Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Sandeul

Other Cast :(Yong Guk Himchan Zelo BAP), Hanchul, Yewook, Yong Chan

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

Previous Chapter

Previous Chapter

Membuat namja cantik itu mendongak hebat dan mengerang sakit.

"A—arghttt! Apa maksud—mu! Aku tak memiliki darah itu lagi!."

Sosok itu mendesis, dan membuang wajah Sungmin kasar. "Terlambat! Waktu kalian akan segera berakhir."

Namja cantik itu semakin membelalak marah mendengarnya, apa maksud semua ucapanya?! Pria asing itu sepertinya memang tak waras. "Siapa kau sebenarnya! Aku tak pernah mengenal—

"Mommy."

"S—sandeul? Apa yang kau lakukan padanya! Lepaskan Putraku!"

"Hiks...M—mommyyy."

.

.

.

Chapter 3


Near Dark Season 2


.

.

.

Manik foxy itu makin berpendar hijau pekat, begitu melihat Putra kecilnya tertahan disebuah tiang dengan kondisi kedua tangan dan kaki yang terikat.

Makhluk keparat macam apa yang tega memperlakukan hal kasar itu pada anak sekecil Sandeul. Berulang kali Sungmin meronta dan menggunakan magisnya untuk melepaskan diri, namun percuma...energinya tak cukup mampu meleburkan semua tali itu.

"Momyyyy!." Jerit Sandeul untuk kesekian kalinya.

Sungmin makin kebas mendengarnya, sungguh ia tak mampu melihat Putra kecilnya menggigil takut seperti itu. Terlebih dirinya tak dapat melakukan apapun dengan kondisi seperti ini, tali itu seolah turut menghisap energinya, semakin Sungmin mencoba untuk lepas, semakin menyusut pula tenaganya.

"S-sandeul..." Ucapnya lemah, kedua matanya makin terlihat nanar...terlalu sakit melihat buah hatinya diperlakukan demikian.

"Ku mohon lepaskan Putraku! Jangan menyakitinya...cukup aku saja!." Mohon Sungmin, menatap penuh harap pada sosok yang kini berdiri angkuh di hadapannya

Namja tinggi itu menarik seringai tajam di sudut bibirnya lalu mengendus leher kanan Sungmin.

"Haruskah aku memenuhi permohonan Rose Blood sepertimu?." Desis sosok itu. Kuku-kuku runcingnya tampak menggesek leher Sungmin, sedikit tekanan saja...kuku tajam itu bisa mengoyak permukaan lehernya.

"Aku bukan Rose Blood...darah itu telah lenyap dalam tubuhku, ku mohon lepaskan Putraku."

"Seharusnya kabangkitan terjadi...dan semua keabadian menjadi milikku! Seperti yang Tuan Vlad janjikan pada kami." Zhoumi mendesis lirih, sesekali ia terkikik dan menatap dengan sorot tak menentu bagai seorang psychopat.

"Iblis itu tak mungkin memberimu ke—kuasaan...argh! K—kalian hanya termakan tipu dayanya ..ukkhh!" Ujar Sungmin terengah-engah. Begitu sebuah jeratan kasat mata...secara tiba-tiba mencekik lehernya.

Kedua mata amber itu berkilat geram. Zhoumi menghentak kaki...membuat tubuh mungil itu terpental kasar ke dinding dan jatuh merosot.

"Tutup Mulutmu! Tuan Vlad tak pernah mengingkari janji pada keturunannya!"

"MOMMYYYYY!." Sandeul kembali menjerit keras melihat ibunya dihempas sekuat itu dan mengerang kesakitan.

Benturan keras itu membuat Sungmin terbatuk, membuat darah segar mengalir dari sela-sela bibirnya. Tapi ia tak menyerah begitu saja, Sungmin masih memiliki perlawanan untuk keyakinan dalam hatinya. Perlahan namun pasti ia menegakkan kepala dan menyeringai sinis.

"Bodoh! Vlad telah mati! Apa kau akan tetap mengagungkannya? Seciut itukah pikiran Vampire?." lirih Sungmin masih dengan seringai tajamnya, walau nyatanya ia kerap mengernyit nyeri di dadanya.

Namja Vampire itu makin meradang melihatnya, dengan geram Zhoumi menghempas sebelah tangannya...membuat seluruh tali yang membelenggu tubuh Sungmin terlepas secara magis. Namun secepat itu pula...ia menerjang dan mencekik Sungmin di dinding hingga tubuh mungil itu terangkat tinggi dari atas lantai.

"Berani-beraninya kau merendahkanku! Kutukan Vlad tetap hidup! Aku akan menuntut balas karena semua ini!."

Sungmin tercekat mendengarnya. Apa maksud dari kutukan yang diucapkan Vampire itu. Bukankah kutukan Vlad dalam tubuh Kyuhyun telah musnah?. Tunggu! Mungkinkah iblis itu juga mengutuk keturunannya sendiri?

"K—Kutukhan? Arkkh."

"Ya! Vlad akan mengutukku jika kebangkitannya musnah. Kau menghancurkan kami dengan menyelamatkan Dhampyr keparat itu! Aku dan bangsaku telah membunuh semua Rose Blood! Tapi mengapa kau masih hidup di dunia ini?! ."

Kedua manik rubahnya semakin menatap pias. Semua fakta itu memang seperti dugaannya, akan tetapi Sebengis itu kah Vlad pada keturunannya, memperalat dan menjatuhkan pilihan penuh petaka pada Vampire di hadapannya. Vlad memberinya kutukan jika gagal membuat kebangkitan itu berjalan dengan sempurna, sebaliknya jika kebangkitan itu berhasil...Vlad akan kembali terlahir beserta kegelapan. Tapi itu berarti Kyuhyun akan terbunuh karna kebangkitan itu.

"D—dengar! Iblis itu hanya menjadikanmu alat ukh...untuk mewujudkan ren—cananya." Sungmin begitu terbata-bata menyelesaikan ucapannya, bagaimanapun ia tau...terlalu mustahil bagi iblis selicik Vlad menyerahkan kekuasaannya pada Zhoumi, meski nyatanya...Zhoumi memang keturunannya sendiri.

"Kami keturunan Vlad! Dan Tuan Kami yang agung tak pernah mengingkari janji!."

Sungmin berdecih mendengar Vampire itu tak pernah berhenti mengangung-agungkan iblis yang bahkan telah memberinya kutukan itu.

"I-iblis itu yang seharusnya men—jadi dendammu! Dia memberimu ku—tukkan...Arghtt—

"Jika bukan karna kau...Henry dan baro tak akan tersiksa dengan kutukan itu!" Sergah Zhoumi sembari memperkuat cekikkan tangan besarnya.

Namja cantik itu kembali membelalak lebar di tengah-tengah erangan sakitnya. Henry? Baro? Siapa sebenarnya kedua sosok itu?

"Mommyyyy! Hiks...Mommy!." Tangisann Sandeul kembali pecah, namun terdengar lemah karna terlalu lelah menangis. Sandeul tak sanggup melihat Sungmin disiksa lebih dari ini. berulang kali baby mungil itu meronta ingin menyelamatkan Ibunya... bahkan hinga kedua pergelangan tangan dan kakinya berdarah. Tapi segalanya percuma, ia tetap terbekuk dalam kondisinya. Sandeulpun tak mengerti bagaimana bisa, ia tak dapat menggunakan kekuatannya. Tak ada yang dapat dilakukannya selain menangis dan melukai dirinya sendiri.

"H—hentikan San—deul...arkkkh! Lepas—kan Putraku!"

"..."

Tak ada jawaban, selain tatapan memicing dan seringaian remeh namja tinggi itu.

"L—lepaskan Putraku! Arkkhh Ku mo—honn!."

"Baro lebih tersiksa darinya, bukankah akan lebih baik jika kau melihat Putramu menderita di tanganku?!"

"AN—DWAEE! Khh...hh...Ku mo—hon jangan menyakitinya hh...hhhh...C—cukup aku saja, Lepas—kan Putraku! Ku mo—hon." Pinta Sungmin terbata-bata, berulang kali kedua matanya mebuka dan memejam...berusaha menawar nyeri di bagian ulu hatinya.

Zhoumi... tertawa keras mendengarnya, sangat menyenangkan sekali membuat seorang Dhampyr sekaligus keturunan Rose Blood itu memohon-mohon seperti ini padanya. Namun tawanya berubah raungan keras dengan kedua mata berkilat hitam pekat kala mengingat Vlad yang Agung binasa dan petaka menimpa dirinya karena Rose Blood itu.

"Kupenuhi permohonanmu Vincent Lee."

Sungmin membelalak lebar, tubuhnya seketika mengigil begitu menatap ke dalam mata itu...seluruhnya hitam pekat. Sungmin bisa melihat kegelapan di sana...Ya, keputus asaan, dendam dan hasrat untuk membunuh berbaur kuat di dalamnya.

Zhoumi kembali menyeringai lebar melihat namja cantik itu begitu tersengal karna mantera matanya, Keberadaan Rose Blood memang telah diramalkan akan membunuh Vlad, tapi ia kalah cepat menemukan manusia itu. Dan berakhir dengan kehancuran ini.

"Baro...bawa anak itu pergi dari sini." Titahnya pada seorang remaja yang sedari tadi duduk di sisi singgasananya.

"Baik Ayah." Ujar namja itu, dan melesat cepat mendekati Sandeul.

"M—mommyyy! Mommyyyy! Takut Moommyyyy!." Sandeul menangis dan menjerit keras, begitu namja kecil bernama Baro itu mengangkat tubuhnya.

"SANDEUL! TIDAK! JANGAN BAWA PERGI PUTRAKU! SANDEUL! Arkkh." Sungmin meronta hebat, berulang kali ia membentur-benturkan tubuhnya di dinding...namun percuma, itu sama sekali tak membantu apapun. Putranyapun telah lenyap bersama namja kecil berwajah pucat itu.

"BRENGSEK! APA YANG KAU~ Argghhtt"

Sungmin mengerang sakit begitu namja itu mencengkeram kasar dagunya hingga mendongak.

"Sekali lagi kau berteriak padaku, kupastikan Putramu terbunuh!."

Tatapan berang itu perlahan berubah nanar dan begitu sarat akan ketakutan. Tidak! Sungmin tak ingin hal itu terjadi pada buah hatinya.

"K—Kyuuhyu—Arghht."

"Bagus! panggil bedebah itu kemari...memang itu yang kuinginkan."

Sungmin semakin kacau berdiri di ambang hatinya, semuanya terasa sulit...Sungmin kini tau, apa tujuan vampire itu menyekap dirinya dan Sandeul di sini...semata, hanya untuk menjebak Kyuhyun.

"Hmmh...aku bisa mencium amarahnya dari sini, bersabarlah untuk melihat kematiannya."

Sungmin menggeleng kasar, wajahnyapun makin basah karena air mata. Ingin mengucapkan sepatah katapun rasanya percuma, Vampire itu benar-benar mencekik kuat dirinya dengan mantra yang ia rapalkan.

'Jangan kemari Kyu...ku mohon! Jangan ke tempat ini' Jerit Sungmin dalam hati.

.

.

.

.


.

.

"K—Kyuuhyu—Arghht."

"M—ming." Kyuhyun terperangah hebat begitu mendengar erangan Sungmin. kedua matanya kian berpendar merah terang. Pangeran Dhampyr itu tau, apa yang tengah terjadi saat ini dan mengutuk diri...telah melakukan kesalahan yang tak seharusnya terjadi. Kyuhyun menggeram keras membuat angin tiba-tiba berpusar kencang di sekeliling tubuhnya. Meski tak diungkapkan sekalipun, alam tau...Pangerannya tengah murka saat ini.

Hangeng dan Putra sulungnya cukup terperangah hebat melihat segala sesuatu di sekitarnya remuk hanya dalam sekali hempas. Keduanya bergerak cepat menghadang Kyuhyun, sebelum Pangeran Bungsu itu bertindak gegabah.

"Tenangkan dirimu Kyu." Ujar Yong Guk sembari menahan pundak Kyuhyun, namun namja itu mengelak dan masih memaksa ingin melesat pergi ke sumber telepati itu.

"Makhluk terkutuk itu menangkap mereka! Biarkan aku pergi."

"Putraku... kau tak cukup pertahanan untuk melawan keturunan Vlad. Kembalilah ke puri—

"APPAA! AKU TAK CUKUP GILA MEMBIARKAN SUNGMIN DAN PUTRAKU TERSIKSA DI SANA!" Geram Kyuhyun lantang, Ia menghempas kasar cengkeraman Yong Guk dan melesat pergi, melakukan apa yang seharusnya dilakukannya demi menyelamatkan dua namja paling berharga dalam hidupnya.

Hangeng menghela nafas berat melihatnya, ia memang tau tak ada satupun yang bisa menahan Kyhyun jika Putra Bungsunya itu sudah diliputi amarah.

"Kembali ke Puri secepatnya." Ucapnya kemudian seraya menepuk bahu Yong Guk.

"Baik Appa..."

.

.

.


"Hiks...M—mommy." Sandeul masih terisak dan menunduk takut begitu remaja kecil yang menggendong tubuhnya, membawanya ke suatu ruangan menyerupai kamar. Lalu mendudukkannya di ranjangnya.

Sesaat namja cilik itu menatap Sandeul dalam diam, sebelum akhirnya ia melepas semua utas tali yang mengikat tangan dan kaki Sandeul.

"Uhnn."Baby mungil itu beringsut ke dinding, meringkuk dan menekuk kaki di sana, begitu terlepas dari jeratan tali magis itu. Tubuhnyapun terasa lebih ringan, tak lagi lemas seperti beberapa saat lalu.

Baro kembali menatapnya lekat, lalu turut mendudukkan diri di samping Sandeul, berniat menemaninya.

Tak ada satupun dari keduanya yang membuka suara, hanya isakkan kecil Sandeul yang terdengar memecah hening dalam ruangan itu. Detik berganti menit...keheningan itu terus berlanjut hingga Sandeul benar-benar bosan karenanya. Oh ayolah Sandeul anak yang sangat aktif. Meski masih terisak, namun bukan suatu yang baik bagi anak itu jika terjebak dalam suasana sunyi seperti itu.

Sandeul mengangkat wajah sembabnya dan beralih menatap namja dengan tatapan dingin di sisinya. Isakannya tak lagi terdengar, melainkan hanya dengungan halus dan mata mengerjap polos.

"Channdie ikut Mommy." Gumamnya masih dengan menatap anak asing itu penuh harap. Namun Baro tetap bergeming dalam posisinya, menatap lurus kedepan dengan wajah dan tatapan yang sepenuhnya dingin.

Sandeul mempoutkan bibir, ia benar-benar kesal dengan namja kecil itu. Jangankan menjawab ucapannya, menoleh padanyapun tidak. Tangan mungilnya mulai terangkat, dan memberanikan diri mencengkeram ujung kemeja Baro. "Mommy! Chanddie ikut Mommyy! Hiks." Sandeul merengek meminta namja itu lekas membawanya kembali pada Ibunya, tangisannyapun kembali pecah...tak ingin diabaikan seperti ini. Dan menginginkan Sungmin sekarang ini juga.

Baro memejamkan mata sejenak, lalu beralih menangkup pipi Chubby Sandeul.

"Jangan menangis." Ucapnya datar sembari mengusap perlahan linangan air mata di pipi halus itu.

Sandeul kambali mengerjap polos mendengarnya. "Mommy! Hiks." Gumamnya lagi.

"Kau tak bisa menemuinya. Tetaplah di sini...kau akan aman di dalam kamarku." Ujar Baro masih dengan wajah tanpa ekspresinya. Namun baby mungil di sisisnya hanya menggeleng, dengan mata kembali berkaca-kaca.

Sekilas Baro tampak mengulas senyum tipis meski nyatanya terlihat sangat kaku, karna memang ia terpaksa melakukannya demi Baby berparas cantik itu, Tapi tetap saja sia-sia...Sandeul nampaknya belum mengerti apapun. Baro tau...ia memang telah melakukan kesalahan dengan membawa Sandeul ke dalam kamarnya. Beberapa saat lalu, Ayahnya memerintahkannya untuk mengurung Sandeul ke sebuah tempat menyerupai sel tahanan di bawah tanah. Tapi entahlah, hatinya tergerak untuk menentang perintah tersebut kala melihat sandeul lebih dekat. Seolah...ia memiliki nurani untuk tak melakukan hal sekejam itu, mengurung Sandeul seorang diri di tempat sedingin itu. Dan perihal Ayahnya akan murka karena perilakunya saat ini, Baro tak akan memperdulikannya...persetan dengan semua itu. Bukankah Ayahnya sangat menyayanginya melebihi apapun. Jadi tak ada masalah bukan...jika itu menyangkut kesenangannya.

"Untukmu." Baro tiba-tiba saja menyerahkan sebuah kotak klasik untuk Sandeul. Sontak saja baby mungil itu membulatkan mata saat menerimanya. Rasa ingin taunya kian meningkat begitu mengguncang benda tersebut, tanpa menunggu arahan...Sandeul membuka cepat kotak itu, dan alunan instrumen indah pun mulai terlantun dari dalamnya.

Baro senang melihat Sandeul tak lagi merengek dan tampak antusias dengan kotak musiknya. Setidaknya ini meringankan bebannya untuk melindungi Baby mungil itu.

.

.

"Namaku Baro."

"Balo?" Sandeul memiringkan kepala dan menatap Baro dengan bibir membulat lucu.

"Hm ya...tak apa panggil aku seperti itu."

Baby mungil itu mengangguk cepat mendengarnya, ia kembali menatap kotak musiknya dan terkikik riang melihat objek kecil yang berputar di dalamnya.

"Ayahku bukan orang jahat, kau harus tau itu." Ungkap Baro, meski ia tau ucapannya tak akan mungkin dimengerti oleh baby seumur Sandeul, tapi entahlah ia merasa...memang harus mengatakan semua itu. Karena pada siapa lagi ia mengungkapkannya jika bukan dengan Sandeul.

"Balo...buka." Sandeul menyerahkan kotak musiknya yang terkunci itu... sama sekali tak mendengarkan ucapan Baro beberapa saat lalu. Kendati demikian namja berusia 9 tahun itu tetp dengan senang hati menerima dan membukanya demi Sandeul.

Namun tiba-tiba saja Baro mendesis nyeri begitu ujung telunjuknya tergores sebuah mata logam dari kotak musik tersebut.

"Dalah...Baloo." Seru Sandeul seraya menutup wajah dengan kesepuluh jarinya. Sandeul kembali mengingat kata-kata yang pernah diucapkan Kyuhyun padanya, mengenai darah.

"Tak apa...hanya luka kecil." Ucap Baro santai. Tapi sebenarnya ia tengah menyembunyikan rasa cemas dan mungkin takut karena lukanya itu, meski nyatanya itu hanyalah sebuah luka gores biasa. Tapi lihatlah apa yang sebenarnya terjadi, luka itu lambat laun kian menganga...darahpun makin merembas deras karenanya.

Baro panik bukan kepalang, tapi ia masih berusaha menyembunyikan semua itu dari Sandeul...hingga tiba-tiba saja, sebuah tangan mungil terangkat dan menggengam telunjuknya yang dipenuhi lumuran darah hitam pekat itu.

Ada yang berbeda dari Sandeul, dan Baro cukup terperangah menyadari Baby mungil itu menatap lukanya dengan kedua obsidian berkilat merah terang. Tak cukup itu, temaram cahaya putih bersuhu hangatpun terasa melingkupi telunjuknya. Baro nyaris memekik terkejut begitu melihat goresan menganga itu samar-samar mulai merajut jaringan baru dan menutup luka itu dengan sempurna. ya...utuh seperti sedia kala.

"S—sandeul...Apa yang baru saja kau lakukan?." Tanyanya masih dengan tatapan tak percaya, bagaimana mungkin bocah sekecil sandeul bisa melakukan magis tingkat tinggi seperti itu. bahkan Ayahnya pun tak bisa melakukannya.

"Balo cembuh." Sandeul mengusap-usap telunjuk Baro dan terkikik kecil, membentuk mata sabit di atas pipi chubbynya.

"Ayah harus tau dengan semua ini, kau mungkin bisa menyelamatkanku Sandeul! Ayo!"

"Uhn?."

Sandeul mengerjapkan mata tak mengerti saat Baro tiba-tiba saja menggendongnya di punggung dan berlari keluar dari kamar tersebut.

.

.

.


"Le—phas!..uhkk" Sungmin kembali mengerang nyeri saat mantra itu tak kunjung lepas dari lehernya, tetap mencekiknya hingga Sungmin benar-benar nyaris kehilangan kesadarannya. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, bagaimana mungkin ia tak bisa menggunakan energi magisnya di tempat ini.

"Jangan kau pikir aku akan berbelas kasih menghentikannya, sebelum Dhampyr itu menginjakkan kaki di hadapanku! Kalian yang memulainya! Dan aku akan menuntut balas karena semua ini!."

"Arghtt~ Le—phass!"

.

.

Angin tiba-tiba saja berhembus kencang, membuat ruangan lembab itu berkabut dalam sekejap. Samar-samar terlihat sosok tinggi berdiri tegap dengan jubah panjang tergerai di belakang tubuhnya. perlahan namun pasti kelopak matanya terbuka, menampilkan dua obsidian yang berpendar merah darah. Pangeran Dhampyr itu mulai melesat mendekat, menatap penuh berang pada sosok yang menjerat Sungminnya saat ini.

"Lepaskan mereka, atau kau hancur di tanganku makhluk terkutuk!"

Zhoumi menyeringai sinis, sama sekali tak merasa ciut dengan semua perhitungan dan ancaman tersebut. Gerakannya begitu gesit merengkuh tubuh Sungmin, tak memberi kesempatan pada Pangeran Dhampyr itu untuk merampas miliknya yang berharga.

"Jangan angkuh pangeran, karena Aku yang akan menikmati kehancuranmu dengan kematian namja secantik ini." Desis Zhoumi seraya membelai pipi kanan Sungmin dengan kuku runcingnya, bersiap menorehkan sayatan panjang. "Bukankah benar Cho Kyuhyun?" Desisinya lagi. kali ini dengan menekan satu kuku runcingnya, membuat darah menetes dari pipi kanan Sungmin.

"Arkh~."

Kyuhyun menggeram keras, mengiringi pusaran cakram hitam di atas tangannya...semakin terasa panas dan kuat begitu kobaran api tampak meliputi cakram tersebut. Pangeran Dhampyr itu benar-benar tak bisa mengendalikan amarahnya lagi.

"JANGAN MENYENTUHNYA!" Teriakan geram itu menggema seiring dengan terjangan tubuh tingginya, menyerang Zhoumi. Namun magisnya meleset begitu vampire pure blood itu melayang cepat ke atas dengan membawa Sungmin dalam rengkuhannya.

"Lamban." Remeh Zhoumi masih terus melesat menghindar, seringaian liciknya terkembang dalam diam...menyembunyikan rencana yang telah ia perhitungkan untuk menjebak Kyuhyun, sepertinya akan lebih mudah memancing kecerobohannya...jika mata hati Pangeran Dhampyr itu sudah dikuasai dengan amarahnya.

Lecut magis itu terhempas berulang-ulang, semakin menggila kala melihat lawannya selalu meloncat menghindar dan menangkis setiap serangannya. Kyuhyun tak menyadari...sedikit saja ia melakukan tindakan gegabah, maka vampire itu akan memiliki peluang besar untuki menjebaknya. Zhoumi memang hanya menangkis dan menghindari serangannya, tampa berniat menyerangnya kembali. Karena memang vampire itu tengah memancingnya ke suatu tempat...di mana kekuatannya akan meningkat dua kali lipat lebih besar,di sana.

"LEPASKAN SUNGMIN BRENGSEK!" Geram Kyuhyun, ia terlalu meradang melihat namja cantiknya melunglai tak sadar dalam rengkuhan Zhoumi. Vampire itu hanya menyimpan dendam padanya, tak seharusnya menggunakan Sungmin bahkan menyiksanya demikian.

Zhoumi hanya bersenandung santai...menjadi suatu kenikmatan tersendiri melihat Pangeran Dhampyr itu menggila dengan amarahnya. Tentu saja ia tak kan semudah itu melepas Sungmin, karna Zhoumi tau benar...hanya Sungmin satu-satunya kelemahan Penguasa Dhampyr tersebut.

.

.

.

"Daddyy!." Sandeul memekik di atas punggung Baro begitu kedua mata bulatnya melihat Kyuhyun tengah melayang-layang di udara.

"Ikut Daddyy!" Pekiknya lagi seraya meronta ingin turun, ia tau...Daddynya pasti tengah bermain-main di atas sana, lihat saja banyak cahaya silau yang terbias dari tangannya.

"Ssst...Diam Sandeul, ini bahaya untukmu." Bisik baro, seraya mengendap-endap mencari persembunyian, tak menginginkan Ayahnya tau akan kehadirannya di tempat itu.

Baro mengernyit melihat pergerakan yang Zhoumi lakukan, akan kemana Ayahnya membawa Penguasa Dhampyr itu, dan sedetik kemudian ia membelalak lebar begitu menyadari apa yang tengah di rencanakan Zhoumi.

"A—ayah." Gumamnya tercekat. Baro tau...Zhoumi tengah memancing Kyuhyun menuju lembah darah. Dhampyr tak akan mampu bertahan jika menginjakkan kaki di tanah penuh kutukan hitam dari Vlad itu.

"Mengapa Ayahmu hanya seorang diri?" Ujar Baro sedikit menoleh ke samping, namun baby kecil yang digendongnya hanya mengerjap tak mengerti. Yang jelas Sandeul hanya menggumam itu Daddy Sandeul berulang-ulang.

Vampire kecil itu tak tau lagi harus berbuat apa untuk menghentikan semuanya, Ia tak cukup mampu mengejar sang Ayah jika...kedua namja dewasa itu telah menginjakkan kaki di lembah darah, Oh sungguh...bagi Baro, tempat itu lebih mengerikan dari apapun.

"Balo...dingin." Celetuk Sandeul tiba-tiba seraya menggosok kedua pipi Baro dari belakang.

"Karna aku berbeda darimu Sandeul." Jawabnya masih dengan tatapan penuh awas pada sosok yang kini saling menyerang ingin menghancurkan itu.

NGRAAAK...NGRAAAAKK

Secara tiba-tiba...Angin kembali berhembus kuat, ribuan gagak mengepak di angkasa...seiring dengan jeritan para vampire yang terbangun...memecah pekat di malam itu.

"Mereka keluar Sandeul...kita harus cepat pergi dari sini." Ucapnya seraya berlari kembali menjauhi hutan itu, bersama seorang Dhampyr kecil, yang masih mengerjap tak mengerti dengan keadaan yang terjadi saat ini.

.

.

.

"Kemarilah...apa kau tak sanggup mengejarku?." Remeh Zhoumi lagi, seringai liciknya makin terbentuk...begitu menyadari ia berhasil memancing Kyuhyun memasuki wilayah kekuasaannya...Lembah darah.

Nafasnya begitu memburu geram, vampire itu benar-benar mempermainkannya dengan melesat menghindarinya. Apakah hanya sebatas itu kemampuan para vampire. Pengecut sekali!

"Berhenti! dan lawan aku di sini!" Seru Kyuhyun masih terus merangsak semak dan pepohonan demi mengejar sosok yang membawa lari namja cantiknya.

JLEB

Secara mengejutkan, sebuah belati menancap di lengan kirinya, dan tak lama kemudian...puluhan benda tajam yang sama meluncur bertubi-tubi ke arahnya. Namun Kyuhyun dengan cepat membaca pergerakannya dan melesat gesit menghindarinya.

Wajahnya makin mengeras dan mengumpat kasar begitu menyadari dua makhluk dari balik pepohonan yang baru saja menyerangnya.

Kyuhyun mencabut kasar belati tersebut dari lengan kirinya, lalu melesat ke arah dua vampire di balik pepohonan itu.

Taringnya kian memanjang, menunjukkan ia benar-benar di batas akal sehatnya. Tanpa membuang waktu lebih, Kyuhyun mencengkeram wajah dua vampire yang menghambatnya tersebut dengan tangan kosong. Tak peduli mereka meraung kesakitan karenanya.

"ARRGH! PENGECUT!" KRRRAKK . Teriak Kyuhyun geram, kala meremukkan wajah dua vampire itu hanya dengan sekali remas. Membuat bola mata dan otak keduanya pecah dan berceceran di tanah... berbaur dengan tulang belulang yang kelak akan membusuk.

Nafasnya makin memburu, begitu menatap jauh kedepan...puluhan vampire tengah menghadangnya di sana. Dan di balik makhluk-makhluk itu, Zhoumi begitu leluasa melarikan diri menghindarinya.

Kyuhyun yang dibutakan amarah, menghempas semua makhluk kegelapan itu dengan membabi buta, membanting, memenggal bahka mencacah tubuh vampire-vampire itu hingga tak berbentuk dengan mudahnya. Tak peduli raungan sekarat yang memilukan dan darah hitam muncrat di manapun akibat lampiasan amarahnya.

"ENYAH KALIAN!."

CRASHHH!... CRAAACKK!

"ARRGGHHHHHHTTT!."

.

.

"Shit!." Umpat Zhoumi lirih, ia makin mempercepat gerakannya...terlalu kalut menyaksikan satu persatu klannya remuk di tangan Pangeran Dhampyr itu. Tak ada pilihan lain selain membawa Kyuhyun ke lembah darah...karna hanya itu satu-satunya peluang untuk mengalahkan Penguasa Dhampyr itu.

"Ku mo—hon henti—khan." Rintih Sungmin dalam rengkuhan vampire itu, ia sama sekali tak menginginkan terjadi pertumahan darah di antara bangsa keduanya.

"Diam kau!." Sentak Zhoumi masih dengan tatapan penuh waspada, kalau-kalau Kyuhyun yang tengah mengamuk itu berhasil mengejar dirinya.

.

.

.

Kyuhyun kembali menerjang, kali ini kecepatannya berhasil melampaui pergerakan vampire itu, dan mencengkeram pundaknya dari belakang. Kyuhyun menyeringai puas begitu melihat darah hitam merembas dari tusukkan kuku-kuku runcingnya. Tak menyiakan kesempatan, Pangeran Dhampyr itu...menarik kuat lengan Sungmin ke dalam rengkuhannya, sebelum akhirnya ia menghempas tubuh Zhoumi hingga terpental dan merangsak pepohonan pinus jauh di depannya.

.

"K—kyuh." Lirih Sungmin masih dengan kepala menunduk. Sungguh...tenaganya benar-benar dikuras habis oleh magis vampire itu.

Kyuhyun makin mendekap erat namja mungil itu, mengecup tengkuknya berkali-kali...seolah tengah mengisyaratkan ia benar-benar menyesal terlambat melindungi Sungmin dan membuatnya tersiksa seperti ini.

Walau tertatih, Namja cantik itu tetap memaksa menegakkan kepala demi melihat wajah Kyuhyun. Seketika itu pula hatinya menenang...begitu menatap sorot teduh dari manik obsidian Pangeran Dhampyr itu.

"M—mianhae." Bisik Sungmin lemah, berulang kali batinnya merutuk diri. Jika saja dirinya mendengarkan ucapan suaminya untuk tak pergi kemanapun dan tetap menjaga Sandeul di purinya. Tentu, semua ini tak akan terjadi...bahkan hingga mengancam nyawa Kyuhyun dan buah hatinya.

Kyuhyun menggeleng pelan lalu mencium lama kening Sungmin, namun matanya sedikit menyipit begitu menyadari pergerakan Zhoumi yang telah bangkit dari posisi terkaparnya.

Pangeran Dhampyr itu bergerak cepat menarik tengkuk Sungmin, lalu menyatukan bibir keduanya. Membuat Sungmin mengerang lemah...kala merasakan aliran magis dari ciuman itu. Ya...Kyuhyun tengah membagi setengah dari tenaganya untuk Sungmin, dan mengakhiri pagutan tersebut begitu menyadari Sungmin telah mendapatkan magisnya kembali.

"Uhmmph~K—kyu, apa yang kau lakukan?." Panik Sungmin begitu tautan bibir keduanya terlepas, Sungguh...Sungmin tak menginginkan Kyuhyun melakukan semua ini. membagi setengah tenaganya sama halnya dengan membahayakan diri Pangeran Dhampyr itu sendiri. Bagaimana jika Zhoumi kembali menyerangnya lebih kuat dari sebelumnya? Tidak! Sungmin sama sekali tak menginginkan hal buruk menimpa Kyuhyunnya.

"Pergilah untuk—Arghhttt!"

"KYUHYUUUN!."

Kyuhyun mengerang keras begitu suatu asap hitam berupa sulur menjerat lehernya secara tiba-tiba. Tak ayal...Sungmin menjerit histeris melihatnya, terlebih jeratan magis itu berasal dari sosok vampir yang berdiri jauh di hadapannya. Tapi bagaimana mungkin Zhoumi bisa melakukannya?

"Pergi M—ming...arkkh." Ujar Kyuhyun seraya menyentak tangan Sungmin yang ingin mendekatinya.

"Tidak!...Jangan memintaku untuk pergi! Aku—

"DENGARKAN AKU! Kkhhhh."

Sungmin terdiam begitu Kyuhyun membentaknya keras. Ia sadar...semua petaka ini karana kesalahannya yang tak mendengarkan kata-kata Kyuhyun, tapi Sungmin tak bisa jika harus meninggalkan Kyuhyun di tempat seperti ini.

"P-pergi...dan selamatkan S—sandeul...Dear."

"A—aku tak bisa meninggalkanmu di sini Kyu."

Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya untuk membelai pipi Sungmin, meski nyatanya kerap kali ia terbatuk dan mengerang sakit, Tapi Kyuhyun tetap memaksa melakukannya demi meyakinkan namja cantik itu.

"Apa aku sedang menyaksikan romansa kalian di sini? Cih...menggelikan!." Zhoumi berdecih keras. "Kekuatanmu tak akan berguna di wilayah ini Cho! Karna aku yang berkuasa di sini!" Lanjutnya lagi sembari menyeringai lebar, memeprlihatkan dua taring panjangnya. Tangan kananynya makin ia keratkan...membuat sulur hitam itu kian mencekik kuat leher Kyuhyun.

"A—ku mencintaimu, Ku mo—hon pergilah arght! Untuk—ku."

Sungmin menggeleng kasar, air mata itu pun makin deras berjatuhan dari pelupuk matanya. Ini terlalu menyakitkan...melihat Kyuhyun nyaris tak berdaya di hadapannya sendiri.

"Ti—dak Kyuu—

"PERGI!." Sentak Kyuhyun seraya mendorong kuat tubuh mungil itu agar menjauhinya. Sungmin terisak keras...meski berulang kali ia ngin kembali meraih tangan Kyuhyun, namun tatapan dua obsidian itu memaksanya untuk tetap mematuhi ucapannya, dan berhenti bertindak keras kepala.

"Kyunniee." Lirih Sungmin dalam isakkannya, tak ada pilihan lain selain memenuhi keinginan Pangeran Dhampyr itu. "Aku akan kembali...untukmu." Janji Sungmin sebelum benar-benar melenyapkan diri dari tempat penuh kepungan magis hitam itu.

"Kau terlalu bodoh sebagai seorang Pangeran." Kekeh Zhoumi, sebelah tangannya terangkat...memainkan desiran angin dingin yang berputar-putar di sekelilingnya.

Kyuhyun mengulas smirk tajam, tak dipedulikannya rasa ngilu yang makin merambati sekujur tubuhnya. persetan dengan semua ucapan Vampire itu... karna baginya menyelamatkan Sungmin jauh lebih berharga dari apapun. Siapapun akan melakukan hal yang sama demi seseorang yang benar-benar dicintainya. Meski nyawa sekalipun taruhannya.

Kedua manik obsidian itu makin berpandar merah terang, tenaganya memang telah banyak menyusut tapi itu tak membuat amarah dalam dadanya kian mereda. Dengan satu tarikan nafas panjang, Kyuhyun mencengkeram sulur hitam itu dan menariknya berlawanan arah... membuatnya lebur cepat bersama angin malam. Namun secepat itu pula, Kyuhyun menerjang tubuh Zhoumi...membantingnya kasar hingga sebuah pohon pinus besar tumbang karenanya.

"Kau masih memiliki tenaga rupanya." Zhoumi terkekeh sinis ...merasa remeh dengan Kyuhyun yang mengunci gerakannya saat ini. Bahkan kuku-kuku tajam milik Pangeran Dhampyr itu pun siap menebas lehernya dalam sekali hempasan.

"Tutup mulutmu...Brengsek!." Umpat Kyuhyun geram sembari menguatkan tekanan lengannya di leher Zhoumi.

"Ku pastikan istri dan anakmu terbunuh—

'CRRRRASSSHHHH'

Darah hitam itu menciprat deras begitu Kyuhyun menebas leher Zhoumi dengan tangannya. Tak ayal...kepala vampire itu nyaris terpenggal dari tubuhnya. Kyuhyun benar-benar dikuasai amarah dan tak bisa lagi memberi sekat bagi vampire itu untuk bernafas lebih di alamnya.

"Kau yang akan mati!." Desis Kyuhyun seraya menyeringai lebar menunjukkan dua taring runcingnya, memberi isyarat pada alam...bahwa tak ada satupun yang bisa mengusik penguasa sperti dirinyanya terlebih berani menentangnya, atau semua berakhir di tangannya.

.

.

"Cukup menarik."

Namun tiba-tiba saja, kedua manik obsidian itu membelalak lebar begitu melihat vampire yang baru saja di kalahkannya. Darah hitam yang menggenang...bergumpal dan saling merajut...menarik sisa-sisa otot yang mencuat dari leher yang tertebas itu, hingga menyatu...dan membuatnya untuh seperti semula.

"K—kau..." Kyuhyun terkesiap melihatnya, ia sedikit mengambil langkah ke belakang. Tak percaya Vampire seperti Zhoumi dapat melakukan hal demikian.

"Terkejut? Atau kau mulai takut menyerangku?."

"Vampire macam apa kau?." Kyuhyun mengepalkan tangan kuat, kedua matanya kian memicing penuh awas pada setiap pergerakan vampire di hadapannya tersebut.

Zhoumi tertawa keras, lalu melesat mengitari Kyuhyun dengan kecepatan tinggi. Menciptakan pusaran angin hitam yang menyelubungi tubuh Kyuhyun, kekuatan vampire itu mengikat berpuluh-puluh kali lipat. Karna...lembah tempat berpijaknya saat ini, menyimpan magis hitam milik Vllad, hanya keturunannya lah yang bisa menggunakan dan menguasai tempat tersebut, Ya...satu-satunya tempat terlarang bagi seorang Dhampyr.

SRAAAK...BRUUGHH

"Argh~"

Tubuh Pangeran Dhampyr itu terhempas keras hingga membentur bebatuan, begitu sebuah hantaman menyerang perutnya, dari pusaran angin hitam itu.

"Ketahuilah Cho...kekuatanmu tak akan berguna di tempat ini! Akulah yang berkuasa...dan membuat ajal menjemputmu."

"AARRGGHHHTTTT!"

..

.

.


Langit malam terlihat retak ...penuh dengan kilat api dan raungan mengerikan di setiap penjurunya. Desir angin perlahan kian berhembus kuat, membawa aroma karat yang berbaur di dalamnya. Tak satupun makhluk berani menampakan diri dengan semua pertanda alam itu. kecuali dua bangsa yang terlahir dari darah yang sama.

Pertumpahan darah itu kembali terulang. Sebagai akibat dari dendam yang tak terusaikan di masa lampau, Vlad memang telah lenyap...namun tidak untuk kebencian dan kutukan yang ia tanamkan pada keturunannya sendiri. Dan kini...Vampire mulai menuntut balas akan segalanya. Hati mereka yang keras bahkan tak memiliki nurani, membuatnya tak ingin dipersalahkan dan dikalahkan pula oleh bangsa Dhampyr.

.

.

"PAMAN DI BELAKANGMU!." Yong Guk menghunus cepat pedang miliknya dan menebas tepat kepala vampire yang ingin menusuk Siwon dari belakang.

"Terimakasih Pangeran." Ujar Siwon setelahnya.

"Jangan lengah paman...aku tak tau berapa jumlah semua vampire ini." Ujarnya masih dengan menghalau serangan yang datang dengan tenaga magis dan pedangnya. Tatapannya kian menajam penuh awas...vampire di sekelilingnya bukan main-main banyaknya. Sesekali ia mengerang geram begitu melihat banyak dari pasukan Dhampyrnya yang tewas karna serangan itu.

"Kendalikan tempat ini, aku akan mencari Kyuhyun." ujar Hangeng tiba-tiba begitu mendekati keduanya, dan di tanggapi dengan anggukan pasti dari Putra sulung dan petinggi kerajaannya tersebut.

.

.

Sementara itu di tempat lain...

"Apa kau yakin ini cara yang benar?" Tanya Himchan seraya mengendus jijik pada tubuhnya.

"Sudah lakukan saja, hanya ini yang dapat kita lakukan di tempat ini Hyung." Yakin Zelo masih terus berkutat dengan kegiatannya saat ini, membalurkan darah vampire yang mati di sekujur tubuh keduanya.

Memang terlihat gila dan menjijikkan...tapi setidaknya darah vampire bisa menyamarkan aroma tubuh keduanya jika ingin menyelinap masuk ke dalam sarang utama vampire tersebut.

Beberapa saat lalu Yong Guk melarang keras keduanya untuk ikut dalam peperangan, bahkan Pangeran Sulung itu sampai memasukkan Himchan dan Zelo ke sebuah ruangan menyerupai kandang kelelawar, hanya untuk menahan dua namja itu agar tidak berlaku keras kepala dan membahayakan dirinya sendiri.

Zelo masihlah terlalu kecil dan Himchan...Ah! Namja ulzzang itu baru saja menjadi Dhampyr...kekuatan macam apa yang dimilikinya. Dua namja itu hanya akan menyerahkan nyawa dan mati di tempat jika tetap nekat turut dalam peperangan.

Tapi bukan Himchan dan Zelo namanya jika hanya pasrah pada keadaan. Rasa ingin tau dan sikap keras kepalanya lebih besar dari siapapun. Dua keluarganya tengah di sekap dalam sarang vampire, sudah menjadi tekad bulat keduanya untuk menyelamatkan Sungmin dan juga baby mungil itu.

"Kau siap?." Tanya Himchan setelahnya.

"Uhm Hyung Kajja masuk." Sahut Zelo pasti. Sebuah ransel besar menggelayut erat di atas punggungnya. Entah apa isi dari ransel tersebut, yang jelas keduanya yakin benda-benda yang di bawanya ampuh untuk melawan vampire jika menyerangnya tiba-tiba.

.

.

.

"Z—zelo." Himchan mulai menciut takut, Ia merangkul erat lengan Zelo bahkan berulang kali pula ia menyembunyikan wajahnya di balik lengan namja manis itu begitu lolongan binatang malam terdengar di segala penjuru hutan itu. Hingga membuat jalannya tersendat-sendat. Oh! sungguh itu benar-benar meleburkan nyalinya.

Tak berbeda halnya dengan Namja Ulzzang itu, Zelopun turut merasakan perasaan yang sama...berjalan dengan mata tertutup rapat, takut kalau-kalau segerombolan vampire datang dan menerkamnya hidup-hidup.

Hingga tiba-tiba saja...

"A—AAHH!" BRUUGHHH

Keduanya jatuh tersungkur, begitu kaki Zelo tersandung bebatuan di hadapannya. Cepat-cepat, dua namja manis itu meringkuk dan saling berpelukan kala mengira...seorang vampire datang dan membuatnya terjatuh.

"Ampun! Jangan membunuh kami...aku takut! Tolong Hyung! Kyuhyun Hyuung!"." Racau Zelo masih dengan memeluk Himchan erat-erat dengan kedua mata terpejam rapat.

"Kami datang dengan damai! Lepaskan kami!" Imbuh Himchan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya kasar.

"HIKS! APPAAAAAAAAA!." Merasa tak tahan dengan rasa takutnya, Zelo memanggil Siwon sekuat-kuatnya. Nyali yang sebelumnya terajut sekuat baja saat memutuskan ingin menyelamatkan Sungmin dan Sandeul, kini lebur begitu saja...karna pemikiran singkatnya itu. Berulang kali ia meronta dan menangis keras...bahkan hingga membuat Himchan terbatuk sesak akibat rangkulan kalapnya.

Namun suasana tetaplah hening, hanya lolongan binatang malam yang sedari tadi didengar keduanya. Himchan menoleh membuka mata dan mengedarkan pandangan ke sekitar, mencoba memastikan keadaan, namun tak ada tanda-tanda kemunculan vampire di manapun. Situasi tetaplah aman terkendali.

"PABBO!." Umpatnya kesal seraya menjitak keras dahi Zelo.

"Aisshh Waeee?." seru Zelo tak terima.

"Kau yang membuat kita jatuh!"

"Nayoo (Aku)?."

"Ya! Kau! Lagipula... Dhampyr sepertimu seharusnya bisa melakukan teleportasi! Bukan malah menangis sebodoh—

"Grrrrrhhhh"

Keduanya membeku seketika, begitu mendengar seseorang menggeram keras di belakangnya. Keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya, saat derap langkah sosok asing yang mungkin berjumlah lebih dari 3 orang itu semakin mendekatinya. Ya Tuhan!...Keyakinannya bukan main-main lagi. Himchan dan Zelo sepenuhnya tau...dari bau dan geraman yang terdengar...itu benar-benar vampire.

"E—eottohkae?!" Panik Zelo.

Keduanya sama sekali tak berani menatap ke belakang, terus menunduk sambil menangis dan merangkak membabi buta berusaha menjauhi sekelompok vampire yang berlari mendekatinya.

"Tunggu! Bukankah kita sudah menggunakan darah vampire? Seharusnya mereka tak mengenali kita Hyung! Calm down." Ucap Zelo sembari menahan lengan Himcahan agar bersikap biasa saja.

.

.

.

"Hey yo...My Man!." Sapa Zelo, sembari melompat bangkit, menyusup ke tengah dan merangkul pundak vampire di sisi kanan dan kirinya.

Himchan beralih menoleh ke belakang dan mengerjap bingung dengan semua tindakan Dongsaeng kecilnya itu. Benarkah para vampire itu tak mengenali jati diri keduanya, tapi ia tak bisa membaca situasi apapun jika ekspresi 5 vampire itu tetaplah dingin seperti patung es.

"Senang bertemu denganmu..."

Ah! salah satu vampire itu mulai membuka suara, terasa lega mendengarnya, nampaknya penyamarannya benar-benar bisa mengelabui makhluk mengerikan itu.

"Ahahaha...ya, aku juga senang bertemu—

"Dhampyr...ssshhh." Lanjut vampire itu lagi seraya memejamkan mata dan mendesis, menghirup dalam-dalam aroma half blood yang meguar di dekatnya.

Zelo membulatkan mata lebar. "A—apa? D-dhampyr? S—siapa? di –mana hah?!." Gagapnya menggigil takut. Sungguh kakinya benar-benar terasa layu dan kram detik itu juga.

"Kalian rupanya...memiliki nyali yang cukup besar untuk memasuki wilayah kami." Ujar vampire lain seraya menyeringai lebar.

Zelo menggeleng panik, secepat kilat ia merosot turun, kembali merangkak ke arah Himchan dan menarik namja ulzzang itu melarikan diri.

"LARIII HYUUUNG!."

"TELEPORTASI! PPALII...PPALIII! TELEPORTASI! GUNAKAN!" Himchan berteriak-teriak kacau.

Zelo menggeleng kasar, dan makin berlari kencang merangsak apapun yang dilaluinya. Di saat setakut ini, teleportasi atau bahkan magis apapun yang dimilikinya tak akan berguna, karna sekali lagi...ia masih terlalu muda, dan kekuatannya belum sepenuhnya sempurna.

.

.

.

"R—ransel! Ki—ta memiliki senjata di dalamnya Hyung!." seru Zelo, sembari menyeret Himchan ke balik sebuah batu besar.

Keduanya begitu panik membuka ransel masing-masing, oh sungguh! vampire itu benar-benar seperti makhluk halus... bisa menelusup kemanapun sesuai keinginannya.

"Krrhhh...kalian tak akan bisa lari, manis."

"Ppali Hyung keluarkan...ppali! ppali!." Zelo makin kebas begitu mendengar Vampire itu semakin mendekat, dan mungkin memang tau persembunyiannya kali ini. Ia memaksa Himchan untuk segera mengambil senjata rahasia miliknya. Dan tiba-tiba saja... Zelo menganga lebar begitu melihat apa yang baru saja dikeluarkan Himchan dari dalam Ranselnya.

"HYUUNG!." Jerit Zelo gusar, sekaligus putus asa.

Perkakas masak kini berada di kedua tangan namja ulzzang itu. Ya...ia memang tau Himchan seorang Cheff di alam manusianya dulu. Tapi sekarang dimensinya berbeda! Yang benar saja melawan Vampire dengan hanya menggunkan Spatula dan Frying pan seperti itu.

"Aisshh! jangan benayak bicara...keluarkan isi ranselmu bodoh!." Seru Himchan tak kalah gusar. Ia begitu tidak sabaran membuka ransel Zelo, dan mengaduk acak seluruh isi di dalamnya.

"PABBO!" CTAKK

Teriak Himchan tiba-tiba seraya memukul jidat Zelo dengan spatulanya. Ia benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa Zelo membawa semua benda-benda yang dicurinya dari dunia manusia. Ransel itu hanya berisi 1 set crayon milik Yong Chan dan puluhan bola-bola kenyal penuh warna dan terasa begitu lembek jika dipijit.

"Kau memukulku?! Seru Zelo tak terima.

"IDIOT! UNTUK APA SEMUA BENDA-BENDA ITU!"

"Lihat dirimu! Kau pikir...kau akan menggoreng Vampire ditempat ini Huh!? Kau lebih idiot dariku Hyung!."

Tak ada yang mau mengalah, keduanya terus mengoceh saling merutuk bodoh. Hingga keduanya tak menyadari sekumpulan Vampire itu telah mengepungnya melingkar.

.

.

"Sudah! Mulutku kram!." Seru Himchan jengkel.

"H—hyung...Hyung...Hyuuung." Zelo sama sekali tak menghiraukan celoteh Himchan, apa yang saat ini dilihatnya jauh lebih hebat menarik ulur rasa takutnya. Berulang kali ia mengguncang bahu Himchan, memaksa namja ulzzang itu untuk segera menyadari apa yang tengah terjadi saat ini.

Nafas keduanya begitu memburu, dan menatap memelas pada benda di tangannya. Apa yang bisa diandalkan dari benda-benda buatan manusia itu? Oh ayolah...menghadapi makhluk kanibal seperti vampire, bukanlah suatu lelucon.

Sesaat keduanya bersikap katatonik, diam membeku bagaikan mayat hidup. Hingga tiba-tiba saja mereka melompat dan menjejak kepala vampire yang hampir meraihnya, lalu berlari terbirit-birit, tentunya lengkap dengan spatula dan pan di kedua tangannya.

"A—AAAHHH! LARIIIIII!."

.

.

.

.


Derap langkah kecilnya terhenti begitu melintasi sebuah ruangan, tampak celah kecil tersingkap dari daun pintu itu. Baro berjalan perlahan mendekatinya, dan terisak lirih kala menatap seorang namja berbaring lemah di atas ranjangnya.

"Ibu..."

"Ba—ro... Putraku." Namja itu tersenyum... terlihat lemah kala ia memaksa ingin menyentuh pipi Baro.

Cepat-cepat Baro menurunkan Sandeul dari punggungnya, dan meraih tangan pucat itu sebelum melunglai kembali. Isakkannya makin mengeras...hampir lebih dari 3 tahun ia melihat ibunya terbaring tak berdaya seperti ini.

"Mommy Balo?" Sandeul mulai membuka suara dan menatap penuh tanya pada namja kecil di sisinya.

Baro menghapus cepat air matanya dan menatap Sandeul dalam diam. Sebenarnya sejak di awal hatinya telah mengeras, dan makin mendendam kala utusan Ayahnya menyeret Sandeul dan Sungmin masuk ke dalam wilayah kekuasaannya. Dan Baro memang menyalahkan segalanya pada Sandeul. Karna...kedua orang tua Dhampyr mungil itulah yang menyebabkan segala petaka itu menimpa ibu dan juga dirinya. Tapi entahlah, kebencian dan dendam itu lebur dalam waktu cepat begitu ia menyentuh Sandeul. Terlebih saat Dhampyr mungil itu menyembuhkan lukanya dengan magis menakjubkan itu, Baro tau...kemuliaan tersimpan dalam hati Sandeul.

"Uhm...Ini Ibuku, beri salam padanya Sandeul." Ucap Baro seraya mengangkat tubuh mungil Sandeul ke atas ranjang, sontak saja Baby menggemaskan itu merangkak mendekati Henry dan mengusap-usap kening Vampire itu.

"Mommy Balo...cakit?." Gumam Sandeul masih dengan mengelus helaian metalik milik Henry.

Semestinya Henry mengerang tak suka disentuh demikian oleh seorang Dhampyr, namun rasanya ada yang berbeda dari Baby mungil itu, sebentuk energi kuat bersemayam dalam tubuhnya, Dan Henry dapat merasakannya dengan jelas bahkan ia turut merasa nyaman dan tenang dengan kekuatan tersebut.

"Apa kau bisa menyembuhkan Ibuku?."

Sandeul memiringkan kepala, mengerjap tak mengerti pada sosok pucat di hadapannya. Tapi setelahnya baby mungil itu beralih memeluk leher Henry dan melesakkan kepala di ceruk lehernya, barangkali dengan memeluk Ibu Baro, bisa mendapatkan kehangatan seperti yang selalu ia dapatkan dari Sungmin. tapi nyatanya...Sandeul hanya semakin merasa kedinginan. Tubuh Henry sangatlah dingin dan pasi.

"Mommy...hiks." Isakkannya kembali pecah, begitu mengingat sosok Sungmin dan Kyuhyun. Dan Baby itu benar-benar menginginkan keduanya.

"Ulljimaa." Bujuk Baro

"DAAADDYYYYY!" . Alih-alih menurut, Sandeul makin keras meneriakkan nama Ayahnya, dan itu benar-benar membuat Baro panik.

"Ulljima Sandeul, jangan membuat Ayahku menyadari keberadaanmu di sini." Ujarnya sembari membekap bibir Sandeul dengan sebelah tangannya.

"UMMHH...MOMMPH!."

.

.

BRAAAKKKK

Tralis jendela kamar itu tiba-tiba terhempas begitu seseorang menerjang masuk ke dalamnya. Kedua mata emerald sosok itu makin berkilat hijau terang kala melihat Putra kecilnya diperlakukan demikian oleh seorang anak Vampire.

"JANGAN SENTUH PUTRAKU!." Geram Sungmin seraya memaksa mengambil Sandeul dari rengkuhan bocah vampire itu, namun apa yang dilakukannya membuat Baro tanpa sengaja terhempas menghantam dinding dan meninggalkan goresan samar di keningnya.

"Mooommmyyyyy!" Pekik Sandeul antusias, berulang kali baby mungil melonjak girang dalam pelukan ibunya.

"Mommy merindukanmu Baby." Bisik Sungmin sembari mengeratkan dekapannya di tubuh mungil Sandeul, dan bersyukur...tak terjadi apapun pada Putra kecilnya.

"Arght! Sa—kiit! Nghh~."

Sungmin sedikit terkesiap begitu mendengar rintihan kesakitan dari vampire kecil itu, dan makin terkejut kala melihat luka gores di dahinya lambat laun makin memanjang dan menganga, hingga darah hitam kental merembas dari luka tersebut.

Apa yang sebenarnya terjadi pada vampire kecil itu? Sungguh Sungmin benar-benar tak mengerti.

"Ba—roo." Panggil Henry serak, berulang kali ia memaksa ingin bangkit demi merengkuh putranya, namun mustahil ia lakukan...tubuhnya telah mati rasa...dan ia sama sekali tak memiliki kekuatan untuk bergerak lebih.

"Se—lamatkan Putra—ku...se—lamatkan Ba—ro." Pinta Henry putus asa, ia manatap Sungmin penuh iba. Berharap Dhampyr itu bersedia berbaik hati menolong Putra kecilnya.

Sungmin mengernyit getir melihatnya, inikah kutukan vlad pada keturunannya itu?

Tak ingin terlambat, Sungmin menurunkan Sandeul dari dekapannya dan beralih merengkuh Baro yang kian merintih kesakitan. Berulang kali Sungmin menyeka rembasan darah di kening itu, namun percuma...luka itu makin melebar dan darah hitam makin mengucur deras.

"Sa—kit! Argghhhttt."

"Baloo? Hiks...Balooo!." Sandeul menangis keras, babay mungil itu memang tak sanggup melihat siapapun meraung kesakitan seperti itu. Terlebih bagi Sandeul...Baro sosok yang begitu baik dan melindunginya.

Baby mungil itu berlari cepat mendekati Baro, kedua tangannya terangkat dan menyentuh luka menganga di kening vampire itu. Sesaat Sandeul memejamkan mata, hingga tiba-tiba saja bias terang dari jemari mungilnya mengalir ke dalam luka tersebut.

Meski terlihat samar, namun luka di kening Baro... menutup secara perlahan dan pulih seperti semula.

Sungmin hanya diam dalam posisinya, terlalu takjub, dengan kemampuan Black Pearl yang dimiliki Putra kecilnya itu.

"Balooo cembuh." Riang sandeul sambil menepuk-nepuk kening Baro.

"Kau melakukannya lagi Sandeul...terima kasih."

.

.

.

"M—maafkan suamiku." Henry mulai membuka suara, air matanya makin deras merembas begitu menatap Sungmin di sisinya. "Dia..hanya pu—tus asa, dengan kondisi kami." Lirihnya lagi.

Sungmin terdiam, sejak di awal ia memang merasa...Zhoumi telah salah mengambil langkah dengan kebengisannya. Akan tetapi haruskah ia merasa iba pada keluarga vampire itu?. rasanya terlalu mustahil.

"Aku tau." Ujar Sungmin dingin. Lalu kembali merengkuh Sandeul...hendak membawanya pergi dari tempat itu.

"Ku mo—hon ...B-bawa aku bersamamu."

Sungmin menghentikan langkahnya dan sedikit menoleh ke belakang. untuk apa vampire itu memohon demikian.

"Z—zhoumi tak akan berhenti sebelum berhasil mem—bunuh suamimu, b—bawa aku untuk menghentikannya." Pinta Henry lagi.

"Tapi kau—

"AAARGGGHHHHTTTT!."

"K-Kyuuu!."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Annyeong Reader sayaaang, masih ingatkah dengan Cupid'sKyumin?

Lama update krna, bnyk persiapan buat penelitian. T_T Jjeongmal mianhaeyo

Kali ini update dua sekaligus, untuk menebus kesalahan (A winter Story Chapter 11 dan Near Dark Season II chapter 3). Krn 2 ff ini yg bnyk di minta kemrn

Yg, Breakable heart... kl ada kesmptn, upnya mungkn hari senin atau g selasa nee^^

*Untuk Update selanjutnya silahkan request yg mana dulu yg ingin di update...^^

a. Breakable Heart, b. A winter story atau c. Near Dark season 2

Untuk:

Cho Na Na , Love Kyumin 137, Ria, WineShipper , Shin Neul Ra, kyuminsaranghae , Cho Minhyun 137, KYUMINTS, cintakyumin137 , Lilin Sarang Kyumin , Kim Yong Neul , bebek, gorjazsimba , CamKM, RithaGaemGyu137 , bunnyblack FLK 136, ming0101, whyckh2103 , DIAHDEGA , MalaJaeWook, Indah Mirahati137, Bunbunchan, Yuuhee, KyuMin1307, myFridayyy c, dessykyumin, Princess Kyumin137, pumpkinsparkyumin, AlmiraAzhari, cho hyo woon , wullancholee , Eggyuming, Y , MyraMoniaga, myst-girl , Kyumin joyer, firaagyu, EvilBunny Cho , Kitukie, shineeetha , minniekyu, Sparkyu , keykyu, rizkyamel63 , wereyeolves , retnopitaelfforever, Zen Liu , Phia89 , zaAra evilkyu, KyuMinformELF, kyuminloid, Santiyani febby , sider imnida, minnievil9ny tha, shippo chan 7 , fonami-kyuminelf , Mybluepearl , kimteechul, lizuka myori , kyumin dudut ,Keyla HB malik , Voice 13Star , Tiemackh Charvoet , dirakyu, deviyanti137, imKM1004 , TifyTiffanyLee , Chlie hanariunnse , Cho MeiHwa , dJOYers, nova137 , Zahra Amelia, farla 23, KMwine137 , ceicoung, teras fanfiction , novapuspa sari 777 , arvita kim , stawberry rae, olviself161 , indah elfii, Gyumina , mingstares , Adekyumin joyer , sissy, sary nayolla, SukiYJ57, trytofindlieta ,kyumin pu , emi mardi, stevani , KyuMin ELF , bella joyers, rissamelati88 , hwangpark106 , ChanMoody , airi tokieda , imAlfera, Kang Dong Jae , Byunchannie26, Minhyunni1318, BabyMing, chindrella cind, 010132joy , vey900128, Ristinok137 , liu13769, reaRelf, imtwins, winecouple, ajid kyumin , zee konstantin , abilhikmah , nuralrasyiid, kimpichi adjah, sycarp, RARA0608, cywelf , Chiti , lee sunri hyun, fariny, snow drop 1272 , mynamedhiendha, rizkaendahagustin, may moon 581 , gaemgyu0388, kyukyu, Queenymalf , km , dan para Guest

Gomaaaawoooooo sudah mereview di chap 2 kemarin

Mohon reviewnya...biar authornya semangat lanjutin FFnya

Annyeoooong

Saraaaanghaaaaeeeeeeee