHBLACK

Di tempat lain muncul sesosok pria berambut kuning jabrik yang mengunakan stel-lan baju hitam-hitam, sepertinya sedang menunggu seseorang. Ketika sedang mengamati pria tersebut melihat wanita cantik, bersurai indigo rambutnya panjang bewarna biru gelap sepertinya dia sedang menunggu pasien atau mungkin dia adalah keluarga korban, tapi tiba-tiba dia tidak sengaja mendengar percakapan antara dokter dan wanita tersebut.

"Apakah anda keluargannya?" tanya sang dokter kepada wanita tersebut.

"Maaf saya bukan keluargannya, saya hanya menolongnya," jawab wanita tersebut

Tiba-tiba pria kuning itu melihat wajah cantiknya, membuat jantungnya berdebar-debar

deg...deg...deg...

'Ada apa ini,kenapa jantungku berdebar-debar, tidak mungkin aku jatuh cinta dengan manusia, mana mungkin bisa akukan malaikat tidak seharusnya memiliki seperti ini, tapi kenapa jantungku terus berdebar-debar, sial kau tak boleh jatuh cinta naru, kau itu malaikat bukan manusia' batin pria itu yang tak lain adalah Naruto yang merupakan seorang malaikat maut.

"Cantik," guma Naruto entah kepada siapa yang notabene wajahnya sudah bersemu merah

TBC

Gimana bagus tau jelek, maaf ya kalau jelek soalnya lagi bingung mau tulis apa,maafkan saya belum lanjutin fict-ficku yang lama, soalnya lagi bingung, kapan-kapan saya lanjutkan soalnya lagi fokus sama fict ini.