A KYUMIN FANFICTION

.

YOUR MINE!

.

Pairing : Cho Kyuhyun Lee Sungmin

And the other cast

Genre : Romance, Fantasy, Hurt/Comfort

Rate : M

.

Warning : BL | YAOI | M for Blood |

Disclaimer : pairing and cast yang lain milik Tuhan dan Orang Tuanya, tapi Fanfic ini murni milik saya seorang! Don't Copas!

Summary : Jika kau sudah di takdirkan dari lahir untuk menjadi pasangan takdirku seumur hidup, maka tidak akan ada yang bisa untuk merubah itu semua. Karna garis hidup sudah di tentukan oleh tuhan dari lahir!

.

-oOo-

.


.

"Bagaimana aku bisa percaya padamu ? aku baru saja mengenalmu hari ini Kyu." Sungmin menggembungkan pipinya, oh! Betapa manisnya dia.

"Kalau kau percaya dengan takdir, maka kau akan percaya dengan semua yang akan kau lalui. Dari situlah kau percaya padakku suatu saat nanti."

"Kau bicara apa Kyu ? sungguh, aku tak mengerti dengan apa yang kau bicarakan."

"Akan ku jelaskan nanti di akhir pekan."

Kyuhyun berjalan melewati Sungmin yang masih saja terdiam bingung. Hingga tanpa sadar tangan mungil Sungmin di tarik oleh Kyuhyun.

"Eh ?"

"Kau mau berdiam disini seharian ? sudah, ayo kita pulang."

Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin, membawanya ke halaman depan kampus. Wajah Sungmin merona dan makin merona tatkala Kyuhyun mempererat genggamannya.

'Aku bisa gila kalau seperti ini.' batin Sungmin.

.


A KYUMIN FANFICTION

YOUR MINE! © 2013

INDAH MIRAHATI


.

Chapter 2

.

Kraakkk!

Bunyi retakkan terdengar nyaring di sebuah gang sempit, gelap, dan sepi. Tak ayal orang yang sengaja melewati gang tersebut mengusap tengkuknya, merinding. Bau amis pun terkuar di sekitar gang sempit itu.

Dengan senyum mengembang di wajahnya, ia menyeringai. Mengusap cairan pekat berwarna merah di sekitar mulut dengan menggunakan punggung tangannya, dengan hikmat, ia jilat cairan pekat tersebut yang berada di sekitar tangannya.

"Dasar pecundang!"

Kyuhyun. Sang namja yang baru saja berucap menatap sinis pada sosok tubuh yang tergeletak di tanah dengan sangat mengenaskan. Tubuh namja yang tergeletak itu hanya menyisakkan tulang yang melekat erat pada kulit sehingga bisa di lihat bagian tulang kerangka sosok itu.

"Berusaha menjadi pahlawan tapi kau mencari kesempatan ? cih, kau sungguh memuakkan Jungmo-shi."

Kyuhyun berbicara pada jasad yang di sebut Jungmo, ia menendang jasad yang sudah tak tau bentuknya itu kearah tembok. Menyebabkan beberapa tulang-tulang yang masih melekat di tubuhnya hancur seketika. Mata nyalang Kyuhyun melirik ke bawah, sisa darah Jungmo yang tercecer di tanah membuat Kyuhyun 'lapar' kembali.

Tanpa mau ambil risiko untuk mengurusi jasad Jungmo, Kyuhyun membawa Jungmo dengan cepat ke tempat sebelum Jungmo di lempar. Dengan memberikan gencatan besi-besi bangunan, tubuh mengenaskan Jungmo akhirnya tertutupi.

Siapa sangka bahwa Jungmo tewas oleh monster mengerikkan ini.

Dengan cepat, Kyuhyun kembali ke tempat asalnya. Dimana sebuah gedung istana yang cukup mewah dan itu melebihi kata mewah sebagai singgahsanahnya.

.

.


"KIM JUNGMO, 21 TAHUN. TEWAS DALAM PERJALANAN PULANG. DENGAN TERTIMPA TUMPUKKAN BESI BANGUNAN PANJANG YANG BERKISAR 6 BESI DAN BERATNYA DI PERKIRAKKAN 8 TON INI YANG MEMBUAT TUBUH KIM JUNGMO HANCUR SEKETIKA. TAK ADA SAKSI YANG MELIHAT LANGSUNG KEJADIAN INI. KITA DOA'KAN, KIM JUNGMO DAPAT TENANG DI ALAM YANG SUDAH MEMBAWANYA PERGI DARI BUMI INI. GOODBYE KIM JUNGMO."


.

.

Seluruh murid berdesakkan demi melihat isi dari pengumuman menyedihkan tersebut, semua –apalagi yeoja, yang sudah membaca pengumuman itu tak kuasa menahan tangis. Bagaimana bisa ? Kim Jungmo! Namja popular di Kampus yang memiliki peringkat #1 dalam daftar riwayat 'Namja Terkeren'.

Yah, Kim Jungmo memang sangat di gemari oleh kalangan Yeoja. Akankah status 'Namja Terkeren' akan di gantikan dengan adanya Kyuhyun yang baru saja menempati kampus ternama itu ?

Entahlah, kita lihat saja nanti.

.

.

Flashback_

.

Setelah mengantarkan Sungmin pada Eunhyuk yang menunggu di halaman sekolah, Kyuhyun langsung pamit pada mereka berdua. Tepat saat Kyuhyun beranjak, seorang Namja yang bisa di katakana 'Prince' se-kampus ini mendekati Sungmin dan Eunhyuk.

"Sungmin-ah."

Sungmin yang merasa di panggil segera menengok ke belakang dan mendapati Jungmo –sang 'Namja Terkeren' tepat berada di belakangnya.

"Kau ingin pulang bersama ku ?" dengan senyum menawannya Jungmo sesekali menahan napas, menunggu jawaban Sungmin.

"Err~ tapi aku pulang bareng Hyukie. Mianhae Jungmo-ya."

Jungmo mendesah, tapi bukan Jungmo namanya jika sesuatu yang dia inginkan tidak tercapai dengan segera. Masih dengan senyum menawannya, ia melikir kearah Eunhyuk yang melihatnya. "Eunhyuk juga bisa ikut kalau mau ? kita bisa pulang bersama-sama, eotteyo ?"

Eunhyuk melirik kearah Sungmin, sebenarnya ia jengah jika harus berhadapan dengan makhluk Tuhan yang satu ini –Jungmo. Tapi mau bagaimana lagi, Jungmo memang sering sekali mendekati Sungmin demi mendapatkan perhatian sahabatnya itu. Dan sumpah demi apapun! Eunhyuk benci jika kata-kata rayuan keluar dari mulut Jungmo demi membuat rona pink bertengger di pipi Sungmin. Tapi, memang malang sekali nasib Jungmo. Sekuat apa pun, segencar apa pun ia merayu Sungmin, Sungmin tidak akan tersipu olehnya. Eunhyuk tersenyum ah- lebih tepatnya menyeringai, selagi Jungmo menawarkan tumpangan untuknya, ia juga bisa memantau sahabatnya itu. Eunhyuk tau cara pikir Jungmo, tidak di sangka licik juga.

"Minnie, bagaimana kalau kita ikuti ajakan Jungmo ? jadi kita tidak perlu berdesakkan di dalam bus." Eunhyuk tersenyum mendapati muka masam Jungmo.

"Ikuti ?" gumam Jungmo yang tentu saja terdengar oleh Eunhyuk. Kembali, Eunhyuk menyeringai menatap ekspresi wajah masam Jungmo.

'Jangan kau pikir aku akan merelakan Sungmin pulang denganmu, sementara aku sendiri berdesakkan di dalam bus. Aku tidak akan membiarkan kau mencari kesempatan Jungmo-shi' Batin Eunhyuk sambil menatap Jungmo.

Sungmin terlihat berfikir, benar memang kata Eunhyuk. Jadi, mereka berdua tidak perlu berdesakkan di dalam bus.

"Baiklah, kalau Hyukie mau aku juga mau." Sungmin tersenyum.

Jugnmo menghela nafas kesal. 'Sial!' batinnya.

"Baiklah, kalian tunggu di sini. Aku akan mengambil mobilku dulu di parkiran."

Seringai tipis terukir di bibir tebal seorang namja yang sedari tadi mengamati gelagat Jungmo di balik pohon. Ia paham dengan kata Eunhyuk, tak sedikit pula Namja tersebut membaca pikiran Eunhyuk demi mengorek informasi penting bagi-Nya.

"Eunhyuk-shi, kau memang sangat membantu. Beruntung sekali kau memiliki kekuatan lebih."

Dengan masih tersenyum, ah tidak! Lebih tepatnya menyeringai, ia keluar dari persembunyiannya dan segera berlalu seperti terbawa angin.

.

-oOo-

.

Jungmo mengendarai mobilnya dengan tenang, sesekali melirik kearah samping, dimana Sungmin sedang duduk tenang mengamati luar jendela. Eunyuk berdecih, dalam keadaan menyetir mobil pun Jungmo masih saja mengambil kesempatan untuk melihat sahabatnya. Sahabatnya ini sungguk polos jika sudah menyangkut dengan perasaan seseorang.

'Aku harus mendapatkannya!' Batin Jungmo.

"Oh ya, kita lihat saja nanti Jungmo-shi." Eunhyuk melirik kearah Jungmo yang menampakkan wajah kagetnya. Eunhyuk kembali tersenyum puas.

"Waeyo ? ku rasa, aku tidak mengatakan apapun Eunhyuk-shi"

"Ah begitu kah! Mau ku sebut ulang kata-katamu belum lama ini ?" Eunhyuk terbawa permainan Jungmo. 'Ini menarik.' Pikirnya.

"Silahkan saja, lagi pula aku tidak berbicara apapun tadi. Benarkan Min ?" Sungmin mengangguk, membenarkan perkataan Jungmo.

Sungmin yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka, hanya diam saja. Tak mau ambil pusing dengan masalah mereka yang bahkan tidak di mengerti olehnya.

"Aku harus mendapatkannya!" Eunhyuk tersenyum. "Bukankah itu kata-kata mu belum lama ini Jungmo-shi ?"

'Sial! Kenapa dia bisa tau ? ini tak boleh terjadi'

"Kau tidak perlu berfikir keras aku tau dari mana, yang pasti kau tak akan dapat apapun."

"Mianhae Eunhyuk-shi, aku tak mengerti apa yang kau bicarakan. Benarkan Min ?" Sungmin mengangguk setuju, yah memang Sungmin tak tau persoalan apa yang sedang mereka perdebatkan.

'Lagi-lagi dia mencari kesempatan, ck! Sungguh licik kau Jungmo-shi'

"JUNGMO AWAS!" Pekik Sungmin.

Tiba-tiba saja kucing berwarna hitam melintas di tengan jalan yang Jungmo lewati, dengan segera Jungmo menghentikan laju mobilnya dan membuat Sungmin terbentur dashboard dan Eunhyuk yang terdorong ke depan.

"Akh!" pekik Sungmin dan Eunhyuk samaan

"Ya! Kau bisa menyetir tidak sih, kalau tiba-tiba kita mati bagaimana eoh!" geram Eunhyuk.

"Sungmin-ah kau tak apa ?" Jungmo mengabaikan perkataan Eunhyuk dan menatap Sungmin khawatir.

'Cih! Sial sekali' batin Eunhyuk

"Ne Jungmo-ya, hanya terbentur sedikit. Tak parah, tenang saja." ujar Sungmin dengan senyumnya sesekali mengusap keningnya yang terbentur.

Jungmo menangkupkan kedua tangannya di pipi bulat Sungmin, menepikan poni yang menutupi dahi Sungmin dan meniup pelan dahi Sungmin yang memerah. Membuat Sungmin mengerutkan keningnya, tak suka.

"Mianhae, aku tak bermaksud membuatmu seperti ini. tadi tiba-tiba saja ada Kucing yang sedang melewati jalan, aku hanya takut kucing tersebut tertabrak oleh mobilku."

"Ne gwaenchana Jungmo-ya. Tak perlu seperti ini." Sungmin menurunkan tangan Jungmo yang masih berada di pipinya. Eunhyuk tersenyum.

"Anio, kening mu memerah Sungmin-ah."

"Gwanchana, jeongmal."

"Bisakah kau lanjutkan perjalananmu ?" Eunhyuk mengintruksi.

"Baiklah, kita lanjutkan perjalanan lagi" Jungmo menghela nafas berat.

'Sungguh manis Kim Jungmo' batin Eunhyuk, sesekali ia menyeringai.

.

FLASHBACK OFF_

.

-oOo-

.

"Minnie"

Eunhyuk terpogoh-pogoh melewati koridor, mengejar seseorang yang di panggilnya. "Sungminnie, tunggu!"

Sungmin, langkahnya terhenti saat mendengar suara yang memanggilnya.

"Eunyukkie waeyo ? aigo jangan lari, nanti kau berkeringat hyukie"

"Min, kau sudah tau berita Jungmo ?" Eunhyuk menghela nafas sesaat dan menatap Sungmin.

Yang di tatap hanya menggelengkan kepala.

"Jungmo mati min!"

"Huh! Ta-tapi bagaimana bisa ? kemarin kan dia baik-baik saja Hyukie. Kau jangan bercanda."

"Aku sama sekali tak bercanda Minnie. Aku serius."

Sungmin menepuk telinganya beberapa kali, siapa tau saja ia salah dengar. Mungkin nama Kim Jungmo di kampus ini banyak, yah mungkin saja. pikir Sungmin.

"Minnie, aku tidak berbohong. Semuanya jelas yang tertera di madding adalah Kim Jungmo yang kemarin mengantar kita pulang."

"Bagaimana bisa Hyukie ?"

Eunhyuk hanya mengangkat bahunya, pertanda ia tidak tau menahu. "Kau ingin berkunjung ke makamnya ?"

Sungmin menegang, berkunjung ? dengan kata lain, ia akan pergi ke pemakaman. Semua fikiran buruk bersarang di kepalanya, Bagaimana jika ia bertemu dengan makhluk tak kasat mata, bagaimana jika ia melihat sosok yang menyeramkan disana, bagaimana jika ia melihat Jungmo yang sudah mati itu, bagaimana jika ia di kelilingi oleh arwah-arwah yang menginginkannya untuk ikut bersama mereka.

"ANDWAE!" jerit Sungmin saat pikiran-pikiran buruk tiba-tiba saja melintasi otaknya.

"Ya Minnie, kau kenapa ?"

"Eum Hyukie, sepertinya aku tidak ikut ke pemakaman Jungmo. Aku baru saja ingat, aku ingin menemani Eomma belanja sekarang. Mungkin lain kali saja, eotte ?"

Ingin sekali rasanya Eunhyuk tertawa sekencang mungkin, ia amat sangat tahu yang ada dalam pikiran Sungmin. Bagaiaman pernyataan-pernyataan negative bersarang di otak namja mungil ini. Tapi, jika ia tertawa ia tidak yakin hidupnya akan aman. Namja mempunyai berbagai macam jurus matial art nya, dan ia tidak ingin tubuh ringkiknya akan semankin ringkik.

"Arasseo, lagi pula aku juga ingin pergi bersama Donghae."

.

-oOo-

.

Malam semakin terasa dingin, benar saja ini adalah awal dari musim dingin. Tak ayal orang yang berlalu lalang akan menggunakan mantel yang sangat tebal untuk menghangatkan dirinya. Bahkan di dalam rumah pun masih terasa dingin, padahal pemanas ruangan sudang di jalankan.

Sungmin menggosokkan tangan munilnya pada segelas coklat panas, demi mencari kehangatan. Sesekali bibirnya mengerucutkan bibirnya kala melihat salah satu tokoh film Kartun kesayangannya terserang oleh musuh.

"Minnie, ada yang mencarimu." Leeteuk –eomma Sungmin, memanggil anak kesayangannya.

"Nugu Eomma ?"

"Hyukie, di ruang tamu."

Dengan segera, Sungmin meletakkan segelas coklat panas itu di meja yang ada di depannya dan beranjak ke ruang tamu. "Hyukie, sedang apa kau disini ?"

Eunhyuk yang melihat Sungmin segera menariknya untuk duduk di sebelahnya, "Minnie, aku ingin menginap disini bolehkan ?"

Kerutan samar tercetak di kening Sungmin, "Tumben sekali kau ingin menginap disini ? wae ?"

"Eum, sepertinya aku ingin mengobrol denganmu." Ucap Eunhyuk salah tingkah.

"Arasseo, tentang kencamu dengan Donghae bukan ?"

Kini pipi Eunhyuk sukses berubah warna, sesekali ia mengingat kejadian beberapa jam lalu bersama sang kekasih membuat rona pink betah untuk menghiasi wajah Eunhyuk.

"Tenang saja Hyukie, aku akan mendengarkan semua cerita mu malam ini." Sungmin tersenyum.

Setelah beberapa jam mereka habiskan mala mini dengan mengobrol, akhirnya mereka bisa juga tidur. Yah, walaupun waku sudah menunjukkan pukul 2 pagi.

Eunhyuk yang merasakan tubuhnya semakin dingin, menggigil. Sebenarnya, ia tidak sepenuhnya tertidur. Hanya saja sedari tadi ia merasakan perasaan aneh yang sedang mengamatinya, entahlah mugnkin hanya perasaannya Eunhyuk. Tapi demi ikan-ikan yang ada di laut pasifik, ia mengenal aura yang sangat kental akan keberadaan sosok selain manusia.

Dengan perlahan, ia membuka matanya demi meyakinkan perasaannya. Mata Eunhyuk membulat sempurna saat ia melihat sosok namja tampan tengan mengamati Sungmin. Eunhyuk tercekat, ia tau siapa pemuda ini.

"Kau–"

.

.

.

"Wah, benar sekali dugaan ku. Kau bukanlah manusia biasa." Ucap Eunhyuk sambil memandang langit dari atap rumah Sungmin.

Yah, ia berniat berbicara pada pemuda yang sudah tertangkap basah mengamati –atau lebih tepatnya mengintai sahabatnya. Pemuda yang sedang duduk di sebelah Eunhyuk sesekali tersenyum tipis, dari awal memang ia sudah bisa menebak bahwa eksistensinya tidak mudah di tutupi dari Eunhyuk.

"Bukan manusia lebih tepatnya."

Eunhyuk mencibir, mendengar penuturan dari pemuda tersebut.

"Kyuhyun-ah, aku sudah curiga sebenarnya dari awal. Saat kau sengaja menabrakkan diri ketika Sungminnie sedang terburu-buru. Benar bukan ?"

Yah, pemuda itu adalah Kyuhyun. Senyum simpul kini di perlihatkan kembali oleh Kyuhyun, memperlihatkan betapa tampannya pemuda itu. Tapi tetap saja itu tidak berpengaruh pada Eunhyuk, hanya Donghae lah yang paling tampan menurutnya.

Kyuhyun memang membenarkan perkataan Eunyuk, ia sengaja menabrakkan diri saat Sungmin sedang berlari terburu-buru. Ia hanya ingin di awal pertemuannya dengan SUngmin memberikan kesan untuk namja imut-nya itu. Namja imut-nya ? yah memang benar, Sungmin hanya milik Kyuhyun bukan ?

"Kyuhyun-ah, makhluk apa kau sebenarnya ?"

"Bukankah sudah tau aku makhluk seperti apa ?" bukannya menjawab, Kyuhyun malah membalikkan pertanyaan Eunhyuk.

"Bukan itu maksudku, kau pasti mengerti kemana arah pembicaraanku" Eunhyuk berdecak sebal, ternyata orang –ah apa benar pemuda di sebelahnya ini orang ?, maksudnya Kyuhyun senang sekali membalikkan pertanyaan. "Kau keturunan apa ?"

"Vampire."

"Ya! Kalau itu aku sudah tau babo. Maksudku, kau Klan dari mana ? sepertinya saat mencium bau mu sama dengan kekasihku."

"Kekasihmu seorang Vampire ?" Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. "Donghae ?"

"Kau mengenalnya ?"

"Kau berpacaran dengan ikan itu ?"

"Bagaimana bisa ia memilik saudara seper–" Eunhyuk menghentikan ucapannya dan beralih menatap Kyuhyun sebal. "Ikan ?"

"Dia mirip sekali ikan, apa ada yang salah ?"

"Jelas saja, Donghae itu tampan. Bahkan ketampanannya melebihi saudara ikan-ikannya di laut."

"Kau sama saja mengatakkan Donghae ikan, babo."

"Ya!"

"Perhatikan perkataanmu sebelumnya."

Eunhyuk mengingat apa saja yang ia katakana beberapa menit yang lalu, 'Bahkan ketampanannya melebihi saudara ikan-ikannya di laut.' Oh sial! Tanpa sadar Eunhyuk membenarkan ucapan Kyuhyun saat mengatai Donghae seperti ikan. Kekasihku yang malang, pikir Eunhyuk.

"Sudah mendapatkan jawabannya ?" Kyuhyun berhasil membuyarkan lamunannya, Eunhyuk hanya bisa mengangguk pasrah.

"Ya, kau belum menjawab pertanyaan ku. Dari Klan mana kau berasal ?"

"Bukankah kau bilang aku mirip dengan kekasih ikanmu itu ?"

"Siapa tau saja berbeda. Donghae itu berasal dari Klan Origin, walaupun kau bersaudara dengannya tetap saja Klanmu berbeda dengan Donghae."

"Dhampir"

Eunhyuk mengangguk, mendengar pernyataan singkat dari Kyuhyun. "Lalu sedang apa kau berada di rumah Sungmin ?"

Kyuhyun berdecak sebal, lambat sekali pikiran namja ini. batin Kyuhyun.

"Ya, aku mendengarnya. Bahkan kau sudah tau aku mempunyai kekuatan lebih." Ucap Kyuhyun saat tak sengaja pikiran Kyuhyun tertangkap oleh indra pendengarnya.

Kyuhyun mengangkat bahunya, masa bodoh akan hal itu. "Kau sudah tau jawabannya, untuk apa kau bertanya eoh ?" kesal Kyuhyun.

"Mungkinkah ? Sungmin, Inang mu ?"

Belum sempat menjawab pertanyaan Eunhyuk, matahari sudah muncul dari dari ufuk Timur. Menandakan bahwa hari sudah pagi.

"Kau hutang penjelasan padaku Tuan Cho Kyuhyun. Aku ingin masuk, aku khawatir jika Sungmin terbangun ia tidak menemukanku di kamarnya."

Sebelum Eunhyuk beranjak dari tempatnya, Kyuhyun kembali membuka suara.

"Kau Dhampir."

Eunhyuk mematung, "Ne ?"

"Kau tau maksudku, kau bukan manusia biasa karna aku bisa merasakan bagaimana Klan Dhampir itu melekat di tubuh mu."

"Kyuhyun-ah, kau tau apa tentang ku ?" ucap Eunhyuk sinis.

"Memang aku tak tau banyak tentang mu, tapi aku bisa merasakan kau adalah Dhampir. Semenyangkalnya kau akan hal itu, tetap saja semua itu tidak akan berubah. Kau harus menerimanya, bukankah kau tahan selama ini walaupun hanya dengan memakan sayuran ? tapi jika kau mencoba sekali untuk mengonsumsi darah, itu akan semakin menyempurnakan kemampuan dan kekuatanmu."

"Aku tidak ingin mengonsumsi darah! Aku benci jika diriku melakukan itu walaupun kenyataannya aku adalah Dhampir! Puas kamu ?"

"Kita bicara lagi jika kau sedang bersama Donghae, mungkin kau bisa mengerti ke-eksistensian mu tidaklah sempurna hanya karna mengonsumsi sayuran."

Eunhyuk hanya memandang datar punggung Kyuhyun yang semakin menjauh, walaupun iris matanya masih menemukan jejak-jekak kepergian Kyuhyun. Tetapi ia tak mau ambil pusing, ia sudah cukup di buat kaget oleh Kyuhyun mengenai dirinya yang sebenarnya.

Dengan gundah, Eunhyuk kembali ke dalah kamar Sungmin. Biarkan perihal kejadian tadi bagaikan angin lalu, walaupun masalah ini akan ia hadapi keesokan harinya.

"Hwaitting Lee Hyukjae!"

.

.

.

TBC++


.

.

.

Aloha reader yang sudah tidak sabar nih menanti chap selanjutnya. Bagaimana ? sudah ada yang bisa menjawab pertanyaan cingu ^^ memang Kyuhyun ini sebenarnya Vampire, tapi tenang kok, Kyuhyun gak ganas xixixixi

Mianhae ne jika ada kata-kata yang sedikit absurd dalam FF ini, maklum aku ngebut nih buatnya. Setelah aku disibukkan sama tugas-tugas Kampus, belum lagi aku bari selesai UAS jadi waktu senggang untuk membuat FF baru sekarang-sekarang ini. belum lagi ide-ide yang tiba-tiba kandas di tengah jalan

Ah sudah deh sesi curhatnya xixixi.

.


BIG THANKS AND HUG FOR : dirakyu, TifyTiffanyLee, WineKyuMin137, Chella-KMS, kyumin pu, sissy, Phia89, winecouple, KyuminLove137, .


.

Gomawo buat REVIEW nya ^^ mianhae gak bisa balas satu per satu,, tapi tenang saja aku baca kok semuanya ^^ jangan lupa untuk REVIEW lagi yaah /haha maksa\

Bagi kalian yang ingin mengenal lebih lanjut bisa di Twitter (IndahKyuMinELF) ^^

Akhir kata MINE TO REVIEW, GOMAWO ;*