Love by EsposaMalfoy

Chapter 4


From : Albus Potter

Hoi, Scorp, sibuk tidak? Datanglah ke The Burrow, kurang satu orang untuk bermain futsal. Kau ingat kan, permainan muggle yang bulan lalu kita mainkan? Kutunggu kau, datang secepat mungkin ya.

Scorpius mendengus setelah membaca pesan singkat yang di kirim oleh Albus ke ponsel mugglenya. Ponselnya menjerit pagi-pagi buta, mengganggu tidur nyenyaknya di hari pertama libur setelah natal. Badannya masih terasa sakit dan pegal setelah 'seleksi' tadi malam. Ia baru saja ingin mengabaikan pesan Albus, kemudian terkejut ketika menerima pesan baru dari Albus.

From : Albus Potter

Oiya, Rose suka bangun siang. Mungkin kau bisa melihatnya tidur.

Melihat Rose dalam keadaan tidur? Tawaran yang sangat menarik.

Scorpius bergegas mandi, membasuh diri dengan sabun beraroma musk, kemudian bergegas mengenakan pakaian olahraganya.

Setelah meminta izin kepada ibunya, ia segera berapparate ke The Burrow. Angin musim dingin menerpanya sesampainya ia di pintu masuk The Burrow. Scorpius mengetuk pintu masuk dan menunggu Albus agar cepat membukanya.

"Hai, mate." Albus membukakan pintu dan menyuruhnya masuk. "Kau datang."

"Ya, tentu saja." Scorpius menyeringai. "Tawaranmu tak bisa ku tolak."

Albus terkekeh. "Kita main dulu, okay? Nanti kalau sudah agak siang kau boleh membangunkan Rose. Plus bonus mengajak Rose kencan."

Scorpius terkejut. "Maksudmu aku lulus seleksi?"

Albus tertawa geli. "Ya, begitulah. Setelah kami berunding semalam, kau masuk ke dalam kriteria cowok yang cukup oke untuk di jadikan pacar Rose."


"Rosie! Bangun!" Albus menepuk-nepuk pipi ranum Rose dengan keras. Rose hanya menggumam tidak jelas lalu menggeliat, berbalik posisi kemudian tertidur lagi.

"Rosie babon! Banguuuun!" Lily ikut membangunkan Rose, menggoyang-goyangkan tubuh Rose dengan membabi buta.

"Shut up, Lils. Kita sedang berlibur!" Sambil terus memejamkan mata, Rose menyingkirkan tangan Albus dan Lily dari tubuhnya dan menarik selimutnya sampai leher. "Biarkan aku menikmati liburanku!"

"Kau akan menyesal lebih memilih tidur daripada errr—okay. Akan kubiarkan. Ayo, Albie!" Yang Rose dengar hanya bisikan dari seseorang kemudian langkah kaki yang meninggalkan kamarnya.

Huh, pergi sana! Dasar cerewet! Rose merutuk dalam hati. Rose tertidur lagi dengan nyenyak.

Rose memang sangat suka sekali tidur. Ia sangat menunggu liburan untuk membayar hutang tidur-tidurnya yang sering kali terabaikan karena tugas-tugas Hogwarts yang menumpuk. Rose benar-benar gila tidur jika sudah liburan. Berbeda dengan para sepupunya yang melatih kemampuan Quidditch atau berolahraga Muggle saat liburan, hanya Rose yang lebih memilih tidur hingga matahari sudah benar-benar tinggi dan masih kumal karena belum mandi hingga siang hari.

Dalam sehari, Rose bisa menghabiskan waktunya untuk tidur. Ia hanya bangun untuk makan dan bereksresi. Tak heran kalau ibunya, Hermione Granger, sering mengomelinya karena kebiasaan buruknya tersebut.

"Rose! Bangun! Kau ini, anak perawan, tetapi selalu bangun siang! Belum mandi pula! Lihat sepupumu sudah rapi daritadi pagi! Kau harus bergerak, Rose! Badanmu bisa semakin melar tahu!" Biasanya kalau ibunya sudah berteriak dengan nada marah seperti itu, ia akan bangun dan lari terbirit-birit menuju kamar mandi.

Rose menggeliat dan kakinya menyentuh sesuatu. Bukan sesuatu sebenarnya, tetapi seseorang.

Rose baru saja ingin menyemprot orang yang disenggolnya, namun ia sangat terkejut ketika membuka mata. Yang ia lihat bukanlah seringai jahil Albus ataupun tawa riang Lily.

Yang ia lihat adalah Scorpius Malfoy! Scorpius Malfoy ada di dalam kamarnya!

Scorpius duduk di pinggir ranjangnya sambil tersenyum geli. Dan ia sudah tampan, rapi, dan bersih dengan kemeja berwarna putih dan celana berwarna khaki.

"Scorp!" Rose menjerit tertahan, terlalu terkejut melihat Scorpius yang tiba-tiba ada di ranjangnya.

"Hm? Menikmati liburanmu, eh?" Scorpius menyeringai jahil membuat pipi Rose panas.

"Shut up, Malfoy! Apa yang kau lakukan di kamarku?" Tanya Rose sambil buru-buru duduk di sudut ranjangnya.

"Hmm.. Apa yang kulakukan ya?" Jawab Scorpius sambil pura-pura berpikir. "Mengajakmu berkencan, mungkin?"

"Kau gila." Balas Rose merona. "Kau akan di bunuh oleh sepupu-sepupuku."

"Wah—aku takut sekali, Rose." Scorpius memasang raut ketakutan, seolah-olah terintimidasi. Namun beberapa detik kemudian, ia menyeringai menang. "Bagaimana kalau ternyata mereka sudah sepenuhnya memberi izin kepadaku?"

Rose ternganga kaget. "Kau—kau berhasil?" Scorpius mengangguk sambil tersenyum lebar. Rose tertawa senang.

"Jadi, kau mau ikut jalan denganku atau tidak?" Tanya Scorpius.

"Memangnya kita mau kemana?" Tanya Rose balik sambil memajukan wajahnya dengan senyum mengembang. Scorpius menelan ludahnya gugup. Rose terlihat lebih cantik ketika baru bangun tidur. Scorpius sungguh ingin melihat Rose bangun tidur setiap hari, seumur hidupnya.

"Rahasia. Sudah sana cepat mandi, kau jelek ketika bangun tidur, berantakan." Kata Scorpius berbohong sambil buru-buru keluar dari kamar Rose. "Aku menunggumu di ruang tamu ya."

Rose cemberut sambil mendengus kesal, "Memangnya kau tampan apa?"


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Rose pergi menuju ruang tamu. Ia mengenakan celana jeans hitam dan sweater bulu berwarna putih. Tak lupa ia menyemprotkan parfum terbaiknya. Di ruang tamu, Scorpius sudah menunggu bersama saudara-saudaranya. Tidak ada lagi tatapan permusuhan dari saudara-saudaranya, mereka asyik mengobrol seperti dulu.

"Ayo, Scorp!" Kata Rose sambil memasang jam tangannya. Scorpius menoleh lalu tersenyum.

Scorpius berdiri. "Terimakasih sudah mengizinkanku. Aku akan memanfaatkan kebaikan kalian untuk membuat Rose senang. Tenang saja Al, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi sekarang. Kalau hubungan kami berhasil, aku akan menraktir kalian semua." Kata Scorpius yang disambut oleh Rose yang merah padam dan sorak-sorai dari saudara-saudaranya.

Setelah memakai mantel musim dinginnya, Scorpius dan Rose keluar dari The Burrows. Di halaman, terparkir mobil sedan mewah berwarna hitam. Rose mengernyitkan dahinya bingung.

"Ini mobil siapa?" Scorpius tersenyum lebar.

"Mobilku. Ceritanya panjang. Kita masuk saja dulu, di sini dingin." Katanya sambil membuka pintu mobil.

Scorpius menyalakan mesin mobilnya dan memasang seatbeltnya sambil bercerita. "Jadi sebenarnya, selama aku liburan, aku mengurus perusahaan ayahku. Semua keuntungannya untukku jadi aku pakai untuk membeli mobil ini. Jangan salah sangka aku anak manja yang memanfaatkan uang orangtuanya untuk berkencan dengan wanita." Rose terkekeh pelan.

"Tapi kau boros, Scorp. Kau kan sering berada di Hogwarts. Untuk apa membeli mobil?"

"Ah, benar juga ya. Tidak terpikirkan olehku. Untuk yang satu itu kau benar, Rose. Aku boros. Aku jadi menyesal membelinya." Kata Scorpius dengan raut wajah yang sama sekali tidak menunjukkan bahwa ia menyesal.

Rose tertawa. "Kau tidak menyesal, Scorp. Lagipula untuk apa menyesal? Kalau kau menyukainya kenapa tidak? Aunt Tory atau Uncle Draco bisa saja menggunakannya ketika kau di Hogwarts."

"Wah, Rose. Kau bisa membaca pikiranku ya?" Kata Scorpius dengan tampang jenaka, berpura-pura terkejut. Rose tertawa lagi. Sepertinya ia akan banyak tertawa hari ini.

Hari ini, Rose Weasley melihat sisi lain dari Scorpius Malfoy. Ia kira, Malfoy selalu bersikap dingin dan kaku. Tapi nyatanya, Malfoy yang satu ini berhasil membuatnya tertawa berkali-kali. Entahlah, Rose tidak tahu Scorpius yang memang lucu atau ia yang sedang jatuh cinta. Eh, jatuh cinta?

Sepertinya hatinya sudah tidak mau menuruti otaknya lagi semenjak ciuman itu. Ah, tidak. Mungkin semenjak Scorpius membelikan cokelat di Honeydukes. Atau sejak Scorpius mengajaknya ke Hogsmeade. Entahlah, ia tidak yakin. Yang ia tahu, harapannya mulai mengembang. Ditambah lagi Scorpius menyanggupi seleksi saudara-saudaranya yang gila—berhasil lulus pula—padahal mereka bukan sepasang kekasih yang saling mencintai dan rela berkorban untuk mempertahankan cintanya.

"Ngomong-ngomong, kita mau kemana?" Tanya Rose tiba-tiba.

"Tema kencan kita hari ini adalah kencan ala muggle, Rose." Kata Scorpius sambil tersenyum santai. Rose agak berdebar ketika Scorpius mengatakan 'kencan'. "Jadi kita akan ke café muggle dan mengobrol. Lalu kita akan menonton film sampai kau tertidur dan bersender di bahuku."

"Tidak akan!" Kata Rose tertawa renyah. "Kau ini Scorp, aku tidak menyangka kau akan seblak-blakan ini."

"Ada alasannya kenapa aku seblak-blakan ini, Rose." Kata Scorpius sambil tersenyum misterius. "Kalau kau mau tahu alasannya, kau tidak boleh menolak ketika kuajak kencan."

"Baiklah, Mister Otoriter." Kata Rose sambil tersenyum.


Halo, akhirnya aku update juga setelah entah berapa lama cerita ini membusuk di draftku. Mohon maaf karena aku ngaretnya kebangetan. Kalo udah lupa sama ceritanya, kalian baca lagi aja ya chapter sebelumnya.
Jadi, bagaimana chapter kali ini? Kasih review kalian ya, terimakasih!

Nox,

Esposa Malfoy.