Disclaimer: not own anything.


Siang hari itu, seperti biasa Naruto berjalan menuju ke Bukit padang rumput untuk tidur. Berjalan melewati jalan kecil yang tersedia di hutan kecil konoha. Dengan mata setengah terbuka Naruto berjalan dengan tenang. Namun langkah Naruto tiba-tiba berhenti dijalan ketika mendengar beberapa jejak kaki yang mendekat kearahnya. Dengan berhati-hati Naruto mulai mencoba bersembunyi disalah satu pohon yang cukup besar untuk menyembunyikan tubuhnya. Mata Naruto kemudian mencoba melirik untuk melihat siapa yang lewat tersebut, dengan menunggu sebentar. Terlihatlah seorang Pria dewasadengan dua anak yang sedikit lebih tua darinya dari kejauhan.

Jantungnya berdetak dengan kencang ketika mendengar suara langkah kaki yang semakin jelas ditelinganya.

"Keluarlah.. Nak." terdengar suara beberapa meter dari tempat Naruto bersembunyi. Mata Naruto melebar ketika mendengar suara itu. Ketakutan mulai muncul Di dalam hatinya dengan cepat, namun ketakutan itu kemudian mulai tersapu oleh pemikirannya yang cepat. Otaknya mulai menyusun rencan untuk kabur. Tidak pernah dalam hidupnya Naruto merasa begitu hati-hati. Inilah pengalaman pertamanya ketika seseorang bisa menemukan keberadaannya. Dalam pengalamannya, Naruto tidak pernah bisa ditemukan, bahkan Anbu saja kesusahan untuk mencarinya. Jika pun ada yang dapat menemukannya,itu karena Naruto membiarkannya...

dengan menocba mencari waktu yang tepat, Naruto kemudian mengeluarkan sebuah bom asab buatannya dari kantung celananya dan melemparkan ketanah. Seketika asap sudah keluar dari bom tersebut, Naruto berlari dengan cepat menuju arah lain. Namun Naruto hanya mengeluarkan sumpahan ketika melihat dua orang anak tadi sudah mengejarnya.

'Cih... siapa mereka!?' tanya Naruto dengan panik didalam batin. Merasakan kedua orang tersebut semakin mendekat, Naruto kemudian membalikkan badannya dengan cepat, dan melempar beberapa batu besar yang diambilnya dijalan kearah dua anak tersebut. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh kepada kedua anak itu, ketika mereka dengan lihai menghindari dan menangkis menggunakan kunai batu-batu yang dilempar Naruto.

Naruto yang mengetahui dirinya tidak sanggup melawan kedua anak itu akhirnya memutuskan melarikan diri, tanpa berpikir arah. Dengan semua tenaga yang dimilikinya Naruto akhirnya sampai pada padang rumput tempatnya bersantai. dengan memasang kuda-kuda Taijutsu Akedemi, Naruto kemudian melirik kedua anak yang berdiri diseberang dirinya dengan serius. "siapa kalian!?" tanya Naruto dengan berhati-hati. Namun jawaban yang diterima Naruto tidak ada. Akhirnya Naruto memutuskan untuk melihat kembali kedua anak yang mengejarnya dengan teliti.

Yang pertama adalah seorang anak dengan rambut pirang gelap dengan warna mata kekuningan menggunakan kimono. dan Yang satu lagi merupakan seorang anak dengan topeng berkacamata yang menutupi sebagian wajahnya namun menyisakan mulutnya, Anak itu juga menggunakan pakaian yang cukup tertutup. Tanpa menunggu banyak waktu lagi, kedua anak tersebut langsung melaju dengan kecepatan cukup tinggi kepada Naruto. Mata Naruto melebar dengan seketika ketika melihat aksi kedua anak tersebut. Tendangan pertama yang dilemparkan anak berambut pirang gelap itu Naruto tahan dengan telapak tangannya. Dan agar tidak menerima tekanan dari gerakan, Naruto mengikuti arah tendangan tersebut dan mendorongnya menggunakan kekuatannya.

Namun Naruto gagal melihat salah satu kaki yang telah diluncurkan Foo, yang tepat mengenai wajah Naruto membuat dirinya terlempar kebelakang. Tidak mau kalah, sambil menahan sakit Naruto langsung menggunakan kedua tangannya sebagai tumpuan dan salto beberapa meter kebelakang untuk membuat jarak dengan kedua anak tersebut. Naruto hanya bisa menarik nafas berat ketika melihat kembali kedua anak tersebut. Dirinya tidak bodoh, Naruto tahu bahwa tidak mungkin dia bisa melawan kedua musuhnya yang ahli dalam menggunakan Taijutsu daripada dirinya. Apalagi dilihat kembali, kedua anak tersebut tidak memilki gayabertarung seperti anak akedemi. Melainkan gaya yang berbeda dari yang digunakannya.

Tentu saja Naruto tahu, dia akan kalah dalam pertarungan Taijutsu. Apalagi saat ini dia hanya menggunakan gaya Akedemi. Yang menurutnya memiliki banyak kesalahan. Namun nasi sudah menjadi bubur, Hanya inilah gaya bertarung yang bisa dia gunakan. "Kau lumayan juga..." Ujar Anak yang berambut pirang gelap tersebut. Namun bagaikan mengacuhkan pujian anak itu Naruto kemudian bertanya kembali bertanya

"Siapa kalian? apa mau kalian?" Tanya Naruto dengan serius.

"Hm.. tidak akan kujawab. Namun jika kamu bisa mengalahkan kami dalam pertarungan ini... aku akan menjawabnya." Ujar sang anak berambut pirang gelap dengan sedikit congkak. Yang tentu saja membuat Naruto semakin kesal.

"Siap..." dengan itu, Foo melaju kembali kepada Naruto. Dengan Taijutsu yang berbentuk, Foo memberikan beberapa tinju dan tendangan yang keras untuk Naruto, Naruto hanya bisa menangkis dan menghindari serangan Foo, karena dirinya saat ini tidak bisa menemukan celah yang bagus untuk menyerang Foo. Dan ketika Naruto mulai terpojok, akhirnya Naruto dengan gaya tidak beraturan menendang kaki Foo. Yang tentu saja membuat Foo kehilangan sedikit keseimbangan, namun ketika ingin kembali kedalam posisi bersiap... Naruto sudah datang dengan tinju tangan kanan dan memukul Foo sekuat tenaganya.

Yang tentu saja membuat Foo terlempar beberapa meter dari Naruto. Namun Naruto hanya bisa menggigit bibirnya ketika Foo dengan sempurna melakukan salto kebelakang untuk menghindari benturan dengan tanah. Dan menatap Naruto dengan senyum menyeringai. Keadaan semakin memberuk ketika Torune ikut dalam pertarungan dan berdiri disamping Foo, Dan dengan serentak kedua anak tersebut berlari menuju Naruto. Namun mereka berdua kemudian berhenti sebentar dan mengambil arah yang berbeda. Naruto kemudian panik sejenak, ketika melihat Kedua penyerangnya berpencar darinya, membuat pertarungan itu semakin susah untuk dilanjutkan.

'Kiri!' seru Naruto dalam batin ketika melihat tinju yang mengarah dari sampingnya. Namun Naruto melupakan satu lagi. Karena ketika ingin menangkis tendangan dari kiri, salah satu pukulan keras telah mendarat di perutnya sebelah kanan. Tidak berhenti dari situ, tendangan tersebut juga mengenai kepala Naruto. Membuatnya jatuh ketanah tak berdaya. "sudah cukup!" terdengar suara keras namun cukup tua dari salah satu pohon. Seakan mengikuti perintah suara tersebut, kedua anak tersebut langsung berdiri dari Naruto dan mundur beberapa meter.

"Kau lumayan hebat untuk anak akedemi.." Ujar Foo dengan senyum seraya mundur. Perkataan itu tentu saja membuat Naruto semakin bingung. Meskipun badannya saat ini serasa berdenyut ketika merasakan efek akhir dari serangan kedua anak tersebut, Namun Naruto hanya menahannya, karena Di dalam hatinya...rasa sakit itu tidak seberapa dengan rasa sakit yang telah diterimanya beberapa tahun ini. Mata Naruto kemudian berpindah Fokus dari kedua anak tersebut kepada suara langkah kaki yang semakin dekat. matanya kemudian mengobservasi penampilan pria yang baru datang tersebut. Seorang Pria tua dengan tongkat bantu, menggunakan kemeja putih dan jubah hitam yang menutupi tangannya hingga menuju kakinya. Pria tersebut memiliki rambut hitam pendek kusut, dan memiliki bekas luka bagaikan tanda x didagunya.

Meskipun dari pandangan sekilas terlihat seperti Pria tua yang lemah, Namun Naruto tahu orang tersebut berbahaya. "Siapa kau?" tanya Naruto dengan berani meskipun terdengar nada seperti keraguan. Pria tua itu hanya melihat Naruto dengan tatapan perhitungan tanpa mengeluarkan suara. Namun bagaikan tidak mendengar Naruto, Pria tersebut kemudian melirik kearah kedua anak yang menyerang Naruto.

"Bagaimana menurut kalian?" tanya Danzo dengan suara bagaikan bisikan. sang anak dengan rambut pirang gelap kemudian menundukkan kepalanya

sedikit kepada Danzo dan kemudian membuka mulutnya.

"Kukatakan dia sudah mencapai kelas Genin, dia sudah bisa membuat perhitungan dan berpikir dengan cepat meskipun keadaan yang dialaminya saat ini merupakan sesuatu yang membuat Anak Akedemi seharusnya panik dan melakukan hal konyol. Namun tidak dengan dia. Dia menunjukkan kepekaan kepada sekelilingnya dengan akurat. Dia juga mempunyai Refleks yang lebih peka daripada orang biasa. Namun kekurangannya berada dalam teknik bertarungnya atau Taijutsu miliknya. Gaya bertarung yang digunakan ceroboh, banyak memperlihatkan celah kosong yang bisa digunakan musuh untuk kepentingan mereka. Namun selain Taijutsunya yang asal-asalan, saya rasa dia sudah bagus Tuan." Ujar Foo dengan serius.

Naruto hanya bisa menatap Foo dengan terkejut. Ini pertama kalinya dalam hidupnya seseorang dapat menemukan kelemahan dan kelebihan miliknya. Apalagi orang yang mengatakannya itu baru saja bertarung dengannya untuk pertama kali.

"Kau benar, kurasa tingkat Observasimu semakin meningkat Foo." Danzo kemudian melirik kembali dengan Naruto 'Dasar Sarutobi bodoh. jika saja kau memberikan anak ini padaku, tentu saja dia akan menjadi alat yang hebat untuk Desa ini. Namun memang...kau terlalu lembek.' Danzo kemudian mengelus-elus dagunya sambil melihat Naruto dengan teliti. Tujuan utama Danzo dari pertama adalah memberikan tes kepada Naruto muda. Berharap melihat seberapa jauhnya Naruto berkembang di Akedemi. Danzo tahu, ia bisa melihat jika seseorang memiliki bakat atau tidak dengan sekali pandangan. Tentu saja hal itu juga dilihat pada Naruto. Danzo pernah berpapasan dengan Naruto kecil ketika dia masih pertama kalinya masuk akedemi.

Namun meskipun ada kekecewaan didalam hati dinginnya, karena melihat perkembangan Naruto yang terhambat. Dia tidak ingin melihat satu-satunya senjata konoha berubah menjadi pisau tumpul seperti ini. "Kau memiliki bakat Uzumaki. Bakat yang sangat besar... katakan padaku Uzumaki muda, apa tujuanmu hidup? apa keinginanmu?"

"..."

"Apakah kau tidak bisa menjawabnya? atau karena kau tidak mau menjawabnya?" Danzo kemudian dengan langkah yang sempurna kemudian berjalan mendekati Naruto dan duduk disamping Naruto.

"Keinginan? hahaha... apa yang bisa kuminta? aku tidak pernah punya keinginan. Keinginan hanya untuk mereka yang lemah. bukan dengan keinginan aku mendapatkan sesuatu, namun karena kemauan dan kerja keras, Karena hanya dengan itu aku mendapatkan sesuatu. Keinginan, mimpi hanya untuk mereka yang masih terperangkap dalam dunia ilusi yang kita sebut Dunia. Aku tidak pernah mau menjadi anak pemimpi, aku tidak pernah meminta sesuatu yang lebih..."

"Hmm..jawaban yang berbelit-belit... namun tetap saja salah." Jawab Danzo "Namun aku tidak akan merubah cara pandangmu..karena cara pandang seseorang terhadap dunia ini berbeda-beda dengan lainnya. Ada orang menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang menyenangkan, ada yang menganggap dunia ini semacam sesuatu yang membosankan, dan ada juga orang yang menganggap dunia ini sebagai semacam candaan... dan banyak lagi.."

Danzo memberikan tatapan pada Naruto. "Katakan padaku Uzumaki kecil... apa kau ingin menjadi kuat? apa kau ingin menjadi orang yang berdiri diatas semuanya?" tanya Danzo tanpa melihat Naruto.

"Hahahaha menjadi orang yang berdiri diatas segalanya? jangan bercanda pak Tua. Aku tidak tahu siapa kau.. aku tidak mengenal kau, bahkan aku tidak pernah bertemu denganmu. Siapa dirimu mengatakan semua omong kosong untuk anak kecil itu?" Tanya Naruto dengan Nada humor pahit.

"bukankah kau juga masih anak kecil? Kau juga harus lebih menjaga omonganmu di masa depan, tidak semua orang seperti Hiruzen bisa mentolerir ketidaksopananmu."

"Ya... aku memang anak kecil! namun aku sudah mengerti jalan hidup ini. Karena aku sudah melihat sendiri betapa kejamnya dan betapa baiknya dunia ini. Semua hanya omong kosong. Dunia hanyalah sebuah tempat yang tak adil. Bahkan menurutku sendiri Tuhan itu tidak ada! Kepercayaan hanyalah sebuah pegangan agar kita tidak jatuh dalam pusaran kegelapan Dunia! Namun aku sudah tidak membutuhkan pegangan itu! Dari pertama kali aku menghirup dunia ini. Aku sudah ditakdirkan untuk menghadapi semua omong kosong ini, dan apa yang kukatakan pada semua omong kosong yang kuhadapi?"

"Makan tai sana! cobaan seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa meruntuhkan aku! jika aku jatuh, aku akan berdiri kembali! jika kakiku tidak berfungsi lagi, aku akan merangkak! jika aku tidak bisa merangkak! aku akan menggunakan gigiku hingga bisa sampai pada tujuanku!" Teriak Naruto dengan segala kekuatannya.

Danzo hanya terdiam mendengar perkataan Naruto, tidak pernah dia jumpai seorang anak yang begitu...keras kepala. Perkataan yang diucapkan Naruto, hanya pernah dia dengarkan dari korban peperangan perang Ninja. Dan saat ini bukanlah Peperangan..."Ha hahahahaha! ini pertama kalinya aku tertawa Uzumaki muda." Tawa Danzo, bukannya tawa yang penuh kejahatan atau berhasilnya rencana busuknya, Namun tawa yang jujur, tawa yang lahir dari betapa lucunya kisah hidup yang dijalani.

Naruto yang terbaring itu kemudian bangun dan berdiri tanpa cacat. Karena luka dan memar yang tadinya diterimanya sudah sembuh dengan sempurna. "kurasa ini saatnya aku pergi..." Ujar Naruto. Naruto kemudian melirik Danzo "aku tidak pernah mengetahui siapa kau. ini pertama kalinya ada seseorang yang mau berbicara denganku dan mendengarkan ocehan kekanakan milikku. Biasanya orang hanya menghina atau menghindariku, namun kau berbeda. Kuharap kita bisa bertemu lagi lain waktu Pak tua..." Ujar Naruto seraya berjalan menuruni bukit. Namun naruto berhenti lagi ketika Foo dan Torune menghalangi jalannya.

"Apa lagi yang kalian inginkan?" Tanya Naruto dengan sedikit kesal. Naruto dengan cepat merasakan suatu gerakan asing dari belakangnnya dan dengan akurat Naruto menangkap apapun yang baru saja mengarah pada dirinya."Perkamen?" tanya Naruto heran. Naruto kemudian melirik Danzo dan memberikan tatapan tanya.

"Ambillah itu, didalam perkamen itu, terdapat beberapa teknik yang harus dikuasai Genin. Dan juga mengingat kenapa kau selalu gagal menguasai jurus Bunshin... akan aku jelaskan." seketika itu Telinga Naruto berfungsi dengan sebaik mungkn mendengarkan penjelasan dari Pria tua tersebut. "tubuhmu memiliki ukuran Chakra yang sangat besar, membuat dirimu mustahil untuk berkonsentrasi membuat Bunshin yang membutuhkan chakra yang sedikit. Namun semua itu dapat diatasi... Karena semua yang kau butuhkan untuk berkembang dari sekarang berada disitu." Ujar Danzo dengan suara yang pelan dan agak berat.

Naruto hanya terdiam bagaikan patung ketika mendengar penjelasan Danzo. "siapa kau!? aku tidak pernah mendengar ada seseorang memberikan hadiah tanpa adanya balasan balik-"

"Aku tidak menginginkan apa-apa darimu Uzumaku kecil...tidak untuk saat ini" kata-kata terakhir diucapkan dengan suara kecil yang tidak mungkin didengar Naruto. "Namun yang kuminta padamu hanyalah setia kepada Konoha. Karena aku bisa melihatmu menjadi ninja yang hebat di masa depan." Naruto hanya diam sebentar, serasa meragukan perkataan Danzo. Dan dengan ragu-ragu, Naruto menganggukkan kepalanya. Meskipun kurang puas akan jawaban Naruto, namun Danzo menerimanya untuk saat ini.

"Namaku adalah Shimura Danzo... dan pertemuan kita kali ini merupakan rahasia. Camkan itu.." Ujar Danzo dengan nada keras bagaikan besi. Dengan kata perpisahan terakhir itu, Danzo akhirnya menghilang menggunakan Shunshin, diikuti kedua anggota ROOT-nya. Mata Naruto melebar, selebar-lebarnya ketika mendengar nama yang disebutkan pria tua itu. Tidak pernah dalam mimpi terliarnya dia akan bertemu dengan orang berbahaya seperti itu. Jii-san sudah pernah mengatakan, "jauhi orang itu.. sejauh mungkin." mengatakan bahwa Danzo adalah orang yang bukan main-main.

Sedangkan bersama Danzo dan kedua ROOT-nya. "Apa tuan yakin? tidak merekrutnya saat itu juga? anda juga sudah melihatnya sendiri, Jinchuriki dari ekor sembilan merupakan salah satu orang berbakat yang bisa menjadi aset ROOT" tanya Foo dengan mengikuti Danzo dari belakang.

"Pikiran itu pernah terlintas dalam benakku, namun orang seperti dia akan susah menjadi Alat yang penurut. Aku tidak bisa asal membawanya dan melatihnya. Lagipula ada Sarutobi yang selalu mengawasi gerak-gerikku dan anak itu. Jika aku membuat sedikit kesalahan, habislah sudah." Jawab Danzo tanpa melihat Foo. "Yang bisa kulakukan saat ini, hanya mencoba mendekati Uzumaki kecil dan perlahan membawanya ke ROOT. Jika aku tidak bisa mengajarinya secara langsung, aku gunakan cara yang lain. ini hanya perbedaan pandangan.

Namun pada akhirnya semuanya sama saja." Ujar penyandang gelar *Shinobi no Yami.* "dia akan menjadi Pelindung yang hebat untuk Konoha, dan disisi musuh Dia akan menjadi mimpi buruk mereka. Itulah yang akan aku ciptakan."


terimakasih kepada rikkudo sama yang telah menyediakan saya chapter 1-2 dengan lengkap saya sungguh sangat berterimakasih banyak padanya.